Compartir

78. Tawaran

Autor: guis_dad
last update Fecha de publicación: 2026-11-03 23:59:49
Dane mengisyaratkan Ashton untuk mengikutinya. Jack sempat ragu-ragu, tapi dia akhirnya juga mengikuti mereka.

Di ruangan yang lebih dalam, terdapat kotak-kotak dan kantong kulit yang bertuliskan simbol bahasa Tharos, serta dua pintu dengan desain yang berbeda.

Ashton menghitung ada sekitar tujuh barang berupa kotak dan lima yang berupa kantong kulit.

“Kita coba Relic Rank 1 dulu?”

Dane menengok dan melirik ke arah barang-barang itu sebelum mengambil salah satu kantong kulit yang dekat dengan pi
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sang Penguasa Relic   79. Efek Samping

    Ashton berjalan tertatih-tatih keluar dari lorong rahasia milik grup Dane. Di tangan kanannya, ada kantong kulit berisi Relic yang diberikan Dane.Di tangan kirinya, topeng besi yang dia pakai sebelumnya.Ashton seperti memancarkan aura yang berbahaya, yang membuat orang-orang yang dia lewati tidak berani mendekatinya. Dia terus berjalan hingga sampai di gang tempat Tobias dan Florence berada.“…Ashton!”Tobias dan Florence bergegas menghampiri Ashton yang berjalan terhuyung mendekati mereka.Melihat kedua rekannya, Ashton menghembuskan napas lega dan duduk bersandar di dinding terdekat.“…yo,” ujar Ashton lemah sambil melambaikan tangannya.Florence segera menempatkan dirinya di samping Ashton dan menempelkan tangannya pada dada Ashton.Setelah mengalirkan aether ke tangannya, Florence mengernyitkan dahinya dan menatap Tobias.“Kondisinya tidak parah, tapi tubuhnya mengalami luka dalam. Kekuatan mentalnya terkuras habis. Bagian sekitar mata juga mengalami pendarahan hebat.”Tobias me

  • Sang Penguasa Relic   78. Tawaran

    Dane mengisyaratkan Ashton untuk mengikutinya. Jack sempat ragu-ragu, tapi dia akhirnya juga mengikuti mereka.Di ruangan yang lebih dalam, terdapat kotak-kotak dan kantong kulit yang bertuliskan simbol bahasa Tharos, serta dua pintu dengan desain yang berbeda.Ashton menghitung ada sekitar tujuh barang berupa kotak dan lima yang berupa kantong kulit.“Kita coba Relic Rank 1 dulu?”Dane menengok dan melirik ke arah barang-barang itu sebelum mengambil salah satu kantong kulit yang dekat dengan pintu berwarna merah.Ashton bisa merasakan aura yang opresif dari pintu itu, menunjukkan adanya Relic dengan Rank yang lebih tinggi dari Ashton pada ruangan di balik pintu itu.Masuk akal. Mereka tentu punya juga Relic di atas Rank 1.Ashton melihat ke arah Dane yang sepertinya sedang berusaha membuka kantong kulit itu. Dane beberapa kali mengeluarkan suara seperti “aduh”, “ow”, “akh” dan sejenisnya.Bibir Ashton berkedut melihat tingkah Dane.…apa dia tidak bisa membuka segel kantong itu? Kenapa

  • Sang Penguasa Relic   77. Penipu Ulung

    Ashton menata pikirannya dan mengingat-ingat fakta serta informasi yang sudah dia dapatkan.Pertama, Jack menyebut Dane Coot adalah bagian dari kelompok mereka. Kalau Dane adalah teroris atau bawahan Jack, dia akan menyebut Dane sebagai anak buah atau rekan.Ini berarti kelompok Jack dan Dane Coot berbeda. Yang satu memang teroris, dan yang satu hanya penyelundup Relic serta Artifact. Kemungkinan besar mereka bergabung karena kepentingannya ada titik temu.Ashton berjalan lebih pelan dari sebelumnya sambil mengamati Jack, yang berdoa dengan khidmat sambil berjalan.“Oh Dewi, Sang Penggembala Jiwa yang Pergi…”Ashton menyipitkan matanya ketika mendengar doa dari Jack.Kedua, ada yang aneh di sini. Dia tidak terlihat seperti berpura-pura ketika berdoa pada Dewi Kematian. Jack adalah penyembah Dewi Kematian? Lalu kenapa dia memanggil orang yang ditolong Wolf Brigade—aku, sebagai penghujat?Kenapa kelompok teroris ini menganggap aku sebagai musuh Dewi Kematian?Karena Ashton tidak punya pe

  • Sang Penguasa Relic   76. Penyusup

    Pria berambut pirang itu mengamati Ashton dengan seksama dari atas ke bawah.“Aneh,” gumam si pria berambut pirang itu. Ashton sendiri hanya diam, dia bahkan belum berani mengambil napas.“Aku merasa seperti pernah melihatmu. Tapi—hm, penampilan dan auramu sangat berbeda.”Si pria berambut pirang itu, yang Ashton kenali sebagai pemimpin teroris yang menyerangnya sebelumnya, memiringkan kepalanya.Dia mengamati Ashton lagi. Wajahnya sedikit mengerut. Setelah cukup lama, mata pria itu terbelalak.“Ah! Kau…!”…sial!Keringat dingin semakin deras mengalir di pipi Ashton. Ashton seperti tidak bergerak, tapi dia sudah mengarahkan telapak tangannya ke arah saku dalam mantelnya.Dengan Pull, Ashton bisa serta merta menarik revolver di sakunya.Dengan pandangan tajam yang tertutupi oleh topeng besi yang dia pakai, Ashton bersiap untuk bertarung.“…apa kau adalah Goggins dari luar kota?”Mendengar kata-kata absurd dari pria berambut pirang itu, Ashton kembali rileks. Dia mengambil napas panjang

  • Sang Penguasa Relic   75. Tautan

    Di ruangan milik Kapten Arthur, Ashton sedang duduk santai sambil memeriksa perlengkapannya.Sementara itu Kapten Arthur masih melihat koran kemarin dengan seksama.“Luar biasa. Jadi ini cara para penyelundup menyembunyikan kode pertemuan mereka.”Kapten Arthur mengangguk-angguk puas. Dia kembali melihat Ashton yang masih sibuk melakukan inspeksi pada perlengkapannya sendiri.“Tidak kusangka kalau toko bahan baku Cutler adalah milik penyelundup.”“Sebenarnya,” sahut Ashton sambil membersihkan kacamatanya, Blur Glasses, “mereka memiliki beberapa toko yang digunakan untuk membuat kode di koran.”Ashton melihat kacamata yang sudah dilap berulang kali. Merasa kurang bersih, dia melanjutkan untuk mengelapnya lagi.“Kali ini adalah Cutler. Masih banyak nama toko lain milik kelompok Dane Coot.”Kapten Arthur melihat kembali koran kemarin di depannya itu.“…menggunakan deret bilangan prima sebagai penanda koordinat? Setidaknya para penyelundup ini pernah bersekolah, atau bahkan kuliah.”Ashton

  • Sang Penguasa Relic   74. Istirahat

    Ketika Ashton membuka matanya, hanya tampak langit-langit kelabu yang tidak asing baginya.Sambil menyipitkan matanya dan mengingat-ngingat, akhirnya dia menyadari kalau sedang berada di bangsal perawatan rahasia milik Gereja Dewi Kematian.“…ruang bawah tanah ini kelam dan suram sekali.”“Kau benar. Seharusnya, prajurit garis depan seperti kita dirawat di tempat yang hangat dan dikelilingi perawat yang cantik dan elegan.”Bibir Ashton berkedut. Dia menengok ke samping kanan dan melihat ada seseorang yang berambut hitam kebiruan dengan panjang sebahu sedang asyik membaca sebuah buku.“Diam kau, pesolek. Jangan bawa-bawa hobimu.”Bastian balas menengok ke arah Ashton sambil tersenyum lebar. Giginya yang rata dan terlihat putih menambah pesonanya sebagai ‘pria paling tampan di Erworne’.Sayangnya, itu hanya menambah rasa sebal Ashton pada Bastian.“Haha, hobiku jauh lebih baik dari hobimu. Mana ada orang waras yang belum sepenuhnya pulih dan langsung memaksa dirinya untuk berlatih?”“…”

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status