Share

17. Malam Berdarah

Penulis: Zenareth-Gdnvl
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-17 17:54:13

Ini akan menjadi malam berdarah di Kastil Drachov.

Hujan turun perlahan, menyelimuti kastil megah itu dengan hawa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Namun, di balik tembok batu yang menjulang, bukan kesejukan yang menyelimuti, melainkan ketegangan yang semakin mengental.

Puluhan... tidak, ratusan pria berbaju gelap mengepung bangunan tersebut. Di bawah bendera keluarga Vanderbilt, mereka datang dengan satu tujuan: merebut kembali putri mereka.

Dari menara tertinggi kastil, Raven berdiri dengan ekspresi tak terbaca. Mata merah darahnya menatap ke bawah, mengamati barisan musuh yang membanjiri tanah miliknya seperti wabah.

“Tsk… menyebalkan.”

Hector berdiri di sampingnya, sigar cerutunya mengepulkan asap tebal.

“Mereka membawa lebih banyak orang dari yang kuduga.”

Di halaman kastil, prajurit Vanderbilt bersiap. Senjata terhunus, mata mereka penuh dendam dan amarah.

Di sisi lain, para anggota sindikat Drachov mulai bergerak. Pembunuh bayaran, tentara bayangan, para petarung te
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Senõrita Sang Vampir Mafia    82. Alaric

    Selenia tak mematung disana. Seperti telah diatur untuk menghindari bahaya, tubuhnya segera bereaksi. Wanita itu lari, lari dari sana dengan membawa Pookie di gendongannya. Meski tertatih, Selenia tetap melangkah di sepanjang lorong mansion demi menyelamatkan dirinya.Demi menyelamatkan anaknya.Carmilla terkekeh pelan, melihat mangsanya berusaha melarikan diri. "Oh, lucunya. Kau pikir bisa lari dariku?" Dalam sekejap, sosoknya lenyap dari tempatnya berdiri, hanya menyisakan bayangan tipis di ambang pintu. Selenia berlari secepat yang ia bisa, meskipun perutnya yang semakin besar membuatnya sulit bergerak dengan leluasa. Nafasnya memburu, dan jantungnya berdetak begitu kencang. Pookie meringkuk dalam pelukannya, sesekali mengeluarkan suara lirih ketakutan. Langkah kakinya bergema di sepanjang lorong panjang mansion yang kini terasa seperti labirin tak berujung. Namun, ia tahu harus ke mana ia harus mencari tempat yang aman, atau lebih baik lagi, mencari sesuatu untuk mempertahanka

  • Senõrita Sang Vampir Mafia    81. Kunjungan Malam

    Selenia terduduk di ranjang, masih sibuk menyulam sesuatu. Pookie baru saja ia tenangkan, hewan kecil itu masih merasakan ancaman sejak kedatangan Carmilla tadi. Sama seperti sang pemilik, Selenia. Wanita itu belum mau tidur, padahal sudah larut malam. Ia masih takut, khawatir wanita vampir itu akan datang kembali, mengancam keselamatan anak dalam kandungannya.Selenia masih sedikit paranoid, namun sudah lebih tenang.Raven duduk di ujung ranjang, diam-diam memperhatikan Selenia. Pookie sudah meringkuk di kakinya, ekornya masih sesekali berkedut, seakan belum sepenuhnya percaya bahwa bahaya telah berlalu. Mata biru Selenia terpaku pada sulamannya, tapi Raven tahu pikirannya tak ada di sana. Jemari wanita itu gemetar, meskipun ia mencoba menyulam dengan tenang. "Kau belum tidur." Suara Raven rendah, hampir seperti gumaman. Selenia tak menoleh."Aku tak bisa." Hening. Raven menghela napas, lalu beringsut lebih dekat. Tanpa peringatan, ia mengambil sulaman dari tangan Selenia dan me

  • Senõrita Sang Vampir Mafia    80. Damonise

    "Lepaskan tangan kotormu dari wanita dan anakku, sebelum aku mencabikmu hidup-hidup."Carmilla terbahak, rasa sakit seolah tak berpengaruh padanya.Ia terobsesi pada pria ini, vampir dengan kekuasaan terbesar diantara kaum mereka."Wanitamu? Sekarang kau jadi lembek ya, Raven Drachov" Carmilla dengan mudah menepis tangan Raven dari lehernya."Hei, jangan terlalu serakah. Kau punya segalanya, dan kini masih menginginkan wanita ini?"Carmilla berbisik dengan seringai mengerikan."Titisan Librae, kan? Santapan yang sempurna"Wanita itu berdiri di belakan Selenia dalam sekejap, bak kabut hitam yang tak terdeteksi. Mencengkeram rambut putih wanita itu."Kau berhutang budi pada kami, para Damonise. Kau bisa membayarnya dengan dia" Kekeh Carmilla.Cengkraman Carmilla di rambut Selenia membuat wanita itu mengerang pelan. Kelemahannya makin terasa akibat kehilangan darah, tubuhnya nyaris tak bisa menopang dirinya sendiri. Namun di hadapannya, Raven berdiri diam, wajahnya gelap, bahunya menega

  • Senõrita Sang Vampir Mafia    79. Celestine

    Pookie menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hari-hari Selenia. Anjing kecil itu selalu mengikuti ke mana pun ia pergi, seperti bayangan yang setia. Setiap pagi, Selenia akan duduk di taman mansion, membiarkan Pookie berlarian di rerumputan yang mulai menghijau, sementara ia menikmati sinar matahari yang mulai hangat. Namun, tetap saja ada satu hal yang mengganggunya. Raven. Pria itu semakin sering berada di mansion. Entah itu kebetulan atau karena suatu alasan lain, Raven lebih sering pulang lebih awal, lebih sering menghabiskan waktu di ruang kerja yang tidak jauh dari kamar Selenia. Dan yang lebih aneh lagi, ia juga lebih sering… mengawasi. Selenia menyadari itu setiap kali ia berjalan melewati ruang kerja Raven, selalu merasa ada tatapan dari dalam ruangan itu. Atau saat ia sedang mengelus perutnya, merasakan gerakan kecil dari dalam, tiba-tiba Raven akan muncul di ambang pintu dengan alasan-alasan konyol seperti: "Aku hanya ingin mengambil minum." Padahal dapur ada di a

  • Senõrita Sang Vampir Mafia    78. Anjing

    Bosan.Selenia sangat bosan.Wanita bersurai putih itu menatap keluar jendela, musim dingin telah berakhir. Kini, musim semi siap menyapanya. Namun hanya kejenuhan yang Selenia dapatkan.Mansion itu terlalu luas untuk seorang wanita hamil duduk seorang diri, menatap jendela. Raven belum pulang selama beberapa hari, mungkin sibuk dengan pekerjaannya di dunia gelap, kekuasaannya. Selenia ingin sesuatu, yang dapat menghiburnya. Dan saat itulah ia terpikir sebuah ide.Anak anjing.Selenia ingin memeliharanya. Ya! Memelihara seekor hewan menggemaskan pasti dapat meredakan rasa bosannya.Selenia menunggu di ruang tengah dengan dagu bertumpu pada tangannya. Malam semakin larut, tapi ia tahu seseorang akan segera pulang. Ia bisa merasakan aura dingin itu bahkan sebelum langkah berat terdengar di depan pintu. Benar saja, tak lama kemudian pintu utama terbuka. Sosok Raven Drachov masuk dengan tenang, jasnya sedikit berantakan, dasi sudah dilepas, dan ekspresinya menunjukkan kelelahan. Namun,

  • Senõrita Sang Vampir Mafia    77. Siapa Yang Akan Terlahir

    Salju yang tersisa menutupi tanah seperti selimut tipis, mencair perlahan di bawah sinar matahari yang mulai menghangat. Udara masih menggigit, tetapi angin yang berhembus tak lagi sekejam sebelumnya. Musim dingin akan segera berakhir, digantikan oleh awal musim semi yang baru. Di taman belakang mansion, dua sosok terlihat di antara pohon-pohon yang daunnya belum kembali. Selenia duduk di bangku kayu dengan kedua tangan bertumpu pada perutnya yang semakin besar. Usia kandungannya kini dapat terlihat dari ukuran perutnya, dan gerakan sang bayi mulai terasa. Gaun hangat membalut tubuhnya, dan mantel bulu menyelimuti bahunya. Napasnya membentuk uap tipis di udara saat ia menghela napas panjang. Raven berdiri tak jauh darinya, bersandar pada pohon dengan ekspresi yang sulit dibaca. Ia mengenakan mantel gelap dengan syal tersampir longgar di lehernya. Kedua tangannya tersimpan di saku celana, tetapi sesekali pandangannya melirik ke arah wanita yang sedang membelai perutnya itu. "Aku in

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status