共有

Bab 5

作者: Olif S
last update 公開日: 2026-06-17 22:08:16

Rey mengantar Lisa ke rumahnya setelah Lisa menghentikan tangisannya. Dia menghentikan mobilnya di depan gerbang rumah Lisa.

Rey menatap Lisa dengan lebih baik. Bukan lagi tatapan dingin seolah tak peduli. “Apa yang membuatmu sangat ingin bercerai dengan suamimu? Bukankah selama ini kau hidup nyaman dengannya?” tanyanya sesaat sebelum Lisa membuka pintu mobil.

Lisa balas menatapnya, matanya masih terlihat bengkak dan tampak lelah. Dia hanya diam, tak menjawab pertanyaan Rey. Seolah Lisa sudah tak memiliki energi untuk menjawabnya.

Rey menghela nafasnya, tak ingin mendesak Lisa. “Baiklah. Kau tak perlu menjawabnya. Namun kau juga harus tahu, Saka bukan orang yang bisa dijatuhkan dengan mudah. Bertindak gegabah hanya akan melukai dirimu sendiri.” Rey mengatakannya dengan serius, penuh empati. Dia menyerahkan bungkusan plastik berisi makanan kepada Lisa. “Untukmu. Kau melewatkan makan siang dan makan malam,” ucapnya sambil tersenyum tipis.

Lisa menerimanya tanpa banyak bicara, dia hanya mengangguk kecil. Energinya sudah habis untuk menangis. “Terima kasih,” ucapnya pelan. Dia membuka pintu mobil, membungkuk sedikit sebelum meninggalkan Rey.

Saka belum pulang ketika Lisa sampai di rumah. Dia baru sadar, selama ini Saka memang sering pulang larut malam. Dulu dia mengira pekerjaan Saka memang berat dan mengharuskannya untuk lembur. Kini Lisa tahu, mungkin Saka sedang bersama Rika saat ini.

Lisa melangkah menuju pantry, terduduk dengan lesu. Diletakkannya bungkusan makanan dari Rey di meja pantry begitu saja. Nafsu makannya sudah hilang sejak tadi.

Lisa membuka lagi berkas curiannya di ponsel. Menghela nafas panjang. Berkas itu berisi bukti perbuatan curang Saka. Tetapi informasinya masih acak dan perlu diselidiki lebih dalam. Lisa berusaha memutar otaknya. Apa yang bisa dia lakukan dengan berkas itu di tangannya?

Sebuah ide melintas di benaknya. Melaporkannya kepada Kakek? Lisa tersenyum menyeringai. Mengapa tidak?

***

Wajah Ketua Adhitama tampak gusar ketika melihat berkas yang Lisa serahkan. Dia mengerutkan dahinya, rahangnya mengeras. “Apa maksudmu dengan semua ini, Lisa?”

Lisa tersenyum, menatap wajah Ketua Adhitama Group dengan keyakinan penuh. “Dua bulan, Kek. Beri Lisa kesempatan untuk membongkar semuanya. Lisa yakin, jika kita tidak menghentikannya sekarang, bukan hal yang mustahil Adhitama Group akan runtuh karena keserakahan Saka. Sebagai gantinya, ijinkan Lisa bercerai dengan Saka. Lisa berjanji tidak akan menimbulkan kerugian dengan perceraian kami”

Ketua Adhitama terdiam cukup lama, menatap tajam ke arah Lisa. “Kamu mau bercerai dengan Saka? Kenapa?”

Lisa terdiam sejenak, menundukkan kepalanya, dan menarik nafas dalam sebelum menjawab. “Lisa menangkap basah perselingkuhan Saka, Kek. Lisa melihatnya dengan mata kepala Lisa sendiri. Maafkan Lisa, tetapi Lisa tidak bisa menahannya, Kek. Lisa tidak bisa menerima pengkhianatan ini.”

Ketua Adhitama semakin mengerutkan dahi. Jemarinya mengepal, dia juga marah sekaligus terkejut mendengar kelakuan bodoh cucunya itu. Di sisi lain, dia juga merasa kasihan terhadap Lisa. Gadis itu terlalu baik untuk mendapat perlakuan yang tidak adil.

Keluarga Wijaya adalah sekutu bisnis yang sangat kuat dan menguntungkan, dan Lisa adalah aset mereka yang paling berharga. Dengan bodohnya Saka Adhitama malah mengkhianati keluarga mereka. Saka bahkan tidak sadar kecerobohan dan keserakahannya akan menghancurkan perusahaan.

“Saka tidak bodoh, Lisa,” ucap Ketua Adhitama dengan suara berat, mulai menimbang-nimbang. “Dia tidak akan setuju menceraikanmu begitu saja. Dia akan curiga begitu kamu mencampuri urusan perusahaan.”

Lisa tersenyum tipis. “Lisa akan melakukannya dengan hati-hati, Kek. Selain itu, Saka tidak mungkin menolak perintah Kakek.”

Ketua Adhitama mengetuk-ngetukan jarinya di atas meja, berpikir keras sebelum akhirnya berdehem pelan. Menyetujui permintaan Lisa. "Adhitama Gallery. Kau boleh menempati posisi CEO. Kau harus bersiap, bisa dipastikan Saka akan mengamuk saat mengetahuinya.”

Mendengar hal itu, jantung Lisa berdegup kencang. Bibirnya menyunggingkan senyum lebar. Dia mengengguk cepat. “Itu tempat yang sempurna, Kek. Tentang Saka, Lisa sudah bersiap, bahkan jika dia berniat membunuh Lisa sekalipun.”

“Baiklah. Aku akan mengeluarkan surat keputusan pengangkatanmu sebagai CEO Adhitama Gallery besok pagi. Selidiki apa yang sebenarnya sedang direncanakan Saka tanpa menimbulkan kegaduhan, Lisa. Tentang perceraianmu, akan kupertimbangkan setelah urusan ini selesai. Tapi ingat, jika kamu gagal dan memicu kekacauan di dalam grup, kamu harus bertanggung jawab dan menerima akibatnya.”

“Lisa mengerti, Kek. Terima kasih atas kepercayaannya.” Lisa membungkuk hormat, matanya berbinar antusias.

***

Braak!

Pintu ruang kerja Lisa dibuka dengan kasar dari luar. Benar saja. Belum sempat Lisa duduk di kursinya, Saka sudah datang dan bersiap mengamuk. Dia menerobos masuk ke ruang kerja Lisa, ruang CEO Adhitama Gallery. Wajahnya tampak merah padam dengan jemari yang mengepal erat.

“Apa yang kau rencanakan, hah?! Kenapa tiba-tiba ikut campur urusan perusahaan?!” Saka langsung berteriak marah setelah membanting pintu. Matanya melotot tajam ke arah Lisa.

Lisa yang sudah menduganya hanya tersenyum tenang. “Kenapa memangnya? Kau takut aku merebut posisimu? Atau … kau takut aku membongkar semua kebusukanmu?”

Wajah Saka tampak semakin tegang. “Hentikan omong kosongmu, Lisa. Lakukan seperti biasa. Tugasmu hanyalah mendesain untukku!”

Lisa melangkah pelan mendekat ke arah Saka. Tangannya memegang lembut bahu Saka yang tegang. Mulutnya mendekat, berbisik di telinga Saka. “Aku bukan lagi Lisa bodoh yang bisa kau manfaatkan sesukamu.”

Saka menepis kasar tangan Lisa dari bahunya. Matanya melotot tajam tepat di depan wajah Lisa. “Lakukan sesukamu, tapi jangan harap kau bisa lepas dariku. Besok pagi kupastikan kau akan angkat kaki dari sini.”

“Hhh, menurutmu begitu? Baiklah. Kita lihat saja siapa yang akan segera angkat kaki dari sini.”

Drrt, drrrt, drrt.

Ponsel Saka tiba-tiba berdering. Notifikasi panggilan masuk. Dia merogoh sakunya dengan kasar. Mengangkatnya dengan tidak sabar begitu melihat nama yang tertera di layar ponsel. Namun, wajahnya tampak semakin marah ketika dia mendengar apa yang dikatakan orang menelponnya.

Saka menutup telepon dengan kasar. Menatap tajam ke arah Lisa. “Kau!” telunjuknya teracung tepat di depan wajah Lisa yang tengah menyeringai menatapnya. “Tunggu saja akibat dari perbuatanmu hari ini!”

Saka meninggalkan ruangan Lisa dengan marah, kembali membanting pintunya dengan keras.

Sedangkan Lisa menatap kepergian Saka dengan seringai lebar . Hari ini dia memutus kontrak kerja sama dengan RK Entertaiment. Agensi yang menaungi Rika. Bisa dipastikan tadi adalah telepon dari Rika yang merengek meminta penjelasan dari Saka.

“Tenang saja, Saka. Ini baru permulaan," batinnya.

Hana, sekretaris pribadinya masuk tak lama setelah Saka keluar dari ruang kerja Lisa. Dia sedikit membungkukkan badannya sebelum menyampaikan pesan. "Mohon maaf, Bu Lisa. Dewan direksi telah berkumpul untuk melaksanakan rapat darurat."

Lisa tersenyum, dia juga sudah menduganya. "Baiklah, saya akan segera ke sana," jawabnya tenang.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu   Bab 27

    Bab 27Ruang kerja pribadi milik Rey yang tersembunyi di balik perpustakaan apartemennya menjadi markas operasi senyap malam itu. Tirai tebal tertutup rapat, membendung pendar cahaya kota. Di atas meja kaca berukuran besar, tiga buah laptop canggih menyala terang, memancarkan pendar biru yang menerangi wajah empat orang yang sedang berkumpul mengelilinginya: Lisa, Rey, Juna, dan Hana.“Aku sudah menceritakan semuanya,” ujar Lisa, memecah keheningan yang tegang. Matanya menatap Juna dan Hana secara bergantian dengan pendar ketegasan yang dingin. “Kakek memilih untuk membungkam kejahatan Saka demi menjaga nama baik Adhitama Group. Jadi, kita tidak punya pilihan lain. Kita tidak bisa lagi berharap pada keadilan korporasi. Kita akan mencuri seluruh dana gelap milik Saka sebelum dia sempat menggunakannya.”Hana menyandarkan punggungnya di kursi, menyilangkan tangan di dada. Mula-mula dahi wanita itu mengernyit, namun senyum tipis yang sarat akan ide gila perlahan terukir di bibirnya. “Ide

  • Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu   Bab 26

    Bab 26“Adhitama Gallery.” Lisa berkata mantap, menatap Ketua Adhitama tanpa keraguan. “Berikan kewanangan penuh kepada Lisa atas kendali manajemennya,” sambungnya.Suasana meja makan seketika berubah tegang. Semua mata menatap Lisa terperangah. Sama sekali tidak menyangka Lisa akan meminta hal sebesar itu.“Lisa! Apa-apaan kamu?!”Saka tiba-tiba berdiri kasar hingga kursi jati yang didudukinya terdorong ke belakang. Wajahnya memerah padam, matanya melotot tajam menatap istrinya.“Kau gila, hah?!” bentak Saka dengan suara memburu. “Adhitama Gallery itu anak perusahaan di bawah naungan Adhitama Group! Bagaimana mungkin kamu dengan lancangnya meminta unit bisnis sebesar itu hanya untuk dirimu sendiri?!”Ibu Saka tidak tinggal diam. Wanita itu ikut berdiri, menatap Ketua Adhitama. “Tidak bisa, Ayah. Adhitama Gallery itu milik Saka. Ayah telah berjanji akan mewariskannya pada Saka.” seru Sinta tak terima.Tentu Saka dan ibunya menentang habis-habisan permintaan Lisa. Adhitama Gallery adal

  • Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu   Bab 25

    Pameran itu benar-benar sukses besar. Semua stok koleksi produk fashion Adhitama Gallery langsung terjual habis begitu dirilis. Antrean panjang mengular di setiap cabang butik yang tersebar di berbagai kota besar.Nama Adhitama Gallery terus menjadi perbincangan hangat di dunia mode internasional. Wajah Jess sebagai brand ambassador muncul di halaman terdepan majalah mode, sosial media, spanduk-spanduk, hingga layar megatron yang terpasang di gedung-gedung pencakar langit.Pesan berisi berbagai tawaran kerja sama tak henti-hentinya masuk ke surel resmi Adhitama Gallery. Nilai saham bahkan naik hingga lima kali lipat, jauh lebih besar dari perkiraan awal.Papa Lisa tertawa lebar saat menelponnya, mengucapkan selamat dan memujinya. Mamanya juga ikut senang, ribut meminta Lisa untuk mempertemukannya lagi dengan Jess, Rose, dan Jenny. Lisa hanya balas tertawa lebar, menjelaskan bahwa mereka sudah kembali sibuk dengan urusan masing-masing.Foto Lisa bersama Jenny, Rose, dan Jess di acara pa

  • Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu   Bab 24

    Tepat pukul 10.00 a.m., Pameran Privat Adhitama Gallery resmi dimulai.Lisa duduk di barisan kursi VIP bersama keluarganya, di dampingi Rey, Juna, dan Hana. Ia menahan napas, mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.Tamu yang hadir bukan orang sembarangan. Mulai dari investor besar kelas internasional, pengusaha korporasi multinasional, hingga para pesohor papan atas. Wajah-wajah mereka tidak asing, biasa mengisi halaman majalah-majalah bisnis dengan kisah suksesnya.Ting!Lampu hall diredupkan. Musik pengiring mulai diputar.Seluruh pandangan tamu undangan seketika tertuju pada panggung. Decak kagum dan tatapan terpesona seketika memenuhi ruangan begitu model pertama melangkah anggun di atas catwalk.Pameran berlangsung dengan lancar hingga akhir acara, kemudian dilanjutkan dengan pesta perayaan.Para tamu tertawa puas, menyalami Lisa, serta mengucapkan selamat dan berbagai kalimat pujian. Bahkan tidak sedikit yang langsung menawarkan kerja sama dengan Adhitama Gallery. Lisa m

  • Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu   Bab 23

    Hari-H Pameran Privat Adhitama GalleryKesibukan telah dimulai sejak pagi buta. Bahkan, ada beberapa kru yang belum sempat tidur dan beristirahat sejak gladi bersih kemarin. Petugas keamanan acara telah bersiap di berbagai titik krusial dengan setelan jas dan celana hitam, lengkap dengan earpiece yang terpasang di telinga mereka.Begitu pula dengan Lisa. Raut wajahnya tampak sangat serius saat melangkah cepat di lorong Grand Hotel menuju ballroom tempat pameran diadakan. Hana juga tak kalah seriusnya, tangannya menggenggam erat sebuah tablet seraya berjalan cepat mengimbangi Lisa.Sesekali mereka berpapasan dengan satu dua kru yang juga tengah mempersiapkan detail acara. Mereka mngangguk kecil, tersenyum tipis menyapa Lisa. Lisa balas tersenyum tipis.“Semua kru telah bersiap di posisinya, Bu Lisa. Para model juga telah selesai di-makeup,” ujar Hana seraya memeriksa layar tabletnya. “Media sudah berdatangan sejak kemarin malam. Saat ini mereka tengah bersiap di ballroom.”Lisa mengang

  • Setelah Dendam Usai, Aku Melupakanmu   Bab 22

    H-1 Pameran Privat Adhitama Gallery.Ballroom megah Adhitama Grand Hotel telah disulap menjadi area pameran privat bernuansa musim panas. Videotron raksasa di latar panggung menampilkan pemandangan pantai yang hangat, dipadukan dengan sorotan warm spotlight yang memancar tepat di atas area catwalk. Rangkaian bunga segar tersusun rapi di sekeliling panggung, menghadirkan kesan indah dan elegan yang memikat.Di kanan kiri panggung, kursi-kursi di susun rapi, berbaris memanjang mengelilingi panggung. Papa Lisa telah hadir bersama mamanya, duduk di kursi VIP. Begitu juga Ketua Adhitama Group dan kedua mertua Lisa, mereka duduk bersisian.Saka belum terlihat batang hidungnya, entah ada dimana pria itu saat ini. Mungkin sedang mengamuk melihat persiapan gladi bersih hari ini tetap berjalan dengan semestinya tanpa adanya kepanikan.Lisa dan Hana masih sibuk, berjalan ke sana ke mari memeriksa setiap detail, memastikan semuanya sempurna.Rey dan Juna terlihat memasuki ruangan.Pandangan Rey l

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status