Beranda / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHPATER 93: Perseteruan Jefri dan Septa

Share

CHPATER 93: Perseteruan Jefri dan Septa

Penulis: Heiho
last update Tanggal publikasi: 2026-01-25 15:05:00

“Mana mungkin!’ Rara tertawa kaku, “Kalau pun bener karena aku, pasti karena–”

‘Karena dia sudah melampiaskan hasratnya padaku’ batin Rara yang tak ia suarakan. Wajahnya memerah, terlalu malu dengan isi pikirannya sendiri.

Tapi, pasti benar begitu, kan?

“Kamu mikirin apa?” kekeh Hana, membuat wajah Rara semakin memerah. Ia buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“Pokoknya, kamu pasti salah duga aja!” seru Rara. Hana tertaw
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Nur Ajifa
nikahi saja Rara Jefry kalu betul 2 sayang sama Rara JD aman nggak ada gangguan
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 273: Hari Pesta

    Hari berlalu dengan cepat. Hingga akhirnya, tibalah hari pesta keluarga Nickelson diadakan.Hani sudah duduk di mobil menuju hotel tempat pesta diadakan. Ia mengenakan gaun berwarna merah muda-putih tanpa lengan, yang panjangnya hanya mencapai mata kaki dengan bagian selangkanya ditutupi kain transparan. Memperlihatkan kulit putih mulusnya. Berbeda dengan biasanya, ia kali ini tidak mengeritingkan rambutnya. Tapi, mengepangnya dan menyampirkannya ke pundak. Perempuan itu terlihat sangat cantik. Rara bahkan memujinya berkali-kali tadi.“Jadi, apakah kamu mengajak Tuan Merphilus ke pesta ini?” celetuk Jefri tiba-tiba.Hani yang sedang minum, seketika tersedak. Ia terbatuk-batuk dan Rara buru-buru memberikan sapu tangan untuk mengelap air yang tumpah ke gaunnya. Wanita itu menyikut pelan Jefri yang hanya memasang gestur wajah tak berdosa.Hani menerimanya dan menatap Jefri kesal. “Kenapa tiba-tiba ungkit itu?” sungut Hani.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 272: Setelah Itu

    Perkataan Merphilus itu terus terngiang di kepala Hani sampai besok paginya. Ia bahkan masih mengingatnya saat sedang diinterogasi Jefri dan Rara sekarang.Semalam Hani tak bertemu mereka ketika pulang karena keduanya sudah tidur. Tapi, pagi ini mereka langsung menyeret Hani ke meja makan dan memaksanya duduk berhadapan dengan mereka.Hani merasa seperti tahanan di meja pengadilan. Apalagi pasutri itu sama-sama memberikan tatapan tajam padanya.“Jadi, teman ekskulmu yang datang kemarin, tiba-tiba mengabari ingin balik semalam makanya kamu pergi dari pesta untuk menemuinya?” ucap Jefri yang segera diangguki Hani.Ya, tadi ia menggunakan alasan teman ekskulnya itu lagi. Dalam hati, Hani meminta

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 271: Berpaling Padaku

    “Kenapa … kita berhubungan?” ulang Hani, berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia tidak salah dengar.Merphilus tidak menjawabnya. Tapi, sorot matanya yang serius meyakinkan Hani kalau ia tidak salah dengar tadi.“Itu …. Bukankah itu karena Anda ingin melampiaskan hasrat juga?” ucap Hani tidak yakin, “Karena Anda bilang kita cocok …. Karena sudah pernah berhubungan.”“Apa menurutmu kita memang berhubungan saat tahun baru itu?”Apa maksudnya itu? Bukankah jawabannya sudah sangat jelas?Hani mengangguk pelan. Ia berjengit ketika Merphilus tiba-tiba menghela napas kasar.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 270: Bukan Dia

    Hani membuka matanya perlahan. Ia mengerjap-ngerjap sejenak, mencoba mengingat kembali hal yang telah dia lakukan sebelumnya.Ketika melihat bayangan Merphilus di ujung kasur, Hani segera beranjak duduk.“Kamu sudah bangun?” tanya Merphilus dengan seulas senyum di wajahnya.Bukannya menjawab, Hani justru menarik selimut lebih rapat ke tubuhnya. Ia menatap was-was Merphilus dengan sorot mata tajam.Merphilus mendengus pelan melihatnya. Ia lalu melangkah mendekati Hani.“Jangan mendekat!” seru Hani yang kini memundurkan posisinya, “Saya akan teriak kalau anda berani mendekat lagI!”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 269: Leo VS Merphilus

    Leo mengetuk-ngetuk pelan jemarinya di atas paha. Matanya memandang keluar kaca taksi dengan gelisah. Sesekali keringat mengalir di dagunya.Pria itu kini sedang berada di dalam taksi menuju hotel Amarose. Ia tadi memesannya langsung setelah kepergian Jefri dan Rara. Tidak membuang waktu sedikit pun.Ya, urusan yang dia maksud ke Jefri tadi adalah ini. Menuju hotel Amarose untuk memergoki Merphilus dan Hani. Leo merasa bersalah karena harus membohongi bosnya itu, tapi ia sendiri tidak bisa mengatakan urusannya ini juga.Tidak bisa selama ia belum bisa mendapatkan bukti yang memberatkan Merphilus. Dan malam ini, ia akan mendapatkannya.Leo menelan ludah ketika hotel Amarose mulai terlihat di matanya. Ia menarik napas dan menghembuskannya perlahan seiring taksinya mulai menepi di depan hotel itu.“Kita sudah sampai, Tuan,” ucap sopir taksi.Leo mengangguk. Ia menyodorkan uang sambil mengucapkan terima kasih yang segera diterima sang sopir. Ia lalu keluar dari sana dan taksi segera menin

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 268: Basah

    Hani menelan ludah. Ia mengalihkan pandangannya, tidak menjawab pertanyaan Merphilus barusan.Merphilus menyeringai. Ia mendekatkan dirinya lagi dan mencium rahang Hani. Perempuan itu berjengit pelan.Ia mengerang ketika ciuman Merphilus terus turun ke bawah. Menuju leher jenjangnya lalu perpotongan bahunya yang tidak tertutupi gaunnya.Sebuah gigitan diberikan Merphilus di sana. Menimbulkan ruam kemerahan yang segera dijilatnya.Napas Hani mulai kembali terengah. Wajahnya perlahan merekah merah. Ia tercekat saat satu tangan Merphilus tiba-tiba mencengkram pinggangnya.“Tu-Tuan … Tunggu …” erang Hani yang tidak digubris Merph

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 149: Jadi Pasanganku

    “Apakah om mau menjadi pasanganku di acara dansa nanti?”“Apa?”Perasaan Hani berubah resah ketika melihat Leo terkejut. Apa pria itu akan menolaknya? Atau ucapannya kurang jelas?Ragu-ragu, Hani kembali berkata, “Aku pingin om jadi pasangan dansaku di acara nanti,”Kali ini, Leo harusnya mendengar

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 150: Kesempatan Kedua

    Sandra mengerutkan alis bingung, “Tunggu, Ra. Biar aku cek dulu–”“Tidak usah! Sebaiknya tetap beli untuk jaga-jaga, kan?” potong Rara lagi, “Mencegah itu lebih baik, kan?”Rara lalu menoleh ke Jefri. “Om, tolong bantu kak Sandra benerin atap, ya!”“Apa?” tany

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 13: Waktunya Kelas Lagi

    “Ra?” “Om Jefri?” Rara menggeleng dan buru-buru mengoreksi ucapannya, “Pak direktur, selamat malam,” Rara membungkukkan badan sopan yang dibalas anggukan Jefri. Meski sebelum bekerja Jefri telah mewanti-wantinya untuk bebas memanggil dia dengan sebutan apa pun kalau mereka bertemu di hotel, tapi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 9: Hadiah Jefri

    Rasanya semua ini salah, batin Rara ketika teringat perbuatannya bersama Jefri selama beberapa hari terakhir.Sudah hampir seminggu berlalu sejak insiden di kamar mandi. Dan selama itu pula, Rara rut

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status