Compartilhar

Bab 300

Autor: Nabila Ara
last update Data de publicação: 2026-04-01 23:57:58

Sore harinya...

Alana membuka matanya perlahan. Ia tetap dalam posisinya mencoba untuk mengumpulkan nyawanya sambil mengkedip-kedipkan matanya.

Selang beberapa saat kemudian, ia menatap ke samping dan tidak ada suaminya. Lalu ia mengambil ponselnya di atas nakas yang ada di samping ranjang, ia buka ponselnya dan ternyata saat ini sudah pukul tiga sore.

Artinya ia sudah tidur selama dua jam.

Alana lalu bangun dan duduk di atas ranjang. Kemudian yang dilakukan gadis itu adalah meregangkan tubuhny
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 302

    “Kenyang banget...” Alana menyandarkan tubuhnya di kursi.Ia baru saja menghabiskan makanan yang ada di piringnya sementara Ken masih makan karena masih beberapa makanan mereka yang belum habis.Alana sudah menyerah, perutnya sudah tidak bisa menampung makanan lagi.Ia menatap ke arah suaminya yang masih semangat mengabiskan makan malam mereka. Pria itu sedang menikmati menu kerang tiram yang memang sengaja di pesan oleh Ken.Arthur yang menyarankan Ken untuk memesan menu kerang tiram, pria itu mengatakan jika makan kerang akan membuat hasratnya semakin besar. Ken bahkan mencari manfaat kerang tiram di internet dan ternyata memang bagus untuk pria karena bisa meningkatkan libido, serta memperbaiki kualitas dan jumlah sperma. Meski tanpa makan kerang tiram pun Ken yakin malam ini ia akan memberikan kenangan yang tidak akan dilupakan istrinya.Ken ingin pengalaman pertama harus berkesan apalagi untuk istrinya.Bukankah pengalaman pertama itu sangat penting bagi para wanita?Pokoknya mal

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 301

    "Sayang, makanannya sudah datang," ucap Ken saat Alana baru saja keluar dari dalam kamar mandi.Alana pun mendekati suaminya. "Kita makan di balkon yuk," ajak Alana sambil menatap ke arah makanan yang Ken pesan di restoran hotel.Ken mengangguk, sebenarnya ia juga ingin mengajak Alana untuk makan di balkon kamar hotel. "Biar aku saja yang memindahkan makanan kita ke balkon, Sayang. Kamu tunggu saja di sana," ucap Ken."Nggak mau. Aku juga mau bantu bawa. Memangnya kamu bisa sekalian bawanya? Banyak makanan yang kamu pesan itu. Entah kita bisa habiskannya atau tidak."Ken memang memesan banyak makanan. Tidak hanya satu atau dua jenis tetapi ada enam jenis makanan di tambah cemilan lagi.Alana hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat tingkah suaminya. Meski ia termasuk yang bisa makan banyak tetapi melihat banyaknya makanan yang di pesan suaminya membuatnya tidak yakin untuk menghabiskannya."Baiklah, Sayang. Kamu bawa minuman kita saja ya. Makanannya biar aku saja yang pindahin ke

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 300

    Sore harinya...Alana membuka matanya perlahan. Ia tetap dalam posisinya mencoba untuk mengumpulkan nyawanya sambil mengkedip-kedipkan matanya.Selang beberapa saat kemudian, ia menatap ke samping dan tidak ada suaminya. Lalu ia mengambil ponselnya di atas nakas yang ada di samping ranjang, ia buka ponselnya dan ternyata saat ini sudah pukul tiga sore.Artinya ia sudah tidur selama dua jam.Alana lalu bangun dan duduk di atas ranjang. Kemudian yang dilakukan gadis itu adalah meregangkan tubuhnya. Sadar akan tubuhnya yang saat ini masih polos karena tadi setelah melakukan aktivitas pengenalan medan pendakian, baik dirinya maupun Ken memang langsung tidur tanpa memakai baju mereka kembali. Alana menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.Ia menatap ke sekeliling kamar dan tidak menemukan suaminya."Ken..." panggil Alana namun sama sekali tidak mendapat jawaban dari Ken."Ken kemana ya?" Ia pun turun dari ranjang karena ingin ke kamar mandi. Membiarkan tubuhnya tidak tertutup satu h

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 299

    "Pa...""Iya, Sayang."Rose duduk di samping Arthur yang sedang sibuk dengan tabletnya. Rose cemberut karena Arthur mengabaikannya. Meski masih menjawab panggilannya namun tatapan pria itu masih fokus pada tabletnya.Saat tidak mendengar suara istrinya, Arthur menoleh ke arah Rose. Betapa terkejutnya ia saat melihat Rose yang sedang cemberut."Kenapa cemberut, hm?""Papa sih mengabaikanku. Memangnya sedang apasih? Dari tadi sejak kita pulang dari hotel, Papa sibuk terus sama tabletnya?"Arthur meletakkan tabletnya di atas meja. Ia tersenyum sambil mengusap pipi istrinya yang mulai tembem.Meski semakin tembem, ia sangat menyukainya. Bagi Arthur, saat ini Rose semakin enak untuk di peluk. Bukan berarti yang kemarin tidak enak di peluk, tetapi efek kenaikan berat badan karena hamil membuat Rose semakin empuk untuk di peluk."Maafkan aku, Sayang. Tadi ada hal urgent yang harus aku selesaikan. Tetapi sekarang sudah selesai kok. Kamu pasti mau menyampaikan sesuatu kan. Ada apa, Sayang?""

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 298

    Gerak amatir yang dilakukan oleh Alana pada pusat gravitasinya membuat Ken mengerang.Bukan hanya lidah Alana yang berusaha keras bermain, tetapi karena gigi gadis itu yang berbenturan dengan jaguarnya membuat jaguar kebanggaannya itu seperti di cubit cubit."Ouuhhh... Sayang..." Erangan Ken semakin terdengar nyaring. Ia sebenarnya ingin memberitahu istrinya agar tidak mengenakan giginya namun Ken tidak ingin membuat Alana berkecil hati atau kecewa. Ia tahan saja rasa saat jaguar kebanggaannya mengenai gigi Alana.Di bawah sana, Alana mulai nyaman dengan posisinya membantu suaminya hingga beberapa saat kemudian gadis itu mengeluarkan jaguar milik Ken dari dalam mulutnya dan mulai menggunakan telapak tangannya untuk bekerja.Ken tersenyum lega atas sikap yang diambil oleh istrinya kali ini. Bukan tidak suka dengan apa yang istrinya lakukan, hanya saja jaguarnya terasa di cubit cubit saat mengenai gigi istrinya.Kali ini, setidaknya pria itu tidak lagi merasakan gerakan di cubit yang in

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 297

    Belum sempat Alana berpikit tentang apa yang akan terjadi, Ken menurunkan tubuhnya dari pangkuannya dan membaringkannya di atas ranjang. Kemudian dengan gerakan lembutnya menarik pinggang kain berenda yang dikenakan istrinya.Tubuh Alana seketika tegang, tidak bisa membayangkan reaksi Ken yang melihat dengan jelas pusat hasratnya di bawah sana.Ken ada pria pertama yang melihat miliknya itu.Ken mengerang lebih keras lagi saat apa yang tersaji di hadapannya membuat kadar imannya mulai terkikis habis.Suara napas pria itu tersengal-sengal. Jaguarnya pun menggeliat ketika menemukan pawangnya.Sangat indah, itu lah pemandangan yang ia lihat saat ini. Alana begitu pandai merawat pusat gravitasinya. Bersih, tanpa ada rambut-rambut yang tumbuh serta bewarna merah jambu."Aakkkhhh...."Suara jeritan tertahan berasal dari bibir Alana, ketika tiba-tiba Ken meletakkan kedua telapak tangannya pada kedua betisnya.Ken membuka kedua kaki Alana, lalu mengambil posisi yang membuatnya bebas melakuka

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 73

    Hujan turun sejak sore, menebarkan aroma tanah basah yang samar tercium sampai ke teras depan rumah besar keluarga Bramasta.Rose menyibakkan rambutnya sambil keluar dari ruang makan, menahan kantuk yang datang setelah perut kenyang oleh hidangan sederhana yang tadi ia dan Bi Arum masak bersama.Se

    last updateÚltima atualização : 2026-03-21
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 59

    Udara Lembang terasa sejuk, dengan embun tipis yang masih bergelayut di dedaunan.Dari balkon villa kayu tempat mereka menginap, Rose menatap lembah hijau yang mulai tersinari mentari pagi.Setelah mereka selesai sarapan dan mandi pagi, Rose memang langsung duduk di balkon menikmati pemandangan pag

    last updateÚltima atualização : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 55

    “Harusnya kamu berterima kasih yang benar, Rose,” bisik Arthur di telinganya dengan suara rendah dan sedikit berat.Rose langsung melepaskan pelukannya, menatap Arthur dengan wajah memerah sampai ke telinga.“Ma-maksud Papa apa? Aku udah bilang terima kasih, kan?”Arthur menatapnya dengan ekspresi

    last updateÚltima atualização : 2026-03-20
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 52

    Udara sore di Lembang terasa begitu sejuk. Kabut tipis mulai turun di sela-sela pepohonan pinus tinggi yang mengelilingi kawasan The Lodge Maribaya. Dari kejauhan, sinar matahari mulai meredup, meninggalkan semburat jingga di langit barat yang tampak begitu damai.Arthur dan Rose baru saja keluar

    last updateÚltima atualização : 2026-03-20
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status