LOGINDua Belas Pedang Pusaka menjaga kedamaian Benua Shen Zhou, terbagi rata di empat kekaisaran besar: Yuan, Xuan, Lei Ze, dan Jiu Tian. Namun, kedamaian itu runtuh dalam satu malam. Demi merebut tiga pedang pusaka milik Kerajaan Xuan, Yun Za seorang praktisi kejam di puncak Master Abadi Level 3membantai seisi kerajaan tanpa ampun. Di Perbatasan Nazo, Jenderal Terkuat Kerajaan Xuan, Lun Ya, terpaksa menyaksikan tragedi paling mengerikan dalam hidupnya: tunangan dan kakaknya, Xia dan Yue Lan, dihabisi secara keji di depan matanya sendiri. Kalah telak dalam satu serangan karena perbedaan kekuatan yang bagai langit dan bumi, Lun Ya pun gugur dengan dendam membara. Namun, takdir belum selesai bersamanya. Jiwa Lun Ya terbangun di masa depan, bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang pemuda tanpa akar bakat yang hidup menderita sebagai budak tambang. Di masa ini, Kerajaan Xuan telah musnah, digantikan oleh tirani bernama Kerajaan Zhen. Dimulai dari titik lemah sebagai budak yang dianggap sampah, Lun Ya harus merangkak naik. Bergabung dengan organisasi pemberontak, ia bersumpah akan merebut kembali kejayaannya, memimpin ribuan pasukan, dan menuntut balas pada Yun Za. Mampukah sang Jenderal meruntuhkan takdir barunya dan membalaskan dendam masa lalu?
View MoreSuara langkah kaki terdengar menggema di sepanjang lorong batu yang dingin.......Lia Yu berjalan perlahan bersama beberapa prajurit yang ditugaskan ayahnya.Semakin dalam ia berjalan, semakin sunyi suasana di sekelilingnya.Akhirnya, mereka tiba di sebuah ruangan besar yang dipenuhi sel-sel penjara.Lia Yu berhenti.Tatapannya langsung tertuju pada sebuah sel di ujung lorong.Di balik jeruji besi itu...Seorang wanita duduk bersandar pada dinding.Tubuhnya terlihat jauh lebih kurus dibandingkan terakhir kali Lia Yu melihatnya.Rambutnya sedikit berantakan, wajahnya pucat, dan tubuhnya tampak lemah akibat terlalu lama berada di dalam penjara.Lia Yu terdiam.“Ibu...”Suaranya hampir tidak terdengar.Wanita itu perlahan mengangkat wajahnya.Matanya yang terlihat lelah tiba-tiba membesar.“Lia... Yu?”Lia Yu tidak mampu menahan perasaannya.Ia segera berlari kecil mendekati sel.“Ibu!”Lia Yu berlutut di depan jeruji.Tangannya meraih tangan ibunya yang kurus.Untuk beberapa saat, kedu
Jauh dari tempat Lun Ya dan Li Jia berada, di wilayah yang bahkan membutuhkan waktu berhari-hari untuk mencapainya, berdiri sebuah wilayah kekuasaan yang dikenal sebagai Tiga Menara Perbatasan.Tiga menara raksasa menjulang tinggi menembus awan.Di balik tembok-tembok hitamnya, pasukan bersenjata berjaga tanpa henti. Wilayah itu menjadi salah satu benteng penting di bawah kendali para penguasa yang tunduk kepada Yun Za.Di salah satu menara tersebut, terdapat sebuah kamar mewah.Di dalamnya, seorang gadis berdiri di depan sebuah cermin.Wajahnya sangat cantik.Rambut panjangnya terurai dengan rapi, sementara pakaian berwarna keemasan pudar membalut tubuhnya. Berbagai aksesori indah menghiasi rambut dan pakaiannya, membuat penampilannya terlihat anggun seperti seorang putri dari keluarga bangsawan.Namun di balik kecantikannya, tersimpan kesedihan yang sangat dalam.Gadis itu bernama Lia Yu.Ia adalah putri Hong Yu, salah satu penguasa Tiga Menara Perbatasan sekaligus bawahan Yun Za.L
Li Jia berjalan mendekati Lun Ya sambil membawa sebuah gulungan peta. Wajahnya terlihat serius ketika ia membentangkan peta itu di hadapan Lun Ya.“Lihat ini. Misi kita masih jauh dari selesai,” ujar Li Jia sambil menunjuk beberapa titik yang tertera di peta. “Tapi bagaimana kita bisa melanjutkan misi kalau kita harus membawa begitu banyak tahanan bersama kita?”Lun Ya terdiam.Ia tidak langsung menjawab. Tatapannya perlahan beralih kepada ratusan orang yang baru saja mereka selamatkan.Para tahanan berdiri dalam kelompok-kelompok kecil. Sebagian masih terlihat lemah karena bertahun-tahun dipaksa bekerja di pertambangan benteng. Pakaian mereka compang-camping, wajah mereka dipenuhi kelelahan, dan beberapa di antara mereka masih memiliki luka di tubuh.Namun kali ini, tidak ada lagi rantai yang mengikat mereka.Mereka telah bebas.Lun Ya menarik napas panjang.Saat itulah beberapa tahanan mulai berjalan mendekat.Salah seorang pemuda terlihat ragu-ragu. Ia berkali-kali membuka mulut,
Di wilayah yang sangat jauh dari benteng tempat Lun Ya dan para tahanan sebelumnya, terbentang sebuah wilayah pegunungan yang sunyi dan penuh kabut.Di antara hamparan gunung yang sangat tinggi, berdiri tiga menara raksasa yang menembus awan.Ketiga menara itu merupakan benteng perbatasan penting milik Kekaisaran Zhen.Di pusat wilayah tersebut berdiri sebuah aula megah. Di bagian belakang aula, terpampang lambang besar Kerajaan Zhen.sebuah simbol yang membuat siapa pun yang melihatnya merasakan tekanan kekuasaan.Di dalam aula terdapat tiga singgasana.Di atas ketiga singgasana itu duduk tiga sosok yang memiliki aura mengerikan.Di sebelah kanan, seorang pria bertubuh besar duduk dengan wajah penuh amarah.Namanya Yao Fu.Seorang praktisi Tingkat Dewa Level 4 yang mendapat julukan Si Tapak Besi.Julukan itu bukan sekadar nama.Yao Fu dikenal sebagai salah satu penguasa paling kejam di wilayah perbatasan Zhen.Saat ini, tangannya sedang mencengkeram leher seorang tahanan.“sial”Suar
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews