author-banner
MassAzfa
Author

Novels by MassAzfa

Sisi Liar Mas Nanang

Sisi Liar Mas Nanang

Dek, udah ya mas lemes nih, nanti kering." Nanang tidak menyangka bisa terjebak di sekeliling cewek cantik dan nakal ini. Mas, Satu ronde lagi yah." ternyata bukan cuma satu saja, masih banyak cewek yang mengantri menunggu gilirannya untuk main sama Nanang. Kenapa hal seperti ini bisa terjadi? Beberapa Tahun Sebelumnya.
Read
Chapter: Bab 7 - Mampir Di Rumah Lina
Setelah beberapa saat Lina akhirnya menatap Nanang, "Mas kalau udah selesai anterin aku pulang ya, aku tunggu ke parkiran. Kita belajar bareng ya nanti.""Oke Dek." Nanang menyelesaikan pekerjaannya beberapa saat lalu pergi ke parkiran.Lina sudah duduk disana dan menyapa Nanang dengan gembira, "Ayo sini buruan Mas!""Iya.. iyaa.." Nanang memakaikan helm pada Lina lalu mereka berangkat naik motor.Dalam perjalanan, Lina memeluk Nanang tapi hanya sebentar, Lina menarik kembali tangannya. "Dih.. Mas bau keringet Tau."Nanang menghela nafasnya, "Ya, namanya abis kerja Dek, makanya jangan pelak-peluk."Lina mengerucutkan bibirnya lalu hingga beberapa saat mereka akhirnya sampai di rumah Lina.Nanang lalu memarkirkan motornya di dalam gerbang rumah Linayang terlihat lebih baik dari rumahnya."Kok sepi banget?" Tanya Nanang, menoleh.Lina menghela napas, lalu tersenyum tipis. “Iya, Papa sama Mama aku lagi kerja di luar kota. Pulangnya entah kapan."Nanang terdiam sejenak. Ada rasa khawatir
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: Bab 6 - Lina Datang Sebagai Penyelamat
Nanang menelan ludahnya, jantungnya pun berdetak keras tak karuan. Ruangan bu Rektor kampus kini seperti ruangan pengadilan.Pandangan Bu Rektor kampus menusuknya dalam-dalam, seolah tahu semua rahasia yang ia sembunyikan."Nggak Bu, saya nggak lihat apa-apa kok.." Nanang masih saja mengelak untuk menyelamatkan diri."Saya jelas lihat kamu, Nanang. Jangan berbohong lagi," ucap Bu Rektor kampus, dingin tapi penuh tekanan. Nanang ingin mengelak, tapi lidahnya kelu."Kalau bisa berita itu jangan sampai menyebar." Tambah Bu Rektor kampus.Nanang akhirnya menunduk. "I-iya, Bu... saya kemarin lihat tapi saya janji akan rahasiakan itu. Tidak akan ada satu orang pun yang tahu... Saya janji Bu.” suaranya bergetar, setengah memohon.Senyum tipis muncul di bibir Bu Rektor kampus. "Kalau begitu, saya akan kasih jaminan. Tutup mulutmu rapat-rapat, Nanang. Sebagai gantinya, gajimu... saya tambahkan bonus."Nanang kaget, menatapnya tidak percaya. "Serius, Bu?""Ya. Tapi ingat, kalau mulutmu bocor..."
Last Updated: 2026-04-13
Chapter: Bab 5 - Dipanggil Ibu Rektor Kampus
Nanang berjalan pulang. Daleman yang tadi dipermainkan Lina sengaja ia sembunyikan dengan baik di dalam tasnya.“Dasar gila tuh anak,” gumamnya, masih kesal tapi juga malu sendiri.Rumahnya nggak jauh dari kampus. Rumah petak kecil dengan dinding setengah papan, setengah tembok.Lampu bohlam lima watt menggantung di ruang tamu yang sekaligus jadi ruang makan.Dari jauh, Nanang sudah mencium bau tahu goreng yang khas masakan ibunya.“Ibu, Ayah.. Nanang pulang,” ucap Nanang sambil membuka pintu kayu yang agak berderit."Nanang sini nak," suara ibunya, lembut tapi penuh semangat, menyambut."Anak ibu sudah pulang. Capek, ya?"Nanang hanya tersenyum, langsung mencium tangan ibunya. "Capek dikit sih, Bu, tapi nggak apa-apa. Kerjanya juga nggak berat-berat amat kok.”Di meja makan, ayahnya sudah duduk bersila. Pria paruh baya itu wajahnya keras, kulit legam karena seumur hidup jadi buruh harian. Tapi matanya penuh kasih saat memandang anaknya satu-satunya itu."Duduk, Nang. Ayo makan sama-sa
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 4 - Kejadian Di Dalam Gudang
Setelah beberapa saat…Nanang akhirnya memberanikan dirinya masuk ke UKM."Duh, tuh bocah pake pingsan segala." Gumannya.Disana, Lina sudah berbaring di ranjang kecil, pipinya masih pucat, tapi senyumnya nakal sama sekali belum hilang."Dek... astaga, bikin Mas panik aja,” Nanang duduk di kursi sampingnya, menunduk, suaranya pelan.Lina malah tertawa kecil, menepuk tangannya Nanang. “Mas nggak usah khawatir, aku nggak papa kok. Hehe..."Nanang menghela napas lega. "Syukur kalau nggak apa-apa. Adek jangan kebanyakan bercanda yang aneh-aneh lagi ya.."Lina lalu menatap Nanang dalam-dalam. Bibirnya melengkung nakal.“Hmm... tapi Mas lucu kalau panik. Apalagi pas tadi... kok besar banget sih, Mas?"Deg.Jantung Nanang seolah berhenti sesaat. Wajahnya langsung merah padam."Dek!" Nanang menegur cepat, berusaha jaga suara supaya nggak terdengar perawat di luar. "Jangan sembarangan ngomong gitu!"Lina terkikik makin keras, menutupi wajah dengan selimut tipis. "Hehe... tapi bener kan? Mas ting
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 3 - Mau Enak Eh Tiba-tiba
Nanang menahan napas. Kata- kata Lina tadi seperti panah beracun yang menancap dalam. "Aku serius, Mas. Aku mau liat sekarang..." Tubuh Nanang langsung tegang. "Dek... tolong jangan bercanda gini...” suara Nanang parau, penuh dengan kegugupan. Lina malah tersenyum lebar, matanya berkilat penuh kenakalan. "Siapa bilang bercanda?" Lina lalu mendorong tubuh Nanang agar sedikit bersandar ke kursi reyot itu. "Mas kan udah nurut aku soal tugas. Sekarang... giliran aku yang ngasih bonus.” Deg. Nanang menelan ludah, keras sekali. Lina sengaja menunduk, wajahnya makin dekat, rambutnya yang halus jatuh mengenai pipi Nanang. Dari jarak sedekat itu, Nanang bisa melihat jelas kilatan nakal di matanya. "Dek, sumpah deh... Mas bisa gila kalau kayak gini." Lina malah tertawa kecil, suaranya renyah. “Emang itu yang aku mau. Mas keliatan lucu banget kalau panik begini loh." Lina kemudian menggeser duduknya, tepat di pangkuan Nanang, membuat tubuh mereka bersentuhan lebih rapat. Nanang langsu
Last Updated: 2026-04-12
Chapter: Bab 2 - Ruangan Kosong Saksi Bisu
‘’Jadi Mas harus menuruti semua permintaan aku ya dan kalo nolak kesepakatan kita batal.’’ Lina sambil tersenyum. Nanang menghela nafasnya.''Ya udah, Dek...Mas nurut, Asal bantu yakinin polisi kalau bukan Mas pelakunya,'' Lina menyeringai puas, lalu menepuk pipinya pelan. ''Pinter, jangan coba-coba kabur ya, aku selalu inget muka Mas loh,'' Besok paginya, suasana dikampus langsung heboh, Kematian seorang siswi bukanlah hal kecil, apalagi dikampus ini mempunya reputasi yang buruk. Lorong-lorong pun dipenuhi bisik-bisik. ''Eh, Beneran ada yang mati?'' ''Katanya sih ada yang jatuh dari lantai tiga...'' ''Serius? itu bunuh diri atau ada yang dorong?'' Para Dosen dan satpam kelihatan mondar-mandir, tapi bukannya bikin tenang, hal itu justru tambah bikin para mahasiswa kepo. Nanang sendiri berjalan dengan kepala tertunduk, Rasanya semua orang seolah menatapnya. Apalagi ada beberapa anak yang sempat berbisik sambil melirik kearahnya. ''Kayaknya cowok itu cleaning service baru ya?''
Last Updated: 2026-04-12
You may also like
Ah! Mantap Mas Ramli
Ah! Mantap Mas Ramli
Male Adult · Miss Luxy
2.1M views
Jatah Malam Untuk Mertua
Jatah Malam Untuk Mertua
Male Adult · WAZA PENA
299.9K views
Tergoda Pesona Ibu Mertua
Tergoda Pesona Ibu Mertua
Male Adult · Galaxybimasakti
262.2K views
Gairah Sopir dan Majikan
Gairah Sopir dan Majikan
Male Adult · Irbapiko
195.5K views
Godaan Ibu Kos Cantik
Godaan Ibu Kos Cantik
Male Adult · Harucchi
179.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status