Главная / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 199: Pertemuan Kedua

Share

CHAPTER 199: Pertemuan Kedua

Aвтор: Heiho
last update publish date: 2026-04-23 19:34:07

“Kamu masih marah sama ayah?”

Hani menoleh, menemukan Jefri tengah berdiri bersandar di bawah bingkai pintu kamarnya. Tangannya bersedekap.

Sejak kapan dia di sana?

Hani mengalihkan pandangannya kembali ke cermin. Merapihkan kembali kemeja dan jasnya.

Hari ini waktunya ia bertemu dengan Merphilus lagi. Semalam Leo sudah mengabari kalau mereka akan bertemu di kantor pria itu pada pukul delapan.

Perjalanan kesana memakan waktu sejam. Jadi, Hani sudah bersiap dari pagi buta.

Meski alasan utam
Продолжить чтение
Scan code to download App
Заблокированная глава

Latest chapter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 262: Melindungi Hani

    Hani tertegun. Bibirnya bergerak-gerak, kesulitan untuk merangkai jawaban atas perkataan Leo barusan. Jantungnya berdebar kencang.Dengan gugup, ia akhirnya berkata pelan, “Om tadi bilang apa?”Leo menghela napas pelan, “Tuan Merphilus bilang ia sudah tidak sabar bertemu Nona lagi di acara Grand Opening nanti.”Ternyata ia tidak salah dengar.Tubuh Hani seketika meremang. Kepanikan melanda dirinya.Ternyata hari seperti ini memang akan datang.Sejak Hani mengungkapkan perasaannya ke Merphilus, ia langsung menutup kontaknya dengan pria itu. Pesan-pesan pria itu tak dibalas. Panggilannya juga.Hani tahu Merphilus pasti akan bertindak karena hal ini. Ia sudah mempersiapkan dirinya dari jauh-jauh hari. Mewanti-wanti kalau Merphilus datang tiba-tiba ke rumahnya.Tapi, hari demi hari berlalu. Merphilus tidak menunjukkan batang hidungnya sekali pun. Dan seolah mendukungnya, semesta juga tidak mempertemukan mereka sama sekali.Hani sudah merasa lega. Mungkin Merphilus akhirnya memutuskan untu

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 261: Pertanyaan Leo

    “Anda belum pulang, Tuan Leo?” tanya Merphilus, memecah pembicaraan. Ucapannya terdengar ramah, tapi nada suaranya tidak mengenakkan di telinga Leo.“Saya habis dari toilet,” balas Leo tenang.“Ah, kalau begitu, Nona Hani juga di sana?”“Tidak. Beliau sudah menunggu di mobil.”Merphilus hanya ber-hm pelan untuk menanggapi. Ia melangkahkan kakinya lagi, hendak masuk ke toilet. Sebelum suara Leo kembali menghentikannya.“Apa yang terjadi antara anda dan Nona Hani?”Merphilus kembali menoleh padanya. Tatapannya menajam.“Apa maksud anda?” tanyanya rendah.Leo menarik napas sejenak. Ia menatap lurus Merphilus dengan tatapan yang tak kalah sengitnya.Dipikirkan bagaimana pun, ucapan Liam tadi terasa mengganjal baginya. Merphilus mengalami mood buruk sehari setelah meeting besar. Sama seperti Hani yang muram di waktu yang sama. Hani tidak muram sampai meeting selesai dan melakuka

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 260: Kejanggalan

    “Pak direktur, Nona Hani dan Tuan Leo datang ke kantor.”Merphilus sontak mendongakkan kepalanya. Menghentikan aktivitas men-scroll ponselnya yang sedari tadi ia lakukan.Sudah beberapa hari ini, Liam mendapati bosnya itu suka bermain ponsel. Sebenarnya bukan hal yang aneh, mengingat Merphilus memang orang yang sibuk jadi sudah pasti banyak yang menghubunginya.Tapi, intensitasnya lebih tinggi dari biasanya. Dan ia hanya terlihat menscroll ponselnya sambil memasang wajah masam.Sekali waktu, Liam pernah tidak sengaja melihat layar ponselnya dan menemukan kolom pesan terpampang di sana. Itulah yang Merphilus sering lihat selama ini.Dengan kata lain, bosnya itu mungkin sedang menunggu pesan dari seseorang?Orang seperti apa yang membuat Merphilus begitu menantikan pesannya?Meski ia penasaran, tentu saja Liam tidak bisa menanyakannya. Pekerjaannya bisa langsung terancam.“Kenapa mereka tiba-tiba datang?” tanya Me

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 259: Merphilus dan Hani

    Hani bertambah muram. Itu yang Rara tangkap ketika melihatnya sekarang.Tapi … kenapa? Setelah meeting kemarin, dia masih terlihat baik-baik saja. Atau dia yang tidak memerhatikannya saja karena sibuk bertengkar dengan Jefri kemarin?‘Tidak. Aku yakin dia kemarin masih biasa saja,’ batin Rara meyakinkan dirinya. Ia menatap lamat-lamat Hani yang tengah berdiskusi dengan Jefri. Membahas kelanjutan programnya.Kemuraman itu sebenarnya tidak terlihat jelas di wajahnya. Hani berhasil menyembunyikannya dengan baik.Insting Rara lah yang mengatakan hal itu. Insting persahabatan selama bertahun-tahun. Haruskah ia mulai menanyakannya ke Hani? “Ada apa, nyonya Rara?”Rara tersentak. Kaget karena seseorang tiba-tiba menginterupsinya. Wanita itu segera menoleh dan melihat Leo menatapnya penasaran.“O-oh, kenapa tiba-tiba bertanya, om?” tanyanya tergagap. Masih dipenuhi rasa kaget.“Anda menatap nona Hani sangat serius,” balas Leo, “Apa ada sesuatu yang salah?”“Oh, tidak! Itu cuma—”Rara menela

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 258: Sekali Lagi

    “Tidak mau menginap lagi?”Tangan Hani yang sedang mengancingkan kemeja mendadak berhenti. Ia menatap pantulan Merphilus di jendela yang sedang berbaring miring di atas kasur.Hani menghela napas sejenak lalu menggeleng perlahan. Tangannya kembali bergerak mengancingkan kemeja.“Saya tidak ada izin untuk pergi malam ini,” jawab Hani tenang.“Anda bisa beralasan.”“Saya rasa itu bisa membuat mereka curiga. Lagipula, saya sendiri juga tidak punya alasan untuk menginap.”Merphilus mendengus pelan. Ia mengubah posisinya menjadi telentang. Tangan satunya menopang belakang kepalanya.“Baiklah kalau begitu,” ucapnya, “Padahal saya rasa akan menyenangkan kalau kamu menginap lagi.”Menyenangkan? Karena ia jadi bisa membayangkan bercinta bersama Rara sepanjang malam?Hani menarik sedikit sudut bibirnya. Hanya sepersekian detik sebelum bibirnya kembali berubah datar. Ia menyelesaikan kegiatan mengancingnya lalu ke

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 257: Setelah Ini

    “Kenapa diam saja? Anda seperti baru pertama kali kesini.”Hani menatap Merphilus yang menyeringai ke arahnya. Terlihat geli juga mengejek. Ia tidak menanggapi dan lanjut berjalan mendekati Merphilus.Merphilus mengangkat satu alisnya melihat Hani hanya diam. Matanya mengikuti langkah Hani yang mendekatinya.“Anda baik saja-saja?” tanyanya, “Apa terjadi sesuatu?”“Saya baik-baik saja,” balas Hani pelan.“Benarkah? Tidak ada bertemu Nona Grace tiba-tiba seperti waktu itu?”Hani menghela napas cukup kencang. “Tidak ada. Saya benar baik

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 52: Om Gak Mau?

    Sama sekali tidak ada percakapan di antara Jefri dan Rara selama Rara mengantar Jefri ke kamarnya. Mereka hanya berdiri bersisian di lift dalam diam.Rara melirik ke Jefri yang wajahnya semakin memer

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-22
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 49: Jarak di Antara Kita

    Rara dan Septa ikut menolehkan kepala ketika mendengar suara riuh para tamu ke pintu aula hotel. Napas Rara tercekat ketika melihat Jefri melangkah masuk bersama Rachel dan Hani. Ketiganya berpegangan tangan dengan posisi Hani berada di tengah.Warna busana mereka adalah merah maroon. Je

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-22
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 43: Pasangan Jefri

    “Hahh?” alis Rara mengerut semakin dalam, “Jangan ngomong aneh-aneh!” dengusnya. Septa tertawa, “Harusnya di momen kayak gini kamu langsung salah tingkah, Ra!”Rara menggeleng-geleng. Bagaimana bisa ia salah tingkah ketika ia tahu Septa adalah orang yang suka bercanda?Apalagi, ajakannya tadi sang

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-21
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 40: Nggak Nyaman?

    ‘Apa ini?’ batin Rara resah. Percakapan di meja sudah beralih ke topik lain, tapi Rara tidak ikut menimbrung. Pikirannya penuh. Entah kenapa, perkataan Jefri barusan tidak terdengar seperti sebuah guyonan. Terasa ada implikasi di dalamnya. Seolah ia tengah memperjelas hubungannya dengan Rachel

    last updateПоследнее обновление : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status