Share

17. Akting

last update publish date: 2021-09-13 06:31:50

Savian mengucek matanya yang terasa berat untuk di buka. Ia mengambil handuk yang menempel di keningnya kemudian di taruh di atas nakas. Sembari meringis pria itu menegakan tubuhnya, demamnya sudah turun, kondisinya sudah membaik setelah minum obat dan tidur siang. Savian menyibak selimutnya, melirik ke arah jam dinding dan ternyata sudah hampir sore, ia tidur cukup lama berarti.

"Car!" teriak Savian sambil berdiri dan merenggangkan otot tubuhnya yang terasa kaku. Pria itu tersenyum l

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Wiwi Yuningsih
aduh kasian alvero, udh menumpahkan perhatian buat carla eeh carla malah perhatian ke dosen mesum......
goodnovel comment avatar
Nir Anira Fabanyo
cinta sllu dia buat pusing ya...
goodnovel comment avatar
Agus Roma
Dapat kena tipu tetapi tetap beruntung
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuh Aku, Pak!   [S2] - 34. Ayam Kecap Yang Kemanisan

    Keina sudah di rumah sejak jam dua belas siang. Setelah dari kantor Prominent, dia mampir ke minimarket dekat kompleks, membeli beberapa bahan masakan dan satu cup puding coklat yang tidak ada di list belanjaan tapi terlalu sayang untuk dilewatkan. Semacam hadiah kecil untuk dirinya sendiri atas interview yang tadi tidak seburuk yang dia bayangkan.Sampai di rumah, dia berganti baju, meletakkan blazer hitamnya dengan rapi di gantungan, lalu berdiri di dapur dengan celemek terikat di pinggang, membuka kulkas, dan menatap isinya dengan ekspresi orang yang baru menyadari bahwa semangat memasak dan kemampuan memasak adalah dua hal yang berbeda.Ayam. Tahu. Telur. Bumbu.Oke. Ayam kecap. Aku pernah liat tutorialnya dua kali.Keina menghidupkan kompor.***Kahfi pulang pukul setengah tujuh kurang lima menit.Begitu pintu dibuka, hal pertama yang menyambutnya adalah aroma masakan yang menguar dari dapur, bukan bau gosong, bukan bau minyak yang terlalu dominan, tapi aroma yang cukup membuat p

  • Sentuh Aku, Pak!   [S2] - 33. Hari Interview Keina

    Hari ini Kahfi berangkat lebih dulu seperti biasanya. Sebelum pergi, dia berhenti di depan pintu, menatap Keina yang masih sibuk memasukkan dokumen ke dalam map dengan tangan yang sedikit gemetar. Ya, ini adalah hari dimana Keina akan melakukan interview di kantor Kahfi.“Na.”“Iya, Mas?” Keina mendongak.“Interview jam sepuluh, ya. Jangan sampai telat, datang lima belas menit sebelumnya.” Kahfi berkata dengan nada yang sama seperti biasa, tapi ada sesuatu di matanya yang tidak bisa Keina namai. “Dan satu lagi.”“Apa?”“Kalau sudah di dalam ruangan, jangan terlalu banyak bilang aku rasa atau mungkin. Bicara yang pasti.” Kahfi mengetuk kusen pintu dua kali sebelum berbalik. “Kamu bisa, Na. Semangat, ya.” Kata-kata terakhir itu dia ucapkan ringan saja — seperti fakta yang tidak perlu diperdebatkan.Keina menatap punggungnya sampai menghilang di balik pintu.Lalu menarik napas dalam.“Oke. Aku bisa.”***Gedung Prominent Corp terlihat lebih besar dari yang Keina bayangkan.Atau mungkin

  • Sentuh Aku, Pak!   [S2] - 32. Morning Kiss

    Keina tidak langsung tidur malam itu.Dia berbaring di sisi kanannya, menatap dinding, mendengar napas Kahfi yang sudah teratur di sebelahnya. Pikirannya masih berputar mempertimbangkan, menimbang, mundur selangkah lalu maju dua langkah.Kerja di kantor Kahfi.Bukan ide yang tidak menarik. Justru sebaliknya, terlalu menarik sampai Keina tidak yakin dirinya layak untuk itu. Divisi kreatif, sekretaris, apapun itu, semua terdengar seperti dunia yang pernah dia bayangkan tapi tidak pernah benar-benar dia masuki.Lulus kuliah, rencana Keina berantakan berbarengan dengan hubungannya bersama Dirga yang juga berantakan. Tidak ada waktu untuk memikirkan karir ketika hidupnya sendiri sedang berjalan ke arah yang salah. Dan sebelum dia sempat meluruskan semuanya dia sudah berdiri di sini. Surabaya. Tapi mungkin sekarang waktunya. Besok. Dia akan jawab besok.***Pagi harinya, Kahfi baru selesai merapikan kerah kemejanya ketika Keina muncul dari arah dapur dengan dua cangkir teh di tangannya.“M

  • Sentuh Aku, Pak!   [S2] - 31. Kejenuhan Keina

    Hari itu langit Surabaya cerah tanpa awan. Jenis cuaca yang harusnya bikin semangat tapi Keina sudah duduk di sofa sejak jam sembilan pagi, memeluk bantal, menatap layar TV yang menyala tanpa benar-benar menonton apapun yang tayang di sana.Sudah selesai masak. Sudah beres-beres. Sudah lipat cucian.Dan sekarang baru jam sepuluh lewat dua puluh menit.Keina menggeser posisi duduknya, telentang, menatap langit-langit kamar. Pikirannya kosong dengan cara yang tidak menyenangkan bukan ketenangan, tapi kejenuhan yang mengendap pelan-pelan seperti air yang mengisi bak mandi terlalu lambat. Tidak terasa sampai tiba-tiba sudah penuh.Dia mengambil ponselnya. Membuka aplikasi ini, menutup aplikasi itu. Scroll tanpa tujuan. Meletakkan ponsel. Mengambilnya lagi.Dering telepon memecah kejenuhan itu tepat sebelum jam sebelas.Keina menatap layar ponselnya. Nama Miska berkedip-kedip dengan semangat yang bahkan bisa Keina rasakan hanya dari notifikasinya.Dia mengangkat telepon sebelum dering keti

  • Sentuh Aku, Pak!   [S2] - 30. Suamimu Cemburu, Na.

    Subuh masih gelap ketika Kahfi membuka matanya. Alarm belum berbunyi, tapi tubuhnya sudah terbiasa bangun di jam yang sama setiap harinya, seolah ada sesuatu di dalam dirinya yang tidak mau melewatkan waktu ini barang sehari pun. Dia melirik ke sisi kanan ranjang. Keina masih tidur, rambutnya tergerai berantakan di atas bantal, napasnya naik turun dengan teratur.Kahfi mengalihkan pandangan cepat-cepat.Dia bangkit dari ranjang dengan hati-hati, memastikan gerakannya tidak membangunkan istrinya, lalu mengambil wudhu di wastafel luar. Beberapa menit kemudian dia sudah berdiri di atas sajadah menghadap kiblat, melepaskan semua yang menggantung di dadanya sejak semalam ke dalam doa yang hanya bisa didengar oleh Yang Maha Mendengar.Karena ada banyak hal yang tidak bisa Kahfi katakan dengan suara.Tentang Keina yang kemarin pergi tanpa memberitahunya. Tentang nama Dirga yang disebut dengan nada yang berbeda dari nada biasa. Tentang perasaan yang tumbuh di dadanya sendiri, perasaan yang se

  • Sentuh Aku, Pak!   [S2] - 29. Dirga Datang Lagi

    Pesan itu masuk pukul setengah sepuluh pagi.Keina sedang menyiram tanaman kecil di jendela dapur ketika ponselnya bergetar di atas meja. Satu notifikasi. Nama yang sudah lama tidak muncul di layarnya.Dirga Ananta.Jari Keina berhenti bergerak.Dia meletakkan botol semprot pelan-pelan, mengambil ponsel, dan membaca pesan itu dengan nafas yang tiba-tiba terasa lebih berat dari biasanya.“Kei, aku tau ini gak tepat. Tapi aku perlu ketemu kamu sekali lagi. Tolong.”Keina meletakkan ponsel menghadap bawah di atas meja.Satu menit.Dua menit.Lalu dia membaliknya lagi dan membaca pesan itu untuk kedua kalinya, seolah maknanya akan berubah jika dibaca ulang. Tapi tidak. Kata-katanya tetap sama. Dan perasaan yang muncul di dadanya pun terasa campur aduk dengan cara yang tidak dia sukai.Bukan rindu. Bukan juga benci sepenuhnya.Tapi ada sesuatu, mungkin rasa penasaran, mungkin sisa luka lama yang belum benar-benar sembuh, yang membuat jarinya bergerak sebelum pikirannya sempat melarang.“Ak

  • Sentuh Aku, Pak!   150. Kahfi dan Kalia

    Savian duduk termenung di depan pintu ruang operasi. Setengah jam telah berlalu, namun ketenangan belum pria itu dapatkan. Bagaimana Savian bisa tenang kalau di dalam sana nyawa istri dan anak-anaknya sedang dipertaruhkan. Karena tragedi jatuh di kamar mandi membuat istrinya itu mengalami pendarahan

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Sentuh Aku, Pak!   149. "Mas, sakit..."

    Menginjak usia kehamilan ke-7 bulan, Savian dan keluarga membuat acara mitoni atau nujuh bulanan di kediamannya. Acara diisi dengan doa dan dzikir bersama serta santunan anak yatim. Selepas acara juga ada perkumpulan kerabat Carla dan Savian di malam harinya."Duh, Car, engap gue lihat lo ke mundar-m

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Sentuh Aku, Pak!   147. Savian ; Dia Istri Saya

    Memasuki usia lima bulan kehamilan, Carla semakin banyak mengalami perubahan, terlebih pada tubuhnya. Dia makin seksi dan seger. Ah, satu lagi, dia makin mager. “Mas, lihat deh, Dinne sama Mas Gama seru banget babymoon nya.” Carla menunjukkan layar ponselnya ke gue, memperlihat instastory Dinne bers

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Sentuh Aku, Pak!   146. Jangan Dulu!

    Tanpa sadar Savian melukiskan senyumnya saat memandangi Carla yang sedang tertawa puas bersama Dinne dan temannya yang lain.Saat ini rumahnya sedang kedatangan banyak tamu, mereka semua sedang ngobrol di ruang tengah, sementara Savian lagi membersihkan aquarium ikannya. “Pak, Carla boleh ikut kita k

    last updateLast Updated : 2026-04-01
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status