Share

114. Tanpa Ampun!

Penulis: Almiftiafay
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-26 19:00:25
Leon mendorong Andrew sehingga lelaki itu kehilangan keseimbangan. Terjerumus ia ke undakan-undakan tangga darurat yang menangkap dan memantulkannya dengan sangat kejam.

“Argh!”

Andrew berteriak, tubuhnya berguling di sana. Babak belur yang diterimanya akibat dihajar oleh Leon belum sempat reda dan kini ia diberi ‘babak tambahan.’

Andrew menggeram kesakitan, kabur pandangan matanya saat ia berhenti di belokan tangga dengan memegangi punggungnya yang terasa remuk.

Ceceran darah menetes di sep
Almiftiafay

bab 115 menyusul malam hari hehehe... Thor masih ada kepentingan

| 14
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
indina
mudah²n itu mata si penguntit penuh dengan bintitan ya,biar sekalian tuh mata g bisa liat lagi saking penuh sama bintitannya
goodnovel comment avatar
Tyo Inginsetia
akhirnya masuk penjara juga si Andrew tapi sebelum nya jadi sasaran setan yg ada di jiwa nya Leon
goodnovel comment avatar
Christy Lino
Penguntit brengsek,..membusuk ajj luw sono dlm penjara
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   172. #1 Our Eyes First Met

    ##Tujuh belas tahun usia Brianna saat itu, ia adalah siswa kelas tiga SMA. Seraya merapikan outer yang ia kenakan, ia berjalan menuju ke hall besar di dalam kawasan Universitas Ashford.Ia ditunjuk sebagai perwakilan sekolahnya dalam Future Leaders Program, sebuah program mentoring khusus yang hanya mengundang siswa SMA berprestasi dari berbagai kota.Seragam sekolahnya tampak kontras di antara para mahasiswa yang lalu-lalang di koridor kampus elit itu. "Astaga gugupnya ...."Brianna mengetatkan rahangnya, terus berjalan.Tangannya menggenggam map berisi proposal ide yang telah ia siapkan selama berminggu-minggu.Langkahnya sempat melambat ketika pintu hall besar itu terlihat di depan mata.Spanduk besar terbentang di atasnya.FUTURE LEADERS PROGRAM — UNIVERSITY OUTREACHJantung Brianna berdetak sedikit lebih cepat.Ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di Universitas Ashford, kampus yang sejujurnya juga menjadi tujuannya nanti saat ia menyelesaikan pendidikannya di sekolah menen

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   171. Menapaki Jejak Kenangan

    Leon sedikit memalingkan wajahnya, menghindari tatapan mata Lionel yang mengiba seolah agar Leon mengabulkan keinginannya.Leon lebih dulu meneguk cokelat hangat yang tadi diberikan oleh Brianna, baru meletakkannya di meja kecil yang tak jauh dari sisinya.Ia kembali menoleh pada Lionel yang sepasang mata birunya menawan.Leon tahu anak lelakinya ini memang tampan.Namun, yang lebih menghangatkan hatinya sebenarnya adalah bagaimana selama ini ia selalu bersikap sebagai ‘pria’ pada usia yang belum semestinya.“Lionel,” panggil Leon dengan lembut, mengusap puncak kepalanya.“Yes, Daddy?”“Memiliki Adik untuk kamu dan Evangeline bukan hanya diputuskan oleh Daddy saja, Sayang,” katanya. “Tapi juga harus dengan persetujuan Mommy. Mommy yang akan mengandung selama sembilan bulan sebelum kalian melihat bayi yang lucu. Sebelumnya Daddy melakukan kesalahan dengan tidak ada di samping Mommy selama hamil dan membesarkan kamu serta Adik Eva, dan Daddy sebenarnya senang kalau diberi kesempatan unt

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   170. Agenda Camping

    Leon menggaruk pipinya yang sama sekali tidak gatal. Sedang para orang tua yang mendengar itu saling sikut. Tak sepenuhnya percaya bahwa Leon adalah pemilik RN Empire yang memang sedang menjadi buah bibir sebab dalam waktu singkat di Vienna, gedungnya berdiri megah dan mengambil beberapa sektor pembangunan yang berpengaruh.Tapi saat sekali lagi melihat mobil Leon yang terparkir tak jauh dari mereka, harganya yang fantastis telah menegaskan bahwa sepertinya Evangeline benar.“Wah ... pantas kalau Pak Leon jarang terlihat, Anda memang orang sibuk,” ucap salah seorang di antara mereka.“Hubungi saya kalau Anda memerlukan pengacara.”“Ah, kalau Anda butuh konsultan bisnis, silakan hubungi saya juga.”“Atau barangkali mau bekerja sama dalam pemeliharaan tata ruang, Pak Leon juga bisa menghubungi saya.”Mendadak saling bertukar kartu nama.Leon yang tadinya terjebak dalam kecanggungan kini merasa suasananya lebih cair. Ia pun memberikan kartu namanya, dan orang-orang pun percaya bahwa ia m

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   169. (++) Erotic Moans

    “Kalau begitu kita selesaikan dengan cepat.” Leon berbisik kemudian memberi kecupan di bibir Brianna.Ia menegakkan tubuhnya, menguraikan dasi yang masih menjerat lehernya kemudian vest yang menutupi kemeja putih miliknya.Melihat dada bidangnya yang perlahan tampak tatkala kancing kemeja itu terurai, Brianna tak bisa mengendalikan debar jantungnya yang berpacu gila-gilaan.Brianna menelan saliva dengan kasar, memejamkan mata saat sentuhan Leon menggerus leher dan dagunya.Gaun yang dikenakan Brianna terlepas, menyisakan inner sebatas paha yang hanya bertahan sementara di sana sebelum Leon menjauhkannya.Terhempas di lantai, bertumpuk dengan pakaian Leon yang telah jatuh di sana sebelumnya.“Ahh—“Lembutnya hisapan di dada Brianna membuatnya sesaat lupa terhadap dunia.Aneh ... pada puncaknya terasa gatal, ia ingin Leon menggigit dan menghisapnya lebih kuat. Ia menyelipkan jemarinya di antara rambut hitam Leon yang sepertinya tahu apa yang harus dilakukannya.Prianya itu melahap habis

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   168. (++) Hand Beneath Her Dress

    Katie dan Ricky benar menurut apa yang disarankan oleh Leon. Yakni melakukan resepsi pernikahan.Lokasinya bukan di tempat yang mewah, tetapi di sebuah hotel dengan tamannya yang luas dan undangan duduk di bawah tingginya pohon pinus.Tak seperti Brianna dan Leon yang melaksanakannya pada pagi hari, mereka memilih waktu malam. Sehingga lampu-lampu keemasan dan cahaya lilin yang dinyalakan seolah membawa mereka mamasuki negeri dongeng.Melihat wajah Katie yang bahagia saat memotong kue bersama dengan Ricky, Brianna turut senang.Akhirnya ... mereka mendapat kehidupan yang mereka dambakan.Setelah acara itu usai, Brianna memilih untuk pulang bersama dengan Leon dan si kembar. Sedikit jauh dari rumah memang, tapi Brianna tidak ingin besok anak-anak terlambat sekolah.Ada kegiatan yang harus mereka hadiri dan keduanya sangat antusias untuk melakukannya.Leon yang mengemudikan mobilnya meninggalkan keramaian pesta, di atas jalan-jalan menuju Norwald yang mulai lengang.“Biar aku saja yang

  • Sepanas Belaian Mantan Kekasihku   167. Hal yang Aku Rencanakan Seandainya Kembali ke Halden

    Dua bocah kecil itu terlihat sangat senang di atas speedboat yang dikendarai oleh Leon. Evangeline yang duduk di depan sementara Lionel memeluk pinggang leon erat-erat.Setelah mengenakan pelampung, mereka menyusuri danau Stillensee yang biru pada pagi itu. Ricky mengikuti mereka di belakang sementara Brianna menunggu di tepi bersama dengan Katie.Brianna mendengar dari Leon sebelum mereka masuk ke perairan tadi. Leon telah belajar mengemudikan speedboat dan mendapat surat izin. Sengaja ditujukan agar ia bisa menghabiskan waktunya dengan si kembar.Ia menepati janjinya untuk menebus apapun yang tak sempat ia lakukan selama Lionel dan Evangeline tumbuh tanpa ia di sisinya.Brianna dapat melihat dengan kedua matanya leon melakukan apapun agar ia dan anak-anaknya bahagia.Barangkali karena melihat Brianna tertunduk terlalu lama, Katie menyentuh punggung tangannya yang sedang terkatung di dermaga kayu yang menjorok itu.“Brie?” panggilnya dengan lembut.“Iya, Kat?”“Sepertinya ada yang ka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status