LOGIN"Pa...""Iya, Sayang."Rose duduk di samping Arthur yang sedang sibuk dengan tabletnya. Rose cemberut karena Arthur mengabaikannya. Meski masih menjawab panggilannya namun tatapan pria itu masih fokus pada tabletnya.Saat tidak mendengar suara istrinya, Arthur menoleh ke arah Rose. Betapa terkejutnya ia saat melihat Rose yang sedang cemberut."Kenapa cemberut, hm?""Papa sih mengabaikanku. Memangnya sedang apasih? Dari tadi sejak kita pulang dari hotel, Papa sibuk terus sama tabletnya?"Arthur meletakkan tabletnya di atas meja. Ia tersenyum sambil mengusap pipi istrinya yang mulai tembem.Meski semakin tembem, ia sangat menyukainya. Bagi Arthur, saat ini Rose semakin enak untuk di peluk. Bukan berarti yang kemarin tidak enak di peluk, tetapi efek kenaikan berat badan karena hamil membuat Rose semakin empuk untuk di peluk."Maafkan aku, Sayang. Tadi ada hal urgent yang harus aku selesaikan. Tetapi sekarang sudah selesai kok. Kamu pasti mau menyampaikan sesuatu kan. Ada apa, Sayang?""
Gerak amatir yang dilakukan oleh Alana pada pusat gravitasinya membuat Ken mengerang.Bukan hanya lidah Alana yang berusaha keras bermain, tetapi karena gigi gadis itu yang berbenturan dengan jaguarnya membuat jaguar kebanggaannya itu seperti di cubit cubit."Ouuhhh... Sayang..." Erangan Ken semakin terdengar nyaring. Ia sebenarnya ingin memberitahu istrinya agar tidak mengenakan giginya namun Ken tidak ingin membuat Alana berkecil hati atau kecewa. Ia tahan saja rasa saat jaguar kebanggaannya mengenai gigi Alana.Di bawah sana, Alana mulai nyaman dengan posisinya membantu suaminya hingga beberapa saat kemudian gadis itu mengeluarkan jaguar milik Ken dari dalam mulutnya dan mulai menggunakan telapak tangannya untuk bekerja.Ken tersenyum lega atas sikap yang diambil oleh istrinya kali ini. Bukan tidak suka dengan apa yang istrinya lakukan, hanya saja jaguarnya terasa di cubit cubit saat mengenai gigi istrinya.Kali ini, setidaknya pria itu tidak lagi merasakan gerakan di cubit yang in
Belum sempat Alana berpikit tentang apa yang akan terjadi, Ken menurunkan tubuhnya dari pangkuannya dan membaringkannya di atas ranjang. Kemudian dengan gerakan lembutnya menarik pinggang kain berenda yang dikenakan istrinya.Tubuh Alana seketika tegang, tidak bisa membayangkan reaksi Ken yang melihat dengan jelas pusat hasratnya di bawah sana.Ken ada pria pertama yang melihat miliknya itu.Ken mengerang lebih keras lagi saat apa yang tersaji di hadapannya membuat kadar imannya mulai terkikis habis.Suara napas pria itu tersengal-sengal. Jaguarnya pun menggeliat ketika menemukan pawangnya.Sangat indah, itu lah pemandangan yang ia lihat saat ini. Alana begitu pandai merawat pusat gravitasinya. Bersih, tanpa ada rambut-rambut yang tumbuh serta bewarna merah jambu."Aakkkhhh...."Suara jeritan tertahan berasal dari bibir Alana, ketika tiba-tiba Ken meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua betisnya.Ken membuka kedua kaki Alana, lalu mengambil posisi yang membuatnya bebas melakuka
"Aaaaahhhhhh....."Sapuan lidah Ken di puncak bukit miliknya membuat Alana menggila karena sensasi yang dirasakan tubuhnya sungguh luar biasa. Pertama kali bagian tubuhnya itu merasakan seperti itu, rasanya geli bercampur nikmat.Tubuh Alana melengkung kedepan, kakinya bergerak resak."Ken..." Nama pria itu di sebut Alana beberapa kali.Ken mendongakkan kepalanya. Bibirnya sedang menikmati sajian istimewa yang ada di depannya.Dahaga yang sudah mendapatkan penawarnya.Bibirnya mengeksplor bersinergi dengan lidahnya yang menari-nari di sana tadi, membuat tubuh Alana bergerak-gerak tidak karuan."Apakah kamu terganggu dengan ini, Sayang?" Suaranya terdengar serak. Seandainya Alana menolak perlakuannya kali ini, tentu saja ia akan berhenti. Ken lebih mengutamakan kenyaman istrinya meski ia harus menahan diri.Mungkin saja istrinya merasakan perih atau sakit. Meskipun sebagai pria dewasa yang sudah kerap kali menonton film-film seperti itu, dia selalu saja mendapatkan pengetahuan dan beri
"Aku mencintaimu, Alana." Begitu klise tetapi Alana sangat menyukainya."Aku juga mencintaimu." Tidak ada keraguan dalam hati, Alana membalas ungkapan cinta Ken."Apakah saat ini misalnya kita bersama, kamu keberatan Sayang?"Hembusan napas panasnya menerpa wajah Alana.Alana tersenyum kaku. Mendeskripsikan betapa saat ini tidak memiliki keraguan sekecil apapun pada suaminya."Aku milikmu, Ken. Terserah kamu saja."Jawaban itu begitu pasrah disertai dengan tatapan yang juga pasrah.Ken memilih menarik pinggang istrinya. Menyatukan tubuh mereka kemudian pria itu memagut lembut bibir Alana.Tidak ada keraguan di dalamnya, Alana menerima pagutan lembut bibir suaminya. Dari yang awalnya meletakkan telapak tangan di dada Ken, gadis itu kemudian melingkarkan kedua lengannya di leher sang suami.Ken menemukan sukacita yang sebenarnya.Bibir pria itu terus saja berselancar, menemukan titik yang bisa membangkitkan hasratnya hanya dengan bersentuhan seperti ini."Hemmmpppp...."Alana menemukan
Acara pernikahan Ken dan Alana sudah selesai. Para tamu juga sudah pulang.Arthur dan Rose juga memilih untuk pulang ke rumah karena Rose ingin istirahat di kamar mereka.Hanya Ken dan Alana yang masih tetap berada di hotel.Saat ini mereka masih berada di lift untuk naik ke lantai dimana letak kamar pengantin mereka. Malam ini mereka memang menginap di hotel ini lalu lusa mereka akan pergi bulan madu ke Maldives.Alana berusaha untuk tidak menampakkan kegugupannya pada Ken. Ia berharap Ken tidak mendengar detak jantungnya yang begitu kencang saat ini.Sejak tadi, Ken tidak melepaskan genggaman tangannya dengan Alana.Triiing...Begitu pintu lift terbuka, Ken dan Alana langsung keluar dari dalam lift.Ken sebenarnya menyadari kegugupan istrinya, tetapi ia diam saja karena ia sendiripun mengalami hal yang sama.Saat tiba di depan kamar yang sama dengan kamar yang Alana tempati semalam, Ken langsung membuka pintu kamar itu. Betapa terkejutnya mereka saat masuk ke dalam kamar itu.Di at
DOORR!"Aaarrkkhhh...."Arthur terkejut saat melihat Rio tiba-tiba memekik kesakitan karena tangannya di tembak oleh Zumi, senjata yang di tangan Rio pun terlempar. Ken langsung mengambil senjata Rio yang terlempat tidak jauh darinya.DOORR!Zumi kembali menembak kaki Rio hingga pria itu kembali me
Arthur langsung turun dari ranjang setelah napasnya mulai tenang.Ia ambil baju yang sudah tergeletak di lantai dan ia pakai kembali dengan buru-buru. Setelah ia selesai berpakaian, pria itu mengambil dalaman Rose dan memakaikan ke tubuh Rose karena gadis itu tidak sadarkan diri setelah mereka sama
"Paaaaa...."Suara lenguhan Rose kembali terdengar. Arthur melepaskan ciuman mereka.Lalu pria itu membaringkan tubuh Rose dengan lembut walapun api gairah dalam tubuhnya begitu besar. Awalnya malam ini ia tidak akan melakukan aktivitas AH dan OH karena hanya ingin menghabiskan waktu bersama Rose.
Arthur langsung naik ke atas ranjang. Tubuh Rose bergetar karena rasa panas yang ia rasakan seolah membakar seluruh tubuhnya.Melihat Arthur sudah berada di atas ranjang, tanpa rasa malu Rose langsung membuka bajunya hingga ia benar-benar naked di depan Arthur. Arthur juga melakukan hal yang sama







