Home / Fantasi / Sang Kusir / Bab 187 Jamur Cahaya

Share

Bab 187 Jamur Cahaya

Author: Pujangga
last update publish date: 2026-10-30 19:17:33

“Aku bukanlah orang yang pandai bicara, apalagi berdagang seperti halnya tuan putri penguasa kerajaan Balkan. Tetapi di sini, aku akan menjual beberapa barang berharga yang tidak mungkin ditemukan di dunia manusia,” suara Arga lantang membuat semua orang langsung berdiri terkejut dengan apa yang diungkapkannya.

“A-apa? Bukan barang lelang dari sini? Lantas di mana pemuda itu menyimpan barangnya?” gumam beberapa bangsawan.

“Tidak mungkin? Jangan bilang malah kita yang terjebak dalam permainan-ny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Kusir   Bab 195 Campur tangan dewa

    “Siapa dia? apa putra mahkota Lingga Hiang juga merupakan alkemis?” tanya raja Evandaru pada putri Elenio.“Dia Argadanta Niskala Candra, putra tunggal dari Maha Prabu Niskala Jayanata. Kedatangannya memang sebuah kejutan, ayah. Dia memiliki begitu banyak harta dan mampu membunuh 8000 kesatria pasukan aliansi,” tutur putri Elenio membeberkan semua tentang Arga pada ayah-nya.“Kabar tentang kesaktian orang-orang Benua Utara memang bukan isapan jempol belaka,” gumam raja Evandaru.“Lantas mengapa dirimu tidak bisa membaca pikirannya?” tanya raja Evandaru kemudian.“Entahlah, mungkin karena energi batin tuan Arga terlalu besar. Kita tidak tahu entah sesakti apa dia sebenarnya,” jawab putri Elenio.“Jangan lepaskan dia, ayah akan sangat senang jika pemuda itu tertarik padamu,” pinta raja Evandaru.Tentu saja putri Elenio langsung merona mendengar itu di mana sedari awal, dia memang sudah menaruh hati kepada Arga.Mendapati ayahnya juga tertarik, putri Elenio seperti mendapatkan dukungan p

  • Sang Kusir   Bab 194 Racun Sihir

    Pertemuan keluarga kerajaan masih tetap berlangsung di mana raja Evandaru belum menemukan jalan keluar untuk bisa menyelesaikan pertikaian.Harapan satu-satunya sekarang adalah Arga mau membantu mereka, namun sampai saat ini Arga belum memberikan jawaban.“Bagaimana tuan Arga?” tanya raja Evandaru menegaskan.“Jika perang ini berakhir dengan kemenangan, aku menginginkan kerajaan Balkan menghapus sistem kasta dan memperbolehkan masyarakat kecil tinggal di kota raja,” ungkap Arga.“Raja yang besar bukan dia yang memiliki kekuatan dan harta tidak terbatas, tetapi mereka yang mampu membangun negeri untuk kesejahteraan rakyat tanpa harus memiliki kesenjangan,” sambung Arga.“Kaya boleh, tetapi sikap saling menghargai dan peduli sesama wajib ditanamkan kerena itu akan mampu membangun kekuasaan yang kokoh dan tidak terkalahkan,” jelas Arga.Antonio membuka mulutnya lebar tidak percaya Arga berani mengungkapkan semua itu di depan penguasa Balkan.Sementara Mutiara Sendayu hanya mengerutkan ke

  • Sang Kusir   Bab 193 Permintaan Kerajaan Balkan

    “Apa maksudmu putriku?” tanya raja Evandaru mengerutkan kening.Tidak hanya raja, tetapi semua pembesar kerajaanpun sama-sama mengerutkan kening tidak mengerti dengan ucapan Elenio.Arga memang sorang pahlawan dan kesaktria sakti, tetapi urusan strategi perang, raja Evandaru tidak yakin terhadapnya.Tetapi putri Elenio segera menghampiri raja dan membisikan sesuatu yang membuat mulut ayahnya terbuka lebar.“A—apa kau yakin dengan itu putriku?” tanya raja Evandaru terbata.“Benar ayah,” jawab putri Elenio pelan.“Begitu rupanya, berarti kita benar-benar kedatangan tamu agung,” raja Evandaru tersenyum lebar.Lady Geffie juga tidak melepaskan pandangan terhadap Arga, dia yakin Arga bukanlah pemuda seperti yang terlihat.Hatinya mengatakan Arga adalah orang besar yang sengaja bersembunyi dibalik kesederhanaan.Terlepas dari hatinya yang selalu bergetar terhadapnya, Lady Geffie sangat berharap Arga dapat membantu keluarganya yang kini sedang di sekap.Gadis itu sudah tidak peduli lagi deng

  • Sang Kusir   Bab 192 Pertemuan Kerajaan

    “Siapa kau anak muda? Beraninya datang ke istanaku tanpa izin,” bentak raja Evandaru.Hampir 500 pasukan kesatria sudah siap bertarung mengepung Arga dan Mutiara Sendayu di mana sepasang muda-mudi itu masuk istana kerajaan tanpa permisi.Para bangsawan yang di bawa Rhobinson memang sama melarikan diri ke wilayah istana. Tetapi mereka belum tiba karena dihadang pasukan penjaga gerbang membuat sosok Arga dan Mutiara Sendayu tidak ada yang mengenali.“Cepat katakan! Atau pasukanku akan membinasakanmu di sini,” kembali raja Evandaru berteriak.Arga dari tadi tidak menjawab karena sedang mengamati situasi, dia khawatir masih ada pengkhianat di dalam istana yang akan membocorkan situasi istana kepada aliran bangsawan bergelar.Setelah yakin yang berada di sana adalah orang-orang kepercayaan raja Evandaru, dia segera mengibaskan tangannya membuat putri Elenio dan yang lain seketika muncul di hadapan semua orang.500 pasukan kesatria serentak mundur terkejut bukan buatan, sementara raja Evand

  • Sang Kusir   Bab 191 Petikaian Rumah Lelang bagian 3

    “Di mana ini? Apa kita tiba-tiba berpindah ke sebuah hutan?” Duke Ega panik karena mendapat dirinya tiba-tiba berada di sebuah hutan yang gelap.Arga memang sengaja membawa mereka ke sisi lain dunia dimensi gelang pusaka kerena tidak ingin siapa pun mengetahui letak penyimpanan harta miliknya.Setelah berhasil mengamankan orang-orang penting, pemuda itu segera mengirimkan pesan suara.“Kalian sekarang sedang berada di dunia dimensi milikku, tetap tenang di sana karena ini tidak akan lama. Antonio, gunakan pedangmu untuk penerangan,”“Tuan Arga?” gumam Antonio.Sring!Untuk pertama kalinya Antonio mencabut pedang tersebut di mana sedari tadi, dirinya tidak menggunakannya karena Antonio tidak suka bertarung.Lelaki kerdil itu hanya mengandalkan perlindungan Mutiara Sendayu tanpa sekalipun menghadapi musuh.“Anda?” seru Duke Ega terkejut mendapati Antonio ada bersamanya.“Benar tuan, aku adalah bawahan dari tuan Arga,” jawab Antonio sopan.“Apa yang terjadi dengan kita?” tanya Lady Eleni

  • Sang Kusir   bab 190 Pertikaian Rumah Lelang bagian 2

    Hampir 200 penyihir serentak merapalkan mantera menyerang Arga dengan energi sihirnya.Cahaya jingga berlesatan dari berbagai sisi dengan kecepatan tinggi mengincar tubuh Arga berniat membunuhnya.“Hahaha, trik yang sama tidak akan berguna padaku,” Arga tertawa kecil.“Hasrat perang tahap 6, jirah dewa perang!” teriaknya lantang.Energi biru seketika menyeruak membentuk baju perang sangat indah membuat mata semua orang terpana melihatnya.Tidak hanya para kesatria yang sedang bertarung saja, tetapi semua pembesar bangsawan bergelar juga ikut terpana menyaksikan Arga.Apa yang dilakukannya sungguh ajaib layaknya seorang dewa sehingga mereka mulai bertanya-tanya siapa Arga sebenarnya.Setiap cahaya jingga dari energi sihir mengenai tubuh Arga, cahaya itu akan langsung terpental kesembarang arah mengenai beberapa kesatria musuh hingga mereka tewas dalam waktu singkat.“Pusaka macam apa yang dipakainya? Itu sungguh indah sekali,” ungkap Durori melebarkan mata.“Aku harus mendapatkan pusak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status