Share

83. Hallo, Angel!

last update publish date: 2026-10-29 04:11:11

**

“Kayla, jangan tidur! Kamu nggak boleh tidur! Ayo, buka mata dan lihat aku! Please, jangan tidur!”

“Tapi aku ngantuk banget, Kaivan. Biarin aku tidur sebentar aja ....”

“Nggak boleh! Sayang, lihat aku. Kita hampir sampai, jangan pejamin mata kamu sama sekali! Tahan sebentar aja, please!”

Meski kesal setengah mati, Kayla akhirnya berusaha sekuat tenaga untuk tetap terjaga hingga mobil mereka sampai di depan gate UGD rumah sakit. Padahal ia benar-benar merasa lelah dan mengantuk di tengah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   Extra Part 1

    **Empat tahun berlalu seperti kedipan mata. Pagi itu, suasana di rumah Kaivan dan Kayla sudah ramai sejak matahari baru muncul di ufuk timur. Suara langkah-langkah kecil yang bersemangat memantul di sepanjang koridor rumah."Mama! Tas kelinci Elea mana? Sepatu yang ada lampunya udah dipasangin kaos kaki belum?" suara cempreng nan menggelegar milik Elea menggema dari arah kamar. Meriah sekali, menyambut pagi yang hening.Gadis mungil itu tumbuh menjadi sosok yang sangat periang. Matanya lentik, bulat berbinar, pipinya merah alami, dan celotehannya seolah tak pernah habis. Pagi ini adalah hari pertamanya masuk preschool, dan alih-alih takut seperti anak-anak pada umumnya, Elea justru sudah siap berjam-jam sebelum jam masuk sekolah.Kayla keluar dari dapur sambil menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah putrinya. "Sabar, Sayang. Ini tasnya udah Mama bawain. Papa mana? Udah siap belum?""Papa masih rapihin dasi di kamar, Ma!" seru Elea sambil meloncat-loncat kecil di atas karpet rua

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   84. My Cutie Pie

    **Sore itu, angin senja menyelinap pelan lewat jendela ruang tamu, membawa aroma khas bedak bayi yang bercampur dengan keharuman lembut minyak telon. Kayla menghembuskan napas lega, meregangkan bahunya yang terasa pegal setelah tiga hari mendekam di rumah sakit pasca persalinan. Ia duduk di atas sofa empuk ruang keluarga, sementara di pangkuannya terbaring sesosok makhluk kecil yang sejak tadi menyita seluruh perhatiannya.Elea. Bayi perempuan mungil dengan rambut hitam tipis dan kulit sehalus kelopak bunga mawar. Kayla menatap wajah mungil itu dengan mata berkaca-kaca, masih tak percaya bahwa malaikat kecil nan cantik ini akhirnya benar-benar berada di pelukannya setelah penantian yang begitu panjang dan melelahkan.“Udah tidur lagi aja dia ….” bisik Kayla pelan ketika mendengar langkah kaki suaminya mendekat dari arah dapur.Kaivan muncul dengan dua cangkir teh hangat di atas nampan kecil. Senyum tulus seketika terbit di wajahnya begitu melihat istri dan buah hati yang sedang tidur

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   83. Hallo, Angel!

    ** “Kayla, jangan tidur! Kamu nggak boleh tidur! Ayo, buka mata dan lihat aku! Please, jangan tidur!” “Tapi aku ngantuk banget, Kaivan. Biarin aku tidur sebentar aja ....” “Nggak boleh! Sayang, lihat aku. Kita hampir sampai, jangan pejamin mata kamu sama sekali! Tahan sebentar aja, please!” Meski kesal setengah mati, Kayla akhirnya berusaha sekuat tenaga untuk tetap terjaga hingga mobil mereka sampai di depan gate UGD rumah sakit. Padahal ia benar-benar merasa lelah dan mengantuk di tengah terpaan rasa sakit yang hebat. Sopir keluarga mereka sigap berlari memasuki UGD untuk meminta pertolongan. Dan tak lama kemudian, muncul bersama beberapa petugas yang membawa brankar. “Tolong istri saya!” Kaivan terengah-engah panik. Ia menggendong tubuh Kayla dan membaringkannya di atas tempat tidur beroda itu. “Tolong segera periksa, apa dia mau lahiran?” Para petugas sigap bertindak meski tidak tampak sangat terkejut. Rupanya kejadian seperti ini adalah hal yang umum bagi mereka. “Kita la

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   82. Menuju Hari H

    **"Sebelah mana lagi yang sakit, Sayang? Sebelah sini?"Kaivan menggosok lembut punggung bagian bawah Kayla. Sesekali memijatnya dengan lembut, berpindah dari satu bagian ke bagian yang lain. Sekali waktu juga, pria itu mencuri ciuman di kening atau pipi istrinya."Iya, sebelah situ. Agak ke atas dikit, nah bener yang itu ...."Kaivan tersenyum. Pada bagian yang disebut istrinya, ia menggosok sedikit lebih kuat. Membuat perempuan muda itu mendesis nyaman."Makasih ya, Van ...." bisik Kayla, sementara berguling untuk menghadap prianya. Tadinya, ia berbaring memunggungi laki-laki itu. "Maaf ya, aku sama Adek ngerepotin kamu terus. Padahal kamu juga capek habis kerja seharian.""Siapa bilang aku capek? Nih ya, aku tuh di kantor cuma duduk doang sambil natap layar komputer sampai ngantuk. Mana ada capek?""Tetep aja, namanya orang kerja pasti capek lah."Senyum Kaivan terbit menghiasi bibirnya. Ia mengelus puncak kepala Kayla dan sekali lagi mendaratkan ciuman manis di sana. Sementara me

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   81. This Is Karma?

    **"Kaivan lagi ada di perempatan kota, lagi benerin saluran air."Kayla pikir, kalimat itu hanya candaan Kaivan. Asbun kalau istilah anak jaman sekarang. Dalam kapasitas apa Laskar membetulkan saluran air di perempatan kota?Tapi hari ini, Kayla benar-benar membuktikan hal tersebut. Ternyata bukan hanya candaan, apalagi asbun. Mantan suaminya itu memang benar sedang berada di dalam saluran aliran air, mengenakan helm kerja berwarna kuning terang, dan overall kerja yang lusuh, basah dan kotor. Berdiri bersimbah keringat dan air kotor di bawah teriknya sinar matahari."Sejak kapan?" tanya Kayla retoris. Sepasang matanya terbelalak memandang pria itu dari kejauhan. Sementara Kaivan yang berada di balik kemudi hanya tertegun."Minggu kemarin pas aku ketemu, nggak di sini. Dia ada di perempatan lampu merah depan. Kayaknya udah pindah lokasi, nih," celetuk Kaivan. "Serius, Kay. Aku sama sekali nggak ada niat ketemu dia lagi. Setelah aku ngadu sama kamu kemarin, aku beneran udah langsung lu

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   80. A Kisses

    ** Siang itu matahari bersinar begitu terik. Kayla sedang dalam perjalanan pulang setelah pemotretan di butik. Setelah mengetahui bahwa Kayla sedang mengandung, Sazia selaku owner Blooms jadi membatasi jadwal kerja Kayla. Sebenarnya Sazia malah tidak keberatan jika Kayla cuti dahulu sampai selesai melahirkan. Namun Kayla tidak setuju. Ia merasa kehamilan pertamanya ini berjalan sangat lancar tanpa masalah apapun. Bahkan morning sickness pun tidak. Maka dari itu, ia tetap bisa aktif bekerja. Dan bahkan Kayla turut menyumbang ide untuk butik, bahwa mereka bisa meluncurkan koleksi baru untuk ibu hamil sekalian, sehingga ia tetap bisa menjadi modelnya. "Itu namanya aku mengeksploitasi kamu nggak sih, Kay? Nanti Kaivan bisa nuntut aku, lho," canda Sazia kala mereka sedang meeting tadi. Kayla hanya menanggapi dengan tawa. "Aku seneng banget Mbak Sazia masih kasih aku kepercayaan. Makanya aku mau bekerja sebaik mungkin." Sazia mengaku kagum. Baru kali ini memiliki pegawai dengan dedika

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status