Share

Bab 74. Kabur.

Author: Zayn Z
last update Last Updated: 2025-11-22 21:26:31

Bab 74. Kabur.

"Ini... ternyata benar dugaanku!" ujar Tian Zhi melihat sesuatu yang keluar dari luka bekas gigitan penderita kegilaan itu.

Tian Zhi melihat dari bekas luka gigitan penderita kegilaan itu keluar belasan cacing sebesar benang dengan panjang satu buku jari.

Cacing-cacing itu berwarna hitam legam.Tian Zhi segera mengambil cacing-cacing tersebut dan menyimpannya dalam cawan.

Tian Zhi memperhatikan cacing-cacing yang mati itu dengan seksama.Tian Zhi lalu melukai jarinya sendiri dan meneteskan darahnya ke dalam cawan.

Tampak cacing-cacing itu yang tadinya mati menggeliat dan mulai menyerap darah Tian Zhi yang berada di cawan.

Tian Zhi lalu mulai berpikir dan berspekulasi bagaimana cara mematikan cacing-cacing ini dari dalam tubuh orang yang terkena gigitan.

Setelah beberapa saat, lalu dia mengambil sikap duduk lotus dan mulai bermeditasi kembali. Dia memikirkan berbagai macam kemungkinan cara untuk menyempurnakan proses penyembuhan orang yang terkena gigitan dan juga orang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
makin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 82. Rahasia.

    Bab 82. Rahasia.Guan Yu dan Guan Wei berdiri menjaga pintu masuk ruangan keluarga Guan. Mereka berdiri di sana karena perintah sang ibu sekaligus Nyonya Besar keluarga Guan, Nyonya Yang. Mereka berdua mau tidak mau menuruti perintah sang ibu daripada mendapat hukuman yang lebih memalukan lagi untuk mereka. Sedangkan Tian Zhi beserta Nyonya Besar Yang dan para bibi barunya itu asyik mengobrol di dalam ruangan. Mereka berbincang banyak hal tentang pengalaman Tian Zhi.Tian Zhi yang merasakan kehangatan keluarga dari Nyonya Yang dan para bibinya tentu saja merasa senang dengan sikap terbuka mereka semua, apalagi mereka tidak memandang statusnya sebagai seorang alkemis.Mereka lebih banyak mendengarkan cerita perjalanan hidup Tian Zhi selama beberapa tahun terakhir, pengalaman yang didapatnya dan orang-orang yang ditemuinya. Mereka semua tertawa saat mendengar pengalaman lucu yang Tian Zhi alami dan bersedih saat mendengar kesulitan yang dihadapinya.Saat Tian Zhi bercerita, Nyonya Bes

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 81. Masa lalu

    Bab 81. Masa laluSetelah melepas rindu dengan kedua pengawal yang telah dianggap sebagai pamannya, Tian Zhi yang sadar mereka menjadi tontonan gratis semua orang, akhirnya bangkit dari tempatnya tadi."Paman, mohon tunggu sebentar," ujarnya pada kedua Pamannya. Tian Zhi kemudian bangkit lalu melangkah ke arah raja dan permaisuri.Tian Zhi kemudian menangkupkan tangannya pada raja Han dan mulai berkata padanya."Yang Mulia, junior ini mohon maaf bila tadi junior ini tidak tahu sopan santun dan tidak menghiraukan kehormatan yang mulia berikan pada junior ini.""Junior ini memohon maaf dengan sangat dan junior ini siap menerima hukuman dari Yang Mulia," ujar Tian Zhi lugas dan tegas.Mendengar itu, Guan Yu dan Guan Wei buru-buru berdiri di samping Tian Zhi dan menghadap ke arah raja Hua Ren."Tidak, Yang Mulia, ini kesalahan kami berdua, tolong hukum saja kami!" ujar Guan Wei cepat.Hua Ren tersenyum lebar dengan sikap Tian Zhi dan Kedua Guan itu. Dia sangat senang dan menghargai orang-

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 80. Pengawal dan  Tuan Muda

    Bab 80. Pengawal dan Tuan MudaGuan Yu dan Guan Wei sadar bahwa seorang pemuda dari rombongan Sekte Naga Api sejak pertama datang terus saja melirik memperhatikan ke arah mereka berdua."Kak, pemuda itu dari tadi selalu melirik ke arah kita berdua," bisik Guan Wei pada sang kakak, Guan Yu."Aku tahu, seorang murid dari Sekte Naga Api pasti seorang dari keluarga kelas atas, mungkin pemuda itu kerabat seseorang yang pernah kita singgung sebelumnya," ujar Guan Yu pelan pada adiknya itu."Yang jadi masalah, pemuda yang sedari tadi memperhatikan kita itu adalah Master Zhi, alkemis yang dimuliakan raja. Bisa-bisa kita akan kena makian dari ayah setelah pulang dari sini!" ujar Guan Wei dengan banyak pemikiran dan pertimbangannya."Sudahlah, jangan terlalu banyak dipikirkan! Tidak ada gunanya memikirkan hal yang belum terjadi, apapun yang terjadi kita hadapi saja, tak perlu takut dengan hal lainnya!" ucap Guan Yu tegas.Mereka berdua sadar selama ini mereka banyak membuat ulah karena kesukaa

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 79. Dua paman.

    Bab 79. Dua paman.Dalam hitungan hari, dengan taktik dan strategi yang dijalankan oleh Jenderal Guan Feng dan dengan pil buatan Tian Zhi, sebagian besar dari mayat hidup yang masih bisa diselamatkan berhasil disembuhkan. Sedangkan sebagian lainnya dibakar sampai habis oleh pasukan Naga Merah Jenderal Guan Feng dan juga para cultivator sekte Bulan dan Sekte Bintang di bawah pimpinan Master Sekte Shaosheng.Pil peledak buatan Tian Zhi yang sudah dimodifikasi memudahkan para pasukan dan para murid sekte Bulan dan Sekte Bintang dalam penghancuran jasad mayat hidup yang tidak bisa disembuhkan.Operasi yang dijalankan kali ini benar-benar berhasil dengan sukses, dengan tingkat keberhasilan seratus persen dengan nol persen tingkat kematian."Master Zhi, sungguh berkah bagi Kerajaan Api dan juga seluruh rakyat Kerajaan Api dengan bantuan besar dari master.”“Aku sudah melaporkan pencapaian besar operasi militer kita kali ini kepada Raja Hua Ren.""Grand Elder Lu Tang dan rombongan sekalian,

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 78.Penangkal.

    Bab 78.Penangkal.Tian Zhi fokus dengan tungku alkimia miliknya, setelah mengetahui tanaman dan bahan yang digunakan untuk membuat ramuan yang membuat penderita kegilaan bisa kembali normal itu.Sekarang ia berusaha untuk membuat ramuan penangkalnya. Tian Zhi hanya berharap pil ramuan miliknya bisa menjadi jalan untuk kesembuhan orang-orang yang tergigit penderita kegilaan itu.Tian Zhi membuat begitu banyak pil dalam sehari yang dilewatinya, sambil menunggu Tang San yang masih memulihkan keadaannya.Setelah enam batang dupa, akhirnya keduanya menyelesaikan kegiatannya masing-masing. Mereka berdua pun sepakat untuk segera kembali ke kota angin."Kakak, bagaimana keadaanmu sekarang? Apa sudah lebih baik?" tanya Tian Zhi pada Tang San."Ya, aku benar-benar sudah baik. Aku hanya tidak baik-baik saja dengan gurauanmu tadi!" ujarnya masih sedikit kesal."Hahaha...maafkan aku, Kakak, jika candaanku kelewatan," ujar Tian Zhi sedikit merasa tidak enak dengan kakak seperguruannya itu."Sudahl

  • Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik   Bab 77. Kelompok Jubah Merah.

    Bab 77. Kelompok Jubah Merah.Tian Zhi membedah mayat penderita kegilaan yang kaki dan tangannya terdapat tali putus itu. Matanya langsung berbinar saat melihat bagian organ dalam sang mayat yang mana ada petunjuk yang selama ini dicarinya.Tanpa lama lagi, ia memasukkan bagian dalam organ sang mayat ke dalam cincin penyimpanannya, ke dalam kantung mayat buatannya, lalu memasukkan kantung tersebut ke dalam cincin dimensinya.Tentunya, organ mayat penderita kegilaan itu sengaja dia bawa guna bahan penelitiannya dalam mencari penawar untuk penderita kegilaan yang masih bisa diselamatkan.Setelah memasukkan organ penderita kegilaan itu, ia kemudian pergi ke arah asap hitam yang sebelumnya terbang ke bukit belakang.Ia mengenakan jubah khusus yang membuat keberadaan dirinya dan auranya tidak terdeteksi.Dengan tenang, ia menyusuri jejak aura dari asap yang ditinggalkan. Sambil berjalan, ia memperhatikan sekitarnya. Seketika itu, wajahnya berubah masam setelah melihat banyak tanaman yang tu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status