Share

makna kehidupan

Author: Mr.Xg
last update Last Updated: 2025-10-30 19:50:46

Bibi Xie dan Paman Rio saling menatap dengan mata berkaca-kaca. Tak ada kata yang keluar. Hanya desah napas tertahan dan bunyi kendi yang pecah di tanah.

“...Kau…” suara Bibi Xie nyaris tak terdengar. “Tidak mungkin... Kak Rio?”

Pria itu tersenyum getir, matanya mulai basah. “Aku pikir kau sudah mati, Xie… tiga puluh tahun lalu.”

Dalam satu langkah panjang, keduanya saling mendekat, dan pelukan hangat yang lama terpendam akhirnya terwujud.

Tubuh mereka bergetar, bukan karena dingin, tapi karena kenangan yang berdesakan keluar tanpa bisa dibendung.

Semua orang di sekitarnya membisu. Murid-murid hanya saling pandang, sementara Tetua Zee dan Bao Li mematung menyaksikan pertemuan itu.

Hanya suara desir angin yang menemani, seperti alam ikut menunduk menghormati pertemuan dua jiwa yang dipisahkan waktu.

Setelah beberapa saat, Paman Rio melepaskan pelukannya, memegang kedua bahu Bibi Xie erat-erat.

“Aku mencarimu di setiap desa… di setiap lembah yang pernah kita datangi. Tapi tak pernah ku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Penentang Aturan   Kompetisi sembilan awan

    di sudut terjauh bagian bangunan sekte ilusi, terdapat sebuah rumah kayu yang sudah lapuk hampir reyot berdiri dengan sunyi. Dan itu adalah rumah kediaman keluarga Kaelan. Di dalamnya, terdapat seorang wanita tua, ibu dari Kaelan sedang tertidur lelap, dia tidak menyadari bahwa maut sedang merayap masuk ke halaman rumahnya. ​Muncul enam sosok berpakaian hitam di halaman rumah yang hampir rubuh itu, dan mereka adalah anggota dari faksi rahasia Elder Lin yang bergabung dengan Tetua Chang Min yang selalu menindas keluarga Kaelan. para kultivator itu bergerak dengan kelincahan predator. Pemimpin mereka, seorang pria dengan bekas luka di mata kirinya, memberi isyarat tangan. "Ingat instruksi Elder Lin," bisiknya dengan suara serak yang nyaris hilang ditelan angin. "Jangan bunuh wanita penyakitan itu. Karena kita membutuhkan dia hidup-hidup untuk memastikan Kaelan tidak bisa melawan. Jika bocah itu berani bertindak, maka wanita ini akan menjadi taruhannya agar dirinya tidak berani

  • Sang Penentang Aturan   Berkumpul di sungai

    Larut malam telah tiba ketika Wo Long dan Thanzi melangkah menyusuri jalan setapak berbatuan menuju bukit tempat tinggal mereka yang terisolasi. Suara jangkrik dan desir angin di antara pepohonan bambu memberikan melodi ketenangan yang sudah lama tidak Wo Long rasakan. Setibanya di dalam bangunan kayu, Wo Long tidak langsung beristirahat. Ia menuju ke meja kerjanya yang dipenuhi dengan tanaman obat kering dan botol-botol kristal. Thanzi duduk di kursi kayu di sudut ruangan, memperhatikan Wo Long dengan tatapan lembut. Untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir, Thanzi melihat ketegangan di bahu Wo Long mulai mengendur. Tidak ada lagi api kemarahan yang meluap-luap seperti saat Wo Long berlatih di bawah air terjun tempo beberapa hari. "Kau akan mulai meracik lagi, Kak?" tanya Thanzi sambil tersenyum kecil. Wo Long mengangguk, tangannya dengan terampil memilah kelopak bunga Matahari Pagi. "Latihan fisik memang penting, tapi untuk seorang alkemis sejati, ketenangan dapa

  • Sang Penentang Aturan   Jaring laba-laba yang sangat besar

    Siang itu, matahari di atas wilayah perbatasan Kerajaan Angin terasa menyengat, namun di tepi sungai yang mengalir di kaki gunung dekat Sekte Ilusi, udara terasa lebih sejuk berkat rindangnya pohon-pohon kuno. Sekelompok murid perempuan, yaitu Mei-Mei, Xuan Ji putri Kepala Sekte, Han Lie, Wei, Zhee Lin, dan yang lainnya, yang baru saja menyelesaikan tugas harian mereka mengambil air dan mencuci jubah-jubah latihan. Suasana sangat riuh dengan tawa dan obrolan ringan. Mereka sedang membicarakan betapa pesatnya kemajuan kultivasi mereka sejak kedatangan kelompok Wo Long. "Kalian juga melihatnya bukan? Sejak meminum pil pemurni meridian dari Tetua Zee, gerakanku menjadi jauh lebih ringan," puji Xuan Ji sambil memeras kain. "Benar, rasanya seperti beban berat di tubuhku juga terasa seperti terangkat," jawab murid sekte perempuan lainnya dengan wajah berseri-seri, sedangkan Mei-Mei dan teman-teman kelas B perempuan lainnya hanya tersenyum geleng-geleng kepala. Namun, keceriaan it

  • Sang Penentang Aturan   Perjuangan, harapan, dan pemberontakan.

    Thanzi, yang kini telah mampu berdiri tegak dengan aura Ranah Raja Puncak yang tenang namun menindas, berjalan perlahan keluar dari bukit belakang setelah pamit terlebih dahulu kepada Wo Long. Di sampingnya, Komandan Ren berjalan dengan langkah tegap, menjalankan tugasnya untuk memperkenalkan dunia yang selama setahun ini hanya dirasakan Thanzi lewat sisa-sisa energi. "Tuan Muda Thanzi, selamat datang di sekte kami," ujar Komandan Ren dengan nada bicara yang penuh hormat namun hangat. "Aku tahu dari Tuan Muda Eo Long kalau kalau tuan muda pasti bisa merasakan sekitar saat tertidur, tapi melihat dengan mata kepala sendiri adalah hal yang berbeda." Dirinya di mintai oleh Tetua Bao Li agar memperkenalkan tempat ini kepada Thanzi, dan dengan senang hati dirinya melakukan hal tersebut. Thanzi mengangguk pelan, matanya yang berwarna perak tajam menatap ke sekeliling. "Kau benar, Komandan. Saat aku tertidur lelap, aku hanya bisa merasakan getaran energi dan aroma. Aku tahu tempat ini lua

  • Sang Penentang Aturan   Menjadi iblis di mata dunia

    Setelah setahun lebih terlelap dalam belenggu racun, Thanzi akhirnya terbangun. Ruangan alkimia yang biasanya panas dan penuh tekanan kini terasa dingin setelah tungku peracikan dipadamkan. Thanzi mendudukan dirinya di tempat tidur batu giok, ia mencoba menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya matahari yang masuk dari celah jendela. Di depannya, terdapat Wo Long berdiri dengan tatapan penuh keharuan. Namun, di balik senyum hangat orang yang telah dirinya anggap sebagai kakaknya sendiri, Thanzi merasakan sesuatu yang mengganjal padanya, seperti ada sebuah kekosongan yang dalam, seolah-olah separuh jiwa Wo Long baru saja direnggut paksa. Thanzi menatap sekeliling ruangan yang asing baginya. Ia mencium sisa-is aroma yang lembut, aroma yang tidak berasal dari bahan obat mana pun. "Kak..." suara Thanzi pelan, namun berwibawa. "Di mana perempuan yang selama ini bersamamu?" Wo Long tertegun sejenak. Tangannya yang sedang merapikan botol obat sedikit gemetar, namun ia segera meng

  • Sang Penentang Aturan   Antara Kasta dan Kekuatan

    Waktu berjalan seperti aliran sungai yang tenang namun tak terbendung di bukit belakang Sekte Ilusi. Satu tahun telah berlalu sejak Wo Long membawa Lin Xiao kembali dari kengerian Hutan Beracun. Satu tahun yang tidak hanya diisi oleh uap tungku alkimia dan aroma obat yang pahit, tetapi juga oleh untaian perasaan yang tumbuh di sela-sela perjuangan mereka berdua untuk menyelamatkan orang-orang tersayang mereka. Ruangan alkimia terlarang itu kini tidak lagi terasa dingin dan kaku. Berkat kehadiran Lin Xiao, tempat itu memiliki sentuhan kehidupan. Ada bunga-bunga liar yang diletakkan di dalam vas tanah liat, dan suara tawa kecil yang sesekali pecah di tengah keheningan malam saat mereka berdua beradu argumen tentang dosis tanaman obat. Selama satu tahun ini, Wo Long dan Lin Xiao bekerja dalam sinkronisasi yang sempurna. Setiap malam, mereka duduk berseberangan di depan Tungku Naga Langit. Wo Long mengendalikan api emas yang ganas, sementara Lin Xiao, dengan tangan yang lembut namun

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status