Teilen

35. Kekuatan Baru

last update Veröffentlichungsdatum: 03.09.2026 22:58:08

Ashton melihat kembali kantong di tangannya. Keputusannya sudah bulat.

“…aku akan menggunakannya.”

Kapten Arthur mengangguk mendengarnya. Dia menaruh bahan bangunan yang ada di pundaknya dan memberi isyarat Ashton agar mengikutinya.

Mereka berjalan menuju area Agensi Detektif Blackwood yang tidak terlalu banyak puingnya.

Kapten Arthur lalu mengangkati beberapa puing dan batu di dekat pintu rahasia Agensi Detektif Blackwood, yang menghubungkan kantor dengan ruang bawah tanah gereja.

“Hup! Oke, a
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Sang Penguasa Relic   51. Sel Baru

    Tes. Pluk.Suara tetesan air yang mengenai kening Ashton seperti membahana di seluruh ruangan.“…hah?!”Ashton langsung tersadar. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali, tapi hanya kegelapan yang bisa dia lihat.“…di mana ini?”Ashton merasakan batu-batu yang tidak rata dan dingin di punggungnya.Rasanya lembab seperti ruang bawah tanah gereja Dewi Kematian.Ashton berusaha bangun, tapi dia sedikit kesusahan. Ketika dia hendak menarik tangan kanannya untuk membantu bangun, dia mendadak terhenti.Klang!Suara besi yang menegang terdengar keras di ruangan itu.“…uh,” sahut Ashton ketika melihat ke arah tangan kanannya dan menemukan sesuatu yang tidak dia kenali.Ada borgol yang terasa pas dan dingin di pergelangan tangan kanannya, yang tersambung dengan rantai yang cukup panjang.Ashton menarik tangan kanannya lagi hingga rantai di borgolnya tertarik penuh.Klang!“…”Aku ditahan? Oh, celaka! Jangan-jangan si Orphee itu berhasil menangkapku!Ashton segera berbalik, mencoba melakukan ses

  • Sang Penguasa Relic   50. Kredo

    Tujuh menit sebelum Orphee menambahkan peserta untuk pesta di pabrik itu, Kapten Arthur sedang bertarung melawan para monster babi hutan bersama Jurgen.“Grrr!”Kapten Arthur merubah tangan kanannya yang berupa cakar serigala menjadi tentakel yang besar dan panjang.Dia dengan cepat mengarahkan tentakelnya itu ke salah satu monster babi hutan.Grep!“GRAW!”Monster babi hutan itu mengamuk ketika tentakel itu melilitnya dengan mudah.Kapten Arthur tidak menggubrisnya dan membuat kepala monster babi hutan itu menatapnya dengan menggunakan tentakelnya.“GRA—”“Jangan bergerak.”Monster itu menatap mata Kapten Arthur yang kuning dengan pupil tajam seperti reptil. Semakin lama si monster menatapnya, semakin dia kehilangan kendali atas tubuhnya.“Guhhkk!”Insting monster babi hutan itu meraung-raung. Dia sudah tahu kalau semakin lama melihat tatapan Kapten Arthur maka akan semakin berbahaya.Ujung kaki monster babi hutan itu perlahan mengeras dan berubah menjadi batu.Proses itu perlahan me

  • Sang Penguasa Relic   49. Pesta

    Kecuali Ashton yang masih memancarkan kebencian di wajahnya, semua orang yang ada di situ menjadi serius ketika melihat para monster babi hutan itu keluar.“…kau yang menyerang Distrik Orchid?”Komandan Eva memandang Orphee dengan kilat dingin. Tangan Komandan Eva sudah mencapai pedang di pinggangnya.Jurgen dan Helena perlahan maju ke samping Komandan Eva. Mereka juga sudah siap untuk bertarung.Orphee sendiri kembali tersenyum ke arah Komandan Eva.“Menurutmu? Kalau aku bilang bukan aku yang melakukannya, apa kau akan percaya?”Entah kenapa, wajah Orphee berubah menjadi heran.“Hei, bukannya Wolf Brigade yang pertama merespon ke Distrik Orchid? Kenapa Evangeline tahu tentang Calidonian Boar?”Orphee membuat wajah bertanya ke arah Komandan Eva, yang balas menatapnya dengan heran.“Crimson Legion punya akses ke laporan Wolf Brigade. Kenapa kau bertanya hal yang sudah jelas seperti itu?”Orphee menatap Kapten Arthur yang wajahnya terlihat gelap. Orphee mengangkat bahunya dan menatap Kom

  • Sang Penguasa Relic   48. Dalang

    Siapa itu?!Semua orang yang ada di situ menoleh ke sumber suara itu.Di sana berdiri seseorang yang memakai setelan berwarna biru, wajahnya feminin dan maskulin di saat bersamaan. Rambutnya panjang sebahu dan disisir rapi.Dia tidak punya kumis atau jenggot, dan wajahnya sebersih dan semulus porselen.“Halo, rekan-rekan Wolf Brigade.”Suara orang itu terdengar jelas tapi Ashton merasa aneh ketika mendengarnya. Suaranya seperti terdistorsi, tidak jelas suara laki-laki atau perempuan.“Kamu—”Kapten Arthur seperti ingin menanyakan siapa dia sebenarnya.Tapi sosok berbaju biru itu tiba-tiba menghilang dari tempat itu. Semua anggota Wolf Brigade di situ terhenyak.“…! Ke mana dia?!”Ashton dan anggota Wolf Brigade yang lain melihat ke sana kemari, menyusuri seluruh sudut di dalam pabrik. Bahkan Rafaela pun menjadi waspada.Ashton merasakan ada yang aneh. Orang itu tidak terlihat, bahkan dengan penglihatan Gagak Putih.Deckard dan Tobias juga mencari-cari ke setiap sudut. Tapi mereka tida

  • Sang Penguasa Relic   47. Serigala dan Anjing

    “Grah!”Sosok hitam pada Ahuizotl itu semakin mengamuk karena terprovokasi oleh ucapan Ashton.Ashton sendiri ingin menarik napas lega.Dia sebenarnya belum tahu tadi rencananya akan berhasil atau tidak. Untungnya selain berhasil, Ashton juga berhasil membuat marah Tybalt.…tadi itu hampir saja.Ashton melihat ke bawah, ke arah kedua kakinya. Ada sedikit bekas terserat ke depan di belakang sepatu Ashton.Ketika sisa-sisa peluru yang ditarik Ashton mengenai tubuh Ahuizotl itu, Ashton sebenarnya seperti ditarik ke depan setelah beberapa saat.Untungnya aku bisa berhenti tadi.Ashton berhasil menonaktifkan kemampuan Tanduk Imp-nya, sehingga tarikan balik dari sisa peluru yang tersangkut pada tubuh Ahuizotl tidak membuat Ashton menabrak Ahuizotl atau terjerembab.“Bagus. Semakin banyak kamu bertarung, semakin banyak pengalaman dan otomatis semakin banyak taktik yang bisa kamu gunakan.”Kapten Arthur tiba-tiba datang di samping dan kembali menepuk punggung Ashton.“Oh, lihat. Florence dan

  • Sang Penguasa Relic   46. Persegi dan Kubus

    “…jangan terburu-buru, Ashton.”Kapten Arthur tidak lupa mengingatkan Ashton yang bahasa tubuhnya mengindikasikan ingin segera bergabung untuk bertarung.Ashton menoleh ke arah Kapten Arthur sambil menyeringai.“Tenang, Kapten. Aku hanya ingin mencoba.”Ashton mulai bersiap-siap karena gerakan Ahuizotl yang paling dekat dengannya sekarang seperti lebih cepat dan lebih presisi.Sebelum Ashton mulai menyerang monster itu, dia teringat sesuatu. Dia segera menanyakannya pada Kapten Arthur.“Eh, ngomong-ngomong, apa yang dari tadi dilakukan Nona Rafaela?”Sekarang, Kapten Arthur tersenyum lebar. Ashton bisa merasakan kesenangan dan rasa jahil dari wajah Kapten.“Hehe, Yang Mulia Rafaela sedang menunggu waktu yang tepat. Hati-hati dalam bertarung, kami memang akan melindungimu, tapi pikirkan baik-baik setiap langkahmu.”“Baik, Kapten,” sahut Ashton bersemangat.Aku tahu hal itu. Walau kontrol si Tybalt lebih lemah karena mengendalikan lebih dari satu Ahuizotl, tapi tetap saja lawanku adalah

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status