Home / Pendekar / Sistem Aura (Infinity) / Bab 17: SISTEM AURA V.7.6 (Peserta Didik).

Share

Bab 17: SISTEM AURA V.7.6 (Peserta Didik).

Author: Radif
last update publish date: 2025-09-07 22:01:18

'Tidak ada yang dirahasiakan sama sekali dalam akuarium semesta Aura ini, para peserta hanya belum atau enggan mengetahuinya, mencarinya.'

'Ding'.

SISTEM: [Halo ... salam hangat Tuan, salam hangat. Bagaimana dengan perjalanannya? Adakah membosankan? Menjengkelkan? Tidak menarik? Membingungkan? Melelahkan? Ingatlah bahwa selagi MENYADARI manfaat dan maksud perjalanannya pasti akan selalu jadi mengasyikkan—jika tidak, tentu saja itu bukan urusan SISTEM, HAHAHAHA ....]

'Ding'.

SISTEM: [Tes, tes ... diinformasikan kepada seluruh peserta Staf Ahli kelas Moderator-Spirit ... telah dimandatkan agar kalian tidak membantu semua peserta didik yang betah dalam sistem dunia lama, dan segera lakukan pembatasan bantuan pada peserta level Spirit dibawah 100. Beberapa dari para peserta level rendah hanya dapat dididik oleh skenario keadaan yang pelik nan merepotkan. Adapun para peserta yang sengaja menghalangi serta memerangi pembaharuan Sistem ini kalian telah diperkenankan melakukan prosedur 'pembersihan' secara benar dan akurat. Dan, karena pekerjaan ini boleh jadi membutuhkan waktu yang sangaaaaaaaaaaaaat panjang, bahkan mungkin menghabiskan waktu ratusan ribu tahun maka disarankan untuk nikmati saja perjalanannya. Kecil-besarnya, senang-susahnya, sia-sia atau tidak ... dan yaaaaa atau apapun itu, toh kelak pasti ketahuan juga apa maksud dan tujuannya. HAHAHAHA ....]

'Ding'.

SISTEM: [Jadi ... itu saja yang bisa diinformasikan buat saat ini dan ... semangatlah, karena masih banyak masalah hidup yang harus kalian nikmati, HAHAHAHA ....]

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 434: Atas Nama Nasionalisme.

    Enggan terlelap jauh kedalam perasaannya yang mendingin menuntun Cyka pulang ke tempat di mana dia sekarang bisa merasa aman; penginapan di sudut timur kota Auroran. 21:19.Dia segera merebahkan diri di kasur, melemaskan otot-ototnya dan sejenak menenangkan diri. Menatap langit-langit yang kosong tanpa memikirkan apapun, dengan cahaya lampu putih terang yang sedikit menyilaukan matanya.Sementara di samping kasur rupa-rupanya Elaria sedari tadi direpotkan dalam tugas menyiapkan makan malam, dan kedatangan Cyka yang kemalaman bahkan sempat dihadiahi teguran darinya. Teguran yang khawatir akan keselamatan Cyka pastinya. Cyka tidak bisa mengelak atau mengingkarinya, karena dimatanya, seorang teman yang bisa menerima segala kekurangannya hampir selalu layak didengar. Mengesampingkan itu, ia dengan entengnya justru menceritakan apa yang sempat ditemukan selama rutinitasnya, “Kamu tau nggak? Aku ketemu kumbang-kumbang cantik loh! Kalau kagak salah, kira-kira ada tiga kumbang yang kalau k

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 433: Aku Tidak Mengecewakanmu, Aku Hanya Tidak Dikendalikan Olehmu.

    Kota Auroran ....Jepretan kamera polaroid berhasil menangkap satu objek berbentuk kumbang hias. Mengabaikan banyaknya jenis kumbang maupun serangga-serangga hias yang terawat dalam tempatnya masing-masing. Seekor kumbang dua tanduk dengan corak belang keperakan yang mengilap jika terpindai cahaya menjadi satu-satunya serangga yang sanggup memancingnya memaksimalkan alat potretnya.“... kayaknya ini udah bagus deh.” Cyka memastikan hasil pemotretannya dengan mengangkat foto sedekat yang dibutuhkannya. Mengamatinya dalam waktu sebentar, berharap hasilnya cukup untuk dikatakan sempurna, tapi setelah pengecekan itu beres yang dia temukan sayangnya masih berupa kekurangan. “HHAAHH ... masih aja begini ....”Sore itu pukul 16:44, salju tengah meliburkan keberadaannya dan layar langit sedang merona kejinggaan, sementara Cyka sengaja mampir di pasar ini untuk tidak melewatkan kesempatan memenuhi kepentingan hobinya. Namun, posisinya sekarang yang berdiri di dalam toko serangga hias justru di

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 432: Dan Tanpa Prestasi, Tanpa Tanda Jasa Kami Berjuang Menunda Kematian.

    14:11. Kota Dream ....Beres dari menangani segelintir pembenci Eriel, Ixia, Una dan Aon bersyukur bisa kembali menemani keberadaan Arunika. Mereka dengan suasana hati yang bugar kini menikmati waktu di bibir pantai dekat apartemen Drim, diikuti oleh Hiro dan keempat pengawalnya. Cakrawala yang biru kehijauan dan pasir pantai yang hangat diresapi betul bukan hanya oleh mereka melainkan diikuti sedikit pengunjung yang punya keinginan mencicipi suasana lebih hangat dari normalnya.Belakangan ini Una, Ixia dan Aon sulit lepas dari kesibukan mengurus kehidupannya masing-masing. Penyelidikan terhadap Renaus maupun investigasi seberapa berbahayanya Auranias Cahaya Kael De Rigel sebabnya masih dalam jadwal tunggu yang hendak dibereskan. Namun, tentu soal berita kejahatan Renaus kepada keluarga Eriel entah adakah sudah diketahui Hiro atau belum, apalagi konon katanya rumor bisa lebih cepat menyebar ketimbang berita konkretnya. Tetapi, dengan itu Ixia, Una dan Aon tidak harus dilanda kaget yan

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 431: Serigala Tidak Mendengarkan Pendapat Sekumpulan Domba.

    “Pak Rio!” “Ketua Rio, boleh minta penjelasannya!” “Apakah betul militer nasional siap untuk berperang?” Disiarkanlah berita gempar terkait pembatalan rapat darurat parlemen lengkap dengan isu-isu yang belakangan kian mencemaskan. Di sebuah taman Kota Tianfan dalam jadwal inspeksi daerahnya kepala pemerintahan Selatan-Putih itu langsung dicegat orang-orang yang kebelet meraup info terbaru. “... apa yang terjadi, Pak?” Berdesak-desakan dengan para rekan satu profesinya seorang jurnalis cewek mengajukan pertanyaan yang mendesak. “Rapat darurat dibatalkan tanpa alasan yang jelas, dan muncul kecurigaan mengenai sabotase. Apa benar itu karena keputusan final mengenai kebijakan tata dunia Tetua-Aura Alara yang banyak tidak sependapat, termasuk keputusan penanganan soal desa Aswad yang menemui kebuntuan?” Ditengah gerimis salju Ketua Rion dan rombongannya pasrah menjeda kerjanya. Keputusannya untuk sengaja menunda penjelasan sampai memiliki situasi yang baik sekarang kelihatannya kurang

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 430: Pesan Cinta Kepada Bangsa Selatan (Part 3).

    “Jadi, mari kita selesaikan ini secara sederhana dan sesingkat-singkatnya ....“ Ketua El yang merasa tertekan mulai mengambil cara termudah. ”Nah, setelah kalian mengetahui dan memahami apa yang terjadi ... menurut kalian bagaimana?“ Oshi dan Ereia bergeming bersama sekelumit bahan pertimbangannya masing-masing. Saat ini Ereia mengaku hendak berpegang pada caranya mempertahankan kestabilan sekaligus persatuan desanya, dan hanya itu yang disampaikannya. ”Setelah kami pikir-pikir ....“ Selanjutnya Oshi yang angkat suara. Menegakkan tubuhnya, menatap Ketua El penuh harap. Dia tahu inilah saatnya memanfaatkan kesempatan. ”... dengan semua tekanan dan ketidakadilan ini, dengan banyaknya tekanan yang sudah mencelakakan kami, maka kami menemukan titik kalau inilah saatnya untuk perang total. Tidak ada lagi negosiasi. Tidak ada lagi pengharapan pada dewan utama. Kita pertahankan apa yang sudah kita usahakan. Jadi, hal pertama yang harus diperjuangkan adalah merebut kembali manajemen bandar

  • Sistem Aura (Infinity)   Episode 430: Pesan Cinta Kepada Bangsa Selatan (Part 2).

    Dan, sehubungan dengan kekacauan desa Aswad yang bukanlah hal sehat untuk dibudidayakan mereka pun bergegas merundingkan sejauh mana komplikasi desa Aswad akan dibawa.Penyerangan Demir tidak tertinggal dalam daftar perbincangan, dari kronologi maupun motifnya hingga di mana Kael terheran-heran begitu mengetahui Oshi sempat pula berurusan dengan anggota Eksilinity. Tidak ada pertarungan, tapi keduanya melakukan pembicaraan singkat dibawah kesan yang negatif. Selain itu, sesuatu yang lebih penting akhirnya mendorong Kael untuk sengaja mengangkat kekalahannya sebagai pemicu sebuah keputusan, titik baliknya buat mengambil langkah yang tidak seharusnya diambil.Maka atas apa yang telah menimpa Ketua El jelas-jelas diakui Oshi dan Ereia bukan peristiwa yang baiknya dibiarkan. Ketua El telah dipermalukan, telah difitnah dan dihinakan. Sehingga dalam rangka menjaga kestabilan dan keamanan desa Ereia siap mengambil tindakan yang setegas-tegasnya pada orang-orang Eksilinity. Dan, itu berlaku p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status