Partager

BAB 8

Auteur: Rosela2505
last update Date de publication: 2026-07-14 21:55:56

#laptop baru untuk lala

Naila sebenarnya ingin langsung menanyakan semuanya kepada Ardi pagi itu juga. Beberapa kali pertanyaan sudah naik sampai ke ujung lidahnya, tetapi selalu urung keluar. Dia terlalu mengenal suaminya. Jika memang tidak ada apa-apa, Ardi pasti akan menganggapnya berlebihan. Sebaliknya, jika memang ada sesuatu yang disembunyikan, Ardi juga belum tentu akan berkata jujur.

Sepanjang perjalanan menuju kantor, pikirannya terus dipenuhi berbagai kemungkinan. Dia mencoba menginga
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO   BAB 73

    PENGAGUM RAHASIAPagi itu, Ardi masih belum bisa mengusir percakapan semalam dari pikirannya. Bahkan setelah matahari muncul dan suara kendaraan mulai memenuhi jalanan, kalimat Erik yang didengarnya di kafe terus terngiang, seolah sengaja mengingatkannya pada sesuatu yang selama ini tidak pernah ia anggap penting.Aku sebentar lagi akan mendapatkan cinta yang selama ini aku tunggu tujuh tahun.Ardi duduk di tepi ranjang kecil di kamar kontrakannya, menatap foto lama yang masih tergeletak di atas meja. Dalam foto itu, ia berdiri di samping Erik dengan senyum lebar, sementara Erik hanya menunjukkan senyum tipis seperti kebiasaannya dahulu. Mereka pernah begitu dekat, berbagi banyak hal sebagai teman kuliah, tetapi ternyata ada bagian dari kehidupan Erik yang tidak pernah benar-benar ia ketahui.Jika perempuan yang dimaksud Erik memang Naila, lalu sejak kapan perasaan itu tumbuh? Apakah sejak masa kuliah, ketika mereka masih sering menghabi

  • Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO   BAB 72

    KECURIGAAN YANG TIDAK BISA DIHENTIKANNaila tidak tahu siapa pria yang mengirimkannya. Ia juga tidak tahu bahwa ada seseorang yang telah menunggu dirinya selama tujuh tahun. Lebih dari itu, Naila belum menyadari bahwa orang tersebut sebenarnya sudah berada sangat dekat dengannya, seseorang yang setiap hari ia percaya dan selama ini hanya ia anggap sebagai teman lama.Seseorang bernama Erik.Ardi tidak bisa tidur dengan tenang malam itu. Meskipun tubuhnya terasa lelah setelah seharian bekerja sebagai tukang ojek, pikirannya terus dipenuhi percakapan yang ia dengar di kafe. Perkataan Erik tentang penantian selama tujuh tahun terus terngiang di telinganya, membuatnya kembali mengingat masa kuliah, ketika pria itu pernah bercerita bahwa dirinya sedang mencintai seseorang, tetapi tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.Selama bertahun-tahun, Ardi tidak pernah merasa perlu mengingat percakapan tersebut. Baginya, itu hanyalah cerita lama di antara dua orang teman yang ki

  • Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO   BAB 71

    7 TAHUN YANG SAMA Ardi masih duduk di atas kasurnya dengan ponsel yang masih berada di tangannya, meskipun layar perangkat itu sudah lama tidak lagi ia perhatikan. Pikirannya justru kembali membawanya ke masa kuliah, ketika dirinya dan Erik memang cukup dekat. Mereka sering bertemu, terkadang mengerjakan tugas bersama, makan di tempat yang sama, bahkan beberapa kali berbicara hingga larut malam mengenai rencana masing-masing setelah lulus.Erik bukan tipe orang yang mudah menceritakan perasaannya kepada orang lain. Namun, ada satu malam yang sampai sekarang masih diingat Ardi. Saat itu, mereka duduk berdua di sebuah tempat makan sederhana yang berada tidak jauh dari kampus. Erik terlihat berbeda dari biasanya karena lebih banyak diam dan sesekali hanya menatap jalanan di depan mereka. Ardi yang merasa penasaran akhirnya bertanya, “Kau kenapa?”Erik hanya tersenyum dan menjawab singkat, “Tidak apa-apa.”“Bohong.”Erik tertawa ke

  • Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO   BAB 70

    PENGGEMAR RAHASIARumah baru Naila terasa jauh lebih tenang dibandingkan rumah yang pernah ia tinggali bersama Ardi. Rumah itu memang tidak terlalu besar, tetapi cukup untuk membuatnya merasa nyaman karena setiap sudutnya perlahan mulai dipenuhi barang-barang yang ia pilih sendiri. Tidak ada lagi perabot yang harus disesuaikan dengan keinginan orang lain, tidak ada suara yang memanggilnya hanya ketika membutuhkan sesuatu, dan tidak ada pula perasaan bahwa dirinya harus selalu bertanggung jawab atas kehidupan banyak orang.Malam itu, Naila baru saja sampai di rumah setelah seharian berada di kantor. Begitu membuka pintu, ia melihat sebuah buket bunga besar yang diletakkan di depan teras sehingga langkahnya langsung terhenti. Ia menatap buket tersebut dengan heran. Bunga-bunga itu tersusun begitu rapi, warnanya lembut dan terlihat segar, bahkan ukurannya jauh lebih besar dibandingkan kiriman-kiriman sebelumnya.Tidak ada nama pengirim, hanya sebuah kart

  • Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO   BAB 69

    TUJUH TAHUN YANG TERLALU LAMA Ia mengepalkan tangannya dan mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua itu mungkin hanya kebetulan. Namun, sebelum pikirannya berhasil menemukan alasan lain, suara Erik kembali terdengar dari meja tersebut. “Aku sudah menunggu tujuh tahun.” Ardi langsung mengangkat wajah. Tujuh tahun? Angka tersebut membuat tubuhnya terasa kaku. Ia menatap Erik dengan tatapan tidak percaya karena tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat. Lebih mengejutkan lagi, angka tersebut sama dengan lamanya pernikahan Naila dan dirinya. Tujuh tahun. Angka yang sama dengan waktu yang pernah disebut oleh pria misterius melalui telepon kepada Naila. Ingatan lama tiba-tiba muncul kembali dalam benaknya. Ketika masih bersama Naila, pernah ada masa ketika perempuan itu menerima saran mengenai saham dari seorang teman. Saat itu, Ardi tidak pernah merasa perlu menge

  • Setelah Diceraikan, Mereka Baru Tahu Aku CEO   BAB 68

    RAHASIA ERIKErik.Pria itu sedang duduk bersama beberapa orang dan tampak sedang membicarakan sesuatu dengan serius. Ardi mengenali dua orang yang berada di meja tersebut sebagai kolega bisnis yang pernah beberapa kali ia lihat dalam acara perusahaan. Mereka berbicara dengan suasana yang cukup serius, sementara Erik sesekali tersenyum dan menanggapi pembicaraan mereka dengan tenang.Ardi memilih berdiri agak jauh agar tidak langsung terlihat.“Berarti benar dia masih bekerja di Nexora,” gumamnya dalam hati.Ia baru saja hendak mendekat ketika salah seorang pria di meja itu mulai berbicara kepada Erik.“Selamat siang, Pak Erik. Bagaimana hari Anda?”Ardi mengangguk kecil sambil memperhatikan dari kejauhan.“Pantas saja aku melihatnya bersama Naila.”Namun, sebelum ia sempat melangkah lebih jauh, arah pembicaraan di meja tersebut tiba-tiba berubah. Salah seorang kolega Erik menatapnya dengan ekspresi ser

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status