LOGINMorgan dan keluarga Mayler sedang berada di acara pernikahan Martin dan Martha. Pasangan itu terlihat sangat serasi dari berbagai sisi. Pantai putih, laut berombak tenang, dan halaman luas nan hijau, menjadi lokasi janji suci mereka berdua.Martha adalah teman lama Martin selama masa sulit-sulitnya dahulu. Mario, Miguel, dan yang lain setuju setelah melihat kalau Martha adalah pasangan cocok untuk Martin.Acara berlangsung dengan penuh kebahagiaan meski hanya dihadiri oleh keluarga dan sahabat dekat kedua belah pihak.Morgan bertemu dengan para sahabat dekat Martin di masa lalu. Ia merasa sedikit curiga pada mereka sampai akhirnya ia menyadari sesuatu.Mario dan yang lain berbincang sembari memakan hidangan. Pemandangan indah dan suasana hangat membuat mereka terlihat sangat bahagia.“Kau adik kecil yang sangat tampan hari ini. Aku turut bahagia atas pernikahanmu, Martin.” Mary memeluk Martin.“Aku memang tampan sejak kecil. Kau tidak perlu terkejut seperti itu, Mary.”“Putra kecilku.”
Satu bulan setelah pertarungan usai, Magnus menunjukkan tanda-tanda kesadaran diri. Hal ini membuat Mary menjadi ketakutan, sedangkan Marcus kembali dari pekerjaannya lebih cepat dibandingkan rencana.Morgan, Mario, dan yang lain berkumpul di kediaman utama untuk membahas hal itu. Mary memutuskan untuk menemui Magnus setelah pria itu benar-benar sadar. Ia hanya ingin berbicara untuk terakhir kalinya sebelum Magnus benar-benar menerima hukumannya.Marcus tidak terlalu banyak bicara. Pria itu hanya menunduk, tenggelam dalam pemikirannya. Ia tidak memungkiri kalau ada rasa senang saat mendengar Magnus sadarkan diri, tetapi melihat Mary bersedih membuat rasa marahnya menyelimuti hatinya.Marcus berusaha berdamai dengan keadaannya sekarang. Ia menjalani hidupnya dengan sebaik mungkin. Selagi Mary bahagia, ia akan melakukan apa pun.“Aku benci mengatakannya, tetapi apa kau baik-baik saja sekarang, Marcus?” tanya Morgan sembari menghampiri Marcus yang memilih mengasing diri di balkon sejak k
Morgan sontak tertawa terbahak-bahak hingga ia harus menahan perutnya. Air matanya keluar bersamaan dengan tubuhnya berguncang.“Aku tidak pernah tertawa seperti ini sebelumnya. Ini benar-benar sangat lucu. Aku tidak menduga kalau Mike akan sampai tidak sadarkan diri seperti ini.”Morgan menyeka air mata, mengamati Mike yang terbaring tidak sadarkan diri di lantai. Tawanya menghilang, berganti dengan tatapan dingin ketika mengingat perbuatan Mike padanya di masa lalu.Morgan menganggap Mike adalah sahabat baiknya, tetapi siapa sangka jika pria itu hanya mempermainkannya selama ini. “Mike adalah dalang dari perbuatan Missy yang berpura-pura berpacaran denganku. Dia juga menjebakku di pertarungan di bangunan tua yang nyaris mengambil nyawaku.”“Setelah semua hal itu terjadi, Mike bahkan enggan meminta maaf padaku, bahkan berterima kasih ketika aku menolongnya. Aku memiliki segalanya untuk menghancurkannya. Akan tetapi, aku memiliki rencana lain untuknya.”Morgan memberi tanda pada Malvi
Seluruh anggota keluarga Mayler hadir dalam acara malam ini, kecuali Marcus yang masih sibuk dengan kegiatannya di berbagai kota.Maxim juga mengundang Sasa. Wanita itu memang gaun merah panjang, terlihat sangat cantik dan serasi dengan kulit sawo matangnya.Sasa terkejut saat tahu Morgan adalah sepupu Maxim. Ia sempat bertanya mengenai Morgan saat Maxim berkunjung tempo hati, tetapi Maxim memilih tidak menjawabnya.“Bukankah Morgan sangat tampan malam ini?” bisik Maxim di telinga Sasa.“Apa yang kau katakan, Max?” Sasa menginjak kaki Maxim. “Berhenti menggangguku atau aku akan menghajarmu.”“Kau pikir kau bisa melakukannya di depan orang tuaku dan para pengawal? Mereka pasti akan sangat murka dan langsung menyeretmu ke penjara.”“Dasar orang kaya!” ketus Sasa sembari memutar bola mata.Mario, Melissa, Marcel, Mary, dan Miguel mengucapkan selamat atas peresmian Morgan sebagai pemilik baru Universal Corporation. Mereka menganggap Morgan pantas.“Di mana Paman Martin?” tanya Morgan semb
“Dasar brengsek!” ketus Mike saat ruangan sudah benar-benar hening. “Missy membuatku sangat muak! Wanita itu hanya menginginkan uangku sekarang!”Mike tercenung di tengah sunyinya ruangan. “Rasa kantukku mendadak menghilang dalam sekejap saat Missy muncul!”“Kenapa para penjaga itu membiarkan Missy masuk? Apakah Missy membohongi mereka dengan mengatakan kalau Missy adalah kekasihku?”Mike mengembus napas panjang, mengamati perban-perban di tubuhnya. “Luka-lukaku sudah sembuh, tetapi aku masih trauma dengan pertarungan kemarin. Aku pikir aku akan mati saat itu, terutama saat bom mendadak jatuh di depanku.”“Ketika aku terbangun, aku sudah berada di rumah sakit. Ayah dan ibuku menangis tersedu-sedu, dan Michael terlihat sangat khawatir. Mereka mengatakan kalau aku mengalami kecelakaan saat aku pulang dari kantor setelah mengikuti rapat penting.”“Para penjaga itu membawaku ke rumah sakit ini beberapa hari lalu. Aku masih belum tahu apa yang terjadi dengan pertarungan itu. Apakah Tuan Ma
Hujan mengguyur Scota Town sejak pagi buta. Banyak kendaraan yang terjebak macet di beberapa ruas jalan. Angin berembus kencang, membuat udara lebih dingin. Seorang pembawa acara terlihat di sebuah layar besar di depan sebuah gedung. Beberapa pejalan kaki terlihat menerobos derasnya hujan.Di sebuah kamar rumah sakit, Mike terbaring lemah dengan beberapa perban menutupi tangan dan kakinya. Sudah hampir lima hari pria itu menjadi pasien rumah sakit. Dokter mengatakan kalau luka-lukanya tidak terlalu parah, tetapi Mike mengalami syok berat.Mike tidak banyak bicara saat bertemu dengan keluarganya. Pria itu lebih sering diam sembari mengamati langit-langit ruangan, lantas menangis tanpa suara.Matius, Michael, dan anggota keluarga yang lain terkejut saat mendapatkan kabar Mike mengalami kecelakaan saat malam. Mereka bergegas datang dan tidak menaruh curiga apa pun sebab beberapa pria berseragam hitam yang mengaku sebagai pengawal di Universal Corporation menjelaskan kronologi kecelakaan
Morgan pergi ke sebuah kawasan khusus pertokoan mewah. Mobil-mobil mewah terparkir di sisi kiri dan kanan jalan. Orang-orang berpakaian modis bersama para pengawal mereka terlihat masuk dan keluar toko. Kawasan ini terlihat sangat indah dan nyaman dari berbagai sisi.“Baiklah, ke mana aku harus per
Morgan memejamkan mata selama beberapa waktu. Ketika membuka mata, ia masih melihat layar hologram dan cincin di jarinya. “Semua ini sungguhan.”“Sistem memilihku karena keteguhan, kerja keras, dan sikap pantang menyerahku. Sistem hadir untuk membantuku mencapai tujuanku. Ini masih membingungkan un
Morgan terbaring di ranjang. Sinar matahari menerobos celah-celah tirai. Pria itu mengerjapkan mata berkali-kali sebelum membuka mata.Morgan mengawasi keadaan sekeliling, terkejut saat menyadari ia berada di ruangan asing. “Di mana aku sekarang? Ruangan ini sangat mewah dan luar biasa.”Morgan men
Hujan mengguyur deras Scota Town sejak beberapa jam lalu. Di tengah udara dingin dan angin berembus kencang, Morgan tengah mengayuh sepeda, melewati gang-gang kecil. Pria itu menerobos hujan, memaksakan diri meski sedikit menggigil.“Aku harus memberikan kado terbaik untuk Missy. Aku ingin melihatn







