Beranda / Romansa / Sentuhan Candu Tuan Benji / 10. Aku Siap Melakukannya

Share

10. Aku Siap Melakukannya

Penulis: LilyLembah03_
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-17 20:46:24

"T-tuan Benji ...."

Lily mendongak menatap pria yang kini berdiri di hadapannya. Benjamin Kaisar mendengkus melihat keadaan gadis yang susah payah ia jemput atas permintaan istrinya.

"Kenapa? Kau mau kabur lagi?" sindir Benji sambil mengetuk kepala Lily sebal.

Lily menggeleng cepat dan segera bangkit berdiri. "Tidak! Maaf ... maafkan aku .... Tolong bawa aku pulang!" pinta gadis itu panik.

Benji bersedekap dada sambil melirik sekujur tubuh Lily dari atas sampai bawah. "Abia sudah mengurusmu sep
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (4)
goodnovel comment avatar
LilyLembah03_
huum kasihann:(
goodnovel comment avatar
Rosma
Sangat menderitanya
goodnovel comment avatar
LilyLembah03_
enggak terlalu sedih kok, hehehe
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   298. Perempuan Gila

    Mobil Benji tiba-tiba mogok di jalan menuju rumah ayahnya.Entah apa yang salah dari mobil yang baru diservice beberapa hari lalu tersebut, yang jelas mesinnya mati total di jalan yang sepi. Beruntung ada Geovano yang lewat memang untuk menemuinya ke rumah. Atas usulan Geovano, Benji pun tidak jadi menemui sang istri yang kini telah aman di rumah ayahnya. Pria sipit itu memilih fokus mencari siapa pelaku di balik teror cukup berani di rumahnya sambil menunggu mobil yang diperiksa oleh montir.Namun, belum lama berada di sana, Benji mendapat telepon dari salah satu pembantu di rumahnya. Siska, salah satu pelayan yang selama ini juga sudah lama bekerja padanya, menginformasikan bahwa pelaku telah tertangkap dan diamankan di rumah.Namun, perempuan itu bilang tidak ada yang mengenalinya. Jadi, tanpa pikir panjang, Benji dan Geovano yang sudah kelewat penasaran segera ke rumah Benji untuk mengeceknya.Siapa sangka, sesaat ayah dan anak itu memasuki rumah, pintu tiba-tiba terkunci dari lu

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   297. Masih Terlalu Nyaman

    Suasana di kediaman Benjamin Kaisar terasa mencekam. Apalagi setelah Lily diantar ke rumah mertuanya.Kini, sang tuan rumah tidak lagi berusaha menahan amarahnya. Karena sebelum hadirnya Lily di rumah ini, Benjamin Kaisar memang bukan tipe majikan yang disukai para pekerjanya."Sebenarnya untuk apa aku menggaji kalian? Tidak ada yang bekerja dengan becus di sini!"Seperti sore ini, Benji memaki para penjaga baru yang belum genap dua hari bekerja di rumahnya. Tidak terkecuali para pelayan yang juga jadi sasaran kemarahan."Kemarin kalian lihat sendiri, ada yang meneror istriku dengan bangkai tikus dan darah. Barang itu berhasil masuk ke rumah dengan mudah.""Aku sudah memperingati, memerintahkan kalian untuk lebih waspada.""LALU BAGAIMANA BISA TEROR ITU SEKARANG BISA MASUK KAMARKU?!""Apa gunanya aku menambah penjaga? Kalian semua tidak bekerja!" Benji memaki orang-orang yang bahkan tidak tahu harus membela diri dengan kalimat macam apa. Karena bersuara pun rasanya sangat menakutkan,

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   296. Aku Mau Pulang

    "Kenapa kau memecat mereka?!"Pagi-pagi sekali, Lily sudah mendapati kabar bahwa Benji sudah memecat lima penjaga yang sudah bekerja bertahun-tahun padanya. Hal yang tentu saja langsung membuat perempuan itu tidak suka."Mereka tidak berguna. Untuk apa aku melihat mereka di sini?" sahut Benji santai sambil memakai dasi guna siap-siap berangkat kerja.Lily yang baru saja kembali dari dapur setelah membantu pembantu yang lain membereskan meja makan, sontak berjalan mendekat dan berdiri di depan suaminya sambil menyorot tajam."Mereka tidak tahu soal paket itu karena biasanya aku memang sering menerima paket, Mas. Kenapa kau marah sekali?" tanya Lily tidak habis pikir.Namun, Benji malah mengabaikannya dan sibuk berkaca."Kau tidak memikirkan para penjaga itu yang mungkin saja susah mendapat pekerjaan baru di luar sana? Kau tidak memikirkan anak istri mereka? Mereka sudah lama bekerja padamu, bagaimana kau bisa begitu mudah memecat mereka, Masss?" rengek Lily sambil menarik lengan suamin

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   295. Belum Bisa Menjaga

    Benji berlari turun dengan handuk yang hanya menutupi hingga pinggang sesaat mendengar teriakan istrinya.Jatung pria itu berpacu kencang karena panik. Namun, melihat Lily yang kini tengah duduk di sofa ruang tengah sambil meringkuk, pria itu jadi sedikit lebih tenang. "Ada apa, Lily? Kenapa kau berteriak?" tanya Benji terkejut sambil berlari menghampiri istrinya.Di saat yang sama, Bu Anin juga keluar dari dapur dan berjalan cepat menuju perempuan itu. "Iya, Nak. Kau kenapa?" tanya Bu Anin ikut khawatir setelah tadi meninggalkan masakannya buru-buru, takut sang majikan kenapa-kenapa.Lily yang masih meringkuk sambil menenggelamkan wajah di balik lipatan lututnya hanya diam dengan tubuh gemetar. Melihat tingkah aneh istrinya, Benji pun segera mendekat dan duduk di samping Lily."Kenapa ada bau darah ya, Tuan?" tanya Bu Anin saat berdiri di dekat sofa yang ada di depan kedua majikannya.Benji yang juga sadar dengan bau anyir yang menyengat tersebut, sontak menatap sekitar cemas."Lil

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   294. Hobi Baru

    "Dia ternyata sibuk sekali, yaa ...."Benji bersedekap dada sambil bersandar di sisi tembok teras halaman belakang. Pria sipit itu baru bangun dan tidak menemukan istrinya di sisi ranjang apalagi kamar mandi. Nyawa yang belum sempurna terkumpul membuatnya berlari panik mencari sang istri ke seluruh penjuru rumah.Siapa sangka, perempuan cantik itu tengah berkutat bersama kucing orennya di sini; taman belakang. Tempat favorit Lily di rumah ini. Tempat yang sejak dua tahun terakhir sudah berubah jadi taman bunga, saking rajinnya sang istri berkebun sejak kepergian putri mereka.Entah itu adalah sebuah pelarian yang indah, atau memang hobi baru Lily setelah tidak jadi jurnalis. Benji tidak tahu. Yang jelas, saat ini pria itu terlalu sibuk memandangi istrinya yang tengah berjongkok mencampur sekam padi dan tanah ke dalam pot kecil sebagai media tanam bibit baru. Lengan dan betisnya tampak berkilau terkena sinar matahari, imbas dari mulusnya kulit serta lotion yang selalu ia pakai setiap

  • Sentuhan Candu Tuan Benji   293. Cara Paling Sederhana

    "Kenapa belum tidur, Lily ...."Benji menghela napas panjang guna meliris sesak sesaat memasuki ruang tengah rumah yang temaram dan sepi. Hanya ada pencahayaan dari lampu teras serta televisi yang menyala di sana.Menampilkan iklan rokok yang hanya akan muncul di jam-jam tertentu. Jam yang jelas saja sudah menandakan larut malam."Aku menunggumu pulang, Mas ...."Dan di ujung sofa panjang sana, istrinya tengah duduk sambil meringkuk dan memeluk lutut. Terpaan dingin AC membuat tubuh Benji bahkan mulai merinding, namun Lily tampaknya sudah lama duduk di sana dengan terusan putih tanpa lengan tipisnya.Kenapa Lily tidak masuk ke kamar? Apa sang istri memang benar menunggunya pulang? Tapi kenapa dia tidak mengenakan selimuf atau paling tidak jaket?Padahal Lily gampang terserang flu saat kedinginan."Kukira kau tidak akan pulang malam ini, Mas ...." Lily menyapa begitu Benji kini berdiri di depannya tanpa kata."Kenapa tidak pakai jaket atau selimut? Tubuhmu dingin sekali," tanya Benji k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status