Mag-log in“3 juta koin emas! Apa ada yang berani menawar lebih tinggi lagi?” teriak Lady Elenio lantang.Namun sampai beberapa lama, tidak ada satupun pengunjung yang berani melebihi penawaran Arga.“Hahaha, baiklah! Karena tidak ada yang menawar lagi maka pedang Excalibur Api ini jatuh ke tangan tuan Arga,” Lady Elenio tertawa senang.Arga yang mendengar itu hanya tersenyum simpul, dia mengeluarkan banyak uang untuk bekal perjalanannya menuju daratan utara.Lautan saat ini sedang tidak bisa dilewati sehingga Arga membutuhkan banyak kekuatan untuk bisa mengarunginya.Dengan memiliki pedang Excalibur Api, setidaknya dia dapat tenang karena Antonio akan bisa menjaga dirinya sendiri.Tidak main-main, 3 juta koin emas bukanlah harta yang sedikit. Jika dibandingkan dengan daratan utara, harta sebanyak itu bahkan mampu membeli satu kerajaan kecil setingkat Bunisora.Tapi apa boleh buat, negeri Balkan memang kerajaan haus harta. Mungkin di seluruh benua ini Balkan adalah kerajaan terkaya.Mereka memil
Arga kembali duduk dengan perasaan masih penuh bayang-bayang, “Sepertinya ada yang salah dengan gadis itu, sial! Aku harus lebih berhati-hati lagi,” umpat Arga dalam hati.“Kakang!” Mutiara Sendayu sedikit meninggi kerena pertanyaannya tidak digubris oleh Arga.“Eh, iya Dayu. Ada apa?” tanya Arga heran.Sepertinya dari tadi Arga memang tidak mendengar pertanyaan Mutiara Sendayu karena terlalu fukos memperhatikan Elenio.“Hufft! Mentang-mentang di sini banyak gadis cantik kakang jadi tidak peduli padaku,” Mutiara Sendayu merajuk.Dia berani seperti itu karena sudah sangat mengenal Arga, bertahun-tahun bersama membuat kedekatan mereka terjalin.“Hahaha, tidak begitu Dayu. Apa yang kau tanyakan tadi?” Arga tertawa kecil sementara Antonio masih diam seribu bahasa.“Siapa Candra? Mengapa gadis itu memanggil kakang dengan nama Candra?” tanya Mutiara Sendayu.“Begitu rupanya,” Arga terkejut Mutiara Sendayu bisa mengambil intisari ucapan Elenio.“Hahaha, aku tidak bisa menceritakannya sekaran
“Baiklah! Para hadirin semua, lelang besar kali ini saya buka,” seru Duke Ega sembari memukul gendang besar sebanyak tiga kali.Dung! Dung! Dung!Semua pengunjung langsung mengedarkan pandangan ke arah panggung lelang yang sebagian ditutupi tirai hitam sebagai tempat penyimpanan barang.“Kami ucapkan terima kasih kepada pengunjung sekalian yang sudah berkenan hadir mengikuti lelang ini, aturan lelang masih seperti biasa. Namun pada kesempatan ini, ada beberapa hal spesial yang akan kami tunjukan kepada anda sekalian,” suara Duke Ega terdengar ke setiap sudut ruangan.Tidak sulit untuk lelaki tua itu melakukannya karena dia merupakan seorang pendekar yang bisa mengalirkan tenaga dalam pada setiap perkataannya.Para pengunjung segera memasang mata dan telinga selebar mungkin penasaran dengan apa yang ingin ditunjukan keluarga Evander.Arga sendiri terlihat tidak peduli membuat Duke Ega yang berada di bawah sedikit merasa kecewa.“Baiklah! hal spesial yang pertama yang akan kami tunjukan
“Kenalkan nama hamba Ega, pengelola rumah lelang. Anda adalah tamu kehormatan di sini, silahkan ikuti hamba menuju ruangan anda,” ungkap lelaki paruh baya yang mengenalkan namanya sebagai Ega.Mendengar penuturan sang kepala rumah lelang, mulut semua orang seketika terbuka lebar tidak bisa menahan keterkejutan. Sementara para bangsawan bergelar serentak menyipitkan mata memandang Arga penuh curiga.Termasuk Thanos dan gadis berambut hitam yang sebelumnya pernah Arga temui.“Siapa dia paman? Bukankah itu pemuda lusuh yang tadi sedang mengantri, dan juga pemuda yang pernah menghalangi jalan kita?” ujar gadis berambut hitam bertanya.“Benar Geffie, sial! Sepertinya dia merupakan sosok penting yang sengaja disembunyikan oleh keluarga Evander,” Duke Thanos mengepalkan tangan.Dari pertemuan awal dia memang sudah curiga kepada Arga karena pemuda itu sangat berani bahkan dengan sengaja menentang kesatria keluarga Draco.Tidak disangka penampilan lusuhnya hanya merupakan tipuan.“Sepertinya m
Bagi pendatang baru, mereka terkejut karena tidak menyangka ada lencana lain yang lebih tinggi dari lencana emas.Sementara bagi penduduk asli kota raja, mereka tidak percaya akan kembali dapat melihat lencana hitam yang keberadaan-nya sangat langka sekali.Lencana hitam adalah identitas tertinggi para bangsawan, siapa pun yang memiliki lencana berwarna hitam, derajatnya akan setara dengan bangsawan bergelar.Bukan tanpa alasan status sosial pemilik lencana hitam bisa setinggi itu di mana lencana hitam hanya dimiliki oleh keluarga inti kerajaan yang sekaligus sang pemilik tempat lelang.Sudah ratusan tahun keluarga bangsawan Evander menguasai kerajaan Balkan, kedudukannya tidak bisa diganggu gugat oleh 7 keluarga bangsawan lain karena keluarga bangsawan Evander sampai saat ini masih menjadi keluarga terkaya dan terkuat di sana.Salah satu alasannya adalah memiliki rumah lelang yang dalam sekali acara, mereka bisa menghasilkan jutaan koin emas.Itu sebabnya rumah lelang dijaga sangat k
Semakin lama antrian pengunjung semakin pendek dan sebentar lagi akan mencapai Arga.Ratusan bangsawan yang gagal masuk masih tetap berada di halaman gedung lelang karena ingin tahu bagaimana nasib Arga selanjutnya.“Mereka telah merendahkan acara lelang besar. Jika tidak disiksa, ketiga petani miskin itu pasti akan langsung dieksekusi mati oleh para kesatria, hahaha ini merupakan tontonan menarik,” salah satu bangsawan tertawa.“Benar, aku juga sangat penasaran dengan nasibnya,” ujar bangsawan lain yang berada di dekatnya.“Apa dirimu sudah membeli lencana lelang?” tanya bangsawan yang tadi tertawa.“Hahaha, tentu saja sudah. Aku mendapatkan lencana perak,” jawab bangsawan di dekatnya dengan bangga.“Anda sungguh luar biasa, maaf karena aku tadi tidak sopan,” bangsawan yang tadi tertawa langsung bersikap hormat karena status sosial mereka ternyata berbeda.“Kenalkan aku Fiere, dari keluarga bangsawan Victoria,” sambungnya memperkenalkan diri.“Victoria ya, tidak buruk. Aku Zetis, dar







