/ Romansa / Simpanan Tuan Torres / 58. Menyakinkan Carmen

공유

58. Menyakinkan Carmen

last update 최신 업데이트: 2025-11-15 07:34:21

Mendengar nama Armand, rasa lega sesaat Julia akan promosi dan sepatu barunya langsung menguap, digantikan oleh kecemasan lama yang dingin. Ia tahu betul siapa yang bertanggung jawab atas pengusiran itu.

Berjalan ke jendela, pura-pura melihat keluar. "Dia memang harus mencari pekerjaan. Sudah saatnya dia dewasa. Aku sibuk sekali, Bu, aku tidak punya waktu untuk mengurus masalahnya."

Julia kembali menatap Carmen, matanya penuh tekad. "Lupakan Armand, Bu. Fokuslah pada kesehat
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Simpanan Tuan Torres   145. Acara Amal

    Di Kamar utama di Girasol Estate. Cahaya hanya berasal dari lampu tidur redup di nakas.Larut malam. Diego baru saja selesai membantu Julia tidur nyenyak. Ia telah mengusap punggung Julia dan memijat kakinya hingga Julia, yang kelelahan karena kehamilan, terlelap dalam posisi yang paling nyaman.Diego memandang wajah tenang Julia yang terlelap, mengusap pelan rambut yang menjuntai di dahinya. Ia kemudian mencium pucuk kepala Julia dengan sangat lembut, memastikan sentuhannya tidak membangunkan kekasihnya.Saat ia bangkit dari sisi ranjang, ponsel yang berada di nakas sisi Julia menyala. Sebuah pop-up notifikasi pesan masuk. Pesan itu dari Pablo.Diego tahu apa artinya. Ia meraih ponselnya dengan hati-hati. Layar menampilkan pesan singkat dari Pablo Reyes."Misi selesai, Tuan. Video dan foto insiden di Ritz sudah tersebar ke media gosip utama. Kami menjamin besok pagi, ia akan sibuk mengurus citranya. Anda bisa tidur nyenyak."Die

  • Simpanan Tuan Torres   143. Alur Mundur (Yacht)

    Alur dua hari yang lalu...Malam hari di sebuah yacht mewah yang berlabuh di perairan Lisbon. Suara ombak pelan menjadi latar belakang.Setelah negosiasi merger yang panjang dengan Duarte Corp. berhasil disepakati, Diego, Pablo, Duarte, dan Beatrice berkumpul di dek yacht untuk perayaan dan sesi foto wajib. Beatrice, dengan gaun malamnya yang seductive, sengaja duduk dekat dengan Diego, memanfaatkan setiap kesempatan untuk berinteraksi.Duarte mengangkat gelas sampanye. "Untuk Diego Torres, mitra baru kami! Kesepakatan yang luar biasa, kawan."Diego membalas senyum profesional. "Untuk Duarte Corp. dan masa depan yang cerah. Salud."Saat momen bersulang, Beatrice dengan cepat mendekatkan diri ke Diego, senyumnya cerah, dan meminta salah satu asisten Duarte untuk mengambil foto."Diego, satu foto untuk merayakan kemitraan kita. Anggap saja ini marketing yang bagus untuk Lisbon dan Torres International!"Diego setuju tanpa

  • Simpanan Tuan Torres   142. Keretakan Kecil

    Di kamar mandi utama yang luas, uap hangat memenuhi ruangan. Diego bersandar pada dinding keramik, membiarkan Julia menggosok punggung lebarnya dengan pijatan lembut dan telaten. Aroma sabun bercampur dengan keintiman yang tercipta di antara mereka.Suara Julia terdengar santai, namun ada nada ingin tahu yang terselip. "Kemarin di Lisbon, kamu bertemu dengan putri Duarte Silva, Beatrice?"Diego memejamkan mata sejenak, menikmati sentuhan Julia. "Ya, aku bertemu dengannya..."Ada jeda singkat, Julia terus memijat, menunggu jawaban yang lebih rinci. Sebuah keraguan kecil mulai menyelinap di benaknya.Julia mengambil napas dalam, memberanikan diri. "Apa dia cantik menurutmu, Diego?"Diego membuka matanya, lalu sedikit menoleh, tatapannya mencari mata Julia yang kini terpantul samar di uap. Ia tersenyum tipis, memahami arah pertanyaan Julia, dan merasakan sedikit geli atas kecemburuan halus yang tersembunyi."Cantik? Ya, Beatrice mem

  • Simpanan Tuan Torres   149. Drama Laura Belum Berakhir

    Julia merasakan nada serius dalam suara Diego, membuat kekhawatiran yang sempat ia lupakan kembali muncul."Laura? Ada apa lagi dengannya?"Diego menarik Julia dengan lembut, mengajaknya duduk di sofa panjang. Ia memegang kedua tangan Julia."Apa kamu membuka blokir rekeningmu yang dibawa Laura?"Julia menjawab dengan nada bersalah dan sedikit defensif. "Iya. Aku membukanya. Dia berjanji tidak akan membeli sex toys lagi. Dia berjanak sudah bosan dan ingin fokus pada kue.""Tapi dia membeli perlengkapan vlogging untuk siaran langsung di Madeira. Kamu tahu apa artinya?" tanya Diego dengan suara lembut, tetapi sorot matanya tajam."A-apa? Siaran langsung? Tidak, tidak mungkin. Dia janji padaku tidak akan membuat masalah lagi! Itu bisa mengungkapkan lokasi vila! Aku tidak tahu dia membeli itu, Diego! Demi Tuhan, aku tidak tahu!"Itu bisa mengungkapkan lokasi vila! Aku tidak tahu dia membeli itu, "Diego! Demi Tuhan, aku tidak tahu!"Diego menghela napas, menenangkan Julia. "Tenang, Sayang.

  • Simpanan Tuan Torres   144. Acara Amal

    Grand Ballroom Hotel Ritz Madrid. Suasana mewah, dihiasi kristal dan bunga-bunga mahal. Acara lelang amal untuk konservasi seni sedang berlangsung, dihadiri oleh kalangan elite dan sosialita ternama Spanyol. Malam hari, beberapa jam setelah Diego mendarat. Georgina López tampak memukau, dikelilingi oleh dua teman sosialitanya, Isabella dan Lana. Ia mengenakan gaun sutra hitam couture dan berlian minimalis, memancarkan aura keanggunan yang dingin. Meskipun senyumnya tampak dipaksakan, ia berusaha keras menunjukkan bahwa berita kehamilan Julia sama sekali tidak memengaruhi status sosialnya. "Kau terlihat luar biasa, Georgina. Jangan pedulikan berita murahan itu. Siapa pun tahu statusmu jauh di atas sekretaris hamil itu." "Tentu saja. Semua orang tahu Diego Torres hanya sedang 'bermain' untuk memastikan garis keturunannya. Dia akan kembali padamu, Sayang." Hibur Lana Georgina hanya tersenyum tipis, tetapi matanya memancarkan api kemarahan. Ia tahu pujian itu hanyalah basa-basi.

  • Simpanan Tuan Torres   140. Kakak Ipar

    Malam itu, Julia berada di ruang tengah bersama ibunya, Carmen, bermaksud melakukan panggilan video. Diego duduk tidak jauh dari mereka, hanya menatap Julia dengan pandangan yang sulit diartikan—campuran perhatian, kekhawatiran, dan mungkin sedikit kelelahan."Semoga dia mau mengangkatnya, Bu."Carmen mengangguk penuh harap.Setelah beberapa dering panggilan, Laura akhirnya menerima. Wajahnya terlihat kesal dan malas, ia sedang menelungkup di atas bantal."Mau apa lagi, Kak Julia? Telepon biasa saja, kenapa harus panggilan video? Kau ingin memamerkan diri sebagai keluarga bahagia karena sekarang kau sedang mengandung?""Hei, lihat siapa yang bersamaku sekarang. Angkat kepalamu.""Diego? Kau ingin memamerkan seolah kalian pasangan idaman? Sementara aku di sini kau paksa menjadi biarawati?""Dasar keras kepala!""Laura, sayang?" Suara lembut yang familier itu...Laura langsung mengangkat kepalanya mendeng

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status