Sang Penguasa Mutlak

Sang Penguasa Mutlak

last updateDernière mise à jour : 2026-07-09
Par:  Yan_Mis à jour à l'instant
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 Note. 1 commentaire
6Chapitres
21Vues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Dua Belas Pedang Pusaka menjaga kedamaian Benua Shen Zhou, terbagi rata di empat kekaisaran besar: Yuan, Xuan, Lei Ze, dan Jiu Tian. Namun, kedamaian itu runtuh dalam satu malam. Demi merebut tiga pedang pusaka milik Kerajaan Xuan, Yun Za seorang praktisi kejam di puncak Master Abadi Level 3membantai seisi kerajaan tanpa ampun. Di Perbatasan Nazo, Jenderal Terkuat Kerajaan Xuan, Lun Ya, terpaksa menyaksikan tragedi paling mengerikan dalam hidupnya: tunangan dan kakaknya, Xia dan Yue Lan, dihabisi secara keji di depan matanya sendiri. Kalah telak dalam satu serangan karena perbedaan kekuatan yang bagai langit dan bumi, Lun Ya pun gugur dengan dendam membara. Namun, takdir belum selesai bersamanya. Jiwa Lun Ya terbangun di masa depan, bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang pemuda tanpa akar bakat yang hidup menderita sebagai budak tambang. Di masa ini, Kerajaan Xuan telah musnah, digantikan oleh tirani bernama Kerajaan Zhen. Dimulai dari titik lemah sebagai budak yang dianggap sampah, Lun Ya harus merangkak naik. Bergabung dengan organisasi pemberontak, ia bersumpah akan merebut kembali kejayaannya, memimpin ribuan pasukan, dan menuntut balas pada Yun Za. Mampukah sang Jenderal meruntuhkan takdir barunya dan membalaskan dendam masa lalu?

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1 awal mulai kehancuran

"Huf ... rasanya pedang ini telah menemaniku begitu lama," ucap Lun Ya sembari mengusap bilah pedang berwarna merah darah miliknya. Ia menatap pedang itu.

Tak lama kemudian ...

Bruk!

Pintu gerbang utama hancur terbuka. "Aaaahhh!"

Brak! Seseorang terlempar keras ke dalam ruangan.

"Ada apa?!" Lun Ya terkejut. Sepasang matanya sontak terbuka lebar saat melihat bawahannya terkapar di dasar tiang bangunan.

"Tu ... Tuan ...," suara itu terbata-bata, makin lama makin nyaris tak terdengar. Hingga akhirnya, kesadaran dan jiwanya lenyap, tubuhnya hancur menjadi debu yang beterbangan di udara.

Napas Lun Ya mendadak tidak teratur.

"Siapa keparat yang berani membunuh Gon Yu?!" geram Lun Ya dengan tangan mengepal sangat erat. Ia menghela napas panjang, berusaha menahan amarah yang membara.

"Lun Ya ... tolong aku, Lun Ya ...!" Tiba-tiba terdengar suara jeritan seorang gadis dari luar istana.

"Xia ...? Itu suara Xia!" ucap Lun Ya saat itu ia terkejut.

"Hei, Keparat! Keluar kau, dasar rendahan!" suara itu terdengar sangat berat ,bergema di dalam ruangan istana.

Tanpa membuang waktu, Lun Ya segera melesat keluar ruangan.

Tampak di atas langit, berdiri tiga orang pejuang kuat. Di antara mereka, ada seorang gadis yang tengah disandera.

"Lun Ya, to ... tolong aku," rintih gadis bernama Xia itu.

"Hah! Xia?!" Jantung Lun Ya seolah berhenti saat menatap gadis yang disandera itu.

" ... kenapa mereka berkumpul bersama?" bisiknya sembari menggenggam erat hulu pedang merahnya.

"Hei, Bodoh! Serahkan saja pedang apimu itu kepada kami!" teriak pria yang tengah mencengkeram leher Xia.

"Hahaha! Aku tahu kau adalah seorang praktisi Tingkat Dewa Level 6. Tapi ... kekuatanmu itu tidak akan ada artinya melawan kami bertiga, para Master!" sahut pria lain yang memegang pedang berwarna emas, tertawa keras.

"Hahaha! Kakak, serahkan saja pedangmu itu, dan kami berjanji akan membunuhmu dengan sangat sopan dan terhormat," ucap seorang pejuang bertubuh gendut yang memanggul kapak hitam raksasa.

"Keparat kalian semua!" bentak Lun Ya. Alisnya bertaut erat, matanya tajam menatap ketiga orang itu.

"Jika kau sendirian melawan kami yang sesama Master, apa menurutmu kau punya kesempatan?" ejek pria yang mencekik Xia, semakin mempererat cengkeramannya.

"Tu ... Tuan ... Tu ... Tuan ...," Xia terbata-bata, suaranya tercekat karena kehabisan napas.

"Mati saja kau, perempuan jalang!" bentak pria itu kejam.

"Ma...maafkan aku lun ya tidak bisa menemanimu lagi" batinnya Xia menerima kematiannya.

Krek!

Secara tragis, tubuh Xia seketika hancur dan berubah menjadi debu di udara.

"Tidaaakkk ...!" teriak Lun Ya histeris. Tubuhnya gemetar hebat menyaksikan pemandangan itu.

Napasnya memburu liar. Amarahnya mencapai puncak tertinggi.

"Aku ... aku tidak akan melepaskan kalian! Aku tidak akan pernah mengampuni kalian!" gumam Lun Ya dengan suara rendah yang bergetar.

Tekanan udara di sekitarnya mendadak berubah menjadi sangat panas, dan bilah pedang di tangannya mulai menyala merah membara.

Syuuuttt!

Aura pembunuh yang luar biasa pekat melonjak naik. Tak lama, gelombang energi berbentuk lingkaran muncul dan retak tepat di bawah kaki Lun Ya.

"Hoo! Inikah kekuatan sang pahlawan Wilayah Nazo? Kita lihat saja sampai di mana kemampuanmu," ucap praktisi berpedang emas, tersenyum meremehkan.

"Haha, benar. Mari kita lihat sebesar apa kekuatan Master ini!"

"Kalian ... tunggu pembalasanku!" desis Lun Ya.

Di tengah amarahnya yang membakar, ingatan masa lalu mendadak melintas di benaknya.

"Lun Ya, Ayah akan mewariskan pedang ini kepadamu. Ayah harap kau bisa menjaganya dengan baik. Kita adalah pejuang Wilayah Nazo, dan salah satu jenderal terhebat di Wilayah Kerajaan Xuan. Ayah harap kau akan mengikuti jalan praktisi dan ajaran seperti kami," ucap seorang pria paruh baya yang tampak berwibawa, ia adalah ayah Lun Ya sewaktu masih hidup.

Lun Ya kecil menatap pedang pemberian ayahnya dengan mata berbinar. "Aku janji, Ayah! Aku akan menjadi pahlawan yang akan membawa keharuman bagi nama keluarga kita!"

Seketika, ingatan itu buyar dan melemparnya kembali ke realitas yang kejam.

Napas Lun Ya makin memburu. Amarahnya meluap total, membuat kobaran aura merah di sekujur tubuhnya bergejolak makin besar dan dahsyat.

"Aku ... akan membalas semua perbuatan kalian!" geram Lun Ya, menatap tajam ketiga Master di atasnya.

"Oh, Kakak, ini akan jadi pertempuran yang sangat menyenangkan!" ucap si pria gendut berkapak hitam dengan senyum yang lebar.

Pria gendut itu kemudian menggerakkan jarinya, memberi isyarat komando kepada pasukan yang berada di bawah.

"Nikmati permainan ini, dasar Lun Ya keparat!" seru si pria gendut.

"Haaaaaa! Serang!!!"

Secara serentak, gemuruh suara ratusan prajurit menggelegar saat mereka maju menerjang ke arah Lun Ya.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

commentaires

Miss Jung
Miss Jung
Semangat, Ge
2026-07-08 17:44:56
1
0
6
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status