MasukDua Belas Pedang Pusaka menjaga kedamaian Benua Shen Zhou, terbagi rata di empat kekaisaran besar: Yuan, Xuan, Lei Ze, dan Jiu Tian. Namun, kedamaian itu runtuh dalam satu malam. Demi merebut tiga pedang pusaka milik Kerajaan Xuan, Yun Za seorang praktisi kejam di puncak Master Abadi Level 3membantai seisi kerajaan tanpa ampun. Di Perbatasan Nazo, Jenderal Terkuat Kerajaan Xuan, Lun Ya, terpaksa menyaksikan tragedi paling mengerikan dalam hidupnya: tunangan dan kakaknya, Xia dan Yue Lan, dihabisi secara keji di depan matanya sendiri. Kalah telak dalam satu serangan karena perbedaan kekuatan yang bagai langit dan bumi, Lun Ya pun gugur dengan dendam membara. Namun, takdir belum selesai bersamanya. Jiwa Lun Ya terbangun di masa depan, bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang pemuda tanpa akar bakat yang hidup menderita sebagai budak tambang. Di masa ini, Kerajaan Xuan telah musnah, digantikan oleh tirani bernama Kerajaan Zhen. Dimulai dari titik lemah sebagai budak yang dianggap sampah, Lun Ya harus merangkak naik. Bergabung dengan organisasi pemberontak, ia bersumpah akan merebut kembali kejayaannya, memimpin ribuan pasukan, dan menuntut balas pada Yun Za. Mampukah sang Jenderal meruntuhkan takdir barunya dan membalaskan dendam masa lalu?
Lihat lebih banyakDi tempat yang sangat jauh dari medan perang.sebuah rumah sederhana berdiri di tengah pegunungan.Kabut tipis menyelimuti pepohonan.Suasana di tempat itu sangat tenang.Di dalam rumah, seorang nenek sedang menyiapkan teh hangat.Rambutnya telah memutih, tetapi wajahnya masih terlihat tenang.Di sampingnya duduk seorang gadis berusia sekitar enam belas tahun.Gadis itu sangat cantik.Rambut panjangnya terurai hingga melewati pinggang.Sambil menunggu teh selesai disiapkan, ia bernyanyi dengan suara lembut."Nenek, tehnya sudah siap?""Sebentar lagi."Nenek itu tersenyum.Ia kemudian mengangkat teko dan menuangkan teh ke dalam cangkir.Namun...saat ia hendak membawa cangkir tersebut...Tangannya tiba-tiba berhenti.Matanya membesar.CLINK!Cangkir yang dipegangnya terlepas."Ah..."BRUK!Teh panas tumpah ke lantai.Gadis itu langsung berdiri."Nenek!"Namun sebelum gadis itu sempat mendekat.air teh yang tumpah di lantai tiba-tiba bergerak.Cairan tersebut tidak menyebar secara acak.
Langit di atas camp militer tiba-tiba berubah.Awan hitam pekat memenuhi seluruh cakrawala.Di tengah pusaran awan tersebut, lingkaran formasi berwarna merah menyala berputar perlahan.Kemudian...ROOOOOAAAAARRRR!Auman naga mengguncang bumi.Semua orang yang berada di medan perang menghentikan gerakannya.Prajurit Zhen.Prajurit Lun Ya.Li Jia.Gu Wen.Mo Yuan.Bahkan mayat-mayat hidup yang sebelumnya menyerang tanpa rasa takut ikut berhenti selama beberapa detik.Semua mata tertuju ke atas.Dari dalam awan hitam, tubuh seekor naga merah kuno perlahan keluar.Sisiknya memancarkan cahaya merah.Matanya seperti dua matahari yang terbakar.Setiap kali naga itu bergerak, awan di sekitarnya bergulung dengan hebat.Mo Yuan menatap makhluk tersebut dengan wajah serius."Tekanan yang sangat kuat..."Gu Wen juga terdiam.Sementara pria pengguna ilmu mayat menatap naga itu dengan wajah yang mulai berubah."Apa sebenarnya benda itu?"Untuk pertama kalinya sejak pertempuran dimulai,ia merasa te
BOOOOM!Serangan hijau kehitaman kembali menghantam Lonceng Emas milik Mo Yuan.Namun kali ini.WUUUUSSHHH!Serangan tersebut justru terpental.Energi hijau kehitaman berbalik arah dan menghantam tanah beberapa puluh meter dari posisi Gu Wen.DUARRR!Tanah langsung meledak.Gu Wen terdiam sesaat.Ia menatap Lonceng Emas yang masih berdiri kokoh di hadapannya.Kemudian ia menoleh kepada Mo Yuan."Mo Yuan..."Mo Yuan masih mempertahankan kedua tangannya.Gu Wen segera mengepalkan tangan."Terima kasih!"Mo Yuan hanya mengangguk."Jangan berterima kasih dulu. Pertempuran belum selesai."Di kejauhan.Pria pengguna ilmu mayat melihat kejadian itu.Wajahnya langsung berubah muram.Ia mengerutkan dahinya.Giginya bergemeletuk karena marah."Berani sekali..."Tangannya perlahan terangkat.Aura hijau kehitaman mulai berkumpul di atas kepalanya.WUUUUMMM!Sebuah formasi raksasa muncul di udara.Formasi itu berputar dengan cepat.Simbol-simbol kuno memenuhi permukaannya.Kemudian...KRAAAAK!Dar
Angin masih berembus pelan di antara pepohonan.Nada seruling hijau giok yang dimainkan Lun Ya perlahan menghilang terbawa angin. Di sampingnya, Li Jia masih memperhatikan Lun Ya dengan tatapan penuh curiga.Namun sebelum keduanya sempat berbicara lebih jauh.Sesosok pria berjalan keluar dari balik pepohonan.Lun Ya dan Li Jia langsung menoleh.Pria itu adalah Mo Yuan.Mo Yuan menghentikan langkahnya.Wajahnya tampak santai, seolah-olah dirinya tidak sedang mengejar sesuatu.Padahal beberapa saat sebelumnya, ia baru saja mengikuti Kelinci Bulan yang berlari menuju sumber suara seruling.Jadi benar... dia ada di sini.Mo Yuan memandang Lun Ya beberapa saat.Namun ia segera menyembunyikan keterkejutannya.Li Jia langsung mengenalinya."Tuan Yuan?"Nada suara Li Jia terdengar sopan.Mo Yuan mengangguk kecil."Mm."Lun Ya yang mendengar suara Li Jia segera membalikkan tubuhnya.Begitu melihat Mo Yuan, ia tersenyum sedikit."Tuan senior."Mo Yuan menatapnya."Sedang apa Tuan Senior di sini
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan