Home / Urban / Sang Dewa Perang Terkuat / 59. Kau Yakin, Kakak Ipar?

Share

59. Kau Yakin, Kakak Ipar?

Author: Zila Aicha
last update Last Updated: 2023-05-23 10:50:42
Bill hanya terdiam, tidak berniat menjawab pertanyaan Andrew Reece. Namun, tanpa perlu mendengar penjelasan Bill secara langsung, Andrew sudah bisa memahami jika Bill memang sesungguhnya tidak mau melepas Kerajaan Mondega pada Jody Gardner.

"Sekarang, pastikan saja istriku baik-baik saja."

"Sudah, Jenderal. Keadaan Nona Wood cukup stabil. Tidak lama lagi, beliau akan diizinkan pulang," balas Andrew.

Bill manggut-manggut, "Lalu, bagaimana rumah yang akan jadi tempat tinggal istriku ke depan?"

"Semuanya sudah beres, Jenderal. Sudah siap huni, tinggal menunggu Nona Wood pulih total," jelas Andrew terlihat senang dengan hasil kerjanya.

"Bagus!" puji Bill, puas dengan kerja Andrew.

"Terima kasih, Jenderal," balas Andrew.

Sementara itu, saat ini, di Carlo Hill Hospital, Cassandra Wood baru saja selesai mandi dan telah siap menyisir rambut. Namun, belum sempat ia melakukannya. Mary berkata, "Nyonya Wood, di depan ada keluarga Anda. Apa Anda ingin menemuinya?"

Cassandra sedikit terkeju
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Dewa Perang Terkuat    Pengumuman -_-

    Hai, Pembaca Setia Mohon maaf sebesar-besarnya saya belum bisa publish lanjutan cerita buku ini di malam ini.Selanjutnya, saya akan coba publish besok ya Readers. Omong-omong masih adakah yang menunggu-nunggu lanjutan cerita ini? Bisakah beri komentar di sini?Kemungkinan besar season 4 buku ini akan segera tamat di bulan ini. Semoga masih setia menunggu akhir dari kisah Kharel Mackenzie dan teman-temannya ya.Terima kasih. ^•^Salam hangat,Zila Aicha

  • Sang Dewa Perang Terkuat    90. Aku Juga Tidak Percaya Mereka!

    Niall terlihat ragu-ragu.Tapi, saat dia mengingat bagaimana ketelitian Richard yang juga sama seperti Kharel, dia pun berpikir bahwa Richard tidak akan mungkin memberikan ide jika dia tahu hal itu akan berakhir burukDikarenakan keyakinannya itu, Niall mengambil napas dalam-dalam, “Baiklah, kita coba saja. Lagipula, kita tidak punya banyak pilihan.”“Kau benar. Mereka juga belum tentu mau menolong Niall,” Kharel juga setuju.Richard menahan napas saat Niall mulai membuka obat yang dimiliki oleh Roy Ways itu.Obat itu ternyata berjumlah cukup banyak sehingga mereka menggunakannya dengan sangat hati-hati.“Tidak ada petunjuk apapun. Berapa dosis yang harus kita gunakan?” Niall pertanyaan dengan alis mengerut.First Kiansa yang baru sa berjalan menuju ke arah mereka pun menjawab cepat-cepat, “Satu butir sudah cukup.”Niall sontak menoleh ke arah sang pangeran

  • Sang Dewa Perang Terkuat    89. Kita Coba Saja!

    Kharel membeku di tempatnya berdiri.Sedangkan Richard dengan gesit langsung berlari menuju ke tempat kecelakaan mobil itu terjadi. Elliot menyambar tangan Kharel lalu mengajak pemuda itu untuk mengejar Richard.Knox mengusap bagian belakang kepalanya, bingung tapi pada akhirnya dia pun ikut menyusul ketiga orang yang saat ini menjadi sekutunya itu.Elliot cukup syok melihat nomor mobil yang mengalami kecelakaan itu.“Mobil nomor sebelas. Ini … mobil Gale, Kharel,” Elliot berkata dengan nada lemas. Beberapa staf penyelenggara telah berdatangan tapi Richard yang lebih dulu tiba itupun dengan cepat membuka pintu mobil yang telah terbalik itu. Kecelakaan itu terlihat begitu parah sebab beberapa kaca pecah dan hancur. Tapi, semua orang belum mengetahui kondisi dari tiga penumpang yang ada di dalamnya.“Kharel, bantu aku!” Richard berteriak. Saat Kharel tidak menanggapi ucapannya karena terlalu terkejut, Richard berteriak sekali lagi, “Kharel, sadarlah!”“Kharel!” kali ini Richard memb

  • Sang Dewa Perang Terkuat    88. Gale Mana?

    Kalau saja Knox Mest tidak takut kepada Riley Mackenzie, dia pasti sudah mendengus keras menanggapi perkataan Elliot Gardner.Dua orang itu berbicara seolah-olah dia tidak ada di sana. Padahal orang yang sedang dibicarakan oleh mereka adalah dirinya.“Elliot anakku, cara ini adalah yang terbaik. Kalau kita tidak memakai cara ini, aku tidak yakin kami bisa mengeluarkan kalian semua dari wilayah ini atau tidak,” kata Riley.Elliot jelas hanya bisa menerima rencana yang telah disusun oleh sahabat baik ayahnya itu. Namun, Knox yang masih terlalu syok itu pun bertanya, “Wakil Jenderal Mackenzie, saya … bukanlah seseorang yang penting di kelompok kami dan saya tidak yakin kalau mereka akan mendengarkan saya.”“Aku tahu itu. Yah, kita memang bisa tidak memaksa teman-temanmu itu untuk mempercayai semua perkataan kami tapi yang bisa kupastikan adalah kami akan berusaha penuh untuk menyelamatkan kalian semua,” kata Riley.Akan tetapi, Knox tetap saja ragu. Pasalnya beberapa teman-temannya masi

  • Sang Dewa Perang Terkuat    87. Rencana yang Matang

    Knox Mest yang mendengarkan pertanyaan Elliot Gardner pun merasa bahwa sebenarnya hal itu tidak perlu ditanyakan lagi.Lagipula, siapa yang tidak mengenal bagaimana strategi perang yang selama ini dijalankan oleh James Gardner?Seingat dirinya, Kerajaan Mecco yang merupakan tempatnya berasal juga pernah dikalahkan oleh James Gardner dalam sebuah perang. Jadi, siapa lagi yang bisa membuat strategi yang begitu rapi sampai-sampai pihak penyelenggara kompetisi itu tidak sadar bahwa ada dua penyusup yang telah masuk ke dalam area kompetisi? Dan hal itu pun ternyata dikonfirmasi oleh Riley Mackenzie yang tersenyum mendengar pertanyaan dari putra sahabat itu. Dia pun kemudian berkata, “Tentu saja, Nak. Bahkan … dialah yang juga telah membuat perencanaan untuk melindungi kalian agar bisa sampai di area resmi kompetisi.”Elliot terpana. Ah, dia tahu jika ayahnya memang hebat. Tapi dia hanya tidak mengira bahwa ayahnya benar-benar memikirkan hal itu dengan begitu sangat matang sampai sekara

  • Sang Dewa Perang Terkuat    86. Kau Setuju?

    James Garder tiba-tiba saja mendesah kesal begitu mendengar pertanyaan Kharel Mackenzie.Tapi, dia tetap menjawab, “Dia sekarang … di mobil Elliot.”“Hah?” Kharel menaikkan alisnya begitu mendengar jawaban James, terlihat terkejut.James tertawa jengkel lalu kemudian mulai menggerutu dengan nada suara tidak jelas, “Kami membuat kesalahan. Oh, maksudku dia … ayahmu yang membuat kesalahan. Dia seharusnya mengemudi mobil ini, tapi … dia malah salah nomor.”Dia menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan, “Mungkin dia sudah kehilangan penglihatannya yang bagus jadi dia tidak bisa membaca dengan benar. Ah, si tua itu!”Pria paruh baya itu tampak seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. Bahkan, Richard terlihat bingung dengan bagaimana James bersikap di depannya.Hal itu membuat Kharel tersenyum pada Richard seakan meminta pengertian Richard.Richard pun untuk pertama kalinya tersenyum maklum. “Er, Paman. Lalu … bagaimana rencananya?” Kharel bertanya agar James melupakan kekesalannya pad

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status