Se connecterDua Belas Pedang Pusaka menjaga kedamaian Benua Shen Zhou, terbagi rata di empat kekaisaran besar: Yuan, Xuan, Lei Ze, dan Jiu Tian. Namun, kedamaian itu runtuh dalam satu malam. Demi merebut tiga pedang pusaka milik Kerajaan Xuan, Yun Za seorang praktisi kejam di puncak Master Abadi Level 3membantai seisi kerajaan tanpa ampun. Di Perbatasan Nazo, Jenderal Terkuat Kerajaan Xuan, Lun Ya, terpaksa menyaksikan tragedi paling mengerikan dalam hidupnya: tunangan dan kakaknya, Xia dan Yue Lan, dihabisi secara keji di depan matanya sendiri. Kalah telak dalam satu serangan karena perbedaan kekuatan yang bagai langit dan bumi, Lun Ya pun gugur dengan dendam membara. Namun, takdir belum selesai bersamanya. Jiwa Lun Ya terbangun di masa depan, bertransmigrasi ke dalam tubuh seorang pemuda tanpa akar bakat yang hidup menderita sebagai budak tambang. Di masa ini, Kerajaan Xuan telah musnah, digantikan oleh tirani bernama Kerajaan Zhen. Dimulai dari titik lemah sebagai budak yang dianggap sampah, Lun Ya harus merangkak naik. Bergabung dengan organisasi pemberontak, ia bersumpah akan merebut kembali kejayaannya, memimpin ribuan pasukan, dan menuntut balas pada Yun Za. Mampukah sang Jenderal meruntuhkan takdir barunya dan membalaskan dendam masa lalu?
Voir plus...Suasana di dalam gua mendadak jadi hening dan terasa sangat dingin...Tuan Luo dan Bingfeng keduanya tampak waspada, mereka saling memandang satu sama lain.Di depan mereka, tampak sesosok praktisi kuat, Feiya.Feiya menatap ke arah Tuan luo dan bingfeng tatapannya tampak serius."Hmm... Aku yakin kalian tidak akan bisa keluar dari tempat ini hidup-hidup," ucap Feiyan dengan nada yang datar, seolah setiap kata yang keluar membuat ancaman besar untuk Tuan luo dan bingfeng.Bahkan suara dari Feiya membuat nyali para prajurit Organisasi Xuan langsung hilang seketika.Tangan mereka gemetaran, dan keringat dingin membasahi bagian dalam baju zirah para prajurit Organisasi Xuan.Feiyan melirik ke bawah, menatap salah satu bawahan kepercayaannya, seorang pria bertubuh gemuk."Kau, cepatlah kejar semut-semut yang mencoba kabur itu.""Siap, Tuan," jawab si pria gemuk sambil menunduk hormat.Pria gemuk itu Tersenyum sinis, seolah ia sangat menikmati permainan berdarah ini.Melihat situasi
* Fakta mulai terpecahkan *Di tengah kekacauan yang bising di telinga, Lun Ya hanya bisa berdiri kaku. Matanya terpaku pada sebilah pedang yang menggantung di pinggang prajurit di sebelahnya prajurit yang sama yang sedang terpesona melihat maut beradu di langit.Napas Lun Ya memburu, amarah dan harga dirinya sebagai mantan jenderal tertinggi bergejolak, menolak kenyataan bahwa ia terkurung seperti binatang. Dengan satu gerakan cepat yang didorong oleh sisa-sisa insting bertarungnya, ia merenggut pedang itu.Sreeet! Jleb!"Kau... kau..." Prajurit itu membelalak, menatap dadanya yang tertembus besi dingin. Darah segar merembas, hangat dan anyir. Ia ambruk sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya.Lun Ya menggenggam gagang pedang yang gemetar di tangannya, dadanya naik turun. "Ada apa ini sebenarnya? Dan siapa pria tua di atas langit itu?"batinnya berseru frustrasi. Tubuhnya yang sekarang begitu lemah, hancur, dan tak bertenaga membuat dadanya sesak oleh rasa terhin
* sosok misterius *Sabetan cambuk itu mendarat telak di punggung...Rasa perih yang membakar langsung menjalar, memaksa satu erangan tertahan keluar dari tenggorokan Lun Ya."Cepat jalan, budak sialan!" bentak seorang prajurit, menarik keras rantai yang terpasang di leher Lun Ya hingga tubuhnya terhuyung ke depan.Lun Ya menegakkan tubuhnya dengan susah payah. Sepasang matanya menatap tajam, berkilat penuh kebencian yang sedalam lautan ke arah prajurit di depannya. Tangannya mengepal begitu erat hingga kuku-kukunya memutih dan melukai telapak tangannya sendiri."Jika aku masih berada di tubuhku yang dulu... jangankan mencambukku, sedetik saja kau menatapku seperti itu, abu jasadmu sudah kutitipkan pada angin!" raung Lun Ya dalam hati.Napasnya memburu saat ia mencoba memanggil energi spiritualnya. Nihil. Alisnya berkerut dalam, berganti menjadi keputusasaan yang tertahan. "Sial! Kenapa tubuh ini begitu rapuh? Aku bahkan tidak bisa merasakan akar bakatnya inti dar
* Terlahir Kembali di Tubuh si Sampah *Tinggg...!Cahaya putih benderang menusuk kornea mata. Lun Ya , Refleks kelopak matanya menutup paksa. Saat pandangannya mulai fokus, yang ada hanya warna putih yang mutlak. Kosong dan tak berujung."Aku di mana...? Apa aku... sudah di surga?" bisik Lun Ya, suaranya bergetar oleh kebingungan yang mencekik dada.Ia segera bangkit, jantungnya berdegup kencang rasanya sangat berat. Matanya liar menatap ke segala arah. "Apa ada orang?!" teriaknya. Namun, tidak ada jawaban. Hanya gema suaranya sendiri yang memantul, terdengar sunyi dan mengerikan di dalam ruangan serba putih itu."Di mana aku?!" Lun Ya menatap kedua telapak tangannya yang gemetar.Tringgg!Tiba-tiba, rasa sakit yang luar biasa menghantam kepalanya. Telinganya berdenging hebat seolah ditusuk jarum perak. Pandangannya berputar. Ia terhuyung, berjuang mati-matian menjaga keseimbangan tubuhnya saat kilasan memori mengerikan itu datang menghantam.detik-detik terakhir saat napasnya di
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
commentaires