Beranda / Fantasi / Sang Villainess Yang Disayang / 34. Mengacau Rencana Madam Gretta

Share

34. Mengacau Rencana Madam Gretta

Penulis: Hydragea
last update Tanggal publikasi: 2026-07-10 14:22:27

"Suara yang luar biasa! Pengawal, siapkan jaring listrik magis! Tangkap makhluk itu hidup-hidup dan kita jual dengan harga tertinggi!"

Atas perintah Madam Gretta, empat pengawal berotot segera meluncurkan jaring besi besar berenergi listrik ke arah laut.

Bersamaan dengan itu, keempatnya langsung terjun bebas ke dalam air untuk mengepung Zayn.

Namun, rencana serakah itu berakhir gagal. Sebelum jaring sempat menyentuh kulitnya, duyung Zayn dengan kelincahannya, berenang menghujam jauh ke
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sang Villainess Yang Disayang   96. Pria Brengsek

    Pertanyaan Zayn kecil yang belum sempat terjawab justru disusul oleh gumaman polos berikutnya.Dengan sepasang mata biru yang berbinar penuh harap, anak itu melanjutkan ucapannya tanpa beban."Bukankah lebih baik jika sebuah keluarga hidup bersama-sama?"Mendengar penuturan tulus dari putra kecilnya, senyum yang semula mengembang indah di wajah ibu Zayn seketika menghilang tanpa bekas. Kilau kebahagiaan di matanya meredup, digantikan oleh kekosongan yang dipenuhi rasa sakit. Lidahnya mendadak terasa luar biasa kelu untuk merangkai kata. Wanita itu tidak tahu harus menjawab apa. Bagaimana mungkin dia menjelaskan kejamnya realitas dunia kepada seorang bocah sekecil itu? Diam-diam, di balik lipatan gaun sederhananya, tangan ibu Zayn mengepal sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih, menahan gejolak emosi yang berkecamuk di dalam dada.Scarlett memperhatikan setiap detail perubahan emosi itu dalam diam. Dia bisa meras

  • Sang Villainess Yang Disayang   95. Ayah Zayn

    Sebelum Scarlett sempat melangkah lebih jauh ke tengah aula pesta yang bising, sebuah kekosongan magis kembali menarik tubuhnya. Sistem tidak membiarkannya berkeliaran tanpa arah. Dalam sekejap mata, sudut pandangnya bergeser. Scarlett mendapati dirinya kini duduk dengan anggun di sebuah kursi pertunjukan beludru merah yang empuk, berada di barisan penonton yang sedikit terpisah dari keriuhan lantai dansa. Namun, kali ini dia tidak sendiri. Scarlett sedikit tersentak saat menyadari bahwa tepat di sampingnya—berbagi baris kursi pertunjukan yang sama—duduk dua sosok yang sangat asing namun sekaligus familier. Ada seorang wanita dewasa yang anggun, dan di pelukan hangat wanita itu, duduk seorang anak kecil berusia sekitar empat atau lima tahun. Sorot mata Scarlett menajam saat menyadari satu detail fisik yang sangat mencolok: anak kecil itu memiliki rambut biru cerah yang sangat indah, sewarna dengan helai ra

  • Sang Villainess Yang Disayang   94. Dunia Batin Zayn

    Kereta kuda mewah yang membawa Scarlett dan Caspian memecah keheningan malam yang kian larut. Di dalam kabin kereta, suasana terasa begitu tenang. Sisa-sisa kehangatan dari makan malam dan ciuman penuh pengabdian tadi masih membekas di udara. Tidak ada lagi ketegangan, tidak ada lagi kecanggungan. Hanya ada rasa saling percaya yang begitu pekat, khususnya dari sisi Caspian yang kini telah menyerahkan seluruh hidup dan jiwanya kepada wanita di hadapannya. Ketika roda kereta akhirnya berhenti berputar, mereka telah sampai di depan gerbang megah Gereja Suci. Caspian bergerak lebih dahulu, membuka pintu kereta dan turun dengan gerakan anggun seorang pendeta agung. Namun, sebelum dia benar-benar melangkah menjauh, dia membalikkan tubuhnya. Sepasang netranya yang keperakan menatap Scarlett yang masih duduk di dalam kabin dengan binar pemujaan yang tidak lagi disembunyikan. "Nona Besar, sampai jumpa besok," ucap Caspian lembut. Melihat perubahan drastis pria yang dulunya p

  • Sang Villainess Yang Disayang   93. Caspian Berciuman

    "Aku... seperti baru saja mimpi yang panjang." Scarlett menopang dagu dengan satu tangan, menatap pria itu dengan binar mata yang penuh rahasia sekaligus pesona yang memikat. "Sedang memikirkan apa?" tanyanya dengan suara sedikit menggoda. Scarlett menjeda kalimatnya sesaat, melengkungkan senyum tipis di bibirnya yang kemerahan sebelum melanjutkan. "Aku sedang di sini bersamamu, kamu malah memikirkan orang lain?" Scarlett menyipitkan matanya, lalu melanjutkan ucapannya dengan nada dibuat sesedih dan terluka, "Caspian... kamu keterlaluan sekali!" Mendengar itu, Caspian bangkit berdiri. Meski tubuhnya masih terasa agak kaku setelah keluar dari ruang batin, dia menatap Scarlett dengan sangat intens. Tatapannya tidak lagi kosong, melainkan penuh dengan binar pemujaan yang mendalam. Iris mata abunya menatap lekat manik ungu Scarlett. "Bukan memikirkan orang lain... Orang yang paling penting sudah ada di sisiku." Suaranya berat namun lembut secara bersamaan. Seketika, rona m

  • Sang Villainess Yang Disayang   92. Sumpah Caspian

    "Daripada kamu berlutut menunggu keajaiban, lebih baik andalkan diri sendiri untuk melakukan semua yang bisa dilakukan!" Kalimat penuh otoritas dari Scarlett bergema di seluruh sudut ruangan, menghantam langsung ke dasar jiwa Caspian. Perlahan, bibir pria itu yang pucat mulai bergerak, mengulang kata-kata tersebut seperti mantra pembebas. Caspian bergumam lirih dengan suara parau. "Jangan bergantung dengan Tuhan, andalkan diri sendiri..." Riak di matanya kian membesar. Dia mengatakannya lagi, kali ini dengan penekanan yang lebih kuat. Scarlett tak tahu apa yang sedang Caspian lakukan, yang dia tahu—dia menginginkan Caspian sadar. Ku mohon sadarlah! "Jangan bergantung dengan Tuhan, andalkan diri sendiri." Pada hela napas ketiga, suaranya terdengar mantap dan penuh keyakinan. "Jangan bergantung dengan Tuhan, andalkan diri sendiri!" WUSH! Seketika itu juga, ranting mawar berduri yang masih tersisa dan melilit tubuhnya terbakar oleh api tak kasat mata, langsung beru

  • Sang Villainess Yang Disayang   91. Menyadarkan Caspian

    Scarlett melangkah mendekat, sepasang matanya bergetar melihat kondisi Caspian. "Caspian... bertahanlah. Aku akan melepaskanmu dari siksaan ini." Scarlett mengulurkan tangannya yang gemetar. Dia mencengkeram salah satu ranting mawar hitam yang paling besar dan tajam yang melilit dada Caspian. Dengan satu sentakan kuat, Scarlett mencabut satu duri besar dari ranting tersebut. Seketika, kilatan cahaya keperakan memancar dari bekas cabutan duri. Udara di sekeliling mereka mendadak bergemuruh, bergetar hebat. Suara-suara bisikan yang tumpang tindih mendadak menggema, beralih dari bisikan pelan menjadi teriakan memohon yang memekakkan telinga. "Tuhan, selamatkan anakku! Dia masih begitu kecil, aku memohon pada-Mu! Ambil saja nyawaku, tapi jangan anakku!" "Selamatkan istriku, dia hampir tak tahan lagi! Aku tak bisa hidup tanpanya... kumohon, dengarkan aku!" "Kumohon biarkan aku kaya raya! Biarkan aku bebas dari penyakit dan bencana! Biarkan hidupku lancar selamanya!" Scarl

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status