Home / Fantasi / Sang Kusir / Bab 158 Kakang

Share

Bab 158 Kakang

Author: Pujangga
last update publish date: 2026-10-17 19:40:09

“A-a—arga, bo-bolehkah aku memanggilmu kakang?” tanya Mutiara Sendayu malu-malu.

“Hahaha, tentu saja boleh,” jawab Arga sembari merapikan pakaian-nya karena dipenuhi debu tanah.

Meski sudah sangat lusuh, dia tetap memakainya karena tidak memiliki pakaian lain selain yang sekarang dirinya kenakan.

“Be-benarkah?” tanya Mutiara Sendayu memastikan.

Hampir dua tahun bersama Arga, Mutiara Sendayu masih belum bisa memahami sifat pemuda itu di mana Arga kerap menghindar seperti sedang menyembunyikan se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Kusir   Bab 171 Era Baru Kerajaan Valley

    Benturan serangan para raksasa tidak dapat terelakan terjadi di ketinggian menciptakan ledakan maha dahsyat yang mengguncang langit dan bumi.Seluruh bangunan istana kerajaan Valley bergetar hebat membuat beberapa bagian mengalami keretakan.Sementara angin badai dari ledakan meluluh lantahkan ratusan atap bangunan.Ribuan prajurit ikut menjadi korban terhempas sejauh puluhan meter beruntung mereka hanya mendapatkan luka benturan karena gelombang energi panas tidak turun ke daratan.Sementara di atas langit, awan cahaya tercipta menyerupai ubur-ubur laut sebelum akhirnya menyebar melenyapkan paruh burung iblis milik Gerad.Ratusan ribu burung yang terkena cahaya tersebut berhamburan berubah menjadi debu.Namun cahaya ledakan tidak berhenti, terus menyeruak menuju tempat Daniel dan Gerad.Mendapati nyawanya terancam, kedua pendekar tersebut segera membentuk segel tangan menciptakan perisai energi berharap bisa bertahan.Tetapi, cahaya ledakan tersebut terlalu kuat membuat perisai energ

  • Sang Kusir   Bab 170 Raja Langit

    Raja Andrian membelalakan mata tidak percaya menyaksikan perang sebesar ini bisa selesai dalam waktu kurang dari semalam.“Kecerdasannya sungguh mengerikan,” gumam raja Andrian.Kemenangan pasukan-nya jelas tidak lepas dari siasat perang yang diberikan Arga sebagai pemimpin tertinggi pasukan saat ini.Karena atas kuasa dan kecerdikan Argalah semua pasukan setia kerajaan Valley bisa berkumpul dan bekerja sama dengan amat baik.Dalam waktu kurang dari satu hari pemuda itu mampu membaca peluang serta kekuatan pasukan kerajaan yang bahkan bukan kerajaan miliknya dengan sangat sempurna.Alhasil, pasukan musuh kelabakan dan berakhir tewas dalam pembantaian.Pertarungan Arga sendiri di atas langit saat ini sudah hampir mencapai puncak.Setelah Daniel menyadari bahwa dia sedari tadi hanya mengulur waktu, Arga mulai membuka jati dirinya.“Raja langit!” teriak Arga.Tidak diduga Arga mengeluarkan jurus puncak dari kitab elang merajai langit untuk membinasakan Daniel dan Gerad.Dari punggungnya

  • Sang Kusir   Bab 169 Petarungan dua lawan satu

    “Ternyata orang benua barat tidak secerdas rumor yang beredar,” gumam Arga menyeringai.Dia memang sengaja memancing Daniel dan Gerad bertarung bersamanya agar para pasukan mereka tidak memiliki pemimpin dalam berperang.Dengan begitu, 400.000 pasukan musuh akan mampu Arga bantai dalam waktu singkat.“Bangsat! Kau boleh saja merupakan putra mahkota dari kerajaan besar, tetapi di sini akulah penguasanya,” teriak Daniel yang kini melayang tidak jauh dari Arga.“Hahaha, aku sebenarnya tidak suka membawa kerajaan dan keluargaku. Tetapi karena membutuhkan pasukan, terpaksa aku mengungkap itu,” Arga menyeringai lebar.“Dan asal kau tahu Dario, aku tidak pernah menginginkan kekuasaan dan tidak peduli dengan itu. Jadi jika kau menganggapku sebagai penguasa, maka dirimu salah besar karena aku hanyalah pendekar biasa,” sambung Arga.“Cih! Pendekar atau penguasa di mataku kau tidak lebih dari sekedar mayat,” ujar Daniel dingin.Sementara Gerad sedari tadi hanya diam di belakang Daniel karena lel

  • Sang Kusir   Bab 168 Keterkejutan Daniel dan Gerad

    Mendengar nama Niskala, tubuh Daniel sempat bergetar karena tahu siapa Lingga Hiang.Dia tidak mengerti mengapa pangeran besar seperti Arga bisa datang ke daratan yang jaraknya sangat jauh sekali.Tetapi meski jauh, nama Bumi Lingga Hiang tidaklah asing di telinganya, di mana kerajaan milik Arga adalah sosok raksasa yang tidak boleh diusik.Ada dua kerajaan raksasa di dunia, pertama ialah kerajaan Lingga Hiang di daratan utara, sementara yang kedua bernama Al-Kabir dari daratan timur.Kedua kerajaan tersebut merupakan penguasa besar yang namanya terkenal ke mana-mana.Gerad yang baru saja pulang dari daratan utara juga langsung bergetar tidak percaya pangeran penguasa besar yang dinyatakan tewas ternyata ada di wilayahnya.Andai tahu lebih awal pendekar yang menjadi lawannya adalah Argadanta Niskala Candra, kemungkinan Gerad akan langsung mundur menarik semua pasukannya.Dia tahu siapa Arga karena nama itu begitu terkenal di daratan utara, menurut kabar yang dirinya dengar, Arga adala

  • Sang Kusir   Bab 167 Argadanta Niskala Candra

    Malam semakin larut menyelimuti langit, membuat suasana Benua Barat begitu sepi tenggelam dalam lelapnya mimpi.Tetapi di wilayah kerajaan Velley, suasana malah semakin kisruh dipenuhi kepanikan di mana raja Andrian sampai saat ini belum ditemukan.Para penglima sudah sedari tadi mengerahkan pasukannya membantu mencari keberadaan raja di setiap sudut kerajaan. namun sekeras apa pun mereka mencari, raja Andrian tetap tidak bisa ditemukan.Saat semua orang sibuk dengan pencariannya, Penasehat Daniel malah pergi mengendap-ngendap menemui Gerad di luar gerbang kerajaan.“Sialan, mengapa kau ke mari di saat seperti ini Gerad?” bentak Penasehat Daniel sangat kesal.“Kau yang sulit aku hubungi Daniel, sudah kukirim pesan lewat burung namun mengapa tidak pernah dijawab?” ketus Gerad sama kesal.“Apa kau lupa, aku sedang merencanakan pembunuhan raja untuk merebut kekuasannya. Tapi sial, dia lenyap entah dibawa oleh siapa,” ungkap penasehat Daniel sembari mengepalkan tangan.“Apa? Lenyap?” Gera

  • Sang Kusir   Bab 166 Penculikan

    “Ayahku mengalami sakit aneh, setiap siang hari, tubuhnya akan lumpuh tidak berdaya. Tetapi saat malam, dia kembali sehat seperti sedia kala. Namun pada akhirnya, ayahanda meninggal 2 tahun setelah pulang dari negerimu,” tutur raja Andrian lirih.“Apa para tabib di sini sudah memeriksanya?” tanya Arga.“Semua tabib sudah kudatangkan dari berbagai wilayah, tetapi hasilnya tetap sama, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menyembuhkan penyakitnya,” jawab raja Andrian.“Siapa yang mendatangkan tabibnya? Kau sendiri atau orang lain?” Arga menyipitkan mata.“Penasehat kerajaanku, dia adalah orang paling baik yang pernah kumiliki di kerajaan ini,” ujar Andrian.Mendengar itu Arga hanya menyeringai tipis, benar seperti dugaannya. Andrian telah ditipu sedari dulu, keluarga mereka diperdaya seakan menjadi penguasa, tetapi penguasa sesungguhnya malah penasehat mereka sendiri.“Apa penasehatmu penduduk asli Valley?” tanya Arga.“Aku tidak tahu pasti, dia ada sebelum diriku lahir. Tetapi me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status