ホーム / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 81: Hubungan yang Retak

共有

CHAPTER 81: Hubungan yang Retak

作者: Heiho
last update 公開日: 2026-01-16 15:00:20

“Hentikan, Hani!” seru Jefri yang dengan cepat menggenggam erat tangan putrinya sebelum mengenai pipi Rara lagi. .

“LEPASIN, YAH!” bentak Hani sambil memberontak agar tangannya terlepas, “Kenapa ayah bela Rara terus padahal ayah juga dirugiin sekarang?!”

“SEPTA! BAWA RARA PERGI!” seru Jefri tegang.

Tanpa menjawab, Septa segera membawa Rara keluar, membuat Hani semakin mengamuk. Jantungnya berdegup kencang karena tegang. Ia menggeram pelan.

Kenapa semua
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Nur Ajifa
Jefry jg kurang tegas ..kan kasian Rara yg kena imbas nya mentang 2 anak nggak mampu di jadikan korban klu memang suka sama Rara kenapa kau dekat sama cewek lampir kayak gitu sih
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 237: Tidak Lebih Dari Ini

    “Terburu-buru sekali. Anda bahkan belum beristirahat dengan benar.”Hani tidak segera menjawab. Lanjut memakaikan kancing kemejanya sambil masih membelakangi Merphilus. Setelah selesai, ia lalu menatap Merphilus yang masih merebahkan badannya di atas kasur dengan posisi menyamping. Tangannya yang berurat menopang kepalanya. “Saya harus kembali sebelum ayah saya pulang,” balas Hani akhirnya.Merphilus ber-hm pelan. Meski tatapannya seolah berkata, ‘untuk apa kamu mengkhawatirkan itu?’Hani mendengus pelan.“Pokoknya saya akan pergi sekarang,” tegas Hani, “Saya akan pergi sendiri ke rumah. Jadi, anda tidak perlu mengantarkan saya.”“Baiklah, saya juga tidak akan menghalangi,” balas Merphilus sambil mengangkat kedua bahunya santai. Membuat Hani menatapnya kesal. Hani kembali mengalihkan pandangannya ke cermin. Merapihkan dirinya sejenak. Setelah dirasa rapih, ia kemudian beranjak pergi. “Apa kita perlu

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 236: Bantu Saya, Tuan

    “Jadi anda sudah memutuskan, ya?”Hani hanya mendengus pelan melihat Merphilus menyeringai. Ia lalu melengang masuk ke dalam kamar. Pintu segera ditutup Merphilus. Ia kemudian mengikuti langkah Hani ke arah kasur. Keduanya kemudian bertatapan.“Apa anda perlu bersiap lagi?” tanya Merphilus.“Tidak. Kita langsung saja,” balas Hani datar. Tangannya sudah berada di kancing atas kemeja. “Saya akan membuka baju sekarang.”Merphilus menaikkan satu alisnya. Ia berjalan mendekat ke Hani lalu menahan tangannya yang hendak melepas kancing.“Jangan terburu-buru.”Tangannya yang lain menggamit dagu Hani dan menaikkannya. “Biarkan mengalir saja,” bisik Merphilus sebelum menyatukan bibirnya dengan Hani. Hani memejamkan matanya. Mengernyit pelan ketika lidah Merphilus mulai menerobos ke mulutnya. Mengingatkannya dengan ciuman mereka di malam sebelumnya. Tapi, berbeda dengan malam sebelumnya, ing

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 235: Keputusan Hani

    Mata Hani membesar. Ia segera menepis tangan Merphilus dan menjauhinya. Tapi, tidak ada bantahan dari Hani. Perempuan itu justru menundukkan kepalanya. Mengalihkan pandangannya dari Merphilus.Merphilus mengangkat satu alisnya. Tersenyum puas.“Sepertinya tebakan saya benar,” celetuknya yang segera ditatap tajam Hani. “Tapi itu hanya sementara,” sergah Hani, “Buktinya saya masih mengingat tentang mereka lagi sekarang.”“Mungkin karena kita tidak melakukannya lagi,” Merphilus mengangkat bahunya ringan, “Kalau kita melakukannya dengan sering, anda mungkin bisa melupakannya.”Mata Hani kembali membesar. Ia menatap Merphilus tidak percaya.“Apa anda …. Baru saja mengajak saya sebagai pasangan ranjang anda?” tanya Hani, “Jadi, memang itu permintaan anda sebenarnya?”“Tidak. Ini hanya tawaran bantuan biasa,” bantah Merphilus, “Lagipula, saya sendiri juga sudah bilang akan memberitahukan permintaan itu ketika di waktu yang tepat, kan?”“Kalau begitu, kenapa anda menawarkan bantuan ini?”“Te

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 234: Tawaran Kedua Merphilus

    “Kita sudah sampai, Pak Merphilus.”Merphilus mengangguk. Ia melangkah keluar dari mobil. Liam lanjut membawa mobil hingga ke parkiran.Mata Merphilus langsung menangkap sosok Hani di depan pintu masuk restoran. Senyum miring terukir di wajahnya. Ia berjalan mendekat.“Nona Hani, selamat pagi,” sapanya setelah sampai di samping Hani.Hani tersentak dan segera menoleh. Merphilus mengangkat satu alisnya melihat wajah pucat Hani. Ia seolah habis melihat hantu.“Tuan Merphilus, selamat pagi,” Merphilus segera mengalihkan pandangannya ke Leo dan tersenyum tipis.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 233: Bertemu Lagi

    [Selamat pagi, Nona Hani. Hari ini agenda kita adalah meeting dengan tim IT dan kepala manajer dari tiap cabang hotel. Tuan Merphilus dan timnya juga akan ikut bersama kita. Saya akan menjemput anda sebentar lagi.]Hani hampir tersedak makanannya begitu membaca nama Merphilus di pesan Leo. Ia buru-buru menelan makanannya dan meminum air sebanyak mungkin. Hal itu membuat Rara menoleh heran padanya.“Kenapa, Han?”“Nggak apa-apa,” balas Hani cepat. Ia kembali membaca pesan Leo.Nama Merphilus benar ada di sana. Tubuh Hani seketika melemas.Kalau begini, bagaimana caranya ia menghadapi hari ini?

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 232: Lakukan, Ra

    “Ayo lakukan, Ra. Tadi kamu yang ingin, kan?”Dasar licik!Rara menelan ludah. Jantungnya berdebar kencang dari biasanya. Ia menatap Jefri yang memerhatikannya dengan seringai lebar dan alis terangkat satu. Pria itu benar-benar terlihat puas. Rara mengeratkan pegangannya di pundak Jefri. Ia lalu membungkukkan badannya dan mulai menciumi rahang Jefri. Membuat pria itu tersenyum semakin lebar. Rara bisa merasakan gerakannya begitu kaku. Ia yakin Jefri juga bisa merasakannya. Kalau diingat-ingat lagi, ini memang kali pertama Rara melakukan hal ini. Selama ini, dia selalu membiarkan Jefri yang memimpin. Ciuman Rara terus turun ke bawah. Ia berhenti ketika mencapai leher Jefri. Wanita itu menelan ludah sejenak. Biasanya bagaimana Jefri melakukannya?Rara mencoba mengingat-ingat, tapi hal itu justru membuatnya malu. Apalagi, Jefri tengah menatapnya penuh godaan sekarang. “Ada apa? Sedang berpikir titik yang tempat untuk meninggalkan bekasnya?” kekeh Jefri, “Kamu hanya perlu melakukann

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 30: TIdak Apa-Apa

    “Eh, pelan-pelan, Ra!”Rara menaruh gelas di meja kemudian mengusap bibirnya yang basah. Wajahnya memerah malu. Bisa-bisanya ia langsung bereaksi karena mendengar nama Rachel saja!“Sekaget itu?” kikik Septa, “Muka kamu kayak tomat sekarang!”Rara seketika melotot ke pria di sebelahnya. Itu semua k

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 22: Lagi-Lagi Terluka

    “Bohong,” ucap Rara dengan suara gemetar. Ia menurunkan tangannya yang memegang ponsel, tidak menyadari panggilannya sudah terhubung.“Kamu pasti bohong!”Maya mendengus geli. Senyum liciknya semakin terkembang. Ia mengambil ponselnya dari saku dan terlihat mencari sesuatu di sana. Tak lama, terden

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 17: Bukan Urusanmu

    “Om gila ya?!” bisik Rara sambil memundurkan wajahnya. Ia memelototkan matanya ke Jefri yang kini tersenyum geli.Sialan! Pria itu mempermainkannya ternyata! Sejak kapan ia suka menggoda seperti ini?

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 16: Keluarga Bahagia

    Pesta akhirnya berakhir. Meskipun begitu, suasana di aula masih riuh. Banyak tamu yang belum pulang dan masih mengobrol dengan sesama.Karena Rara bagian mengembalikan piring-piring kotor ke dapur, ia sudah mulai bergerak untuk bekerja meski aula masih ramai. Bersama beberapa staf lainnya, mereka b

    last update最終更新日 : 2026-03-18
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status