Share

Bab 48 Mari bicara

Author: Strrose
last update publish date: 2025-08-20 19:00:03

Sepanjang perjalanan menuju Columbus, kepala Leah terasa sakit. Bukan karena lelah semata, tapi karena pikirannya terus berputar.

Fakta mengenai keluarga Arden sudah cukup membuatnya kaget. Fakta pahit bahwa Valesco dan Vincent tumbuh dengan ibu yang berbeda, di bawah bayang-bayang lelaki yang sama: Kenneth Arden.

Leah duduk dalam diam, memandangi jalanan malam yang dilalui mobil dengan kecepatan sedang. Lampu-lampu jalan seperti kilatan-kilatan ingatan, menyapu satu demi satu k

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 215 Don’t you miss me?

    “Hallo Nona Maximoff.” Suara berat Kaelmore terdengar tepat di samping telinganya begitu ia berhenti hanya setengah langkah darinya. “Don’t you miss me?”Valeriah menoleh kaku, seolah butuh tenaga ekstra untuk sekadar menghadapi tatapan hijau itu. Jemarinya refleks meremas lebih kuat sisi gaun, mencoba menyalurkan kegugupan yang tak boleh terlihat. Di hadapannya, Kaelmore berdiri dengan postur tegap dan senyum tipis penuh percaya diri, memancarkan aura berbahaya yang selalu berhasil mengusik ketenangannya.Ia tersenyum tipis. Senyum yang dipaksakan, tapi tetap tampak anggun di mata orang-orang yang menonton. Aura elegan yang ia pelajari bertahun-tahun dari ruang pesta seperti ini akhirnya bekerja sebagai tameng.“Mr. Roderic,” sapanya datar namun halus, nadanya cukup nyaring untuk menarik perhatian para tamu di sekitar. “Sungguh… kejutan melihat Anda di sini.”Beberapa kepala menoleh, jelas pena

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 214 Meet Him Again

    Mobil melaju mulus di jalanan Washington, lampu kota memantul di kaca jendela, menambah kesan dingin namun elegan di dalam kabin. Kaelmore duduk bersandar, jemarinya mengetuk ringan di atas lutut, sorot matanya tajam sekaligus letih.Begitu tiba di sebuah hotel bintang lima, mobil berhenti sejenak di depan lobi. Deretan mobil mewah sudah menunggu giliran, menurunkan tamu-tamu yang mengenakan gaun pesta berkilauan dan setelan jas mahal.Meski ulang tahun ini milik seorang remaja, atmosfer yang tercipta jauh dari sekadar pesta anak muda. Teman-teman sekolah Kristin memang datang, tapi sebagian besar dari mereka muncul ditemani orang tua masing-masing. Para orang tua itu tidak sekadar hadir untuk merayakan, melainkan memanfaatkan kesempatan untuk berbincang, membangun jaringan, atau menjajaki kerja sama baru. Dunia mereka selalu bergerak dengan cara itu, bahkan dalam balutan pesta ulang tahun.Hugo segera turun, membuka pintu belakang dengan sikap hormat. “Ki

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 213 Pesta remaja

    Lampu-lampu kristal berkilau di langit-langit aula hotel, menebarkan cahaya keemasan yang elegan. Musik lembut mengalun, bercampur dengan riuh suara tawa dan percakapan anak-anak muda yang hadir.Damian masuk dengan langkah percaya diri, meski jelas terlihat ia menahan senyum penuh kemenangan. Tangannya terlipat santai di saku celana, sementara di sisi lain berdiri Valeriah dengan gaun simple berwarna biru gelap yang jatuh anggun di tubuhnya. Rambut hitamnya tergerai, membuat wajahnya semakin mencuri perhatian.Seperti yang sudah diprediksi, begitu mereka masuk, beberapa pasang mata langsung melirik. Damian nyaris tidak bisa menahan wajah puasnya.“Lihat kan, Kak? Mereka semua melirikmu” bisiknya, bangga.Valeriah hanya mendesah, matanya menyapu ruangan dengan ekspresi setengah bosan.“Aku tak tertarik dengan berondong seperti teman-temanmu, Damian” Ungkap Valeriah“Aku juga tak berminat menjadikan mereka iparku

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 212 His Priority

    “Kudengar dari asistenmu kau ada di Washington. Datanglah ke ulang tahun Kristin malam ini!”Suara ibu tirinya, Kyra, terdengar renyah dari seberang telepon. Kaelmore menatap langit-langit apartemen mewahnya dengan malas, satu tangan bersandar di sofa kulit hitam, sementara kemeja putihnya masih terbuka dua kancing teratas.“Pesta ulang tahun remaja?” suaranya berat, mengandung nada bosan yang kentara. “Aku kira usiaku sudah lewat untuk menghadiri acara semacam itu.”“Dia keponakanmu, Kael.” Kyra menekankan dengan nada lembut tapi tegas. “Kristin akan senang jika kau datang. Dia selalu menanyakanmu. Kau tahu, sejak ayahnya meninggal, kau satu-satunya figur laki-laki yang bisa dia andalkan.”Kaelmore menghela napas, jemarinya menekan pangkal hidung.“Ibu selalu tahu cara membuatku tak bisa menolak, ya?”“Aku ibumu. Tentu saja.” Kyra terkekeh kecil.&ldq

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 211 Closer

    “Oh, sudah selesai dengan tugas dari Papa?” tanya Valeriah begitu melihat Morgan keluar dari lorong bawah menuju koridor utama. Tempat para pengawal berkumpul untuk menentukan jadwal jaga malam mereka.Morgan menghentikan langkahnya begitu mendengar suara sang nona. Mata kecoklatan itu menatap perempuan dengan gaun tidur satin biru muda yang jatuh sempurna di tubuh rampingnya. Rambut hitamnya tergerai, sebagian menutupi wajahnya yang tengah menatap Morgan dengan sorot tenang.Tangan Morgan yang tadi baru saja melepas sarung masih terasa kaku. Ia sempat melirik Magnus yang ikut keluar bersamanya. Pengawal senior itu segera menunduk, memberi hormat sopan pada Valeriah.“Selamat malam, Nona Ria” sapa Magnus, nada suaranya hormat namun ada senyum samar yang Valeriah tangkap sekilas.Valeriah mengangkat dagu sedikit, memberi anggukan tipis sebagai balasan. Pandangannya kembali beralih pada Morgan.“Kalian sudah selesai deng

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 210 Sang Penjaga

    Morgan Lowell.Nama lengkap pengawal pribadi Valeriah Collinds Maximoff.Usianya tiga puluh tiga tahun, dengan tubuh tinggi tegap yang sudah terbiasa ditempa latihan fisik dan disiplin militer. Pria itu memiliki paras tampan, rahang tegas, hidung lurus, dan sorot mata kecoklatan dingin yang sering kali membuat orang segan menatap terlalu lama.Namun di balik ketegasan itu, ada sisi lain yang jarang terlihat yaitu sebuah kesabaran tak terbatas untuk satu orang: Valeriah.Ia bukan sekadar majikan.Bagi Morgan, gadis itu sudah lebih dari sekadar “tugas.” Sejak menerima kontrak kerja sebagai pengawal pribadi, Morgan tahu risikonya. Melindungi Valeriah dari ancaman luar, dari keluarga yang berbahaya, bahkan dari para pria. Namun ia tidak pernah membayangkan kalau “risiko terbesar” justru adalah perasaannya sendiri.Hari itu, saat mobil hitam melaju membelah jalanan Edinburgh yang lengang, Morgan menangkap bayangan Valeriah

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 85 Silent cry

    Vincent menatap setangkai mawar putih ditangannya. Matanya yang tajam menatap bunga itu lama, penuh makna.Dengan gerakan yang perlahan tapi penuh perhitungan, ia mulai mencabut satu per satu helaian bunga itu, melepaskan dari tangkainya seolah mencari sesuatu yang tersembunyi di balik kes

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 84 All for her

    Sekitar pukul tiga dini hari, Valesco terbangun. Ia merasakan dingin di sisi tempat tidur, dan instingnya langsung membuat dadanya mengencang.“Leah?” panggilnya pelan. Tidak ada jawaban.Ia segera bangkit, matanya menelusuri ruangan. Kamar mandi gelap, pintu lemari tert

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 65 Keraguannya

    Valesco dan Leah berjalan menyusuri lorong panjang dengan langkah tanpa suara. Tak satu pun dari mereka berbicara. Hening yang menggantung di antara keduanya bukan karena permusuhan, tapi karena beban yang terlalu berat untuk dijelaskan dengan kata.Lift terbuka tanpa suara. Valesco meneka

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 59 Memendam sendiri

    Langit di luar jendela suite telah berubah gelap, hanya diterangi lampu jalanan dan kilau kota dari kejauhan. Tirai belum ditutup, membiarkan cahaya lampu luar menyusup samar ke dalam kamar hotel.Di atas ranjang besar dengan selimut berwarna gading, Leah mengerjap pelan, berusaha menyesua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status