Home / Male Adult / Sisi Liar Mas Nanang / Bab 21 - Musuh Jadi Teman

Share

Bab 21 - Musuh Jadi Teman

Author: MassAzfa
last update publish date: 2026-04-24 23:19:14
Nanang masih terpaku, tangan yang tadi mengunci lengan si anak geng itu kini terangkat ke udara seperti tidak tahu harus di mana. Suasana yang tadi tegang berubah hening canggung.

Anak cewek itu masih memegangi bagian dadanya yang terbentur tembok, ia mendelik sambil mengumpat, "Sakit tau! Temboknya keras banget!"

Nanang mundur dua langkah,

Kedua tangan masih terangkat. “Lah...Gue kira lo cowok... sumpah!”

Ketua geng yang terkapar sambil menahan sakit di ulu hati, tertawa pendek sampai batuk. “U
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 145 - Hal Yang Tidak Di Duga

    Sementara itu, Ningsih yang sudah sedikit pulih mulai bangkit.Ia memeluk Nanang dari belakang, menempelkan Gunung kembarnya yang basah oleh keringat ke punggung Nanang.Jari-jari lentik Ningsih mulai memllin kelereng Nanang dengan Nakal, membuat pemuda itu kelo jotan.Adrenalin Nanang memuncak, ia menghentakkan pinggulnya semakin cepat dan dalam.“Aahhh... mentok, Nanang! ahhh!” teriak Risa saat merasakan ujung Permen Nanang menghantam Lembahnya.Nanang sudah berada di titik na dir pertahanannya.Permennya berkedut hebat, urat-uratnya meno njol tegang, menandakan bendungan cairan di dalamnya siap untuk meledak Kapan saja.“Tan..Tan... arghhh!” Nanang mengerang keras, suaranya parau menahan kenikmatan yang luar biasa.Seolah sudah paham, Nanang menarik keluar Permennya dengan gerakann refleks. Ningsih yang sigap langsung berlu tut di samping Risa yang masih dalam posisi menungging.Keduanya berebut posisi, menengadahkan

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 144 - Permainan Bertiga

    Risa menghela napas panjang, lalu tersenyum penuh arti.“Sudah, sudah! Gini saja biar adil. Hari ini, kamu harus layani kami berdua!”Nanang menyeringai lebar,Matanya berkilat nakal.“Serius??”“Ya kenapa enggak?” jawab Risa menantang. Tanpa basa-basi, ia langsung menanggalkan pakaiannya.Sisa keringat bekas olahraga masih menetes di tubuhnya yang polos, membuatnya terlihat semakin menggoda.Ningsih tak mau tinggal diam.Seolah tak ingin kalah saing, ia segera melepaskan g-string-nya.Dengan gerakan gesit, ia mulai melu cuti baju Nanang,Membiarkan hasrat mereka bertiga pecah di dalam ruangan itu.Nanang yang hasratnya sudah meledak-ledak digiring masuk ke dalam kamar.Risa dengan agresif mendo rong tubuh Nanang sampai ia terlentang di atas kasur yang empuk.Risa memberikan kedipan mata pada Ningsih, sebuah kode maut:Sikat!Tanpa aba-aba, Nin

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 143 - Ketahuan Tante Risa

    Ia lalu bangkit dari duduknya untuk menjalankan skenario yang sudah ia siapkan.“Ning, kamu mau minum apa?” tanya Risa basa-basi.“Aku sih biasa, kopi saja, Ris,” jawab Ningsih dengan suara yang sengaja dibuat manja.“Duh, di dapur kopi sepertinya habis. Ya sudah, kamu tunggu dulu ya di sini, aku ke warung depan sebentar,” ucap Risa yang langsung bergegas keluar tanpa menunggu jawaban,Meninggalkan Nanang dan Ningsih dalam keheningan yang menyesakkan.Begitu pintu tertutup, efek Sirup tahan banting itu meledak dalam tubuh Nanang.Darahnya terasa mendi dih, dan fokusnya benar-benar hilang.“Nang... kamu kenapa? Kok menatap Kakak seperti itu?” tanya Ningsih, berpura-pura polos meski matanya berkilat nakal.“Kak Ningsih... makin cantik saja,” desis Nanang dengan napas yang mulai memburu.“Ah, masa sih, Nang?” Ningsih memancing lagi.“Serius

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 142 - Jebakan Tante Risa

    Nanang baru saja membanting tubuhnya ke sofa. Peluh membasahi keningnya setelah seharian berkeliling mencari kosan, namun hasilnya nihil.Tidak ada yang cocok sama sekali."Sial, masa iya gue harus terus tinggal di sini bareng Tante yang hipernya minta ampun itu?"gumam Nanang kesal sambil menatap langit-langit rumah.TOK!... TOK!... TOK..."Nang, buka pintunya. Ini Tante!"Nanang mendengus."Baru aja diomongin, sudah muncul orangnya," gumamnya malas sambil bangkit membukakan pintu.Begitu pintu terbuka, sosok Risa berdiri di sana. Namun, ia tidak sendirian. Di sampingnya berdiri seorang wanita yang sangat Nanang kenal yaitu Ningsih.Sebagai instruktur senam, Ningsih memiliki bentuk tubuh yang atletis dan wajah yang menawan, selalu berhasil membuat pria di lingkungan itu menoleh dua kali.“Om kamu sudah berangkat, Nang?” tanya Risa sambil melongok ke dalam.“Sudah, Tan. T

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 141 - Rasa Penasaran Ningsih

    Tepat saat itu, pintu depan terbuka. Risa melangkah keluar dengan penampilan yang cukup mencolok.Ia sudah mengenakan setelan baju senam yang sangat ketat, memperlihatkan lekuk tubuh matangnya yang masih berbekal sisa - sisa kehangatan semalam.Mendengar percakapan mereka, Risa langsung menyambar dengan nada suara yang sengaja dibuat semanis mungkin.“Iya Nang... mending kamu tinggal di sini saja. Rumah ini sepi banget loh kalau nggak ada kamu,” ucap Risa.Kalimatnya terdengar seperti perhatian seorang Tante, namun bagi Nanang, itu adalah undangan terbuka menuju bahaya.“Tuh, dengerin kata Tante kamu,” timpal Om Iwan, memberikan dukungan penuh tanpa rasa curiga sedikit pun.Nanang hanya bisa tersenyum kaku sambil menggaruk tengkuknya.“Ya... gimana nanti saja lah, Om.”Di balik wajah tenangnya, pikiran Nanang justru berkecamuk.Maaf ya Tan, bukannya Nanang nggak mau hemat, tapi k

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 140 - Permainan Irama Tante Risa

    Sensasi hangat, licin, dan jepitan dinding belakang Risa membuat Nanang merasa seperti sedang terbang ke langit ke tujuh.“Enak, Tan?” bisik Nanang dengan napas memburu di telinga Risa.“Enak banget, Nanang... terusss, jangan berhenti!” balas Risa dengan suara serak yang penuh gairah.PLOK... PLOK... PLOK...Hentakan kulit bertemu kulit memenuhi keheningan kamar malam itu.Mereka seolah lupa atau mungkin malah sengaja menantang bahaya, karena di kamar sebelah, Om Iwan sedang tertidur lelap.Setiap hujaman Nanang membuat ranjang berderit halus, menambah sensasi ngeri sekaligus nikmat dalam perselingkuhan yang semakin gila ini.Nanang bener-bener menghajar Risa tanpa ampun! Om Iwan kalau sampai terbangun sedikit saja pasti bakal tamat riwayat mereka.Saat Permen Nanang sudah berada di titik di dih dan siap meledak, Nanang berniat mencabutnya.Namun dengan refleks kilat, Risa bangkit dan menahannya.“Stop! Jangan dulu keluar, Nanang!”Risa langsung merunduk, mengulum habis Permen raksasa

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 138 - Tergoda Tante Risa

    Nanang mengangkat tangannya, berusaha memberi jarak.Keringat dingin mulai mengucur deras dari pelipisnya, jantungnya berdegup seperti genderang perang."Jangan, Tan... jangan di sini," bisiknya parau.Namun, Risa sudah kehilangan akal sehat. Baginya,Penolakan Nanang

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 135 - Di Usir Dari Kosan

    Mendengar kata pisang Panjang, Nanang tersenyum kikuk. Ia tahu persis itu bukan soal makanan.Itu adalah kode keras dari Risa yang sedang lapar dan merindukan hujaman Permen besar milik Nanang yang selalu membuatnya kelojotan.“Hehe... enggak, Tan, makasih. Lain kali aja,&rdqu

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 134 - Bertemu Om Dan Tante Nanang

    Seketika mata Salsa berbinar cerah, senyumnya mengembang lebar hingga pipinya merah merona.“Oh gitu ya, Okedeh, aku mau banget kok, Nanang! Tapi serius kan?”“Iya, serius. Ya udah, yuk naik,” jawab Nanang sambil menghidupkan mesin motornya yang menderu gagah

  • Sisi Liar Mas Nanang   Bab 133 - Penyesalan Di Hati Dinda

    "Oke, semuanya minta perhatiannya sebentar," buka Nanang sambil menyapukan pandangan ke seluruh wajah karyawannya.Suasana yang tadinya bising dengan suara obrolan ringan langsung senyap."Mungkin sebagian besar dari kalian sudah sering lihat saya mondar-mandir di sini, tapi secara

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status