LOGINNara terbangun sebagai Veronica Ashbourne, tokoh utama tragis dari novel Aku yang Tak Pernah Dipilih—putri sah keluarga bangsawan yang sepanjang hidupnya selalu kalah dari adik tirinya sendiri. Kasih sayang ayahnya dirampas, warisan ibunya direbut, dan pria yang paling dicintai Veronica ternyata hanya menjadikannya batu loncatan untuk mendekati Arabella. Nara mengetahui bagaimana cerita itu akan berakhir: penyesalan yang datang terlambat, cinta yang seharusnya tidak lagi berarti, dan ending palsu yang disebut bahagia. Namun kali ini, Veronica tidak akan hidup demi dipilih siapa pun. Nara akan merebut kembali hidup Veronica, keluar dari keluarga toxic itu, dan menolak ending novel yang seharusnya terjadi.
View MoreSetelah merasa cukup bersih, Nara bangkit. Ia mengeringkan tubuhnya dengan handuk lembut, lalu mengenakan jubah mandi sutra tipis berwarna putih gading. Jubah itu sangat ringan, hampir tidak terasa di kulitnya yang masih lembap, dan memberikan efek transparan yang samar di bawah pencahayaan lampu kristal yang temaram. Nara berdiri di depan wastafel marmer, mencoba merapikan rambut hitamnya yang basah, ketika tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka tanpa peringatan. Killian masuk dengan langkah yang penuh otoritas. Pria itu kini hanya mengenakan sehelai handuk putih yang melilit pinggangnya yang rendah. Tubuh bagian atasnya terekspos sepenuhnya, memperlihatkan otot-otot dada yang bidang dan perut yang terpahat sempurna seperti patung dewa perang. Rambut peraknya yang basah berantakan, meneteskan air ke bahunya yang pucat namun kuat. Nara tersentak, tangannya refleks memegang kerah jubah mandinya. "Killian! Aku belum selesai... kau harusnya menunggu di luar ruangan." Killian tidak ber
Harap like dan follow akun sebelum lanjut membaca ----- Setelah ketegangan di balkon dan ciuman yang membakar di bawah rembulan, Killian tidak membiarkan Nara berlama-lama di aula pesta. Baginya, tatapan pria-pria di sana adalah polusi yang mengganggu hak miliknya. Ia menarik Nara melewati koridor-koridor panjang istana yang megah, menuju paviliun tamu agung yang telah disiapkan khusus untuk keluarga Duke Valerius. Sepanjang jalan, genggaman tangan Killian terasa sangat panas, seolah-olah mana miliknya sedang bergejolak menuntut pelampiasan. Begitu pintu paviliun tertutup rapat dan terkunci, suasana sunyi istana langsung berubah menjadi medan energi yang menyesakkan. Killian menyandarkan Nara ke pintu, menatapnya dengan mata ungu yang kini benar-benar gelap, hanya menyisakan sedikit kilatan gairah yang buas. "Mandilah dulu, Veronica," bisik Killian, suaranya serak dan berat. "Bersihkan aroma pesta ini dari kulitmu. Aku ingin hanya aromaku yang tersisa di tubuhmu malam ini."
Suasana pesta semakin memanas ketika musik orkestra mulai melambat, memberikan kesempatan bagi para bangsawan untuk saling menyapa. Di sudut ruangan, Nara melihat Baron Ashbourne—ayahnya—tengah mencoba mendekati seorang Earl kaya. Baron itu tampak kuyu, mungkin karena guncangan mental setelah menerima penghinaan telak dari Killian. "Lihat itu," Killian menunjuk dengan dagunya. "Ayahmu sepertinya butuh moralitas baru, bukan sekadar kayu busuk." Nara hanya tersenyum tipis. "Dia tidak akan pernah belajar selama dia merasa masih bisa memanfaatkan nama 'Veronica' untuk kepentingannya." Tiba-tiba, seorang pemuda dengan rambut pirang madu dan pakaian yang terlalu mencolok mendekati mereka. Namanya Julian, seorang Count muda yang baru saja melakukan debutante-nya. Ia memiliki reputasi sebagai perayu yang tidak tahu malu. "Duke Valerius, sungguh kejutan melihat Anda sudah bisa berdiri tegak," ucap Julian dengan nada yang sedikit merendahkan, matanya justru tertuju pada lekuk tubuh Na
Di lantai atas istana, tepatnya di balik jendela besar ruang kerja kaisar yang terbuat dari kristal gelap, seorang wanita dengan mahkota emas yang rumit berdiri memperhatikan seluruh kejadian di taman mawar. Ia adalah Sang Kaisar, penguasa tertinggi Astheria. Mata Sang Kaisar menyipit saat melihat punggung Nara yang menjauh. Ia meletakkan tangannya di kaca jendela, dan tiba-tiba, sebuah energi keemasan yang sangat tipis bereaksi di ujung jarinya—energi yang selaras dengan getaran Mana yang terpancar dari tubuh Nara. "Darah Elianor..." gumam Sang Kaisar dengan suara yang penuh misteri. "Aku bisa merasakan Roh Kuno itu menggeliat di dalam dirinya. Veronica Ashbourne... kau bukan lagi wanita gila yang diceritakan orang-orang." Kaisar berbalik ke arah penasehatnya yang berdiri di kegelapan ruangan. "Pastikan dia duduk di sampingku saat perayaan pesta pembukaan besok. Aku ingin melihat seberapa besar kekuatan yang ia sembunyikan di balik wajah tenangnya itu. Utara telah menemukan per
Kedai arak itu sangat bising. Nara duduk di sudut yang paling gelap, memesan sebotol arak keras. Di meja lain yang lebih bersih, Arlo duduk berhadapan dengan Arabella. Arlo tampak sibuk memastikan Arabella tidak menyentuh minuman keras, memberikan air putih padanya, dan membuang muka saat Nara men
"Gila... ini benar-benar gila," ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ia harus mencerna semuanya. Ia berada di dalam tubuh seorang wanita yang dibenci semua orang. Ia memiliki ayah yang menganggapnya komoditas, adik tiri yang merupakan manipulator ulung berwajah malaikat, dan seorang pengawal
"Veronica Ashbourne," desis Nara. Nama itu keluar begitu saja dari mulutnya, seolah-olah nama itu sudah lama tertanam di dalam saraf vokalnya. Ingatan demi ingatan mulai membanjiri otaknya seperti air bah yang merobohkan bendungan. Bukan lagi sekadar potongan plot novel yang ia baca, melainkan
Hari-hari berikutnya berlalu seperti mimpi buruk yang kabur. Luka di bahu Nara mulai mengering, meninggalkan bekas parut yang mengerikan. Selama masa pemulihan, Arlo tetap menjalankan tugasnya sebagai pengawal, namun ia memperlakukan Nara seperti udara. Ia hanya masuk untuk mengantar obat, berdiri
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.