Share

Bab 47. Kecelakaan

Author: ZeeHyung
last update publish date: 2026-04-13 19:21:30

"Hahh! Semutnya masuk. Aku harus apa sekarang," teriak Lintang yang langsung turun dari tangga dan berteriak kencang karena semut yang dikatakan oleh pak Kumis masuk ke bajunya.

Mario ikutan panik karena Lintang digigit semut. Mario membantu Lintang untuk mengeluarkan semut dan akhirnya Lintang bisa selamat dari semut yang sudah keluar dari dalam pakaiannya.

"Semut tidak tahu diri. Kenapa dia masuk. Aku hanya ambil satu. Awas kalian aku bakar kalian," rutuk Lintang dengan wajah kesal.

Lintan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 50. Dia Anak Haram

    Pak Candra marah besar karena pintu kantor milik Arya tidak bisa dibuka olehnya. Asisten dari Arya segera mendekati Bos besarnya sambil menundukkan kepala memberi hormat. "Kenapa pintu ini dikunci dari dalam. Apa yang dia lakukan?" tanya Pak Candra kepada asisten Arya. "Maaf, Pak Candra. Pak Arya tidak bisa diganggu dia ingin tidur sebentar. Katanya, kepalanya pusing dan dia tidak enak badan jadi dia ingin menenangkan diri," jawab asisten tersebut yang memberitahukan kalau Arya sedang istirahat dan tidak enak badan.Pak Candra terdiam dia tidak bisa berkata apa-apa. Dia tidak ingin membahasnya lagi dan langsung pergi meninggalkan kantor. Asisten Arya hanya bisa menghela nafas saat dirinya harus berbohong dengan ayah dari atasannya itu. "Untung saja dia percaya jika tidak maka akan ada masalah yang lebih besar lagi," jawab sang asisten yang langsung pergi masuk ke dalam ruangannya. Sedangkan Arya dan juga Mala terus memberikan permainan-permainan panas mereka. Suara-suara teriakan

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 49. Permainan Kantor (21+)

    "Kamu jangan berbohong kepadaku, Arya. Kamu pasti yang sudah mencelakai Lintang. Ayo katakan saja kamu yang melakukannya kan. Kamu jangan berbohong kepadaku, Arya. Kamu tidak bisa membodohiku lagi, Arya. Aku tahu semuanya. Tega kamu lakukan itu. Apa mau kamu, Arya. Apa," teriak Mala dengan cukup kencang. Dia benar-benar marah dan murka dengan Arya yang sudah membuat Lintang celaka. Ini bukan seperti ini rencana mereka sebelumnya. Tapi Arya malah membuat Lontang celaka. Arya yang tidak terima dibentak oleh Mala segera berdiri dan dia mendekati Mala. Dengan cepat Mala diseret ke ruangannya. Ruang pribadi miliknya yang ada di kantor tersebut. Pintu semuanya dikunci.Arya memberikan pesan kepada asistennya untuk tidak masuk ke dalam ruangan ini. Setelah itu dia masuk menemui Mala. Mala menatap Arya dengan nanar. Dia tidak percaya dengan apa yang akan dilakukan oleh Arya padanya. "Apa yang mau kamu lakukan. Lepaskan aku. Aku ingin pergi ke rumah sakit. Aku ingin melihat Lintang dia me

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 48. Dia Baik-baik Saja Hana

    Pak Irwandi segera membawa Hana ke ruangannya. Dia ikutan panik karena anaknya dan asistennya kecelakaan apalagi setelah mendengar kalau Lintang kecelakaan karena mencari keinginan untuk Hana. "Kamu jaga dia. Saya mau ke rumah sakit dan nanti setelah dia sadar langsung hubungi saya dan saya akan kasih tahu dimana rumah sakitnya," ujar Pak Irwandi ke Azizah. Azizah menganggukkan kepala dia akan menjaga Hana dengan sangat baik. Dan dia akan menunggu kabar dari Pak Irwandi nantinya. "Hana, bangun, Han. Kenapa kamu pingsan. Aduh kamu menakuti aku, Han," rengek Azizah yang benar-benar takut jika terjadi sesuatu dengan Hana. Azizah mengambil minyak angin dia mengusap hidung Hana dengan minyak angin. Berharap Hana bangun. Setengah jam berusaha membangunkan Hana, akhirnya Hana terbangun. "Lintang. Mana dia? Apa yang terjadi. Azizah, suamiku kecelakaan. Aku tidak mau dia kenapa-napa," tangis Hana mengadu ke Azizah kalau Lintang kecelakaan. "Iya, sabar dulu. Tenangkan dirimu. Ingat kamu h

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 47. Kecelakaan

    "Hahh! Semutnya masuk. Aku harus apa sekarang," teriak Lintang yang langsung turun dari tangga dan berteriak kencang karena semut yang dikatakan oleh pak Kumis masuk ke bajunya. Mario ikutan panik karena Lintang digigit semut. Mario membantu Lintang untuk mengeluarkan semut dan akhirnya Lintang bisa selamat dari semut yang sudah keluar dari dalam pakaiannya. "Semut tidak tahu diri. Kenapa dia masuk. Aku hanya ambil satu. Awas kalian aku bakar kalian," rutuk Lintang dengan wajah kesal. Lintang kesal karena dia digigit semut padahal dia sudah hati-hati tapi tetap saja dia digigit oleh semut. Pak kumis melihat Lintang marah-marah geleng kepala. "Kamu itu disukai dia makanya kamu digigit. Sudahlah, jangan banyak bicara kamu. Diam saja. Sana pulang sudah dapatkan mangganya?" tanya Pak kumis membawa kembali tangga dan pergi dari hadapan Lintang. "Eh, Pak. Tunggu dulu. Saya mau tanya dimana pohon cermai. Istri saya ingin pohon cermai dia. Apakah bapak tahu di sekitar sini ada pohon cerm

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 46. Apakah Masuk

    Hana kembali bekerja dia mencoba untuk menepis semua perasaan yang tidak enak di hatinya. Dirinya mencoba untuk tenang dan berpikiran positif. Sedangkan Lintang dan juga Mario melaju menuju ke tempat di mana pohon cermai dan mangga berada. Walaupun dia tidak tahu di mana kedua pohon itu tepatnya pohon cermai itu berada tapi dia akan usahakan. Di kota yang sebesar ini sulit untuk bisa mereka mendapatkan pohon cermai. "Pak Lintang. Bagaimana kalau kita cari di supermarket saja karena di sini itu sulit untuk bisa kita temui pohon cermai dan kita juga tidak tahu dimana keberadaan si pohon cermai itu. Tidak mungkin kita ke Bandung untuk mencarinya. Iya kalau ada, kalau tidak ya sulit juga." Mario menyarankan kepada Lintang untuk mencari buah cermai di supermarket. Namun Lintang tidak mau dia sudah melihat di Google kalau ibu hamil itu ngidamnya harus dituruti jika tidak anaknya bisa ileran jadi dia tidak mau anaknya seperti itu. Dia tampan masa anaknya ileran. "Tidak perlu kita cari s

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 45. Aku Juga Mencintaimu

    Hana terharu mendengar apa yang dikatakan oleh dua bocil tersebut. "Tidak bisa makan hanya dengan kuah saja. Kamu harus makan pakai lauk. Kalian tunggu saja nanti kakak belikan untuk kalian makanan istimewa." Hana tidak tega untuk meminta pelayan memberikan nasi sama kuah. Hana meminta makanan dengan lauk. Hana merasa di dunia ini masih ada yang butuh dirinya. Dalam artian membutuhkan bantuan dia. Selesai memesan makanan Hana menyerahkan kepada keduanya. "Ini untuk kalian. Sekarang, kalian temui ibu kalian ya. Jangan kemana-mana lagi. Sudah malam dan kalian ini untuk kalian." Hana menyerahkan uang yang tadi dia janjikan sebagai pembelian jualan mereka. Hana lega karena dirinya bis meringankan keduanya. Kedua bocil pun mengambil pemberian Hana dan tak lupa mencium punggung tangan Hana dan Lintang. "Terima kasih banyak. Semoga kakak diberikan rezki yang berlimpah," balas salah satu bocil ke Hana dan Lintang. Hana mengangguk dia mengiyakan apa yang dikatakan oleh dua bocil itu. "S

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 40 Kembali Mengulangi Percintaan (21+)

    "Akh, Mala ... Bangun kamu! Bangun!!!" Pekikan dari Arya begitu kencang hingga Mala yang tidur dalam pelukkan Arya tersadar dan langsung terduduk. Mala menatap Arya yang wajahnya memerah dan napasnya naik turun. Mala berdecih melihat reaksi Arya seperti orang yang kesurupan. "Kenapa denganmu? Ap

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 38. Mari Bercinta (21+)

    Mala tidak menjawab apa yang Arya tanyakan. Dia langsung mencium bibir ranum milik Arya. Sedari tadi gairahnya sudah di ubun-ubun jadi Mala tidak ingin buang waktu. Mumpung Arya mabuk dan dia tidak sadarkan diri. Jadi dia ingin memanfaatkan Arya. Masa bodoh Arya marah padanya. Dia ingin orang yang

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 36. Pelakor Tidak Tahu Diri

    "Halo, Sayang. Kamu ada di sini juga ya. Wah, aku senang sekali. Kenapa tidak kasih tahu aku kamu di sini?" tanya orang tersebut yang tidak lain adalah Mala. Mala sengaja memperlihatkan dirinya di depan Lintang. Dan dengan beraninya Mala langsung memeluk Lintang dari belakang. Namun Lintang mengh

  • Sentuhan Manja Sang CEO Arogan   Bab 31. Menabrakan Diri Sendiri

    Lintang langsung memeluk Hana. Dia begitu bersalah dengan Hana. Cukup lama mereka berpelukan. Hingga akhirnya, Lintang melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Hana. Mengusap pipi Hana dengan lembut. "Aku baik, Sayang. Kamu jangan khawatir. Semuanya akan baik. Kamu jangan dengarkan apa yang merek

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status