Pernikahan Tanpa Cinta: Dimanja Ceo Yang Tak Menginginkanku

Pernikahan Tanpa Cinta: Dimanja Ceo Yang Tak Menginginkanku

last updateLast Updated : 2026-04-23
By:  XauOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
Not enough ratings
11Chapters
213views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Liana terpaksa menikah kontrak dengan Arsen demi menyelamatkan nyawa neneknya, tanpa tahu bahwa keputusan itu akan membawanya ke dalam keluarga yang penuh tekanan dan penghinaan. Di tengah pernikahan dingin dan statusnya yang diremehkan, Liana perlahan bangkit dan membuktikan dirinya bukan wanita lemah seperti yang mereka kira. Saat kontrak berakhir, Liana harus memilih—pergi dengan harga dirinya, atau bertahan pada hubungan yang kini tak lagi sekadar kesepakatan.

View More

Chapter 1

"Kalau kamu lompat sekarang, nenekmu tetap tidak akan selamat.”

Suara itu muncul di tengah hujan.

Liana membeku. Kakinya sudah berada di ujung jembatan, tubuhnya condong ke depan, tapi kalimat itu seperti menariknya kembali ke dunia nyata.

Perlahan, dia menoleh.

Seorang pria berdiri beberapa langkah di belakangnya. Jas hitamnya basah terkena hujan, tapi sikapnya tetap tenang, seolah situasi ini bukan hal yang mengejutkan baginya.

Liana mengernyit. “Apa maksudmu…?”

Pria itu melangkah mendekat, tapi tetap menjaga jarak.

“Biaya operasi nenekmu seratus ribu dolar. Kamu sudah mencoba pinjam ke keluarga, ke bank, bahkan menjual barang yang kamu punya.”

Napas Liana langsung terhenti.

“Dari mana kamu tahu itu?”

Tatapan pria itu datar. “Itu tidak penting.”

Hujan semakin deras.

Jantung Liana berdegup kencang. Untuk pertama kalinya sejak tadi, rasa takutnya bukan lagi pada sungai di bawah… tapi pada pria di depannya.

“Siapa kamu,"

“Arsen.” Jawabannya singkat.

Liana menggenggam tangannya erat. “Kalau kamu cuma mau mempermainkan aku, lebih baik pergi.”

“Aku tidak punya waktu untuk itu.”

Nada suaranya tenang, tapi tajam. Tidak ada keraguan di sana.

Liana tertawa kecil, pahit.

“Semua orang juga bilang begitu… sebelum akhirnya pergi.”

Arsen menatapnya sebentar. “Aku bukan ‘semua orang’.”

Kalimat itu sederhana, tapi entah kenapa membuat Liana terdiam.

Arsen kemudian berkata,

“Aku bisa membayar semua biaya operasi nenekmu. Sekarang juga.”

Kata-kata itu menghantam lebih keras dari hujan.

Liana menatapnya, tidak percaya. “Kenapa… kamu mau melakukan itu?”

Dia menatap Arsen lebih dalam, seolah mencoba mencari celah kebohongan.

“Orang sepertimu… tidak mungkin menolong tanpa alasan,” lanjutnya pelan.

“Benar,” jawab Arsen singkat.

Hening.

“Jadi bilang saja langsung,” kata Liana, sedikit menantang. “Apa yang kamu mau?”

Arsen tidak langsung menjawab. Ia seperti menilai sesuatu, lalu akhirnya berkata pelan,

“Karena aku butuh seseorang untuk menikah denganku.”

Dunia terasa hening.

Liana bahkan tidak yakin dia mendengar dengan benar. “Apa…?”

“Menikah denganku,” ulang Arsen, tetap tenang. “Sebagai imbalannya, aku akan menyelamatkan nenekmu.”

Liana menatapnya lama. Merasa tidak masuk akal seorang pria yang tidak dikenal tiba-tiba ingin menolong dengan bayaran menikah dengannya.

“Ini tidak masuk akal,” gumamnya pelan.

“Tidak,” jawab Arsen. “Ini transaksi. Di dunia ini tidak ada yang gratis.”

Kalimat itu sederhana, tapi menusuk.

Liana menunduk. Pikirannya kacau. Beberapa menit yang lalu, ia siap mengakhiri hidupnya. Sekarang… seseorang menawarkan jalan keluar.

Dengan harga yang tidak kalah besar.

“Kenapa aku?” tanyanya lirih.

Arsen menatapnya tanpa ragu.

“Kamu tidak punya siapa-siapa. Tidak punya pilihan. Dan…”

dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan,

“…kamu cukup berani untuk berdiri di sini.”

Liana tertawa pelan, tapi terdengar lelah.

“Berani?”

dia menggeleng.

“Aku di sini bukan karena berani… tapi karena sudah tidak punya pilihan.”

“Justru itu,” jawab Arsen.

Hujan terus jatuh tanpa henti.

Liana mengepalkan tangannya. Dadanya terasa sesak.

Ini gila.

Menikah dengan orang asing.

Tapi… neneknya.

“…Kalau aku menolak?” suaranya pelan.

Arsen tidak mengalihkan pandangannya.

“Besok, kamu akan tetap berdiri di rumah sakit… tapi tanpa uang.”

Setelah mendengar itu,

Liana menutup matanya sejenak.

Mungkin ini satu-satunya jalan.

Saat ia membuka mata kembali, tatapannya sudah berubah.

“…Baik,” katanya pelan.

Arsen tidak terkejut. Seolah sudah tahu jawabannya.

“Bagus.”

dia mengeluarkan ponselnya, menekan sesuatu, lalu memasukkannya kembali ke saku.

“Beberapa menit lagi, rumah sakit akan menghubungimu.”

Liana menatapnya. Jantungnya berdegup tidak teratur.

“Apa yang kamu lakukan?”

Arsen melangkah mendekat, berhenti tepat di depannya.

“Memastikan kamu tidak bisa mundur.”

Hujan masih turun.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status