Share

Chapter 124.

Author: Amaleo
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-29 00:05:12
Saat pintu sudah terbuka, Yuna menangkap sosok Ibunya yang sudah duduk di pinggir ranjang dengan pakaian yang lebih rapi dan wajah yang tampak jauh lebih segar. Dadanya langsung terasa penuh.

“Bu …” suaranya nyaris pecah.

Yuvita menoleh dengan wajah sumringah sambil menyambut putrinya.

“Yuna?” panggil Ibunya lembut. “Kamu akhirnya datang jemput Ibu.”

Tanpa menunggu, Yuna langsung mendekat dan memeluk Yuvita erat. Pelukan mereka begitu hangat, hingga membuatnya ingin menangis sejak detik pert
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 126.

    Yuna tetap diam. Namun di dalam kepalanya, semuanya justru semakin kacau. Perkataan Yuvita tadi terus bergema di kepalanya hingga Yuna mulai ketakutan. Karena kalau Yuvita tak sengaja tahu dari orang lain … terutama Firas yang sudah mengetahuinya lebih dulu darinya …. Dadanya langsung terasa sesak. Napasnya memburu tanpa bisa ia kendalikan. Kalau Firas dengan segala empati yang ia tunjukkan, ditambah sisa amarah yang sempat terlihat di koridor tadi, benar-benar memilih untuk berbicara … semuanya bakal hancur berantakan. Bukan hanya kontrak, dan bukan juga hanya dirinya yang hancur. Tapi ibunya … dan Karier Firas. Yuna mengepalkan tangannya. Pikirannya berputar cepat untuk mencari celah, mencari alasan apa saja agar Yuvita percaya. “Ibu …” Yuna akhirnya membuka mulut. Suaranya sedikit serak. “Aku nggak mau Ibu sakit lagi kalau Ibu terus mikirin hal-hal seperti ini. Apalagi—” Tok. Tok Tok. Ucapan Yuna terpotong saat pintu ruang inap terbuka pelan, membuat Yuna dan Yuvit

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 125.

    Keheningan di dalam kamar rawat inap terasa lebih berat dari sebelumnya. Yuvita masih menangkup wajah Yuna dengan kedua tangannya. Tatapannya semakin tajam, meski suaranya masih lembut. “Yuna …” panggil Yuvita pelan. “Sekarang jawab Ibu dengan jujur. Dari mana kamu dapat uang sebanyak itu?” Yuna merasa tenggorokannya seperti tersumbat. Ia berusaha tersenyum, tapi senyumannya terasa kaku dan rapuh. “Bu, aku sudah jelasin waktu itu. Itu bonus dari kantor. Kebetulan beberapa kasus terakhir berhasil, jadi aku dapat apresiasi lebih.” Yuvita tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap wajah Yuna lekat-lekat, seolah sedang mencari kebohongan di balik mata anaknya. “Jawaban itu lagi?” suaranya tetap pelan. “Bonus dari kantor … sampai bisa nutup semua utang kartu kredit, beli rumah atas nama kamu, dan sekarang bayar perawatan VIP?” Ia menatap Yuna lebih dalam. “Apa itu masuk akal menurut kamu, Nak?” Yuna

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 124.

    Saat pintu sudah terbuka, Yuna menangkap sosok Ibunya yang sudah duduk di pinggir ranjang dengan pakaian yang lebih rapi dan wajah yang tampak jauh lebih segar. Dadanya langsung terasa penuh. “Bu …” suaranya nyaris pecah. Yuvita menoleh dengan wajah sumringah sambil menyambut putrinya. “Yuna?” panggil Ibunya lembut. “Kamu akhirnya datang jemput Ibu.” Tanpa menunggu, Yuna langsung mendekat dan memeluk Yuvita erat. Pelukan mereka begitu hangat, hingga membuatnya ingin menangis sejak detik pertama. “Syukurlah … Ibu sudah boleh keluar dari rawat inap,” bisiknya pelan di bahu Yuvita. Yuvita sedikit terkejut dengan pelukan itu. Lalu tangannya terangkat dan mengusap punggung Yuna dengan lembut seperti dulu. “Iya, Nak. Ibu juga senang akhirnya boleh keluar dari kamar ini,” jawabnya ringan, bahkan terdengar ceria. “Ibu sudah jauh lebih enakan sekarang.” Namun beberapa detik kemudian, tubuh Yuvita sedikit kaku dan tak bisa bergerak lantaran pelukan Yuna kali ini tidak biasa, seolah … tak

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 123.

    Keheningan di koridor terasa menekan setelah perkataan Kai jatuh begitu saja. Yuna masih berdiri kaku di sisinya. Pergelangan tangannya berada dalam genggaman Kai yang tidak terasa menyakitkan, namun cukup tegas untuk membuatnya sadar bahwa ia tidak punya ruang untuk bergerak bebas. Firas menatap tangan itu sejenak, lalu kembali mengangkat pandangannya ke wajah Kai. Rahangnya mengeras tipis, namun ia tetap menjaga sikapnya. Kai melanjutkan dengan nada datar tanpa ekspresi. “Kalian tidak akan bertemu untuk sementara,” ucap Kai datar. “Setidaknya sampai ‘semuanya’ selesai.” Firas mengerutkan dahi. “Semuanya selesai …?” Kai mengangguk singkat sambil melanjutkan, kali ini dengan nada yang sedikit lebih rendah. “Sepertinya Yuna sudah bicara cukup panjang soal saya,” katanya pelan. “Dan menariknya … baru kali ini saya melihat dia bisa bicara terang-terangan pada orang lain, terutama pada Anda.” Kai melirik Yuna sekilas dengan sorot matanya yang penuh kepemilikan. “Saya bena

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 122.

    Firas tampak membeku di hadapan Yuna. Rahangnya mengencang tipis, dan Yuna juga menyadari perubahan ekspresi Firas yang kini terlihat tak percaya seolah pria itu salah mendengar perkataannya barusan.“Yuna …” suaranya pelan, hampir seperti bisikan yang hati-hati. “Maksud kamu apa?”Yuna menelan ludah. Tenggorokannya terasa kering, hingga suaranya nyaris tidak keluar.“Saya … nggak punya pilihan, Firas,” bisiknya pelan. “Semua biaya operasi, perawatan Ibu … semuanya dia yang tanggung.”Firas mengerutkan dahi dengan napasnya yang mulai memburu.“Yuna, bantuan biaya bukan hal yang aneh,” katanya dengan napas sedikit berat. “Tapi bukan berarti kamu harus … mengorbankan diri kamu seperti ini.”Yuna menggeleng cepat. Matanya mulai berkaca-kaca. Pikirannya sudah buntu sejak ia sudah terlanjur jujur pada Firas.“Ini bukan bantuan biasa,” ucapnya lirih. “Ada perjanjian, ada syarat, dan … saya sudah terlanjur terikat terlalu dalam.”Firas menatapnya tajam sekar

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 121.

    Yuna berdiri kaku di samping Kai, jantungnya berdegup begitu kencang hingga terasa mau meledak. Karena detik itu juga, Yuna tahu ini bukan sekadar pertemuan biasa. Yuna merasa dunia berputar. Ini sangat … sangat salah. Karena seingat Yuna, ini tidak seharusnya terjadi! Dalam cerita Novel yang ia ingat, tidak pernah ada adegan seperti ini. Tidak ada pertemuan antara Firas dan Kai di rumah sakit, apalagi di koridor rawat inap seperti sekarang! Situasi seperti ini … tidak ada di alur yang ia kenal. Dan sekarang, semuanya terasa sudah melenceng terlalu jauh dari jalur semestinya. Firas menatap mereka berdua bergantian. Wajahnya masih tenang, tapi sorot matanya berubah waspada. “Kai … Verazo?” ulangnya pelan sambil memastikan. Kai tidak terlihat terkejut. Ia justru berjalan maju setengah langkah dengan sikap tenang dan penuh kendali. Ia mengulurkan tangan lebih dulu. “Dokter Firas,” sapa Kai datar sambil sedikit mengangguk. “Senang bertemu dengan Anda. Terima kasih atas kerj

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 17.

    Esok harinya di kantor, Yuna duduk di meja kerjanya dengan tatapan kosong ke layar laptop. Tumpukan dokumen litigasi yang baru saja dilempar Rosie pagi ini sudah menjulang tinggi. Tapi Yuna hanya menatapnya, tak bergerak. Rosie muncul dari belakang sambil tangannya disilang. Bibirnya melengkung si

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 16.

    Dunia Yuna langsung berhenti, napasnya tercekat.Hukuman.Kata itu bergema di kepala Yuna seperti lonceng kematian.Apa yang di maksud Kai? Apa mereka akan melakukan itu lagi di … ranjang? Tubuhnya yang masih nyeri dari malam sebelumnya langsung bere

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 15.

    Jantung Yuna seperti terjun ke perut.Suara Kai kembali terdengar dengan nada lebih dingin yang tak memberinya ruang untuk tawar-menawar.“Sekarang kamu pilih. Kamu datang kemari, atau bayar semua hutangmu.”Yuna menahan napas. Jantungnya berdegup kencang sampai terasa

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 14.

    Yuna tersadar dengan kepala masih linglung. Cahaya putih lampu neon menyilaukan matanya, sementara bau antiseptik tajam langsung menyerbu hidungnya. Tubuhnya terasa berat, dan denyut tajam di pelipisnya membuat kepalanya hampir pecah. Ia sudah di UGD. ‘Ya Tuhan … aku pingsan di koridor tadi?’ pik

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status