Share

Bab 491

Author: Jimmy Nugroho
Kelvin mengangguk. Dia berdiri, lalu mengikuti orang itu dan langsung berjalan ke lantai atas.

Tak lama kemudian, Kelvin masuk ke sebuah ruang VIP di atas. Ruangan itu tertutup. Setelah pintunya ditutup, suasananya menjadi jauh lebih tenang.

Di dalam ruangan VIP cukup kosong. Pelayan tadi berucap, "Mohon tunggu sebentar. Kak Darson akan segera datang."

Kelvin mengangguk pelan, lalu duduk di sofa.

Sekitar empat atau lima menit kemudian, pintu ruangan VIP terbuka. Darson yang berambut pirang pun b
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 492

    Kelvin merespons sambil mengangguk, "Keluarga Jahan punya orang di Tahap Pemadatan Inti yang bekerja untuk mereka, juga bekerja sama dengan organisasi Nomor 0. Kalau aku menghadapi mereka sendirian, tekanannya sangat besar. Kebetulan aku mengenal orang-orang dari Pengawas Malam, jadi ... satu-satunya cara adalah memanfaatkan mereka untuk menghadapi Keluarga Jahan."Darson mengangguk sebelum berujar, "Kamu pasti sudah berkali-kali diburu oleh orang suruhan Arvin ya? Mereka belum tahu kalau kamu seorang kultivator, 'kan?"Kelvin membalas sambil mengangguk, "Sepertinya untuk sekarang mereka belum tahu, tapi itu cuma soal waktu. Arvin memang sudah beberapa kali menyuruh orang untuk memburuku. Kali ini mengenai kedatanganku ke Kota Yanir, kamu pasti juga sudah dengar apa yang dia katakan."Darson mengangguk. Dia menyetujui, "Masalah ini pasti akan kubantu kumpulkan buktinya, bahkan kalau harus mempertaruhkan nyawaku!"Kelvin menjawab sambil menggeleng, "Jangan sampai mempertaruhkan nyawa. K

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 491

    Kelvin mengangguk. Dia berdiri, lalu mengikuti orang itu dan langsung berjalan ke lantai atas.Tak lama kemudian, Kelvin masuk ke sebuah ruang VIP di atas. Ruangan itu tertutup. Setelah pintunya ditutup, suasananya menjadi jauh lebih tenang.Di dalam ruangan VIP cukup kosong. Pelayan tadi berucap, "Mohon tunggu sebentar. Kak Darson akan segera datang."Kelvin mengangguk pelan, lalu duduk di sofa.Sekitar empat atau lima menit kemudian, pintu ruangan VIP terbuka. Darson yang berambut pirang pun berjalan masuk. Raut wajahnya terlihat muram. Dia mendorong pintu dan menatap Kelvin sambil bertanya, "Kamu nggak apa-apa, 'kan?""Sialan. Awalnya aku mau pesankan kamu sofa VIP biar kamu bisa coba kenalan sama beberapa wanita dan merasakan suasana gemerlap kota ini. Eh, ternyata Ivan malah beraninya menyerangmu," ujar Darson dengan ekspresi muram.Jelas, Darson sudah tahu seluruh kejadian tadi. Kelvin membalas sambil tersenyum, "Yang rugi itu dia. Aku nggak apa-apa kok. Dia cuma orang biasa. Aku

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 490

    Aksi Kelvin menghancurkan tongkat bisbol dengan tangan kosong membuat semua orang terkejut.Di kejauhan, Valdi hanya bisa menatap kosong. Dia tanpa sadar menelan ludah.Valdi sendiri adalah seorang kultivator. Walaupun tahapannya rendah, tetap saja dia sudah berada di Tahap Pemurnian Energi. Dia merasa bahwa dirinya juga bisa menghancurkan tongkat seperti itu, tetapi harus dengan seluruh kekuatannya.Namun barusan, Valdi bahkan tidak merasakan sedikit pun gelombang kekuatan sejati dari tubuh Kelvin.Itu artinya, Kelvin mengandalkan kekuatan fisik murni.Seberapa besar kekuatan yang dibutuhkan untuk melakukan hal seperti itu? Apa Kelvin memiliki kekuatan bawaan yang luar biasa?Memang ada orang seperti itu dan Valdi pernah mengenalnya.Namun tetap saja, Valdi sangat terkejut. Untuk pertama kalinya, dia merasa mungkin Niveria memilih Kelvin bukan sekadar untuk menghindari Arvin. Kelvin jelas bukan orang kampung biasa seperti yang mereka kira.Orang ini ... sangat aneh."Aaargh!""Aaargh!

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 489

    Orang-orang lain yang datang ke halaman belakang juga langsung menuju mobil-mobil di sekitar dan mengambil berbagai benda.Kelvin sedikit mengernyit. Dia tidak menyangka jumlah mereka sudah banyak, tetapi masih juga ingin menggunakan senjata.Seseorang melemparkan tongkat bisbol ke arah Ivan. Ivan memukul-mukulkan tongkat itu ke telapak tangannya sambil berkata kepada Kelvin, "Kamu berlutut dulu, baru kita bicara!"Kelvin melihat sekeliling. Di arah lorong, dia melihat Valdi berdiri sambil memegang rokok. Pria itu sedang menatapnya dengan raut wajah dingin.Kelvin lalu menatap Ivan dengan tenang sambil membalas, "Maaf, tulangku agak keras. Nggak bisa berlutut.""Haha!" Sekelompok orang di sekitar langsung tertawa.Ivan berjalan perlahan mendekat, lalu memberi isyarat. Dua orang segera maju dan memegang Kelvin."Aku justru suka orang keras kepala seperti kamu," ucap Ivan. "Dipukul baru terasa puas."Kemudian, Ivan berkata kepada orang di sampingnya, "Keluarkan ponsel dan rekam video. Na

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 488

    Ivan Lukito adalah salah satu dari lima anak nakal top di Kota Yanir.Kelompok ini memang terkenal buruk. Kalau Andriyan dulu terkenal karena menindas anak-anak orang kaya, Ivan benar-benar seorang preman.Ivan sering muncul di berbagai bar. Ayahnya juga terkenal sebagai tokoh dunia mafia di Kota Yanir. Ditambah lagi hubungannya dekat dengan Arvin, bahkan para anak orang kaya kelas atas pun enggan berurusan dengannya.Itu sebabnya di dunia bar, namanya sangat terkenal. Tidak ada yang berani mencari masalah dengan Ivan.Jadi ketika Ivan datang dengan belasan orang dan berjalan penuh tekanan ke arah Kelvin, wajah dua wanita yang tadi menempel pada Kelvin langsung pucat.Mereka bahkan tidak sempat pergi. Ivan berjalan dengan penuh amarah ke depan Kelvin. Belasan orang langsung mengepung sofa VIP Kelvin begitu saja."Kamu suaminya Niveria? Si orang kampungan itu?" tanya Ivan dengan nada santai sambil menatap Kelvin.Kelvin tersenyum tipis, lalu menatapnya dengan tenang sembari bertanya, "A

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 487

    Saat Kelvin sedang agak kebingungan menghadapi situasi itu, tiba-tiba dia melihat di pintu masuk, Valdi bersama seorang pemuda berjalan masuk sambil merangkul bahu satu sama lain. Keduanya tidak melihat Kelvin. Mereka langsung melewati area depan dan masuk ke sebuah ruang VIP.Kelvin sedikit mengernyit. Dia tidak menyangka akan bertemu Valdi di tempat seperti ini.Sekarang, Agus tidak ada di sini. Dia tidak tahu apakah Valdi akan mencoba membalas dendam padanya."Ayo, minum." Wanita di sebelah kanan Kelvin hampir menempel sepenuhnya ke tubuhnya.Kelvin merasa pusing. Dia berdiri dan pindah sedikit ke samping, lalu memperingatkan, "Begini, kalau kalian tetap mau di sini nggak apa-apa. Tapi nanti kalau ada masalah, jangan salahkan aku ya.""Eh!" Melihat sikap Kelvin, kedua wanita itu saling tersenyum. Mereka pun kembali berjalan ke arah Kelvin, lalu duduk di kiri dan kanannya. Salah satu dari mereka berkata sambil tersenyum, "Kak, kamu jarang ke bar ya?"Sebagai orang yang sudah berpenga

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 180

    Ting!Gelas itu jatuh ke lantai dan berguling beberapa kali. Sementara itu, Julia terbaring di atas tubuh Kelvin. Wajahnya semerah tomat dan dia tertawa bodoh sambil berujar, "Siapa ... kamu sebenarnya? Kenapa kamu terus ... bertanya tentang ... bos kami!""Aku mau kenalan sama bos kalian!" Kelvin t

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 178

    Ketika melihat pria paruh baya itu, sekelompok orang yang dibawa Alex kembali tercengang.Orang yang datang itu adalah ... Donny Tandean, seorang pengusaha top di Kota Lamur, juga ayahnya Alex. Dia adalah pria luar biasa kaya dengan aset ratusan triliun.Alex sepertinya sudah sedikit pulih. Dia diba

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 189

    Setelah mencari secara online di mana toko obat tradisional terbesar di Kota Lamur, Kelvin menemukan beberapa toko obat besar yang terletak di tempat bernama "Cakrawala Asri". Tempat itu sepertinya merupakan pasar barang antik di Kota Lamur.Kelvin langsung naik taksi ke Cakrawala Asri.Sekitar puku

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 158

    Ini adalah pertama kalinya Kelvin menghadiri pertemuan seperti ini. Dia jarang berinteraksi dengan kultivator dan tentu saja tidak banyak bicara, hanya mendengarkan dalam diam.Pada saat ini, pria tua beruban itu bertanya dengan tenang, "Teknik kultivasi Tahap Inti Emas? Kapan dan di mana?""Oh, Bap

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status