Share

Bab 572

Penulis: Jimmy Nugroho
Mendengar perkataan Kelvin, Boris terkekeh-kekeh sebelum berujar, "Aku dari awal juga sudah tahu, tadi cuma bercanda sama kamu. Erika bahkan nggak suka sama aku, mana mungkin dia bakal tertarik sama kamu?"

Kelvin kehabisan kata-kata.

Pada saat itu, Boris kembali tertawa dan bertanya, "Erika, kenapa cari dokter segala? Orang ini sekali lihat saja sudah jelas dokter abal-abal. Bukannya aku sudah bilang? Di Keluarga Christian kami sekarang ada dokter hebat, bahkan bisa dibilang dokter nomor satu di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Devi Natalia
sudah lama sedikit2.. lama3 malas juga bacanya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 584

    Verlin langsung menjadi sangat bersemangat. Bahkan, dia merasakan kebanggaan yang luar biasa.Pada saat itu, semua orang benar-benar terpaku.Perasaan tidak percaya mulai memenuhi hati mereka.Terutama Liana. Saat teringat apa yang tadi dia katakan kepada Niveria di bawah, wajahnya langsung memerah karena malu.Seluruh balai riung seketika menjadi sunyi dan kaku.Niveria menggandeng lengan Kelvin sambil berjalan perlahan ke depan.Melihat seluruh anggota Keluarga Sunardi yang terdiam, hatinya dipenuhi perasaan yang rumit.Apakah dia merasa puas?Tidak sepenuhnya seperti yang Niveria bayangkan.Apakah dia merasa sedih? Tidak terlalu sedih juga.Aaron menggertakkan gigi, lalu menatap Niveria sambil bertanya, "Kalau kamu memang bos Perusahaan Investasi Witara, lalu kenapa kamu mengumpulkan kami semua di sini? Jangan-jangan, kamu benaran mau berinvestasi pada kami? Apa kamu sedang mempermainkan kami?""Nggak!" Niveria menggandeng lengan Kelvin dan berjalan naik ke atas panggung. Setelah it

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 583

    Setelah suasana tenang sesaat, Aaron tiba-tiba berdiri dan berseru, "Ziko, kenapa kalian membiarkan mereka masuk? Mereka sudah bukan orang Keluarga Sunardi lagi. Kalau mereka sampai menggagalkan kerja sama kali ini, apa kalian sanggup menanggung akibatnya?""Keluar kalian! Apa yang mau kalian lakukan?" tanya Martin dengan ekspresi wajah panik. "Hidup kalian sendiri sudah berantakan, sekarang malah mau rusak urusan keluarga kami?""Kamu memang nggak seharusnya membiarkan Niveria masuk!" ucap seorang wanita lain dengan raut wajah tidak senang."Cepat usir mereka keluar!" Aaron memberi tahu, "Sebentar lagi orang-orang dari Perusahaan Investasi Witara bakal datang!""Niveria, Kelvin, kalian benar-benar nggak tahu malu!" Teriakan demi teriakan langsung terdengar silih berganti.Saat Zavier melihat Kelvin dan Niveria masuk, dia sontak mengernyit.Berdasarkan pemahamannya tentang Niveria, adiknya jelas bukan orang yang akan melakukan hal seperti ini.Namun sekarang, Niveria dan Kelvin justru

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 582

    Kate membuka mulut seolah-olah ingin mengatakan sesuatu, tetapi Niveria malah diam-diam menggelengkan kepala ke arahnya."Kenapa? Sudah menyesal sekarang?" Liana mencibir sebelum melanjutkan, "Tapi, semuanya sudah terlambat. Tunggu saja, Arvin nggak bakal melepaskan kalian dan kami juga nggak akan membiarkan hidupmu tenang. Kalau nggak, bukannya itu sama saja dengan mempermalukan diri kami sendiri?""Kalau begitu ... sepertinya kamu yang akan kecewa," ucap Niveria sambil tersenyum tipis."Kecewa?" Liana mendengus dingin, lalu merespons, "Kalau begitu, aku akan menunggu dan melihat sendiri. Begitu proyek kerja sama kami berhasil, kamu pasti akan menyesal!""Nggak perlu menunggu lama kok. Hari ini ... kalian pasti akan sangat kecewa," balas Niveria tiba-tiba sambil tersenyum, seolah-olah sudah memikirkan sesuatu dengan matang."Cuma mengandalkan dirimu?" Liana melirik jam, lalu menarik Kate sambil berujar, "Ayo, kita pergi!"Pria dan wanita di belakangnya juga memandang Niveria dan Kelvi

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 581

    Rombongan itu berjalan menuju hotel.Saat mereka sampai di depan pintu hotel, tiba-tiba terdengar seseorang bertanya, "Kate, kenapa kamu malah bareng dua orang ini?"Kelvin menoleh ke belakang dan melihat Martin, lalu Liana, serta seorang pria dan wanita lainnya sedang berjalan menuju pintu hotel.Begitu mendekat, Liana langsung menarik Kate ke sisinya sambil menasihati, "Jauhi dua orang ini. Nanti kamu malah ikutan kena masalah."Kate membuka mulutnya dan menimpali, "Aku cuma jalan-jalan bentar bareng Kak Niveria kok.""Jangan dekat-dekat sama dia. Sebentar lagi pertemuan penting di pihak keluarga kita akan dimulai. Ini sangat penting bagi Keluarga Sunardi!" jelas Liana. Setelah itu, dia memandang Niveria dan Kelvin sambil mencibir, lalu bertanya, "Kalian datang ke sini mau apa? Ini hotel milik Keluarga Sunardi!"Niveria meliriknya dengan tenang. Segera setelah itu, dia membalas, "Aku datang untuk membicarakan kerja sama.""Membicarakan kerja sama?" Liana tersenyum sinis ketika meresp

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 580

    Di samping judul unggahan itu, ada tulisan merah bertuliskan "viral"!Jumlah balasannya juga sangat banyak.Sementara itu, judul unggahannya sendiri hanya terdiri dari tiga kata.[Aku adalah Felix!]Nama Felix tentu sangat familier bagi Kelvin. Dia tidak menyangka Felix ternyata membuat sebuah unggahan.Selain itu, reaksi yang ditimbulkannya ternyata begitu besar.Kelvin segera membuka unggahan tersebut.Isi postingannya juga tidak panjang, hanya beberapa kalimat singkat.[Nico, berani nggak kamu bertarung denganku?]Nama Nico juga sangat familier bagi Kelvin. Menurut penjelasan Sofian, orang ini adalah pemimpin organisasi Nomor 0 sekaligus dalang utama di balik menghilangnya Tristan.Enam tahun lalu, Tristan bertarung melawan Nico, lalu setelah itu benar-benar menghilang.Kalau Felix benar-benar ingin bertarung dengannya ... mungkin tanpa perlu mencari petunjuk dari anggota organisasi Nomor 0 di Kota Yanir, Kelvin sudah bisa menemukan keberadaan kakeknya.Kolom komentar di bawahnya sa

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 579

    Di dalam hati Niveria, ada satu ganjalan yang selama ini tertahan. Hari ini, akhirnya tiba waktunya untuk benar-benar meluapkannya.Niveria ingin memberi tahu semua orang Keluarga Sunardi bahwa meskipun meninggalkan keluarga itu, hidupnya justru jauh lebih baik daripada saat masih berada di sana.Kalau perasaan itu tidak dilepaskan, mungkin akan berubah menjadi obsesi di hati Niveria. Bahkan di masa depan, itu bisa menjadi iblis batin yang menghambat jalannya dalam kultivasi.Kelvin kembali ke lantai atas. Dia mengeluarkan ponselnya, membuka jaringan ilegal, lalu mulai melihat-lihat isi di dalamnya.Yang diperjualbelikan di jaringan ilegal itu semuanya adalah barang milik para kultivator. Jenisnya bermacam-macam. Namun untuk barang level tiga ke atas, kebanyakan transaksi dilakukan secara langsung di dunia nyata.Kelvin melihat-lihat cukup lama dan mulai tertarik pada beberapa jimat level tiga.Akan tetapi, sebagian besar jimat level tiga hanya bisa dibeli menggunakan batu spiritual da

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 189

    Setelah mencari secara online di mana toko obat tradisional terbesar di Kota Lamur, Kelvin menemukan beberapa toko obat besar yang terletak di tempat bernama "Cakrawala Asri". Tempat itu sepertinya merupakan pasar barang antik di Kota Lamur.Kelvin langsung naik taksi ke Cakrawala Asri.Sekitar puku

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 158

    Ini adalah pertama kalinya Kelvin menghadiri pertemuan seperti ini. Dia jarang berinteraksi dengan kultivator dan tentu saja tidak banyak bicara, hanya mendengarkan dalam diam.Pada saat ini, pria tua beruban itu bertanya dengan tenang, "Teknik kultivasi Tahap Inti Emas? Kapan dan di mana?""Oh, Bap

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 127

    "Selain itu di generasi Revan ini, cuma dia satu-satunya anak laki-laki. Ke depannya, dia pasti akan menjadi pewaris Keluarga Wijaya. Karena itu, seluruh Keluarga Wijaya sangat memanjakannya. Hal inilah yang membentuk kepribadiannya yang arogan dan semena-mena," kata Natasha sambil tersenyum pahit.

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 126

    Ruang VIP itu sangat sunyi.Tiga orang itu duduk terpaku di kursi masing-masing. Di dalam mata mereka, hanya tersisa keputusasaan yang tak berujung.Kelvin memegang ponsel di tangannya. Di wajahnya, terpasang senyum tipis. Dia berkata dengan nada ramah, "Halo, aku Kelvin."Di seberang telepon, suasa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status