Ketika Aku Pergi Nanti

Ketika Aku Pergi Nanti

last updateLast Updated : 2026-10-21
By:  HarucchiUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10
5 ratings. 5 reviews
6Chapters
23views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

“Tiga bulan lagi setelah perjanjian bisnis keluarga, kita akan bercerai. Aku tidak meminta izinmu, aku hanya memberitahu bahwa aku akan menikahi Elsa." Tepat di anniversary pernikahan ketiga kami, Julian Ashford mengucapkan kalimat itu. Baginya, aku hanyalah istri bisnis tanpa tahu perasaanku. Sementara aku, yang diam-diam telah kehabisan waktu, akhirnya memutuskan untuk berhenti mengharapkannya. Aku menerima perceraian itu dengan memintanya syarat, selama seratus hari ke depan, Julian harus menjadi suami yang baik untukku. Dia menyetujuinya, mengira seratus hari hanyalah harga kecil untuk mendapatkan kebebasannya. Dia tidak tahu bahwa setiap hari yang kami habiskan bersama adalah satu hari yang mungkin tak akan pernah kumiliki lagi.

View More

Chapter 1

1

“Gara-gara aku, kamu jadi harus hidup dengan satu ginjal.”

Langkah Alana terhenti di depan pintu dapur. Suara rendah suaminya yang berada di dalam dapur itu mengejutkan Alana. Di sana, tampak Julian berdiri di depan meja dapur dan sedang memasak sesuatu.

Ia hampir saja kaget bahwa pria itu... mengetahuinya.

Pria itu tidak sendiri. Elsa—adik angkat Julian baru saja melangkah menghampiri, memeluk tubuh Julian dari samping sambil bercengkrama hangat.

Tubuh Alana seketika menegang. Ia sempat berpikir, pria itu mengucapkan padanya ketika pulang.

‘… satu ginjal? Apa dia mengira donor ginjal yang dia terima lima tahun lalu itu didapatkan dari Elsa? Bagaimana bisa? ….’

Miris.

Padahal, baru saja, Alana kembali dari rumah sakit setelah divonis gagal ginjal karena hanya bergantung pada satu.

‘Jika satu-satunya ginjalmu yang sakit itu tidak segera mendapatkan donor, hidupmu akan bertahan paling lama seratus hari ke depan.’

Pernyataan itu membuat Alana terkesiap. Selama ini, ia selalu mengira dirinya hanya pusing, mudah lelah, dan mual karena efek stres dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang serius.

Dia hanya meminum obat pereda nyeri yang dijual bebas. Tidak pernah terpikir olehnya bahwa semua itu adalah bagian dari laju kerusakan ginjalnya yang tinggal satu.

Dan ketika ia kembali pulang, dada Alana seakan terbakar. Julian mengira donor ginjal yang diberikan padanya di masa lalu itu dari Elsa. Ditambah lagi, dua orang kakak beradik itu bermesraan seperti layaknya suami-istri.

Jika Alana menegur, Julian pasti akan membalas dengan ucapan getir, ‘Dia adik perempuanku.’

'Angkat.'

Alana mendengus. Sungguh konyol.

“Kak Julian!” suara Elsa membuyarkan lamunan Alana. “Kak Alana kan sudah memasak begitu banyak makanan! Bahkan ada kue anniversary kalian.” ucap Elsa dengan nada manja.

“Kakak tidak apa-apa malah memasak lagi untukku?”

“Kamu tidak bisa makan makanan laut. Ada sup ikan di sana. Aku tidak ingin perutmu kembali mual.” Julian berkata hangat selagi mengelus puncak kepala Elsa.

Melihat itu, Alana mengepalkan tangannya. Ini bukan kali yang pertama Julian mengabaikan Alana demi Elsa.

Lima tahun lalu, sebelum ia menjadi istri Julian, masih ia ingat dalam kepala, setelah operasi transplantasi, Alana justru menemukan bahwa dirinya dipindah ke kamar rawat kelas rendah dengan fasilitas yang tidak layak.

Seorang perawat berkata bahwa kepindahan Alana dari kamar VIP adalah atas permintaan Julian.

Kabarnya, Julian meminta kamar VIP yang ditempati Alana dikosongkan untuk ditempati Elsa. Namun, secara kebetulan, satu-satunya kamar yang tersedia adalah ruangan kelas rendah tersebut.

Awalnya Alana tidak percaya. Sampai ia pergi ke kamar rawat Julian untuk memastikan kebenaran itu.

Di sana, pria itu tampak sedang memegang tangan Elsa. Wanita itu duduk di sisi ranjang dengan tangan yang juga tertancap jarum infus.

Saat itulah Alana menganggap bahwa pengusiran Julian dan kemesraan yang dilihatnya adalah jawaban atas pengorbanan Alana.

Bahkan kini, ketika jelas-jelas di atas meja tersaji begitu banyak makanan, Julian yang sering mengeluh kelelahan setiap baru pulang bekerja sama sekali tak merasa repot untuk memasak demi Elsa.

“Kakak baik sekali!” Elsa memeluk Julian lebih erat. “Terima kasih!”

“Aku yang harusnya berterima kasih. Karena tanpa kamu, aku tidak akan sampai ada disini.” pungkas pria itu.

‘Bagaimana mungkin Julian berpikir bahwa orang yang mendonorkan ginjal padanya adalah Elsa?’

“Kak Alana!”

Alana tersentak ketika suara Elsa terdengar. Wanita itu baru saja menyadari kehadirannya. Senyum gadis itu mengembang lebar. Terlihat hangat dan cerah. Namun di saat yang sama, tak pernah nampak tulus di mata Alana.

“Kapan Kakak sampai?” Wanita itu menghampiri Alana, lalu menarik lengan Alana menuju kursi terdekat. “Duduklah, Kak! Kak Julian sedang memasak untuk kita!”

Tepat saat Elsa kembali ke arah Julian, pria itu baru saja selesai memasak. Aroma daging panggang menguar tajam di ruangan itu. Alana memejamkan mata erat-erat. Rasa mual mulai menyengat hebat. Namun, dia berusaha keras menahan dorongan untuk muntah.

“Sebentar Kak! Ada sesuatu di lehermu!” Elsa mendekat ke arah leher Julian sambil tertawa. Tangannya menyentuh tengkuk suami Alana itu tanpa ragu. Sementara itu, Julian menyingkir sedikit sambil tertawa kecil.

“Hei, geli. Hati-hati. Aku sedang membawa piring panas.”

Dari tempatnya, Alana memperhatikan kemesraan kecil itu. Bahkan Alana yang istri sah Julian pun, tak pernah berinteraksi semanis itu.

“Oh, iya! Selamat hari anniversary untuk kalian berdua ya! Aku turut berbahagia!” sahut Elsa yang kini duduk di sudut lain meja makan—tepat di sebelah Julian duduk.

Tidak ingin berada lebih lama di sana, Alana beranjak bangkit sebelum pria itu menahannya. “Mau kemana?”

Alana terdiam.

“Tidak kah tidak sopan tidak menyapa tamu?” imbuhnya seraya menaruh sepotong steak di piring Elsa. “Kenapa lama sekali kau pergi?”

Alana tak yakin bisa menahan rasa mual—karena aroma makanan, atau karena suasana di antara Julian dan Elsa. Ia membalikkan badan sekilas.

“Aku mau ke kamar.”

Julian dan Elsa balik menatapnya dengan raut penuh keterkejutan. Alana yang dulu, mungkin akan meminta maaf karena terlambat pulang, atau melayani tamu Julian dengan hangat.

Tetapi detik ini, wanita yang berada di depan mereka adalah Alana yang sebentar lagi akan mati. Dia tidak akan merelakan sisa waktunya untuk menjadi pelayan bagi mereka.

Alana melangkah tenang menuju kamarnya. Tak terdengar suara apa pun di belakangnya.

Bahkan Julian sendiri tidak memberi ucapan selamat hari jadi atau bahkan memakan masakan yang ia buatkan untuk hari jadi mereka.

Kenyataan itu membuat kekecewaan di hati Alana semakin mengganda.

Saat melangkah menaiki anak tangga, Alana mencengkeram susuran tangga erat-erat. Matanya dipejamkan.

Kepalanya mendadak terasa berputar. Dalam hati, Alana bertanya-tanya, apakah nanti jika semakin dekat waktunya, gejala-gejala ini akan semakin sering muncul? Akan separah apa?

Alana meringis kecil, menahan sensasi berputar yang menyerangnya beberapa saat, kemudian kembali berjalan dengan sedikit terhuyung menuju kamarnya.

“Alana.”

Baru saja Alana masuk ke kamar, sosok Julian menyusul dan berdiri di hadapannya.

Belum sempat Alana bereaksi—

PRAK!

Julian melempar sebuah map ke atas kasur.

“Tandatangani itu,” perintah Julian singkat. “Aku ingin kita bercerai. Aku akan menikahi Elsa.”

Alana mengernyitkan dahi. Sesaat, suaranya tak sanggup keluar.

“Bukankah dia adik angkat keluargamu?” tanya Alana, suaranya bergetar.

Julian tersenyum kecil, “Kamu ingat kecelakaan yang kualami lima tahun lalu? Aku baru tahu, dia yang menyelamatkanku dengan mendonorkan ginjalnya.” tambah Julian. “Jadi, aku akan menikahinya.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

EYN
EYN
Yeeey... buku baru. Sebelumnya baca Godaan Ibu Kos Cantik punya Kak Harucchi bagus banget. Yang ini pasti ga kalah menarik.
2026-10-22 17:55:51
0
0
Henny Djayadi
Henny Djayadi
masukin library dulu. biat ga ketinggalan kisah Alana, bagaimana dia berjuang bertahan hidup dengan 1 ginjal
2026-10-22 17:53:58
0
0
Mirielle
Mirielle
Bagus bgt. Up yang banyak Thor, sampe Julian menyesal. Gregetan aku.
2026-10-22 17:28:07
0
0
TIZZZ
TIZZZ
Cocok buat aku yang nyari bacaan angst melodramatic 🥹🥹🥹
2026-10-22 17:27:23
0
1
Strawberry
Strawberry
Semangat kakak.....touchy story....( ⚈̥̥̥̥̥́⌢⚈̥̥̥̥̥̀)
2026-10-22 17:20:04
0
0
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status