Share

Kalung yang Berbeda

Author: Mommykai22
last update Last Updated: 2025-11-10 18:56:59

"Akhirnya kau pulang juga, Rania!"

Yetty menyambut Rania begitu anaknya itu pulang ke rumah. Rania masuk kerja agak siang sehingga ia bisa pulang ke rumah dulu untuk bersiap-siap.

Rania yang melihat Yetty pun berusaha tersenyum dan bersikap seperti biasa, walau kepergian Lucas sangat mengusik moodnya.

"Ah, iya, Ibu."

"Bagaimana pekerjaannya? Sudah selesai kan? Pestanya pasti meriah sekali ya?"

Rania mengerjapkan mata. Tidak ada pesta semalam dan ia gugup karena sudah berbohong.

"Ah, iya,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Ade Cicih Kurniasih
hari ini ga ada up kah thor?
goodnovel comment avatar
Deela Purnama Aditya
kapan nih update lagi thoor
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Terjebak

    Raynard dan Lira masih saling menatap di sana dengan debaran jantung yang sama-sama menderu. Namun, suara Raline langsung mengalihkan fokus Lira. "Bola! Bola!" Raline sudah berhenti menangis saat menatap wajah Lira di hadapannya, apalagi melihat bola di tangannya."Oh, bola, ini bolanya, Sayang, jangan menangis ya," seru Lira lembut. Baby sitter baru akan maju mengambil Raline, tapi Raynard menahannya. "Biarkan saja, dia temanku." "Oh, iya, Pak." Baby sitter mundur dan gantian Raynard yang maju mendekati Lira. "Kita bertemu lagi, Lira." "Ah, iya, Chef. Aku terkejut sekali." "Apa kau sedang tidak bekerja? Atau jangan-jangan ada Melinda di sini?" "Ah, apa Anda ingin sekali bertemu dengannya? Maaf membuat Anda kecewa karena Bu Melinda tidak ada. Aku sedang ijin hari ini, jadi aku sendirian." Raynard menaikkan alis mendengarnya. "Kecewa? Mengapa kau bisa berpikir aku kecewa karena tidak bertemu dengannya?" "Hmm, tidak. Bukankah kalian ... bersama, jadi kupikir ...." "Aku leb

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Mungkin Jodohnya

    "Bagaimana menurutmu tentang dia?" Lira menyetir mobilnya pergi dari restoran Raynard dan Melinda pun terus tersenyum sepanjang perjalanan. "Hmm, Chef Raynard?" "Tentu saja, siapa lagi." Lira melirik bosnya itu dari kaca spion dan mengangguk. "Dia pria yang sangat karismatik." "Bukan hanya karismatik. Dia punya visi. Dan aku suka pria yang punya visi." "Dia sangat cocok dengan Anda." "Benarkah itu? Tapi sayangnya, cocok belum tentu akan bersama. Aku tidak merasa dia tertarik padaku." "Kurasa tidak akan ada pria yang tidak tertarik dengan Anda, Bu." Melinda menaikkan alis. "Begitu menurutmu? Semoga saja." Melinda terus tersenyum dan Lira kembali melirik. Melinda terlihat sangat menyukai chef tampan itu.Dengan cepat, mereka pun tiba di kantor dan kembali bekerja, sebelum akhirnya malam menjelang dan Lira pulang ke rumah. Ia sempat menceritakan semuanya pada Mefi dan Mefi langsung heboh mendengarnya. "Apa? Chef idolaku adalah pria yang dijodohkan dengan bosmu? Astaga, bagaim

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Rahasia Kita

    "Ke mana saja kau? Mengapa lama sekali menjemputku?" Melinda mengernyit begitu Lira tiba, tidak biasanya Lira terlambat menjemputnya di rumah. "Maaf, Bu, tadi ada sedikit kendala." "Kendala apa?" Lira terdiam sejenak, berpikir keras untuk memberitakan pertemuannya dengan Raynard atau tidak, tapi akhirnya ia memilih untuk tidak menceritakannya. "Hanya bertengkar kecil dengan Ruli," jawab Lira akhirnya. Dua tahun lamanya Melinda mengenal Lira, ia pun tahu tentang bagaimana latar belakang Lira, walaupun ia tidak pernah banyak bertanya. "Hmm, apa masalahnya sudah selesai?" "Sudah, Bu." Melinda menatap Lira sejenak dan mengangguk. "Baiklah, tidak masalah. Sekarang antar aku ke restoran Raynard, kau tahu tempatnya kan?" Lira membelalak sejenak. "Restoran ... Chef Raynard?" "Iya, ibuku menitipkan wine untuk Raynard dan katanya aku harus menyerahkannya sendiri. Aku tahu ini hanya akal-akalannya saja agar aku dekat dengan Raynard. Tapi aku tidak masalah karena aku juga ingin mengena

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Penasaran

    Raynard tidak pernah menyangka ia akan bertemu dengan Lira. Lagi-lagi secara kebetulan. Sejak Lira keluar dari mobilnya dan menutup pintu mobil dengan penuh emosi, Raynard sudah melihatnya. Dinding kafe itu dari kaca sehingga Raynard bisa melihat kondisi di luar. Raynard takjub dan tersenyum kecil karena kebetulan itu. Ia berniat menyapa Lira begitu wanita itu mendekat. Tapi wanita itu tidak melihatnya. Bukan hanya tidak lihat, tapi Lira melangkah begitu cepat sampai ke meja di belakang Raynard dan mendadak menggebrak mejanya penuh emosi. Raynard tersentak kaget melihat betapa barbar wanita itu, padahal ia pikir, Lira itu cukup kalem dan anggun. Lira membentak dan bertengkar dengan seorang pria sampai menjadi tontonan orang satu kafe. Entah mengapa, Raynard mendadak ikut malu padahal Raynard tidak ada hubungannya dengan ini. Awalnya Raynard pikir, pria itu adalah kekasih Lira, tapi belakangan ia baru tahu kalau pria itu adalah adik Lira. Sampai akhirnya pertengkaran itu selesai,

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Keributan di Restoran

    Raynard mencari tentang Melinda Tanaya di internet malam itu. Semua foto Melinda dan sepak terjangnya di dunia bisnis muncul begitu saja. Raynard menggeram kesal. "Sial! Seandainya aku mencari tentangnya sejak awal, aku tidak mungkin salah mengenali orang." Ditatapnya foto-foto Melinda. Sama sekali bukan foto seksi, melainkan foto anggun dan berwibawa layaknya pengusaha pada umumnya. Cantik, sangat cantik. Bahkan saat akhirnya bertemu di acara makan malam tadi, Melinda juga sangat ramah, sangat pintar, dan sangat menyenangkan. Namun, anehnya, Raynard terus memikirkan sang asisten yang bernama Lira itu. "Ah, Raynard! Apa yang sebenarnya ada di otakmu sampai kau bisa mengira dia itu Melinda. Biasanya kau tidak begitu." Sampai Raynard akhirnya sudah berbaring di ranjangnya sendiri, ia masih tidak berhenti memikirkan kebodohannya. Pagi itu, seperti biasa Raynard ke restoran untuk melihat progres restorannya. Lucas mampir ke sana pagi itu dan mengajak adiknya minum kopi bersama di se

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Ternyata Seorang Asisten

    Raynard masih mematung di tempatnya, belum benar-benar mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Sampai tidak lama kemudian, suara Lira terdengar duluan. Untung saja Lira sudah melepaskan tangannya dari Raynard atau akan terjadi salah paham di sana. "Selamat malam semua," sapa Lira sambil menunduk sopan pada semuanya. Lira tersenyum, sebelum ia menyapa bosnya. "Pak Tanaya, Bu Tanaya. Bu Melinda, maaf aku masuk seperti ini." "Tidak apa. Ibu, tolong barangnya," seru Melinda. Bu Tanaya langsung mengeluarkan sebuah kotak dan Melinda pun menyerahkannya pada Lira. "Tolong antarkan ke rumahnya." "Baik, Bu." Lira menerima kotak itu. "Siapa ini, Melinda?" tanya Lisbeth yang langsung menyukai Lira pada pandangan pertama. Tipe wajah Lira itu hangat, sama seperti Rania. Dan Lisbeth menyukainya. "Oh, ini asistennya Melinda, Bu Lisbeth," sahut Bu Tanaya. "Masih muda sekali." "Dia masih ... berapa umurmu, Lira?" tanya Bu Tanaya lagi. "24 tahun, Bu," jawab Lira. "Ah, masih 24 tahun, hanya leb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status