Pria itu akhirnya mendongak, dahinya sedikit mengernyit.Baru saja dia hendak bersuara, kalimatnya langsung diinterupsi oleh suara dering ponsel.Begitu melihat nama yang tertera di layar, sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman saat mengangkat telepon."Ada apa, Nona Muda?""Supnya udah aku rebusin buat kamu. Kalau bosan, main saja dulu sama bayinya."Tiba-tiba Diego terdiam sejenak.Dia menatapku penuh arti, lalu segera membalas ucapan di seberang telepon."Dia nggak tahu kok, tenang saja."Setelah menutup telepon, dia mengalihkan pandangannya kepadaku."Shera belum tahu kalau aku sudah kasih tahu semuanya ke kamu.""Kamu pura-pura nggak tahu saja ya. Dia nggak mau kehilangan kamu sebagai sahabatnya."Begitu selesai bicara, dia memasukkan sup itu ke dalam wadah termos.Lalu, bergegas pergi keluar rumah.Aku memanggilnya, lalu mengulangi ucapanku, "Kita cerai."Pria itu menoleh dengan ekspresi tidak mengerti."Kita baru aja resmi nikah, ngapain cerai?""Kamu mau kita jadi bahan t
閱讀更多