author-banner
LilyLembah03_
LilyLembah03_
Author

Romans de LilyLembah03_

Penawaran Gila Tuan Jaksa

Penawaran Gila Tuan Jaksa

Nadine mengidap hormon aneh nan langka. Tubuhnya mampu memproduksi ASI meski belum pernah punya anak. Keadaan semakin memburuk saat rahasia memalukan itu terbongkar. Tepat di hadapan Lingga; atasan sekaligus anak tetangga yang dulu pernah menolak cintanya. Saat Nadine pikir sang jaksa akan menganggapnya aneh, Lingga justru menawarkan sebuah kesepakatan gila. Nadine tahu ia seharusnya menolak. Tetapi bagaimana jika tubuhnya merespon lain?
Lire
Chapter: 108. Pegang dengan Benar
"Untuk apa kamu pakai rok sesempit ini, Nona Cendana?" Pertanyaan dengan nada formal itu agaknya tidak cocok dipakai sang jaksa. Sebab jemari pria itu sudah sibuk menggesek lipatan basahnya, hingga kain tipis di dalam sana terjepit dan kian kuyup di antara miliknya yang gemuk."Jawab! Apa mulutmu hanya bisa digunakan untuk mendesah?" Lingga tiba-tiba menyelipkan dua jemarinya dari samping kain segitiga itu.Hingga jari panjang itu kini menusuk masuk di liang beceknya."Hkkk---"Nadine sontak tersentak karena terkejut. Apalagi begitu jari tersebut mulai bergerak seolah tengah mengorek lembah surgawinya. Menggoda tonjolan kecil di antara labium bawahnya dengan gesekan-gesekan kasar.Hingga tubuh Nadine tak ayal berjengit geli. Bola mata perempuan itu bahkan berotasi keenakan saat Lingga memperkuat gesekannya di tempat yang sama. Hingga setiap kali ujung jemari sang jaksa berhasil menyentuh titik-titik sensitifnya, bokong Nadine spontan menggeliat resah di atas meja.Dari pandangannya y
Dernière mise à jour: 2026-10-21
Chapter: 107. Tolong Pakai Aku
Nadine tersentak saat tubuhnya yang tadi berada di pangkuan Lingga kini berpindah ke atas meja. Rok hitam sempitnya sontak tersingkap hingga setengah paha."Pak Lingga serius akan melakukannya di sini?" Nadine bertanya memastikan pada pria yang kini sedikit mendongak guna menatapnya."Kenapa? Apa kau takut?" Lingga menyeringai penuh goda.Nadine menggeleng dengan kakinya yang bahkan sengaja ia naikkan ke paha sang jaksa. Ujung hak sepatu perempuan itu bahkan sengaja menekan di sana. Hingga Lingga mencengkeram betis mulus Nadine dan mengangkatnya.Kedua kaki itu bahkan dipaksa melebar kemudian disampirkan di kedua sisi bahu sang jaksa. Posisi yang jelas tampak begitu amoril. Namun anehnya, membuat Nadine kian bersemangat.Perempuan itu bahkan mendadak merasa deja vu. Seketika teringat kali pertama Lingga membantunya. Setelah diingat lagi, mereka pertama kali memang melakukannya di sini. Nadine pertama kali bertelanjang dada di hadapan pria itu di tempat yang sama. Di atas meja yang sa
Dernière mise à jour: 2026-10-21
Chapter: 106. Ambil Hadiahmu
"Nad, kamu dipanggil Pak Lingga ke ruangannya."Informasi yang disampaikan Rion sontak membuat Nadine mendongak. Perempuan yang sedari tadi termenung menatap layar komputernya yang mati sontak mengernyit bingung saat mendapati kedua rekan kerjanya malah mengambil tas."Kalian mau ke mana?" tanya perempuan dalam balutan turtle neck putih itu ikut berdiri."Biasa lah. Berpetualang ke jalanan." Genta menyahut sambil menaik-turunkan alisnya.Nadine pun segera mengambil tas selempangnya. "Sudah ada kasus baru, ya? Kenapa aku tidak tahu?" "Kamu diam di sini. Pak Jaksa bilang ada tugas lain untukmu. Makanya kamu dipanggil ke dalam," jelas Rion begitu menyadari perempuan itu hendak mengikuti keduanya."Kenapa begitu?" tanya Nadine heran.Rion dan Genta hanya menggeleng pelan. "Kamu dari tadi memang kelihatan kurang fokus. Makanya mungkin Pak Lingga tidak mau menugaskanmu ke lapangan." Nadine hanya menghela pelan sambil menunduk dalam. Tidak enak pada kedua rekan kerjanya yang jadi harus per
Dernière mise à jour: 2026-10-20
Chapter: 105. Paling Membenci
"Menurut Pak Lingga ... apakah kita sudah melakukan kesalahan?"Nadine tiba-tiba melempar tanya. Perempuan yang malah duduk bersila di samping kemudi bahkan menoleh sepenuhnya pada Lingga. Mengabaikan es krim stroberi vanilla yang nyaris meleleh di tangan kanan.Serta tatapan penasaran kedua rekan kerja yang duduk di jok belakang."Kesalahan apa maksudmu?" Lingga menoleh pada kekasihnya dengan alis tertaut.Nadine menyodorkan es kirim yang belum banyak digigit itu pada Lingga. Membuat sang jaksa dengan santai mengambil gigitan besar. Hingga Nadine dengan sebal menggeplak pahanya."Jangan kebanyakan!" protes perempuan dalam balutan turtle neck putih dibalut blazer hitam itu.Padahal, Lingga juga yang tadi mentraktir mereka es krim dan cemilan yang masih tersisa banyak di mobil. Dan perempuan itu juga baru sadar kelakuannya setelah mendapati sorot terkejut Genta dan Rion. Mereka pasti tidak menyangka Nadine bisa seberani itu pada atasan mereka.Mereka belum tahu bahwa Nadine dan Lingga
Dernière mise à jour: 2026-10-20
Chapter: 104. Sebuah Keadilan
"Ramai sekali, ya? Ternyata kita menangani kasus besar ...."Genta berbisik pada Nadine di bangku pengunjung paling depan. Tepat berada di belakang kursi terdakwa. Saat ini, perempuan itu memang diapit oleh Rion dan Genta.Posisi yang sontak membuat pria di meja jaksa penuntut umum sana terus melirik waspada. "Kenapa Pak Lingga terus melirik ke sini terus, ya? Apa dia perlu bantuan?" Genta kembali berbisik di telinga kiri Nadine.Penyidik cantik itu sontak menjauhkan wajah. "Napasmu bau! Kamu sebenarnya habis makan apa?!" keluh Nadine nyaris memekik sambil mengapit hidungnya."Benarkah? Tadi aku sarapan pakai semur jengkol ...." Genta malah tersenyum cengengesan."Bang! Tukar posisi, Bang! Aku bisa mati duduk di dekat dia!" ucap Nadine dramatis sambil menepuk-nepuk lengan Rion heboh.Pria berkacamata itu justru sama sekali tidak bergerak. "Maaf, Nad. Tapi aku juga tidak mau mati konyol ...."Menyadari Nadine yang enggan duduk di dekatnya, Genta justru semakin mencondongkan kepala. Pr
Dernière mise à jour: 2026-10-19
Chapter: 103. Tidak Salah Memilih
"Ini aman kok, Pak. Filter AC-nya hanya perlu dibersihkan."Lingga dan Nadine mendongak menatap seorang tukang service yang kini menaiki tangga besi. Mendengar ucapan pria yang tampak jauh lebih muda dari Nadine itu, sang jaksa sontak menyorot kekasihnya heran."Kamu tidak pernah panggil orang untuk bersihkan filter AC-nya?!" tanya Lingga dengan nada sedikit terkejut.Lingga meringis pelan sambil menggaruk tengkuk. "Memangnya harus dibersihkan, ya?" "Tentu saja!" Lingga dan pemuda di atas sana berseru kompak.Sehingga Nadine mendadak merasa jadi orang paling bodoh sedunia. "Mana kutahu. Ini pertama kalinya aku tinggal sendiri." Nadine mengangkat bahu santai, berpura-pura tak acuh.Perempuan itu bahkan menyeret bangku kayu terdekat di ruang tengah. Kemudian naik ke sana untuk ikut mengecek si tukang service yang membongkar mesin pendingin ruangan itu. Lingga dengan sigap memegangi sandaran kursi guna menjaga benda berkaki empat itu tetap seimbang."Kenapa kamu ikut naik? Kamu menghal
Dernière mise à jour: 2026-10-19
Sentuhan Candu Tuan Benji

Sentuhan Candu Tuan Benji

Lily dibeli pada pelelangan perawan oleh istri Benjamin Kaisar yang mandul. Tanpa punya pilihan lain, gadis itu harus membuka kaki untuk dipakai suami orang. Bukan tanpa alasan Abia membiarkan suaminya menjamah tubuh perempuan lain. Lily dibayar mahal untuk melahirkan anak dari Benjamin Kaisar yang istrinya tidak bisa berikan. Namun, sebelum benih sang tuan tumbuh di rahimnya, benih lain tumbuh di hati Lily. Benih tak kasat mata yang bertunas setiap malam. Benih yang menjalar dan tumbuh subur sepanjang sentuh jemari. Benih terlarang yang Lily sadari bernama cinta.
Lire
Chapter: Ekstra Part || 00. Anak Paling Beruntung
"BUNDAAA ...." Lily menoleh pada dua pria kesayangannya yang baru pulang setelah mengurus surat izin mengemudi. Dua makhluk dengan mata sipit itu tentu saja langsung berlari untuk berebutan memeluk Lily lebih dulu. "Lepaskan tanganmu dari istriku! Kau sudah besar, tidak boleh manja!" cerca Benji--suaminya yang kini sudah tampak cukup beruban untuk bertengkar dengan remaja SMA. "Dia ini bundaku! Aku bebas memeluknya sesuka hati. Kau juga sudah tua, kenapa masih manja pada bundaku? Carilah bundamu sendiri! Jangan mengambil Bunda orang lain!" Naka menimpali dengan nada menjengkelkan andalannya. Membuat Lily yang kini terkungkung oleh dua pria berbeda usia di atas sofa panjang ruang tengah, hanya bisa menghela napas jengah. Ini memang situasi sehari-hari yang harus ia hadapi di rumah. Meladeni sifat posesif dan manja suami dan anak semata wayangnya. "Bunda ... aku minta hadiah mobil Rolls Royce pada Ayah untuk ulangtahun ke-17 minggu depan. Tapi dia bilang tidak boleh." Kali in
Dernière mise à jour: 2026-04-14
Chapter: 360. Cinta yang Utuh [END]
"Bundaku belum pulang ya, Ayah?" Benji melirik singkat putranya yang baru masuk dapur. Pemuda dengan wajah mirip Benjamin Kaisar itu bahkan langsung mencomot mie goreng yang sudah diseduh ayahnya di atas meja. "Kenapa kau memakannya?! Itu milik Ayah!" protes Benji tidak terima. Namun, bukannya takut oleh ucapan ayahnya, Naka--pemuda 16 tahun yang kini menginjak bangku kelas 2 SMA, malah memasukkan lebih banyak mie instan ke dalam mulutnya. Membuat Benji segera merebut piring di depan pemuda itu dengan kesal. "Aku lapar, Yahhh! Biarkan aku memakannya! Kau tidak lihat putra tampanmu ini kelelahan setelah latihan basket?" tanya pemuda dengan mata sipit seperti Benji itu dramatis. "Kalau kau mau, masak saja sendiri! Kenapa malah makan punya orang lain?" protes Benji lagi kemudian makan sisa mie instan yang tadi nyaris dihabiskan anaknya. "Andai saja Bunda di sini ... pasti dia tidak akan membiarkan anaknya kelaparan seperti bapak-bapak tidak berperasaan di depanku." Dan gumam
Dernière mise à jour: 2026-04-13
Chapter: 359. Tidurlah yang Nyenyak
"Sudah nyaman, kan, posisinya ini?""Nanti jangan lupa beritahu aku kalau sudah waktunya ganti pembalut! Kata bidan, harus diganti empat jam sekali, kan?""Tapi langsung beritahu saja kalau sudah terasa penuh atau basah. Oke?""Iya, Mas ....""Mas mau ke kantor sebentar, yaa? Telepon saja kalau dalam empat jam Mas belum pulang atau kau memerlukan sesuatu.""Iyaa ....""Istirahatlah yang benar. Tidur yang nyenyak. Sebentar lagi Naka pasti bangun karena lapar. Kau harus manfaatkan waktu dengan baik, Sayang ....""Iya, Mas ....""Baiklah. Mas ke kantor dulu. Nanti Mas minta Bi Nala dan Bu Anin mengecekmu, yaa?"Sekali lagi, Lily hanya mengangguk supaya sang suami segera pergi. Setelah dirasa cukup memberikan pesan, Benji akhirnya berlalu pergi dengan setelan pakaian kerjanya.Tentu saja setelah memberikan banyak kecupan di wajah Lily sebagai bentuk perpisahan yang manis."Dia benar-benar lebih cerewet daripada Bi Anin ...." Lily diam-diam terkekeh geli setelah memastikan suaminya menutup
Dernière mise à jour: 2026-04-12
Chapter: 358. Bangunkan Istriku
"Mas ... aku mengantuk sekali.""Tolong biarkan aku tidur ...."Dua kalimat terakhir sebelum istrinya kehilangan kesadaran terus berputar di kepala Benjamin Kaisar. Kalimat yang terdengar seperti perpisahan setelah dokter menyatakan Lily mengalami koma imbas pendarahan pascamelahirkan.Dan sekarang, Benji benar-benar tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Apalagi begitu dia kini berdiri di ambang pintu ruang berisi bayi-bayi yang baru lahir. Setelah beberapa saat lalu dia masuk ke ruang ICU tempat istrinya terbaring dengan alat bantu pernapasan dan beberapa penunjang hidup lain.Istrinya tidak lagi membuka mata beberapa menit setelah melahirkan anak mereka.Istrinya dinyatakan berada dalam kondisi kritis setelah kehilangan banyak darah."Ya ampun, cucunya Obaa-chan lapar ya ini? Atau mau bertemu Bunda? Sabar yaa, Sayang ...."Melihat bagaimana sang ibu berusaha menenangkan tangis nyaring putranya bahkan membuat netra memerah itu kembali berkaca-kaca. Sampai satu tepukan di bahu membuat
Dernière mise à jour: 2026-04-12
Chapter: 357. Tepat Pukul Lima
"Masss ... sakithh ...." "Iyaa, Sayang. Sabar, yaaa. Mas pijat yaa ini ...." "Tapi masih sakit, Masss ...." "Coba tarik napas lagi, yaa, Sayang?" "Tarik napasnya yang dalam lewat hidung, yaa. Hembuskan pelan-pelan lewat mulut ...." "Mas temani. Mas pasti temani. Jangan menangis ...." "Tapi sakit, Masss ...." Benji mengusap wajahnya yang tampak kusut dan berantakan karena gusar. Pria itu ingin menangis. Demi Tuhan ... Benjamin Kaisar ingin sekali menangis. Namun, dia benar-benar takut melakukannya di hadapan sang istri yang kini menggeliat gelisah sambil mencengkeram erat sebelah tangannya. Seolah itu adalah satu-satunya hal yang Lily punya untuk bisa tetap bertahan. "Sayanggg ... di sebelah mana sakitnya? Biar Mas bantu pijat ...." Benji kembali bertanya lembut guna menenangkan meski pikirannya kacau bukan main. Tangannya yang terbebas dari cengkeraman sang istri kembali memijat di bagian bawah punggung. Tempat istrinya merasakan nyeri luar biasa akibat pembukaan
Dernière mise à jour: 2026-04-12
Chapter: 356. Dicintai dengan Baik
"Mbakkk ... kenapa masih datang ke sini?"Zea--salah satu pegawai di kafé milik Lily bertanya panik sambil berlari menyambut bosnya. Sedangkan orang yang kini dituntun untuk duduk di meja terdekat hanya terkekeh geli dengan respon lucu pegawai cantiknya."Tadi kami hanya jalan-jalan, Zea. Lagipula ini kan tidak jauh dari rumah," sahut Benji mewakili istrinya yang kini sibuk meluruskan kaki setelah duduk di kursi dekat jendela kaca yang langsung menghadap jalan."Masss ... aku kira Mbak Lily sudah tidak bisa ke mana-mana karena mendekati hari kelahiran. Apalagi kau sudah melarangnya ke kafé sejak dua minggu lalu." Zea berkomentar sambil mencebik cemberut menatap perempuan hamil yang merupakan saudarinya di panti asuhan. Lily memang bertekad untuk menemukan semua saudarinya yang sudah tinggal berpencar karena diadopsi. Dan Zea adalah salah satunya. Namun, karena tinggal bersama orangtua angkat yang tidak begitu kaya, gadis itu pun sempat bekerja paruh waktu di kafé.Lily pun dengan sem
Dernière mise à jour: 2026-04-12
Vous vous intéresseriez aussi à
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status