تسجيل الدخولAkhirnya, Lun Ya dan para tahanan yang diselamatkannya berhasil keluar dari lorong goa.Udara malam langsung menyambut mereka.Namun belum sempat mereka menarik napas lega...BOOOOOM!!!Ledakan dahsyat terdengar dari kejauhan.Lun Ya langsung menoleh.Di balik pegunungan batu, sebuah menara pengawas yang menjulang tinggi tampak dipenuhi kobaran api.DUARRR!Ledakan kedua menghantam bagian tengah menara.Batu-batu besar berjatuhan dari ketinggian.Kemudian...BRAAAK!Salah satu sisi menara runtuh.Para tahanan yang berada di belakang Lun Ya terdiam ketakutan.«"Apa yang terjadi di sana?"»Lun Ya tidak menjawab.Tatapannya tertuju pada menara tersebut.Ia bisa merasakan gelombang energi yang sangat kuat.Pertempuran...Dan bukan pertempuran biasa.Tiba-tiba.Langit di atas mereka berubah gelap.Sebuah lingkaran hitam muncul di udara.Lingkaran itu berputar perlahan seperti pusaran ruang.Lun Ya langsung mengangkat kepalanya.«"Apa itu?"»Beberapa detik kemudian.WHOOOOOM!Sebuah kapal p
Lorong goa yang sempit itu dipenuhi suara langkah kaki yang tergesa-gesa.Lun Ya berjalan di bagian paling depan, sementara para tahanan yang baru saja diselamatkannya mengikuti dari belakang. Wajah mereka masih dipenuhi ketakutan. Beberapa bahkan harus saling berpegangan agar tidak terjatuh ketika melewati lorong yang gelap dan berbatu.Namun, pikiran Lun Ya tidak sepenuhnya tertuju pada mereka.Sejak tadi, satu pertanyaan terus berputar di dalam kepalanya.Siapa sebenarnya kesepuluh orang itu?Lun Ya mengerutkan kening.Sepuluh orang itu jelas bukan tahanan biasa.Cara mereka bergerak... kekuatan mereka...Siapa mereka sebenarnya?Lun Ya menoleh sebentar ke belakang.Ia melihat para tahanan terus berjalan mengikutinya.Namun pertanyaan tentang sepuluh orang itu semakin membuat pikirannya tidak tenang.«"Kalau mereka memang pernah dikalahkan dan ditahan di tempat ini..."»«"Kenapa Kerajaan Zhen begitu memenjarakan mereka paling dibawah?"»Lun Ya mengepalkan tangannya.Ia merasa ada s
Suasana di dalam lorong bawah tanah kembali sunyi.Setelah membungkukkan badan sebagai tanda hormat, pria botak dari Kuil Wenzhu masih menatap Lun Ya dengan penuh rasa ingin tahu."Pemuda... siapakah sebenarnya dirimu?"Lun Ya terdiam beberapa saat.Tatapannya seolah menerawang jauh, mengingat masa lalu yang tidak mungkin ia ceritakan kepada siapa pun.Ia adalah seorang yang telah bertransmigrasi dari masa lalu ke zaman ini.Rahasia itu tidak boleh diketahui.Akhirnya, Lun Ya tersenyum tipis."Aku hanyalah pria biasa."Jawabannya terdengar santai, seolah tidak ada sesuatu yang disembunyikan.---Seorang tahanan elit lainnya perlahan berjalan mendekat sambil memegang bahu pria botak itu."Mo Yuan.""Kita tidak boleh memaksa penyelamat kita menceritakan masa lalunya."Pria itu kemudian menangkupkan kedua tangan ke arah Lun Ya."Terima kasih, Pemuda. Tanpamu, kami mungkin akan mati di tempat itu."Lun Ya sedikit menganggukkan kepala.Namun saat mendengar nama Mo Yuan, jantungnya berdegup
Lorong bawah tanah kembali dipenuhi keheningan.Lun Ya berjalan paling depan, sementara sepuluh tahanan elit mengikutinya dari belakang. Tidak seorang pun berbicara. Mereka hanya saling bertukar pandang, diam-diam memperhatikan pemuda yang telah mempertaruhkan nyawanya demi membebaskan mereka.Sesekali tatapan mereka jatuh pada punggung Lun Ya.Mereka masih belum mengetahui siapa sebenarnya pemuda itu.---Sesampainya di ujung tangga, Lun Ya mengangkat tangan memberi isyarat agar semua berhenti."Tunggu di sini."Tanpa menunggu jawaban, ia perlahan menaiki beberapa anak tangga dan mengintip keadaan di atas.Ledakan yang masih terjadi membuat para prajurit berlarian ke berbagai arah. Sebagian besar telah meninggalkan area penjara dan menuju gudang penyimpanan untuk menyelamatkan hasil tambang.Melihat kesempatan itu, Lun Ya segera kembali."Ikuti aku."Kesepuluh tahanan itu langsung bergerak tanpa suara.Dengan hati-hati mereka menyusuri lorong demi lorong hingga tiba di sebuah goa rah
Ledakan demi ledakan terus mengguncang benteng.Api mulai menjalar ke berbagai bangunan, sementara teriakan para prajurit dan tahanan bercampur dengan suara reruntuhan yang runtuh silih berganti. Seluruh benteng berubah menjadi lautan kekacauan.Di balik kepulan asap, Lun Ya menyipitkan matanya."Inilah saatnya."Memanfaatkan seluruh perhatian musuh yang teralihkan, ia bergerak cepat menuju area penjara.---Di ruang komando benteng, empat pemimpin berdiri dengan wajah muram."Sial! Seluruh pasukan, amankan persediaan hasil tambang!" bentak salah seorang pemimpin."Untuk para tahanan, biarkan saja! Mau mati atau hidup, itu bukan urusan kita!""Baik!"Ratusan prajurit segera berlari menuju gudang-gudang penyimpanan material tambang.Dalam kepanikan itu, para tahanan sama sekali tidak dipedulikan.Sebagian didorong hingga terjatuh.Sebagian lagi bahkan ditabrak oleh prajurit yang berlari tergesa-gesa.Bagi mereka, nyawa para budak dan tahanan tidak lebih berharga daripada batu-batu has
Setelah memastikan Li Jia telah menjauh dari benteng bersama ketujuh belas gadis itu, Lun Ya akhirnya mengembuskan napas lega. Untuk pertama kalinya sejak penyelamatan dimulai, ia merasa sedikit tenang. Namun, tugasnya belum benar-benar selesai.Tatapannya perlahan beralih ke tongkat kuno yang berada di genggamannya."Aku tidak tahu... kenapa tongkat ini bisa kucabut."Ia menggenggamnya semakin erat. Tongkat itu terasa hangat, seolah memiliki kehidupannya sendiri. Banyak pertanyaan memenuhi pikirannya, tetapi saat ini bukan waktunya mencari jawaban.Lun Ya segera berbalik dan kembali menyelinap memasuki benteng.---Beberapa saat kemudian, ia tiba di sebuah ruangan tua yang hampir terlupakan. Di sudut ruangan berdiri sebuah batu hitam besar dengan permukaan kasar.Saat melihatnya, kenangan masa kecilnya bersama sang paman muncul kembali."Ingat baik-baik, Lun Ya. Batu hitam ini sangat berharga. Jika seseorang mengetahui cara mengolahnya, batu ini dapat menjadi bahan peledak yang sang







