Share

60. Tidak Tulus

last update Tanggal publikasi: 2026-08-21 22:22:43

**

Kayla sebenarnya tidak setuju dengan ide ini. Ia pikir suaminya terlalu berlebihan dengan menyuruh Anin datang menemuinya hanya untuk minta maaf. Sebab Kayla sudah berbesar hati memaafkan Anin dan memilih melupakan semua kejadian kecelakaan tempo hari itu.

"Nggak bisa dibiarin aja, Sayang.." Kaivan menggeleng tegas. "Dia nggak bisa lepas tangan begitu aja. Udah bagus aku nggak suruh dia tanggung jawab yang lain atau lebih parah laporin ke polisi. Padahal kalau aku mau, aku bisa-bisa aja jera
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   60. Tidak Tulus

    **Kayla sebenarnya tidak setuju dengan ide ini. Ia pikir suaminya terlalu berlebihan dengan menyuruh Anin datang menemuinya hanya untuk minta maaf. Sebab Kayla sudah berbesar hati memaafkan Anin dan memilih melupakan semua kejadian kecelakaan tempo hari itu."Nggak bisa dibiarin aja, Sayang.." Kaivan menggeleng tegas. "Dia nggak bisa lepas tangan begitu aja. Udah bagus aku nggak suruh dia tanggung jawab yang lain atau lebih parah laporin ke polisi. Padahal kalau aku mau, aku bisa-bisa aja jerat dia pakai pasal percobaan pembunuhan.""Van, astaga ... tapi dia itu adik kamu sendiri.""Bukan, Sayang ...."Kayla pikir, Kaivan terus mengatakan itu karena ucapan Widya yang menyakiti hatinya dulu itu. Kayla sudah hampir mengatakan jangan seperti itu lagi, tapi kemudian Kaivan memilih melanjutkan kata-katanya."Anin bukan adikku, dan Laskar bukan kakakku. Kita nggak berasal dari darah yang sama.""Gimana?" Kayla mendekatkan dirinya kepada pria itu. Dahinya berkerut sebab ia benar-benar tidak

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   59. Ku Katakan Dengan Indah

    **Ruangan yang awalnya terasa pekat dengan atmosfer panas akibat paparan emosi dari orang-orang yang ada di dalamnya, mendadak jadi hening. Widya kehilangan kata-kata. Ia nyaris menyembunyikan diri di belakang Laskar yang tiba-tiba juga kehilangan suara."Aku sudah cukup diam, mengalah, dan merelakan hakku kalian rebut. Tapi ternyata kalian semua lebih nggak tahu diri dari yang aku pikir! Jadi sekarang gimana menurut kalian, ha?" Maka di tengah keheningan itu, Kaivan kembali menjadi satu-satunya yang bersuara. Ia berbicara dengan tegas, meski masih bisa menjaga emosi. "Jadi maunya gimana?" Kaivan berbicara kepada Widya yang masih menciut. "Aku bisa-bisa aja kok ambil lagi rumah peninggalan Papa. Karena kalau dihitung siapa ahli warisnya, rumah itu sebenarnya punyaku, kan? Kalian bertiga cuma datang saat Papa udah berada di atas. Udah tinggal menikmati hasil kerja keras Papa aja. Sialnya waktu Papa sakit dan akhirnya nggak ada, kalian gunakan harta itu sesuka hati. Aku yang ahli war

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   58. Hampir Terkuak

    **Lama Kaivan menunggu respon dari dua perempuan berbeda usia yang ada di ruang tamu itu. Namun hingga detik demi detik berlalu, yang ia dapatkan hanya keheningan mutlak. Hal itu seperti mengkonfirmasi bahwa Anin memang sengaja mencelakai Kayla, bukannya sekedar kecelakaan biasa."Kamu lebih memilih ditangkap polisi aja?" Kaivan kembali bersuara. Ia berbalik memandang Anin dengan tajam. "Oke, kalau begitu. Aku akan lapor sekarang juga."Kaivan lantas mengayun langkah ke arah pintu untuk keluar. Ia tidak berbohong, memang serius akan pergi ke kantor polisi malam ini juga. Jika tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan, maka menempuh jalur hukum bukan hal yang terlalu sulit untuk Kaivan.Namun baru satu langkah ia menapak, Anin sudah melontarkan teriakan nyaring."Dasar kakak nggak punya hati! Demi perempuan yang bukan siapa-siapamu, kamu rela nyakitin adikmu sendiri! Bukan hanya adik, tapi kamu juga rela bikin kami, satu-satunya keluargamu, sengsara!" Gadis dua puluh tahun itu bers

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   57. Take A Responsibility!

    **Kaivan mendekatkan bibirnya, mengecup sepanjang rahang Kayla dengan lembut. Napasnya memburu dan suhu tubuhnya meningkat. Kayla sudah tahu akan menuju ke mana adegan yang seperti demikian itu."Ini di kantor, Van ...." Ia memperingatkan dengan lembut, sebab tak ingin dianggap menolak. "Nanti aja di rumah, gimana? Memangnya nggak ada hal urgen yang harus kamu kerjain?""Hm-mm ...." Kaivan mencebik. Bibirnya cemberut. "Kalau pengennya sekarang, gimana?""Jangan kayak anak ABG puber gitu, deh.""Kalau sama kamu, aku kayaknya nggak bisa jadi dewasa, deh ...."Kayla terkekeh. Ia membalas ciuman sang suami selama beberapa saat, hingga akhirnya mendorong pelan dada bidang pria itu."No ... nanti aja di rumah. Sekarang kita harus keluar, karena ini jam kerja. Ayo, nggak boleh males."Meski dengan menahan senyum kecut, Kaivan akhirnya mengangguk dan membawa Kayla keluar dari ruang istirahat itu. Sementara sang istri mendudukkan diri di atas sofa, ia bersiap membuka dokumen yang sudah dileta

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   56. Suara Sumbang

    **Gedung kantor empat lantai itu sejuk, tertata rapi dan sangat tenang seperti sebuah perpustakaan. Kayla merasa degup jantungnya berpacu dua kali lebih cepat saat kakinya melangkahi ambang pintu depan.Ketika ia dan Kaivan sampai di lobby, apa yang Kayla khawatirkan benar terjadi. Semua pasang mata yang berada di sana sontak mengarah kepadanya. Ada yang memandang dengan ingin tahu, ada pula yang jelas-jelas melemparkan pandangan penuh penilaian.Rasanya tidak nyaman, sungguh. Kayla ingin berbalik pergi dan meninggalkan tempat itu saat itu juga. Ia tahu diri, dan orang-orang yang berada di sana sepertinya tidak senang melihat kehadirannya.“Angkat wajahnya, Sayang. Jangan nunduk.” Tapi suara Kaivan terdengar menegur dengan lembut. Kayla segera memandang kepadanya.“Kamu adalah istriku. Kamu nyonya bos. Jangan menunduk seperti itu, ya? Kamu itu cerminanku loh.”“Mereka semua kayaknya nggak terlalu suka sama aku, Van.” Kayla membalas dengan cemas.“Nggak masalah. Kita memang nggak lah

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   55. Aku Sayang Kamu

    **"Maafin aku, Van. Tapi aku nggak mau ketemu atau berurusan lagi sama Anin dan yang lainnya. Bukan karena aku takut, tapi aku pikir hanya akan buang-buang waktu kalau berurusan sama mereka. Aku kenal benar watak ibu dan adik kamu. Lagipula, kalau kita nekat datangin mereka, bukan nggak mungkin Laskar akan ikut campur. Aku nggak mau ketemu sama Laskar."Kaivan tertegun mendengar pernyataan Kayla. Ah, benar juga. Ia sendiri pun enggan bertemu dengan Laskar, sebenarnya. Pria itu diam cukup lama, sebelum akhirnya meraih tangan Kayla dan berujar pelan."Kamu yakin, Kay?""Tentu saja. Aku nggak ingin berurusan dengan mereka lagi.""Jujur, aku yang nggak rela kamu diginiin. Mereka nggak tahu seberharga apa kamu buat aku. Demi Tuhan, aku benar-benar nggak rela kalau kamu terus-terusan disakiti hanya karena rasa iri mereka.""Percayalah, aku baik-baik aja. Kalau aku rasa hal-hal seperti ini masih bisa aku atasi sendiri, maka kamu nggak perlu khawatir, Van. Aku bukan perempuan yang selemah it

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status