LOGINSeluruh anggota keluarga Mayler hadir dalam acara malam ini, kecuali Marcus yang masih sibuk dengan kegiatannya di berbagai kota.Maxim juga mengundang Sasa. Wanita itu memang gaun merah panjang, terlihat sangat cantik dan serasi dengan kulit sawo matangnya.Sasa terkejut saat tahu Morgan adalah sepupu Maxim. Ia sempat bertanya mengenai Morgan saat Maxim berkunjung tempo hati, tetapi Maxim memilih tidak menjawabnya.“Bukankah Morgan sangat tampan malam ini?” bisik Maxim di telinga Sasa.“Apa yang kau katakan, Max?” Sasa menginjak kaki Maxim. “Berhenti menggangguku atau aku akan menghajarmu.”“Kau pikir kau bisa melakukannya di depan orang tuaku dan para pengawal? Mereka pasti akan sangat murka dan langsung menyeretmu ke penjara.”“Dasar orang kaya!” ketus Sasa sembari memutar bola mata.Mario, Melissa, Marcel, Mary, dan Miguel mengucapkan selamat atas peresmian Morgan sebagai pemilik baru Universal Corporation. Mereka menganggap Morgan pantas.“Di mana Paman Martin?” tanya Morgan semb
“Dasar brengsek!” ketus Mike saat ruangan sudah benar-benar hening. “Missy membuatku sangat muak! Wanita itu hanya menginginkan uangku sekarang!”Mike tercenung di tengah sunyinya ruangan. “Rasa kantukku mendadak menghilang dalam sekejap saat Missy muncul!”“Kenapa para penjaga itu membiarkan Missy masuk? Apakah Missy membohongi mereka dengan mengatakan kalau Missy adalah kekasihku?”Mike mengembus napas panjang, mengamati perban-perban di tubuhnya. “Luka-lukaku sudah sembuh, tetapi aku masih trauma dengan pertarungan kemarin. Aku pikir aku akan mati saat itu, terutama saat bom mendadak jatuh di depanku.”“Ketika aku terbangun, aku sudah berada di rumah sakit. Ayah dan ibuku menangis tersedu-sedu, dan Michael terlihat sangat khawatir. Mereka mengatakan kalau aku mengalami kecelakaan saat aku pulang dari kantor setelah mengikuti rapat penting.”“Para penjaga itu membawaku ke rumah sakit ini beberapa hari lalu. Aku masih belum tahu apa yang terjadi dengan pertarungan itu. Apakah Tuan Ma
Hujan mengguyur Scota Town sejak pagi buta. Banyak kendaraan yang terjebak macet di beberapa ruas jalan. Angin berembus kencang, membuat udara lebih dingin. Seorang pembawa acara terlihat di sebuah layar besar di depan sebuah gedung. Beberapa pejalan kaki terlihat menerobos derasnya hujan.Di sebuah kamar rumah sakit, Mike terbaring lemah dengan beberapa perban menutupi tangan dan kakinya. Sudah hampir lima hari pria itu menjadi pasien rumah sakit. Dokter mengatakan kalau luka-lukanya tidak terlalu parah, tetapi Mike mengalami syok berat.Mike tidak banyak bicara saat bertemu dengan keluarganya. Pria itu lebih sering diam sembari mengamati langit-langit ruangan, lantas menangis tanpa suara.Matius, Michael, dan anggota keluarga yang lain terkejut saat mendapatkan kabar Mike mengalami kecelakaan saat malam. Mereka bergegas datang dan tidak menaruh curiga apa pun sebab beberapa pria berseragam hitam yang mengaku sebagai pengawal di Universal Corporation menjelaskan kronologi kecelakaan
Lima hari setelah pertarungan, Morgan dan yang lain pergi ke pemakaman keluarga Mayler. Mereka berkumpul untuk mendoakan sanak keluarga yang sudah lama tiada. Pertemuan ini juga pertanda bahwa mereka sudah berkumpul kembali dan bersiap untuk menyongsong hidup baru.Kesedihan terlihat nyata di wajah mereka. Ini kali pertama mereka semua datang setelah sekian lama hidup terpisah dan menjalani hari-hari yang sangat sulit.Morgan merasakan kehangatan di suasana ini. Ia sangat bahagia bisa kembali berkumpul setelah menjalani kehidupan yang berat.Mary menangis tersedu-sedu di samping pusara ibunya. Ia merasa sangat menyesal karena tindakannya di masa lalu. Andai saja ia bisa kembali ke masa lalu, ia tidak akan memilih sampah bernama Magnus itu dibandingkan dengan keluarganya sendiri.Marcus berdiri di barisan paling akhir. Meski tidak ada siapa pun yang menyalahkannya, tetapi ia tetap merasa asing di keluarga Mayler. Bagaimanapun juga Magnus adalah sosok monster yang sudah menghancurkan hi
Pasukan Morgan bergegas menangkap sisa pasukan Magnus yang melarikan diri. Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, sebagian besar pasukan berhasil tertangkap dan sisanya dalam masih dalam pengejaran.Magnus masih hidup meski kondisinya sangat memprihatinkan. Para pengawal segera membawa pria itu ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.Marcus hanya mengamati kepergian ambulans yang membawa Magnus pergi. Pria itu kembali mengingat semua kenangannya setelah hipnotis berakhir. Ia tidak memungkiri bahwa dirinya masih peduli pada Magnus, tetapi di sisi lain harinya ia merasa kalau ayahnya itu memang pantas untuk mendapatkan semua itu.“Aku harap Ayah tidak lagi berbuat jahat setelah ini,” gumam Marcus.Marcus menoleh saat Morgan mendekatinya. “Jika kau bertanya bagaimana keadaanku, aku baik-baik saja. Aku ... tidak membutuhkan belas kasihmu.”“Aku sama sekali tidak mengkhawatirkan keadaanmu sekarang, Marcus. Aku hanya ingin mengatakan kalau kau harus segera menemui Bibi Mary. Dia jatuh
“Kalian pikir kalian bisa menangkap dan mengalahkanku?” teriak Magnus dari ketinggian. “Kalian tidak akan pernah bisa melakukannya, kecuali dalam mimpi dan lamunan kalian. Aku lebih memilih mati dibandingkan harus kalah dari kalian semua!”Morgan, Mario, Marcel, Maxim, dan yang lain masih bertarung dengan pasukan Magnus. Para pengawal Magnus pun terus menembaki dari ketinggian.“Kalian semua akan mati di tempat ini dan pergi ke neraka menyusul keluarga kalian! Dan aku akan tetap menikmati kemenanganku sampai aku mati!”Magnus tertawa terbaak-bahak. Para bawahan yang sedang bertarung dengan Morgan dan yang lain seketika mundur dan melompat ke halaman.“Kau tidak akan bisa lari, Magnus!” pekik Mario, “kau harus mempertanggungjawabkan semua perbuatanmu sebelum kau mati!”“Neraka tidak akan mau menerima manusia sialan sepertimu!” Marcel menembakkan beberapa peluru, tetapi tidak ada satu pun tembakannya yang sampai pada Magnus.“Dasar sampah sialan! Turunlah dan hadapi kami semua!” Maxim t







