Masuk"Hmmmm.... eegghhh...."Tidur Alana terganggu saat ia merasa ada benda kenyal sedang menyentuh wajahnya.Begitu ia membuka mata, Ken langsung menghujani wajahnya dengan ciuman."Bangun dulu, Sayang. Sudah jam lima pagi, kamu mandi dulu. Ayo kita melaksanakan kewajiban kita dulu, setelah itu kalau masih mengantuk kamu lanjut tidur," ucap Ken."Masih mengantuk, Ken. Badanku rasanya sakit semua. Kayak habis digebukin satu RT. Kamu sih semalam kayak orang maniak, nggak mau berhenti. Ini saja baru satu jam tidurnya," gerutu Alana.Gadis itu bahkan belum sadar jika saat ini selimutnya tersingkap sehingga sepasang bukit kembar miliknya terlihat jelas oleh Ken. Tampak jakun pria itu naik turun namun sekuat tenaga Ken menahan dirinya untuk tidak menyerang Alana lagi karena mereka harus segera mandi dan menjalankan kewajiban sebagai manusia kepada sang pemilik kehidupan."Ayo mandi dulu, Sayang. Kita mandi bersama agar menghemat waktu," ucap Ken.Alana langsung menggeleng karena di benaknya ti
Tangan Alana menggapai-gapai hingga ia menemukan remote untuk mengatur suhu udara di ruangan kamar mewah itu."Sudah di atur di suhu terendah, Sayang. Panas ya?" tanya Ken saat melihat istrinya yang ingin menurunkan suhu AC.Alana mengangguk.Panas yang tercipta dari aktivitas AH dan OH yang mereka lakukan tadi ternyata sama-sama mengalirkan keringat yang berlebih pada tubuh keduanya, hingga rasanya Alana ingin berendam air dingin saat ini juga.Berada di dalam pelukan suaminya, Alana merasakan damai dan nyaman pada perasaannya.Seumur hidup untuk pertama kalinya ia merasa diinginkan begitu berlebih oleh seorang pria yang sanggup memberikan perlindungan untuknya, baik jiwa dan raga pria itu tanpa rasa takut dan was-was. Bersama pria yang sedang memeluknya ini, Alana memiliki keluarga kembali setelah kedua orang tuanya kembali pada sang pemilik kehidupan."Ken, tubuhku sangat lengket. Rasanya ingin mandi saat ini. Kamu nggak ingin mandi? Ayo mandi dulu agar kita bisa tidur dengan nyam
Ken menatap lekat mata istrinya yang masih larut dalam kubangan gairah.Sedikit mengangkat pinggul istrinya, Ken menuntun jaguarnya kembali menerobos lembah kenikmatan milik Alana.Pria itu meletakkan telapak tangan Alana pada kedua bahunya.Pemandangan yang indah pada sepasang bukit kembar yang kencang dengan ukuran yang memanjakan mata membuat mata Ken kembali lapar untuk mereguk nikmatnya.Hanya beberapa menit saja karena ketegangan yang tercipta di bawah sana tidak bisa lagi dikendalikan hingga Ken mengangkat tubuh Alana.Berulang-ulang hingga gadis itu memilih untuk mengangkat tubuhnya sendiri dan melakukan manuver di atas pangkuan suaminya.Ken mengarahkan telapak tangannya pada sepasang bukit kembar istrinya yang sudah ia klaim sebagai bagian kesukaannya dan bahkan ia sudah merencanakan setiap malam harus menikmati itu sebagai nutrisinya layaknya seperti bayi. Ken semakin memegang bukit kembar milik istrinya ketika pinggul Alana mulai bergerak di atas pangkuannya.Suara desahan
Tubuh Ken kembali merunduk lalu pria itu mendorong pinggulnya perlahan-lahan hingga pria itu bisa merasakan jaguar kebanggaannya terdorong ke dalam, seperti melewati sebuah goa sempit yang menghimpit pusat hasratnya dalam kondisi primanya."Sayaaaang.... ouuhhhh...."Bibir Ken mengerang kembali ketika lagi lagi seperti ada gaya tarik begitu dahsyat yang membuat jaguar kebanggaannya itu terbenam sempurna di goa sempit milik istrinya.Bersama sentakan kuat yang dilakukan pinggulnya, tidak ada bagian dari jaguarnya yang berada di udara terbuka.Ken merengkuh kepala Alana untuk memberikan ciuman kilat di bibir ranum gadis itu yang sudah membuatnya candu.Pria itu kembali menegakkan tubuhnya, bersimpuh di hadapan Alana dengan kedua kaki gadis itu telah ia buka lebar-lebar.Dengan gerakan refleks, Alana mengangkat kedua kakinya, melingkari pinggul suaminya bersamaan dengan pinggul Ken yang mulai bergerak maju mundur."Aaaaahhh.... Keeenn...."Alana benar-benar merasakan sengatan atas geraka
Untuk beberapa saat tatapan mereka beradu. Degup jantung mereka beradu di keheningan malam.Di kamar mewah yang luas itu, Ken masih mencoba untuk menyelami perasaannya hingga akhirnya, pria itu merundukkan tubuhnya lalu mengangsurkan bibirnya pada leher Alana.Sentuhan bibir pria itu membangkitkan gelora di dada mereka. Apalagi bibir Ken sudah bergerilya, menjamah permukaan kulit Alana dengan posisi lidah yang sama aktifnya dengan bibirnya.Tangan Ken menopang punggung Alana yang melengkung ke atas saat leher gadis itu sedang di jamah oleh dirinya.Jejak-jejak cinta kembali Ken berikan. Ia mengabaikan permintaan istrinya agar tidak membuat jejak-jejak cinta di tempat yang mudah terlihat orang lain. Bagi Ken selagi ada salep ajaib, ia bebas untuk membuat jejak cinta dimana pun yang ia inginkan. Apalagi ia sangat menyukai hasil maha karyanya tercetak jelas di permukaan kulit leher istrinya yang putih.Kaki Alana di bawah sana semakin bergerak resah. Sensasi sentuhan yang diberikan Ken p
Alana pikir Ken akan langsung menerobos ke dalam lembah kenikmatannya, tetapi gadis itu salah.Saat Ken membuka kakinya lebar-lebar, pria itu justru menempatkan kepalanya di antara kedua kakinya hingga sesuatu yang panas mendesak masuk ke dalam."Keeenn... aaahhhh..."Tubuh Alana terguncang hebat ketika gerakan sedikit brutal dari suaminya menggunakan lidah pria itu untuk membuat gerakan memutar pada bagian paling sensitif yang ada pada lembah gelora Alana.Bibir Ken menghisap dengan rakus, mereguk kenikmatan yang tersaji di sana.Tubuh Alana berkali-kali melengkung ke depan. Kepala gadis itu menggelepar berkali-kali, begitu pula dengan suara-suara desah dan erangan yang tidak bisa lagi dikendalikan.Kedua kakinya bergerak-gerak resah ketika lidah panas suaminya semakin bergerak liar di sana.Telapak tangan Alana mencengkeram erat rambut Ken, bukan untuk menariknya menjauh tetapi justru menariknya lebih dekat dan lebih dekat hingga satu erangan panjang terdengar di sertai dengan suara
Sempat terjadi suasana canggung antara Alana dan Ken setelah perawat mengira mereka sepasang suami istri, saat ini mereka sudah dalam perjalanan pulang. Tadi setelah dokter memeriksa keadaan Alana yang ternyata cukup banyak luka yang ada di kaki dan tangannya, Ken meminta Alana untuk menunggu di r
Sejak kejadian di ruang kantor Arthur sore itu, hubungan antara Arthur dan Rose perlahan berubah.Hampir setiap hari bersama baik itu di kantor maupun di rumah sehingga membuat perkembangan hubungan mereka semakin dekat.Saat bersama Papa mertuanya, Rose merasa lebih aman dan nyaman.Arthur menamba
Malam semakin larut ketika Arthur dan Rose akhirnya memutuskan untuk kembali ke penginapan.Suara debur ombak masih terdengar samar dari kejauhan, berpadu dengan gemerisik daun kelapa yang tertiup angin.Rose berjalan pelan di sisi Arthur, memeluk jaket tipis yang baru saja dipakaikan oleh laki-lak
Malam harinya rumah Arthur terasa sangat tenang. Cahaya lampu di kamar hanya seterang rembulan yang menembus tirai, memberi kesan lembut dan hangat.Arthur duduk di sofa, menatap layar ponselnya yang menampilkan foto-foto yang ia ambil saat di pantai.Ada Rose yang sedang tersenyum sambil memegang







