Sisi Liar Mas Nanang
Dark RomanceDewasaCinta yang ManisBadboyBadgirlPria DominanHaremCinta TerlarangPerselingkuhan
"Ayo Nang, Lepaskan Pakaianmu." Pintanya lembut, suaranya mengandung perintah yang tak terbantahkan.
"Maksud Tante?" Nanang tergagap, keringat dingin mengalir di pelipisnya.
"Kamu mesti tanggung jawab." Risa menjelaskan, sambil menunjukan area selangkangannya.
Nanang adalah pemuda tampan yang mempunyai badan atletis,
Dia terpaksa selalu melayani para Wanita yang menggodanya, Karena Sisi Liarnya yang sangat kuat.
読む
Chapter: Bab 140 - Permainan Irama Tante RisaSensasi hangat, licin, dan jepitan dinding belakang Risa membuat Nanang merasa seperti sedang terbang ke langit ke tujuh.“Enak, Tan?” bisik Nanang dengan napas memburu di telinga Risa.“Enak banget, Nanang... terusss, jangan berhenti!” balas Risa dengan suara serak yang penuh gairah.PLOK... PLOK... PLOK...Hentakan kulit bertemu kulit memenuhi keheningan kamar malam itu.Mereka seolah lupa atau mungkin malah sengaja menantang bahaya, karena di kamar sebelah, Om Iwan sedang tertidur lelap.Setiap hujaman Nanang membuat ranjang berderit halus, menambah sensasi ngeri sekaligus nikmat dalam perselingkuhan yang semakin gila ini.Nanang bener-bener menghajar Risa tanpa ampun! Om Iwan kalau sampai terbangun sedikit saja pasti bakal tamat riwayat mereka.Saat Permen Nanang sudah berada di titik di dih dan siap meledak, Nanang berniat mencabutnya.Namun dengan refleks kilat, Risa bangkit dan menahannya.“Stop! Jangan dulu keluar, Nanang!”Risa langsung merunduk, mengulum habis Permen raksasa
最終更新日: 2026-06-22
Chapter: Bab 139 - Menikmati Permainan IndahNanang kelojotan setengah mati di atas kasur.Sensasi dari Kain yang meraba urat-urat Permennya benar-benar nyata, mengirimkan gelombang nikmat yang membuat otaknya seolah mau pecah.“Gimana, Nanang? Celana dalam Tante enak, kan?” bisik Risa, suaranya serak menahan gairah.“Enak... enak banget, Tan... terusss!” racau Nanang dengan mata terpejam rapat.Sambil terus memompa Permen Nanang dengan kain itu, Risa merunduk, menjilati dan Menggigit kecil kelereng Nanang, memberikan serangan ganda yang membuat Nanang hampir mencapai puncaknya.“Aahhh... stop, Tan! Stop! Mau keluar nih!” teriak Nanang tertahan.Risa menyeringai puas, lalu melempar celana dalam itu ke lantai begitu saja.Namun, tiba-tiba keadaan berbalik. Nanang yang sudah dikuasai nafsu mendadak bangkit.Dengan satu dorongan bertenaga, ia membalikkan posisi hingga Risa terbaring di bawahnya.Nanang langsung menerjang, menyedot k
最終更新日: 2026-06-18
Chapter: Bab 138 - Tergoda Tante RisaNanang mengangkat tangannya, berusaha memberi jarak.Keringat dingin mulai mengucur deras dari pelipisnya, jantungnya berdegup seperti genderang perang."Jangan, Tan... jangan di sini," bisiknya parau.Namun, Risa sudah kehilangan akal sehat. Baginya,Penolakan Nanang justru seperti bumbu yang membakar gairahnya.Tanpa memedulikan gemetar di tubuh pemuda itu, Risa menyeret Nanang masuk ke dalam kamarnya sendiri.CEKLEK.Suara kunci pintu yang diputar Risa terdengar seperti vonis mati bagi pertahanan Nanang.Risa benar-benar nekat, ia tak peduli sedikit pun meski ayah Nanang mungkin saja terbangun di kamar sebelah.“Kalau di kamar mandi atau dapur kamu nggak mau, ya sudah... kita main di kamar kamu saja,” ucap Risa dengan suara rendah yang menggetarkan nyali.Nanang hanya bisa terpaku, lidahnya kelu saat tangan terampil Risa mulai mempreteli kancing kemeja kerjanya satu per sat
最終更新日: 2026-06-17
Chapter: Bab 137 - Paksaan Tante RisaBegitu melihat Nanang, matanya langsung lapar, seolah melihat mangsa segar.“Eh, Nanang... Kemana aja kamu? Kok baru kelihatan batang hidungnya? Mbak kangen tahu,” goda Dyah sambil melangkah mendekat, sengaja menggoyangkan pinggulnya di depan Nanang.Salsa yang melihat itu langsung panas. “Iya Mbak, Nanang sibuk banget di toko, kan sekarang dia bosnya.”Dyah seolah nggak denger Ucapan Salsa. Dia malah mendekat ke arah Nanang, tangannya hampir menyentuh pundak Nanang.“Duh, pantesan makin gagah ya. Sa, kamu tuh ajak pacarmu main ke sini tiap hari. Mbak nggak apa-apa kok kalau Nanang mau nginep di sini, malah Mbak seneng banget kalau ada cowok ganteng yang jagain kosan.Nanang Cuma bisa senyum-senyum mesum tipis.“Makasih Mba, tapi saya mau langsung balik aja, udah ditungguin Om sama Tante di rumah.”“Yah... masa langsung pulang? Mbak baru mau minta tolong benerin lampu kamar mandi di kama
最終更新日: 2026-06-16
Chapter: Bab 136 - Kenangan Dari NanangNanang bergerak cepat, memasukkan kembali pakaiannya ke dalam tas besar dengan gerakan efisien.Ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun, apalagi menoleh ke arah Olivia yang masih berdiri mematung di ambang pintu.Setelah semua rapi, Nanang menggendong tasnya, menggandeng tangan Salsa, dan melangkah mantap menuruni tangga tanpa sekali pun berpaling ke belakang.Mendengar suara deru motor Nanang yang perlahan menjauh, keberanian Olivia tiba-tiba luruh.Ia masuk ke dalam kamar yang kini terasa sangat kosong dan sunyi.Pintu ia tutup rapat, lalu ia bersandar di baliknya dengan napas yang terasa sesak.Dalam diam, rasa penyesalan mulai merayap di hati Olivia. Ia menatap sudut kamar yang biasanya ditempati barang-barang Nanang.Gue keterlaluan nggak ya? Batinnya lirih.Olivia tersadar satu hal yang selama ini ia tepis demi harga diri.Meskipun ia sering menjuluki Nanang buaya karena kedekatannya dengan banyak wanita, ia tahu sa
最終更新日: 2026-06-15
Chapter: Bab 135 - Di Usir Dari KosanMendengar kata pisang Panjang, Nanang tersenyum kikuk. Ia tahu persis itu bukan soal makanan.Itu adalah kode keras dari Risa yang sedang lapar dan merindukan hujaman Permen besar milik Nanang yang selalu membuatnya kelojotan.“Hehe... enggak, Tan, makasih. Lain kali aja,” potong Nanang cepat agar tidak makin terjebak.Ia langsung berdiri dan memberi kode pada kekasihnya.“Ayo, Sa. Mending kita Pulang sekarang aja, takut kemalaman di jalan.”Salsa yang tidak menyadari perang batin di ruangan itu pun ikut bangkit.Ia berpamitan dengan sopan, menyalami Om Iwan dan Risa.Saat tangan Risa bersentuhan dengan Salsa, ia memberikan remasan kecil yang dingin.Hatinya terasa perih dan panas melihat Nanang lebih memilih membawa pergi wanita itu daripada memuaskan Hasratnya yang sudah di ubun-ubun.Rindunya malam ini terpaksa harus tertahan lagi.Setelah berpamitan, Nanang segera memacu motornya mening
最終更新日: 2026-06-14