Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar

Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-07-02
Oleh:  Anindya AlfariziBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
7Bab
5Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Bertahun-tahun menikah, Kayla Anjani hanya dianggap beban yang memalukan bagi suaminya. Sampai suatu hari, adik iparnya, Kaivan Aditama, masuk ke dalam rumah mereka dengan membawa kehangatan Kayla dambakan sejak lama. “Di rumah ini, kamu memang istri kakakku. Tapi di malam hari, hanya aku yang tahu cara memuaskanmu dengan baik.”~ Kaivan

Lihat lebih banyak

Bab 1

1. Selalu Salah Di matamu

**

"Aku ajak kamu malam ini agar nggak ditanya macam-macam sama rekan bisnisku, tapi kamu malah sok asik dan ikut nimbrung percakapan kami. Apa kamu memang sengaja mau menggatal sama mereka?!"

Kayla yang awalnya hanya menunduk ketika masuk rumah, seketika mengangkat wajah. Alisnya berkerut, memandang tak percaya pada laki-laki di hadapannya.

“Mas, kok bisa-bisanya kamu nuduh aku begitu?”

“Ya karena kenyataannya memang begitu, kan?”

“Mas, aku nggak–”

“Aku nggak mau berdebat. Aku bilang begini supaya kamu lebih sadar diri aja lain kali. Kamu tahu, kamu tuh sudah bersuami. Nggak seharusnya kamu mencoba akrab sama orang lain, terutama laki-laki.”

“Mas–”

“Aku capek, mau istirahat.”

Laskar Abimana, pria tiga puluh tiga tahun itu, berpaling dan pergi menjauh begitu saja.

Sama sekali tidak menoleh lagi kepada sang istri, Kayla Anjani, yang masih terpaku di depan pintu rumah. Terkejut dengan semburan kata-kata kasar yang baru saja didengarnya.

“Mas, mau aku siapkan air hangat buat mandi dulu, nggak?”

Tidak ada jawaban. Pria itu sepertinya pura-pura tuli. Ia melangkah menaiki tangga tanpa menoleh.

Kayla menatap punggung suaminya yang kian menjauh. Rasa kecewa dan malu bergejolak memenuhi dadanya hingga membuatnya mual.

Malam ini, Kayla menemani Laskar menghadiri pesta pernikahan salah satu rekan bisnis dan sahabat Laskar sejak SMU.

Maksud hati mengakrabkan diri dengan teman-teman sang suami agar tidak canggung. Toh, Kayla hanya menimpali sesekali obrolan mereka. Dan lagi, Kayla sudah pernah bertemu dengan beberapa dari mereka sebelumnya.

Tapi nyatanya, Laskar justru marah besar.

Menurutnya, Kayla hanya perempuan rumahan yang tidak mengerti tren. Dunia sehari-harinya hanya berkutat seputar dapur, kasur, dan sumur saja.

Jadi mana nyambung jika diajak ngobrol teman-teman Laskar yang kebanyakan adalah pebisnis muda.

Padahal nyatanya, teman-teman Laskar juga menanggapi Kayla dengan hangat. Sesekali tertawa dengan candaan Kayla, serta sama sekali tidak menganggap Kayla udik.

Perempuan dua puluh tujuh tahun itu menghela napas berat.

Tiga tahun menikah dengan Laskar, Kayla seringkali berakhir dengan situasi seperti ini. Ya, benar. Ini bukanlah pertama kalinya.

Kayla tahu, ia memang hanya seorang istri yang tidak bekerja. Tapi bukan berarti ia tidak tahu bagaimana dunia berputar.

Mereka belum dikaruniai keturunan, jadi Kayla masih punya waktu untuk dirinya sendiri. Segala informasi teraktual, sekarang sangat mudah diakses melalui internet, kan?

Lagipula, sebelum menikah dengan Laskar, Kayla sempat bekerja di sebuah perusahaan multinasional dengan jabatan lumayan.

“Sudahlah, mungkin aku tadi memang berlebihan. Lagian Mas Laskar benar, aku sudah bersuami, nggak boleh menggatal sama laki-laki lain. Aku akan minta maaf sama dia nanti .”

Menghela napas lelah, Kayla membungkuk untuk melepas heels yang ia kenakan dan bersiap naik ke kamarnya yang berada di lantai dua.

Pintu kamar Kayla buka perlahan agar tidak menimbulkan suara keras yang mengganggu. Ia masuk, mendapati sang suami yang sedang berbaring di atas ranjang dengan ponsel dalam genggaman. Sudah melepas kemejanya, dan bersiap untuk tidur.

Berbeda dengan ketika berbicara dengannya, di hadapan ponsel itu, wajah Laskar tampak sumringah. Sesekali ia tersenyum lebar, lalu mengetik sesuatu dengan bersemangat.

Entah apa yang membuatnya demikian.

Laskar memang begitu, lebih banyak menghabiskan waktu dengan ponselnya daripada mengobrol dengan Kayla. Tak peduli betapa istrinya merasa kesepian di rumah.

Kayla tidak akan bertanya, sebab ia sudah hapal jawabannya.

Pasti Laskar akan mengatakan, “Nggak usah tanya-tanya. Aku jelasin pun, kamu mana paham dunia bisnis. Tugas istri tuh cuma patuh dan melayani suami. Nggak perlu ikut campur masalah yang lain-lain.”

Menghela napas pelan, perempuan itu memilih mengganti pakaian dalam diam.

Posisi Laskar ternyata masih sama ketika Kayla keluar dari kamar mandi setelah mencuci muka. Sesekali pria itu tertawa kecil, tampak bahagia sekali.

‘Dia mana pernah ketawa begitu kalau sama aku.’ Kayla membatin dengan masam.

Gerakan derit pelan pada ranjang saat Kayla duduk, membuat Laskar melirik sekilas.

Seketika, raut wajah pria itu kembali menjadi datar.

“Besok aku pulang malam,” katanya singkat. “Tidur duluan aja, nggak usah nungguin. Nggak usah siapin makan malam. Aku makan di luar.”

“Memangnya kamu mau ke mana?”

“Meeting sama klien.”

“Meeting? Meeting apa, Mas? Besok kan weekend. Apa masih harus kerja sampai malam juga?”

“Aku bos ya, Kay. Bukan karyawan biasa. Ah, kamu mana ngerti masalah begini, sih? Sudahlah, nggak usah tanya-tanya.”

Kayla mengatupkan bibir. Menelan kembali kata-kata yang hampir ia ucapkan. Percuma saja, sebab Laskar sama sekali tak bisa dibantah.

Ia tahu, perusahaan kontraktor yang dirintis Laskar sejak dua tahun lalu, belakangan ini mulai punya nama.

Perusahaan itu dibangun dengan bantuan Kayla yang rela menyerahkan semua tabungan serta menjual beberapa perhiasan warisan mendiang ibunya.

Karena Kayla pikir, toh jika nanti Laskar sukses, ia sebagai istri yang akan menikmati hasilnya juga.

“Mas, Ibu tadi nelepon aku ….” Kayla berkata pelan setelah jeda hening yang cukup lama. “Nanyain … masalah biasanya. Beliau bilang apa nggak ada jadwal ke dokter lagi–”

“Ck! Udahlah, jawab aja apaan gitu. Bilang kalau udah usaha, tapi belum dikasih rezeki anak sama Tuhan. Terus mau gimana lagi, kan?”

Kayla mengernyit. Ia bahkan belum menyelesaikan kalimatnya, tapi Laskar sudah memotong secara sepihak. Tak memberikan kesempatan kepada Kayla untuk menyelesaikan kalimatnya.

Ia selalu begini, seperti menganggap tidak penting satu persoalan rumah tangga ini, yang sebenarnya sudah tiga tahun menjadi pokok masalah hari-hari mereka.

Sementara sang mertua, ibu Laskar, terus mendesak perihal kehamilan kepada Kayla, Laskar sendiri justru acuh tak acuh.

Setiap Kayla berusaha mengajaknya menemui dokter untuk periksa atau sekedar konsultasi, hanya jawaban dingin yang Kayla dapatkan.

“Mas, tapi Ibu lho nanyain terus. Beliau pikir aku yang nggak niat ngajak kamu ke dokter buat program.”

“Ya sudah sih, sana! Kan kamu nganggur, jadi bisa pergi ke dokter kapan aja. Aku sibuk, karyawanku banyak! Harus urus perusahaan. Mana sempat pergi ke dokter segala?”

“Ayolah Mas, sekali-sekali luangin waktu. Kita pergi periksa bareng, biar tahu masalahnya ada di mana. Namanya usaha kan harus berdua–”

“Oh, jadi sekarang kamu mau nuduh aku penyebabnya yang bikin kita nggak bisa punya anak, gitu? Kamu mau bilang aku yang bermasalah?”

Kayla tersentak. Ia menggeleng lirih, “Bukan begitu … aku nggak pernah ngomong gitu, Mas. Aku cuma mau kita periksa bareng–”

“Ah! Sudahlah! Ngomong sama kamu tuh cuma bikin ribut terus! Nggak guna!”

Pria rupawan itu beranjak dari atas ranjang dengan gerakan kasar. Melangkah keluar kamar, lalu membanting pintunya hingga berdebam menutup.

“Mas, kamu mau ke mana?”

***

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status