Aduh! Kangmas Tak Tahan

Aduh! Kangmas Tak Tahan

last updateLast Updated : 2026-09-19
By:  Author_LeeUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 ratings. 3 reviews
65Chapters
765views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

WARNIN!!? AREA DEWASA.... PEMBACA DI HARAP BIJAK... CERITA INI MURNI IMAJINASI LIAR PENULIS... "Aku akan berikan semua yang kamu mau. Tanah, sawah, rumah. Semua akan aku berikan asal kamu tutup mulut dan berhasil membuatku hamil, aku tidak keberatan dengan semua itu." Wening—istri Juragan Jayendra, tempat Banyu bekerja memberi tawaran. Karena ambisi liar itu, membuat Wening tak bisa lepas dari pesona Banyu si kusir baru di kediaman. Tanpa Wening Tahu, Banyu sebenarnya bukanlah kusir biasa...

View More

Chapter 1

Bab.1 Kusir Baru

"Apa tidak bisa lebih lama lagi, Kangmas? Masa cuma sebentar," protes Wening, istri Jayendra. Wanita berparas ayu yang hanya berbalut kain jarik sebatas dada itu merengek, enggan ditinggal secepat itu oleh sang suami. "Aku loh, belum puas."

Di dekat sana, Banyu—kusir Jayendra sempat menoleh ke arah majikannya yang tengah berdiri di ambang pintu gapura. Namun, manik hitamnya tak sengaja menangkap gundukan indah yang menyembul di balik kain jarik istri majikannya. Ia tahu diri, jika terus menatap aset sang majikan sama saja dengan mengundang golok melingkar di lehernya.

"Waduh, Ndoro Ayu ini sengaja atau lupa sih? Kok keluar cuma pakai kain. Mana kelihatan lagi. Ini sih namanya menggoda iman duda yang hampir berkarat ini," batin Banyu.

"Tidak dilihat sayang, dilihat nyawa bisa melayang," gumam Banyu seraya mengelus leher kuda yang menarik kereta milik Juragan Jayendra.

"Besok malam bisa kita lanjut lagi. Siang ini Kangmas harus ke Kadipaten karena ada barang dagangan baru yang masuk. Kangmas harus mengeceknya sendiri. Mungkin baru kembali besok sore."

Wening berdecak. Ia tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya. Terus saja pergi meninggalkannya dengan dalih pekerjaan. Setelah perjalanan jauh besok, belum tentu kondisi tubuh pria itu masih bugar. Yang ada, sang suami pasti langsung bertolak tidur tanpa ingat ada istri yang tengah merana menunggu.

Jayendra mencengkeram lembut dagu istrinya yang tengah merajuk. "Mintalah Banyu untuk mengantarmu ke pasar. Belilah apa saja yang kamu suka."

Mendengar namyanya disebut, Banyu menoleh sesaat, ia sempatkan menatap wajah ayu sang majikan yang terlihat lesu tak bergairah.

Iris mata Wening seketika bergeser pada pria yang berdiri tak jauh dari kereta kuda. Kusir baru, bertubuh tinggi tegap itu tampak berdiri membelakangi mereka.

"Tapi—"

"Sudahlah, Sayang. Kangmas pergi untuk bekerja. Semua ini Kangmas lakukan untukmu, demi memenuhi semua keinginanmu."

Jayendra mengulurkan tangannya ke arah pelayan yang berdiri sigap di belakang mereka, meminta selembar kain untuk menutupi bahu mulus Wening yang terekspos. "Tunggu Kangmas besok malam. Jadilah istri yang penurut," pesan Jayendra lembut namun tegas.

Jayendra kemudian berbalik dan berseru, "Banyu! Antar aku ke rumah Juragan Broto. Setelah itu, baru kamu antar Ndoro Ayu ke pasar!"

"Baik, Ndoro Juragan," jawab Banyu patuh meskipun sedikit tersentak kaget.

Banyu kembali ke kediaman Jayendra setelah menjalankan tugas dari sang majikan. Kini ia siap untuk tugas keduanya. Ia berdiri di depan pendopo utama, menanti istri Juragan Jayendra yang katanya akan pergi ke pasar.

Beberapa menit menunggu, Wening keluar dengan kebaya kutu baru berwarna hijau zamrud yang dipadukan dengan kain jarik sidomukti kualitas premium. Rambut yang disanggul sederhana menambah kesan elegan. Anting serta kalung emas pun tak luput dari tubuh wanita muda itu.

Banyu terpesona, melihat Wening dengan penampilan terbaiknya. Maklum saja, pria dari desa sepertinya tidak pernah melihat wanita seanggun dan secantik Ndoro Ayu Wening. Bukan tidak ada gadis yang menarik di desanya, melainkan tidak ada yang bisa menandingi karisma dari istri majikannya tersebut.

Postur tubuh Wening tampak proporsional, tanpa ada satu pun yang terlihat berlebihan. Kebaya yang membalut tubuhnya dengan pas semakin menegaskan pesona anggun yang dimilikinya. Pemandangan itu membuat Banyu sejenak terpaku, sulit mengalihkan pandangannya.

"Kenapa kamu itu? Ilermu loh itu netes," goda Wening saat melihat Banyu yang terpaku menatapnya. Ia menyembunyikan tawa itu dibalik telapak tangannya.

Wajah Banyu memerah, merasa malu karena kepergok tengah menatap istri majikannya.

Banyu menunduk, "Ma-maaf, Ndoro Ayu. Bukan bermaksud lancang. Ta-tapi—"

"Sudah. Ayo berangkat. Aku nggak mau kesorean," ajak Wening pada Banyu. "Aku mau ke Juragan Sandang, mau beli beberapa kain," imbuhnya seraya berjalan menuju gapura.

Sepanjang perjalanan, pikiran Banyu hanya di penuhi dengan Wening yang tersenyum menggoda ke arahnya.

"Juragan beruntung punya istri cantik dan menggoda. Tapi sayang, sering dianggurin dengan ditinggal pergi ke kota sebelah. Coba kalau itu istriku, mana betah aku tinggal lama-lama." Banyu membatin.

Banyu yang baru bekerja dua hari jadi kusir di kediaman Juragan Jayendra saja sudah tergoda dengan kecantikan Ndoro Ayu Wening. Yang hanya bertemu sekali dua kali, apalagi Juragan Jayendra yang bisa menyentuh bahkan menciumnya.

"Banyu, bawa kain-kain ini ke pendopo samping, ya. Jangan lupa tata yang rapi," perintah Wening. Ia membungkuk, menunjuk barang-barang apa saja yang harus dipindahkan oleh Banyu sesuai perintah.

Alih-alih fokus mendengarkan perintah majikan, fokus Banyu justru berada di tempat lain. Manik hitamnya tak lepas dari salah satu bagian tubuh Wening. Banyu kembali melihat sesuatu yang sedari tadi siang terus berputar di otaknya.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Sekarani
Sekarani
latarnya jaman lawas, kirain bakal serius menegangkan gitu, ehhh ternyata awal-awal dibikin ketawa mulu wkwkwkw Semangat, thor!
2026-08-30 11:48:59
1
0
Sweety
Sweety
ceritanya keren, bacanya ngalir seperti ikutan ada di zaman itu. Semangat Banyu semoga bisa bersama Wening. Semangat juga untuk author, ditunggu updatenya...
2026-08-29 22:39:39
1
0
Redezilzie
Redezilzie
latar historikal, mantap ka .........
2026-08-07 15:17:32
1
0
65 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status