Teilen

Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat
Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat
Wulan

Bab 1

Wulan
Aku tidak ingat bagaimana caranya bisa meninggalkan rumah sakit dan kembali ke rumah.

Saat Diego pulang, rumah sudah berantakan.

Foto pernikahan kulempar ke lantai dan pecahan kaca berserakan di mana-mana.

Semua dekorasi pernikahan di dinding aku robek, bahkan ranjang pengantin pun tak luput dari amukanku.

Diego berdiri di dekat pintu masuk, terdiam sambil menghabiskan sebatang rokok.

Lalu, berjalan mendekat untuk memeriksa tanganku. "Ada yang luka?"

Aku langsung menepis tangannya, tak bisa lagi menahan amarah di dalam dada.

Dengan mata merah, aku menuntut jawaban.

"Kenapa?"

Diego hanya mengangkat sebelah alisnya.

"Menikah denganmu?"

Pria itu tampak berpikir dengan sangat serius, lalu tiba-tiba tersenyum.

"Kamu itu teliti kalau melakukan sesuatu, sifatmu juga tenang. Demi aku, kamu bahkan rela ninggalin karier dan berhenti dari industri hiburan untuk tinggal di rumah. Cocok dijadiin istri."

"Nggak kayak Shera. Dia itu nona muda yang hidupnya seenaknya, urusan rumah tangga sama sekali nggak bisa diandalkan."

Makin dia bersikap jujur, hatiku justru terasa makin sangat sakit.

Melihat air mata di mataku, Diego melangkah maju lalu memelukku erat.

"Sudahlah, bukannya aku sudah bilang, aku sama dia nggak mungkin bersama."

"Ke depannya, hubungan kami paling cuma sebatas membesarkan anak bareng-bareng."

Aku langsung mendorongnya kasar dan berteriak.

"Kenapa kamu tega ngelakuin ini ke aku? Kenapa setelah punya anak sama dia, kamu masih menikah denganku?"

Yang satu adalah pria yang kucintai selama bertahun-tahun dan yang satu lagi adalah sahabat terbaikku.

Mereka telah membodohiku habis-habisan.

Sambil memegang dadaku, aku merasa sesak napas karena hantaman kenyataan ini.

Aku terengah-engah, dadaku sesak luar biasa.

Diego tidak menjawab. Dia hanya menatapku seolah-olah aku ini orang gila.

Setelah sekian lama, dengan nada tidak sabar dia berkata, "Udah deh, jangan mulai lagi. Shera masih nungguin aku buat masakin sup ayam."

Aku berdiri terpaku di tempat, menatap tanpa berkedip pada pria yang kini sibuk di dapur.

Melihat bagaimana lihainya dia menyalakan kompor, memotong sayuran, dan membuang buih sisa rebusan.

Tiga tahun bersama, dia tidak pernah sekali pun memasak untukku dan aku bodohnya percaya kalau dia memang tidak bisa memasak.

Ternyata, dia yang tidak pernah mau menyentuh area dapur itu, sebenarnya bisa memasak.

Tanpa sadar, aku teringat pada apa yang pernah Shera katakan dulu.

Untuk mantan pacarnya, demi menyembuhkan kebiasaan pilih-pilih makanannya.

Rela setiap hari masuk dapur mempelajari berbagai masakan, padahal dia adalah tuan muda yang bahkan tak pernah mendekati dapur.

Bahkan suatu kali, pria itu hampir meledakkan dapur rumahnya.

Aku pernah membayangkan seperti apa pemandangan itu.

Lalu, sekarang, semua yang ada di hadapanku mendadak tumpang tindih dengan setiap detail cerita yang pernah Shera ucapkan.

Banyak momen yang biasanya sengaja kuabaikan, kini mendadak bermunculan satu per satu di kepalaku.

Saat menyetir, Shera selalu selangkah lebih cepat dariku untuk menyodorkan kacamata hitam ke depan Diego.

Ketika makan bersama, Shera secara refleks berseru, "Dia nggak suka daun bawang."

Saat Shera terjatuh, reaksi Diego selalu sedetik lebih cepat daripada reaksinya ke aku.

Saat Shera sakit, Diego tega meninggalkan semua orang di ruang rapat untuk bergegas ke rumah sakit menemuinya.

...

Tanpa disadari, air mata telah mengaburkan pandanganku.

Dengan suara serak aku memanggilnya, "Diego."

"Ayo kita cerai."

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat   Bab 10

    "Semua ini berkat Paul yang tiba-tiba muncul dan menghajarku waktu itu.""Alasan aku nggak langsung datang buat nemuin kamu, karena ...."Dia menarik sedikit ujung celananya ke atas, memperlihatkan sebuah gelang kaki elektronik yang terpasang di sana.Dengan nada pasrah, dia berkata, "Aku sudah sewa pengacara ternama dan menjalani proses hukum yang panjang.""Cuma demi bisa dapat masa percobaan satu tahun.""Supaya punya kesempatan untuk datang dan nemuin kamu.""Aku tahu, apa pun yang aku katakan atau lakukan sekarang, mungkin kamu tetap nggak akan memaafkanku.""Tapi, aku tetap ingin datang buat menemuimu.""Ingin mastiin sendiri, apa kamu hidup dengan baik atau nggak.""Maafkan aku, semua ini salahku.""Aku mencintaimu, Zia. Harusnya aku bisa lebih cepat menyadari isi hatiku yang sebenarnya.""Orang yang aku cintai itu kamu. Waktu dengar kabar kematianmu dulu, aku ....""Cindy, ayo cepat ke sini!"Teman satu rombonganku berteriak memanggil dari depan.Ucapan Diego belum sepenuhnya s

  • Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat   Bab 9

    Dua tahun kemudian, aku sedang duduk di sebuah kafe di Negara Oakhaven.Aku sedang mendengarkan siaran radio dari tanah air.[Dikabarkan bahwa mantan Presiden Direktur Grup Bastian, Diego Bastian, telah didakwa oleh pihak kejaksaan atas kasus penghasutan pemerkosaan dan pembunuhan berencana. Setelah proses persidangan yang panjang selama dua tahun, hakim akhirnya menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup dengan masa percobaan satu tahun, serta pencabutan hak politik seumur hidup.]Mendengar berita itu, kopi di tanganku sempat sedikit bergoyang.Akan tetapi, permukaan kopi itu kembali tenang.Suara langkah kaki Paul yang tergesa-gesa terdengar dari arah belakangku."Kak Zia, barangmu ada yang ketinggalan lagi nih."Sambil berkata begitu, dia menyodorkan tas milikku."Yakin nggak mau aku temenin?"Aku tersenyum, lalu menggelengkan kepala."Rombongan pendakianku ini isinya perempuan semua, kamu yakin mau ikut?"Paul langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.Dia paling malas kala

  • Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat   Bab 8

    "Keluarin aku! Keluarin aku dari sini! Aku nggak mau tinggal di sini!"Pintu pun ditutup dan dikunci rapat-rapat.Diego kemudian melangkah masuk ke ruangan lain.Tanpa basa-basi, dia langsung menendang tubuh Rian dengan keras.Diego melirik laporan hasil tes DNA dibuat secara kilat.Dia kembali tertawa sinis."Berani-beraninya kalian bersekongkol menipuku!"Rian mengerang kesakitan, tetapi dia masih memaksakan seulas senyum sinis."Pak Diego, mau Anda percaya atau nggak, saya juga dibohongi sama dia."Diego tidak menyahut.Sembari berbalik untuk pergi, Diego mengucapkan setiap kalimatnya dengan penekanan yang tajam."Bawa anakmu dan enyah dari sini."Rian buru-buru bertanya."Terus, gimana sama dia?"Langkah kaki Diego seketika terhenti.Suaranya terdengar sedingin es."Dia harus menyusul Zia untuk menebus dosanya."Diego hanya duduk diam di luar pintu.Dari dalam ruangan, terdengar jelas suara makian dan jeritan histeris Shera."Jangan sentuh aku! Pergi! Jangan sentuh aku!""Diego, ak

  • Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat   Bab 7

    Diego sama sekali tidak memedulikannya. Dia justru menyodorkan layar ponsel yang menampilkan email waktu itu ke hadapan Shera.Suaranya terdengar tenang dan lambat, tetapi mampu mengalirkan rasa dingin yang menusuk tulang."Email ini kamu yang kirim, 'kan?"Mata Shera seketika membelalak, dia bergumam lirih."Padahal sudah aku hapus, kok bisa ...."Diego tidak bisa menahan tawa getirnya.Akan tetapi, sepasang matanya mulai merah.Dia benar-benar tidak bisa menerima kenyataan bahwa hanya karena trik murahan seperti ini.Dia telah menyudutkan istrinya sendiri ke jalan kematian.Tiba-tiba dia mencekik leher Shera."Kenapa kamu tega lakuin ini? Dia itu sahabat terbaikmu, kenapa kamu harus bikin dia mati!""Zia nggak punya salah apa-apa! Kita yang selingkuh dan berkhianat. Kita yang salah!""Kamu pantas mati! Aku bakal bunuh kamu buat menebus dosa ke Zia!"Wajah Shera merah padam karena tercekik. Dia sudah hampir kehabisan napas.Rian segera menarik paksa Diego agar melepaskan cengkeramanny

  • Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat   Bab 6

    Barulah saat itu dia menyadari, orang yang kemarin masih hidup di sisinya, kini telah berubah menjadi sebuah kotak kecil.Tangis Diego mendadak pecah, dia terisak hebat."Maaf, maafin aku!"Akan tetapi, sudah tidak ada lagi yang menjawabnya.Tidak akan ada lagi orang yang menatapnya dengan mata berbinar, lalu membawakannya semangkuk sup hangat di tengah malam.Dia membiarkan rasa sakit di lambungnya terus bergejolak.Seolah-olah dia sengaja menghukum dirinya sendiri.Padahal obat pereda nyeri ada di dalam laci tepat di samping ranjang, tetapi dia sama sekali tidak bergerak.Dia hanya mendekap erat kotak itu, sangat takut kalau benda itu akan lenyap di detik berikutnya.Sampai akhirnya, terdengar suara kunci pintu yang diputar.Sang asisten melangkah masuk ke dalam.Dengan kikuk, dia berkata, "Pak Diego, Nona Shera mencari Anda."Kedua mata Diego yang semula tak bernyawa baru bergerak sedikit.Dengan suara serak, dia bertanya."Kenapa masalahnya bisa jadi seperti ini?"Asisten itu menja

  • Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat   Bab 5

    Saat Diego tiba di rumah duka, upacara pemakamannya sudah dimulai.Di tengah suara tangisan yang bersahut-sahutan, dia mendongak dan menatap foto hitam-putih yang terpajang di altar.Secara refleks, dia mengucek kedua matanya.Dia mengira dirinya salah lihat.Akan tetapi, begitu dia melangkah mendekat, dia tidak bisa lagi membohongi dirinya sendiri.Diego menatap semua yang ada di hadapannya dengan tatapan kosong dan linglung.Dia bergumam lirih, "Nggak mungkin. Ini nggak mungkin!""Aku nggak pernah menyangka dia akan meninggal."Sang manajer, Yola, dengan mata yang merah karena menangis, menatapnya dengan penuh amarah."Ngapain kamu ke sini?""Pergi kamu! Pergi dari sini!""Kak Zia nggak sudi lihat muka kamu. Cepat pergi!"Diego masih tenggelam dalam rasa syok setelah mendengar kabar kematianku.Dia sama sekali tidak marah mendengar usiran itu.Sebaliknya, dia malah menatap Yola dengan penuh harap."Dia belum mati, 'kan? Di mana kamu sembunyiin Zia?""Panggil dia keluar dan suruh dia

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status