Home / Fantasi / Sang Kusir / Bab 163 Pegunungan Siera

Share

Bab 163 Pegunungan Siera

Author: Pujangga
last update publish date: 2026-10-20 19:32:14

Karena dikejar waktu, setelah mempersiapkan perbekalan di desa Apache, rombongan Arga kembali melanjutkan perjalanan.

Kali ini penampilan Arga dan Mutiara Sendayu telah berubah mengikuti penampilan orang-orang gurun.

Mutiara Sendayu mengenakan pakaian berwarna putih dengan penutup kepala yang berwarna putih pula.

Itu dia lakukan untuk menyembunyikan rambutnya yang berwarna merah darah.

Namun ikat pinggang yang dia kenakan masih tetap berwarna biru karena itu merupakan senjata dari perguruan Bin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Kusir   Bab 167 Argadanta Niskala Candra

    Malam semakin larut menyelimuti langit, membuat suasana Benua Barat begitu sepi tenggelam dalam lelapnya mimpi.Tetapi di wilayah kerajaan Velley, suasana malah semakin kisruh dipenuhi kepanikan di mana raja Andrian sampai saat ini belum ditemukan.Para penglima sudah sedari tadi mengerahkan pasukannya membantu mencari keberadaan raja di setiap sudut kerajaan. namun sekeras apa pun mereka mencari, raja Andrian tetap tidak bisa ditemukan.Saat semua orang sibuk dengan pencariannya, Penasehat Daniel malah pergi mengendap-ngendap menemui Gerad di luar gerbang kerajaan.“Sialan, mengapa kau ke mari di saat seperti ini Gerad?” bentak Penasehat Daniel sangat kesal.“Kau yang sulit aku hubungi Daniel, sudah kukirim pesan lewat burung namun mengapa tidak pernah dijawab?” ketus Gerad sama kesal.“Apa kau lupa, aku sedang merencanakan pembunuhan raja untuk merebut kekuasannya. Tapi sial, dia lenyap entah dibawa oleh siapa,” ungkap penasehat Daniel sembari mengepalkan tangan.“Apa? Lenyap?” Gera

  • Sang Kusir   Bab 166 Penculikan

    “Ayahku mengalami sakit aneh, setiap siang hari, tubuhnya akan lumpuh tidak berdaya. Tetapi saat malam, dia kembali sehat seperti sedia kala. Namun pada akhirnya, ayahanda meninggal 2 tahun setelah pulang dari negerimu,” tutur raja Andrian lirih.“Apa para tabib di sini sudah memeriksanya?” tanya Arga.“Semua tabib sudah kudatangkan dari berbagai wilayah, tetapi hasilnya tetap sama, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menyembuhkan penyakitnya,” jawab raja Andrian.“Siapa yang mendatangkan tabibnya? Kau sendiri atau orang lain?” Arga menyipitkan mata.“Penasehat kerajaanku, dia adalah orang paling baik yang pernah kumiliki di kerajaan ini,” ujar Andrian.Mendengar itu Arga hanya menyeringai tipis, benar seperti dugaannya. Andrian telah ditipu sedari dulu, keluarga mereka diperdaya seakan menjadi penguasa, tetapi penguasa sesungguhnya malah penasehat mereka sendiri.“Apa penasehatmu penduduk asli Valley?” tanya Arga.“Aku tidak tahu pasti, dia ada sebelum diriku lahir. Tetapi me

  • Sang Kusir   Bab 165 Istana Kerajaan Valley

    Malam berbintang menerangi Arga yang tengah melayang di angkasa. Dia berdiri mengamati situasi istana dari kejauhan.Setelah dirasa cukup, Arga segera turun dan mendarat tepat di atas atap bangunan tersebut.“Struktur bangunan dan batuan istana di benua barat ternyata lebih bagus dari pada kerajaan-kerajaan di benua utara,” gumam Arga berdecak kagum.Namun tujuannya kali ini bukan untuk mengagumi bangunan, melainkan sedang mencari kamar kediaman raja.Jika di benua utara, mungkin bagi Arga mudah mencarinya karena dia sangat hapal dengan struktur bangunan di sana.Tetapi di benua barat ternyata memiliki bentuk bangunan berbeda membuat Arga bingung entah di mana letak kamar raja berada.“Sial! Ini pasti akan merepotkan,” umpat Arga sedikit kesal.Tetapi baru saja dia mengumpat, Arga melihat seorang pelayan kerajaan yang sedang membawa nampan besar berisi banyak hidangan.Dari bentuk nampan dan makanan yang berada di atasnya, Arga sangat yakin bahwa hidangan tersebut pasti dibawa untuk s

  • Sang Kusir   Bab 164 Kepanikan Kelompok Bandit Api

    Tepat sebelum memasuki waktu malam, Arga akhirnya tiba di ujung padang pasir.Di sana ternyata merupakan hutan pinus yang sangat lebat, Arga masih memacu kereta dengan kecepatan tinggi sembari menyeringai lebar.Tidak lama setelah memasuki hutan pinus, 1000 orang tiba-tiba bermunculan dari semak belukar menghadang laju kereta Arga dengan hunusan senjata.“Berhenti di sana!” teriak salah seorang bandit yang sepertinya merupakan pemimpin pasukan itu.Dia melemparkan dua bola hitam untuk memblokir jalan.Wuuuusss! Bumm! Bum!Dua ledakan besar terjadi menciptakan gelombang api yang membakar beberapa pohon, membuat Arga segera menarik tali kekang karena tidak mau 2 kuda miliknya terluka.Hihihik! Hihihik! Wuuheer!Kedua kuda yang menarik kereta serentak meringik sembari menghentakan kaki mereka ke arah depan membuat laju kereta langsung berhenti.Setelah menghentikan laju kereta, Arga segera melompat menghampiri 1000 orang bandit yang mengepungnya.“Minggir dari sana atau kalian akan mati

  • Sang Kusir   Bab 163 Pegunungan Siera

    Karena dikejar waktu, setelah mempersiapkan perbekalan di desa Apache, rombongan Arga kembali melanjutkan perjalanan.Kali ini penampilan Arga dan Mutiara Sendayu telah berubah mengikuti penampilan orang-orang gurun.Mutiara Sendayu mengenakan pakaian berwarna putih dengan penutup kepala yang berwarna putih pula.Itu dia lakukan untuk menyembunyikan rambutnya yang berwarna merah darah.Namun ikat pinggang yang dia kenakan masih tetap berwarna biru karena itu merupakan senjata dari perguruan Bintang Sendayu.Di punggungnya terselip busur kayu lengkap dengan tabung dan anak panahnya.Sementara Arga mengenakan pakaian serba hitam seperti kebanyakan lelaki gurun.Rambut panjangnya juga sudah tidak terlihat karena kepala Arga dibalut oleh kain sebagai bentuk penyamaran.Yang masih tetap sama adalah senjata pedang besarnya yang selalu menempel di punggung Arga sehingga bagaimanapun, penampilan pemuda itu tetap mencolok.Terlebih warna kulit mereka sangat jelas berbeda sehingga mau tidak mau

  • Sang Kusir   Bab 162 Pusaka Gelang Dimensi

    Memanfaatkan pengetahuan Antonio terhadap wilayah gurun Heles, Arga mulai melanjutkan perjalanan menggunakan kereta kuda.Sebagai penduduk asli gurun Heles dan mantan anggota bandit api, Antonio tentunya mengetahui jalanan mana yang harus di lewati agar terhindar dari kejaran kelompok Gerad.Kyaaaah! Kyaaaaah!Kereta kuda Arga melesat membelah padang gurun menuju sebuah desa terpencil yang jauh dari ibukota kerajaan Valley.Antonio membawa Arga melalui jalan memutar karena di kota raja pasti sudah banyak prajurit yang menunggu mereka.Sementara di desa-desa besar dan jalanan umum pasti telah diblokir oleh kelompok bandit api.“Apa kita tidak bisa melawan mereka saja kakang? Dengan kesaktianmu, aku yakin kita bisa membantai semua bandit api,” tanya Mutiara Sendayu heran.“Risikonya terlalu berat Dayu, terlebih masalah ini telah melibatkan kerajaan setempat. Aku tidak mau membunuh manusia tidak berdosa hanya karena kepentingan kita,” jawab Arga.“Manusia tidak berdosa? Bukankah para ban

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status