Share

Bab 20. Aturan

Author: Sweety
last update publish date: 2026-08-10 17:30:01

"Kalau begitu mau coba?"

Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Ketua BEMnya dan berhasil membuat seluruh sistem di dalam tubuh Asha berhenti bekerja.

Gadis berambut panjang cokelat itu menelan ludah. Haruskah ciuman pertama yang benar-benar disengaja diberikan kepada musuhnya sendiri?

Kepala Asha langsung dipenuhi berbagai kemungkinan yang saling bertabrakan. Ia membeku di tempat, menatap pria itu dengan mata membulat.

Di dalam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
cheesecakee
tar jg berbagiii eheheh
goodnovel comment avatar
Savanna
Lanjut thorrr yg panjang
goodnovel comment avatar
Rahcelle Chuu
seru thor smoga bisa ul lbh banyak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 287. Gak Mau Keluar Kota?

    Asha turun pelan-pelan dari meja dan mendongak ke wajah Angkasa setelah telapak kakinya menyentuh lantai yang dingin. "Biar aku bantu, Kak," ucap gadis itu pelan.Angkasa membiarkan Asha bekerja, menatap kekasihnya menurunkan celananya hingga miliknya yang sudah keras tegak lurus terbebas.Angkasa kemudian memasang protection tersebut ke miliknya dengan bantuan Asha.Setelah terpasang sempurna, gadis itu kembali mendongak, menatap Angkasa lekat-lekat sebelum akhirnya Asha turun perlahan hingga wajahnya sejajar dengan milik Angkasa.Tanpa menunggu lama, Asha membuka bibirnya, memasukkan ujung benda itu dan mulai mengulumnya. Rahang Angkasa mengeras merasakan hisapan Asha."Mhmm…"Gadis itu membuka bibirnya lebih lebar, memasukkan milik Angkasa hingga penuh di mulutnya. Punya kekasihnya sungguh panjang dan besar, Asha hanya bisa mengulum setengahnya. Ia kemudian memaju mundurkan wajahnya, sembari mencecap milik Angkasa. Tak ayal sa

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 286. Udah Gak Marah

    "Bukannya Kakak… masih ada kerjaan?" celetuk Asha dengan suara mencicit. "Aku udah gak marah kok…"Asha akhirnya menyadari dirinya beberapa saat lalu terkesan egois. Padahal ia sudah memberi sugesti pada dirinya sendiri untuk menjadi kekasih yang pengertian."Ahh…" desahan tipis lolos dari bibirnya yang sudah bengkak karena ciuman. Tangan Angkasa bergerak cepat menggosok miliknya di bawah sana.Angkasa kemudian mendekatkan bibir ke telinga Asha, lalu berbisik, "jadi sekarang kamu mengakui kalau kamu memang marah?"Alih-alih menjawab, Asha menggigit bibir bawahnya, mengerutkan kening sembari mencengkeram pundak Angkasa. "Mmhmm…"Tangan gadis itu yang berada dalam celana Angkasa ia keluarkan dan kini mencengkeram kaus hitam yang meletak di tubuh atletis Angkasa."Aahh… Ahh… Kak…" Asha mendongak lantaran gosokan jari Angkasa di bawah sana semakin cepat, membuat Asha terbuai oleh kenikmatan.Di momen itu, Angkasa mengecup le

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 285. Makanya Kasih Kode

    Asha berkedip-kedip lalu menelan ludahnya sekuat tenaga. Jantungnya sendiri semakin bergedor kuat, seolah ingin menerobos keluar dadanya.Tidak berselang lama setelah Angkasa mendudukkannya di atas meja dapur, pria itu membungkuk, meletakkan kedua tangannya di sisi paha Asha yang mulus, mengurungnya dalam jarak yang begitu dekat.Napas Asha semakin memburu dan tatapannya turun, menangkap pusat celana Angkasa yang tampak sesak di sana. Pipi Asha seketika menghangat dan tak sadar tangannya mencengkeram tepi meja marmer yang dingin."Masih mau bilang kalau aku gak 'mau' sama kamu, hm?" bisik Angkasa, menyunggingkan senyum tipis, menyadari ke mana tatapan gadisnya berlabuh.Asha menolehkan wajahnya yang memerah. "Makanya kasih kode seperti biasa," ucapnya sedikit ketus, namun suaranya itu teredam oleh rasa malu-malu.Angkasa kemudian mendekatkan wajahnya ke leher jenjang Asha, membuat gadis itu spontan menahan napas dan menggigit bibir bawahn

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 284. Selalu Mau

    Asha menyendok es krim stroberi di dalam mangkuknya. Setidaknya, rasa manis dan sensasi dingin yang meleleh di lidahnya mampu meredakan sedikit kobaran api di dalam dadanya. Meski begitu, kekesalan Asha terhadap Angkasa belum juga surut. Gadis yang mencepol rambut cokelatnya itu—duduk di salah satu kursi tinggi di depan meja dapur. Ia mengayunkan kedua kakinya pelan sambil mengaduk es krim yang mulai mencair dalam mangkuk. Tiba-tiba, sepasang lengan melingkar dari belakang tubuhnya. Angkasa memeluk pinggangnya, lalu menyandarkan dagu di bahu Asha. "Pacar aku kenapa, hm?" tanya Angkasa lembut. Pria itu mencubit pelan pipi Asha, tetapi kekasihnya sama sekali tidak bereaksi. Gadis itu justru kembali menyendok es krim seolah-olah keberadaan Angkasa di belakangnya tidak lebih menarik daripada makanan dingin di dalam mangkuk. "Gak apa-apa," jawab Asha ketus. Dahi Angkasa berkerut. "Beneran?"

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 283. Kamu Cemburu?

    Asha mengangkat wajah, mengerjap pelan lalu mengulum bibirnya lagi sejenak. "Memangnya ada siapa saja?" Suara gadis itu terdengar dingin.Angkasa berkedip pelan, memiringkan kepalanya sepersekian derajat. "Ada beberapa orang dari tim proyek. Termasuk seorang arsitek perempuan."Asha terdiam beberapa detik. Ia kembali meraih gelasnya dan menyesap minuman, kali ini sedikit lebih lama."Oh." Satu kata itu meluncur datar dari bibir Asha.Angkasa menahan senyum. Ia meletakkan garpu dan pisaunya, kemudian mengulurkan tangan untuk meraih tangan Asha di atas meja."Kamu cemburu?" lontar Angkasa dengan suara dalam yang provokatif.Asha meletakkan gelasnya dan menggeleng cepat. "Enggak, kok, Kak," ujarnya membantah."Tapi wajahmu mengatakan sebaliknya, Sayang," timpal Angkasa, mengangkat satu sudut bibirnya tipis.Asha mengerucutkan bibir. "Aku cuma bertanya, Kak.""Iya, aku tahu." Angkasa mengusap punggung tanga

  • Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!   Bab 282. Boleh Sekali Lagi?

    Asha menoleh, lalu mendapati Angkasa sedang menatapnya. "Kenapa Kakak malah melihat aku?"Sudut bibir Angkasa  terangkat tipis. "Enggak apa-apa, Sayang. Aku cuma sedang melihat sesuatu yang menurutku juga cantik banget."Asha membeku. Butuh dua detik sebelum rona merah merambat di pipinya. "Kak Angkasa gombal, ih!"Pria itu tertawa kecil, kemudian meraih tangan Asha dan mengajaknya duduk di salah satu bangku kosong di depan tangki. "Gak gombal, Sayang. Aku serius.""Ayo, istirahat dulu. Dari tadi kamu jalan ke sana kemari gak berhenti-berhenti," bujuk Angkasa lembut.Asha menurut, duduk di samping Angkasa, lalu kembali memandangi ubur-ubur yang berenang di hadapan mereka.Kali ini, Asha tidak terburu-buru berpindah tempat. Ia hanya ingin menikmati suasana tenang itu sedikit lebih lama, dengan tangan yang masih berada dalam genggaman Angkasa.Beberapa menit kemudian, Asha perlahan menyandarkan kepalanya di lengan Angkasa.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status