"Apa Ketua BEM orangnya?" gumam Asha. Manik cokelat gadis itu menyorot tajam ke arah Angkasa yang duduk bersama beberapa panitia orientasi di meja sudut aula makan. Satu-satunya orang mencurigakan untuk sekarang adalah Ketua BEM arogan itu. Di tengah perang pikirannya, sebuah nampan makanan diletakkan tepat di hadapan Asha. "Lagi liatin siapa, Asha?" Gadis itu tersentak kecil dan mengangkat pandangan. Keyra sahabatnya yang berkepang satu sudah duduk di seberang meja sambil menatapnya penuh selidik. "Gak ada kok, cu-ma… melamun," jawab Asha mengedikkan bahu, lalu buru-buru menyuap makanannya. Keyra menyeringai jahil. "Kamu liatin Kak Angkasa ya?" "Apa sih?" Asha membantah. "Enggak!" "Gapapa kali, Sha. Kak Angkasa memang seganteng itu kok, wajar kalau kamu juga kepincut." Asha tersedak, namun ia berhasil menelan makanannya tepat waktu. "Enggak, Keyra." "Terus kenapa muka kamu merah?" goda Keyra. "Panas, Key," kata Asha, meniup napas kasar dari bibir merah mudanya.
Last Updated : 2026-08-07 Read more