Compartir

53

last update Fecha de publicación: 2026-03-18 14:57:33

“Apa?” Morgan sontak melompat dari sofa, berlari menuju ranjang. Ia tidak melihat apa pun dan siapa pun di sana.

“Bagaimana mungkin dia bisa melarikan diri dari tempat ini? Bukankah kau dan rekan-rekanmu mengawasinya dengan ketat?” tanya Morgan.

“Dia melarikan diri melalui balkon, Tuan. Dia juga sempat menghajar rekan-rekanku hingga tidak sadarkan diri,” jelas pengawal itu.

“Dia melarikan diri melalui balkon?” Morgan bergegas ke balkon, menoleh ke bawah. “Aku seharusnya tidak mempercayai ucapan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   150

    “Tidak.” Morgan tahu kalau Malvin sedang meledeknya sehingga ia tidak akan kalah dengan mudah sebelum menyelamatkan Maxim.“Aku masih memiliki setengah jam lagi untuk menyelesaikan misi utama.”Morgan melompat sembari menginjak punggung seorang musuh, mendarat di dekat tangga. Sayangnya, seorang musuh menembaknya dari jauh sembari terus bergerak.Morgan berhasil menghindari tembakan, segera mengarahkan pistol ke arah musuh sembari bergerak naik menuju lantai dua. Sayangnya, seorang musuh mendadak menyerang dari samping hingga ia terlempar ke bawah.Morgan mendarat dengan sempurna, bergegas menghindari tembakan dan serangan dari musuh yang menyerbunya.Marlo melirik Morgan sekilas, bergegas naik ke lantai atas. Jack, Rocky, dan yang lain juga menaiki tangga melalui jalur berbeda.Pertarungan masih berlangsung. Setiap kali musuh tumbang, mereka akan kembali bangkit dan menyerang.Marlo terus bergerak naik, disusul oleh Morgan, Jack dan yang lain. Malvin, Dave, dan anggota lain masih ter

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   149

    Seorang pria bertopeng naga muncul dari lantai atas bersama dengan para bawahannya yang memakai topeng serigala.Morgan dan yang lain sontak terkejut, mengamati orang-orang itu saksama.“Jadi, mereka adalah kelompok Elang Timur yang asli,” gumam Morgan saat melihat lencana di baju mereka. “Akhirnya mereka muncul.”Morgan dan yang lain seketika bersiaga.Pemimpin kelompok Elang Timur tersenyum di balik topeng saat melihat Morgan dan yang lain. “Kalian berhasil menunjukkan kalau kalian layak memasuki tempat ini. Kalian berhasil mengalahkan orang-orang bayaran itu tanpa kesulitan. Selain itu, aku juga harus memuji kalian karena kalian berhasil menemukan lokasi markas ini.”Jack dan yang lain saling bertatapan sejenak.Pria bertopeng naga itu maju beberapa langkah hingga mencapai batas pagar, menatap Morgan saksama. “Aku seharusnya langsung menghabisi siapa pun yang berani mengusikku dan kelompokku. Tapi, karena kalian sudah berhasil menghiburku, aku akan memberikan kalian kesempatan untu

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   148

    Pertarungan masih terjadi di berbagai titik lokasi. Pasukan bertopeng terus berdatang, menyerang dari dekat dan jarak jauh. Beberapa ledakan terdengar bersahutan, disusul asap hitam yang mengepul ke udara.Lokasi pertarungan berada cukup jauh dari pemukiman sehingga kejadian itu tidak mendapatkan perhatian dari orang-orang. Suasana pusat kota terlihat seperti biasa: ramai, macet, dan penuh dengan suara-suara kendaraan.Morgan mengikuti Marlo memasuki tong air. Benda itu nyatanya adalah sebuah jalan pintas menuju sebuah ruangan rahasia di bawah gedung.Musuh mengejar dari belakang, mengabari rekan-rekannya di lokasi lain.Morgan dan Marlo tiba di sebuah ruangan remang-remang. Tak lama setelahnya, tembakan melesat dari atap bangunan, disusul oleh panah-panah kecil dari dinding.Morgan dan Marlo menghindar dengan cepat, bergerak mengikuti suara yang menjauh ke arah kiri lorong. Tembakan mulai melambat hingga akhirnya berhenti.Marlo terus berlari di jalan depan, melirik Morgan yang masih

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   147

    [Misi : Menyelamatkan Maxim][Durasi : 60 menit][Hadiah : 2000 EXP + $2.000.000]Morgan dan yang lain segera bergerak menuju hutan, menyebar dan terbagi ke dalam tiga kelompok yang berbeda. Setiap kelompok memiliki tugas tertentu.Morgan, Marlo, Malvin, Jack, Rocky dan beberapa teman Dave melaju dengan motor. Mereka menembus pepohonan yang menjulang tinggi, bertarung dengan gelapnya hutan.Malvin beberapa kali melirik Marlo, mengepalkan tangan erat-erat. Ia sangat ingin berbicara banyak hal pada pria itu, tetapi waktunya sama sekali tidak pas saat ini.Morgan mengamati keadaan sekeliling, bersikap sangat waspada. “Musuh kemungkinan sudah tahu kalau beberapa orang sudah mengawasi tempat ini sehingga mereka sudah menyiapkan beberapa jebakan sekaligus rencana untuk menangkap penyusup.”Morgan menggenggam pistol di tangannya lebih erat. “Jika lawanku adalah kelompok pembunuh bayaran yang berbahaya, maka aku harus bergerak lebih cepat dari mereka.”“Aku bersama orang-orang yang kuat, teta

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   146

    Suasana terasa sangat hening meski angin beberapa kali berembus kencang. Serangga malam terlihat memutari beberapa lampu di teras dan samping bangunan tua.Malvin terdiam mematung dengan tatapan tertuju pada Marlo. Ia terkejut ketika mendapatkan pesan dari Morgan soal ayahnya. Morgan hanya mengirimkan sebuah foto Marlo dari posisi samping, tetapi entah mengapa hal itu membuatnya yakin kalau ia akan mendapatkan sebuah petunjuk besar.Morgan, Jack, dan yang lain mengamati Malvin dan Marlo bergantian.Marlo menoleh pada Malvin, menatap tajam.Malvin dengan cepat mendekat, menatap Marlo saksama. Ia merasakan jantungnya berdebar sangat kencang. Ia nyaris tidak mengingat wajah ayahnya dan hanya memiliki sebuah foto usang dan sobek yang selalu ia bawa ke mana pun.Jack, Rocky, Teddy, Peter, Neo, dan Maya saling bertatapan.Jack berjalan mendekat, memberikan sebuah foto pada Malvin. “Aku ingin kau memastikan satu hal.”Malvin sontak menahan napas saat melihat foto dirinya saat kecil berada da

  • Sistem Luar Biasa Pewaris Tidak Terkalahkan   145

    Jack dan yang lain sontak terkejut, saling berpandangan sesaat.“Apa kau serius dengan ucapanmu barusan, Morgan?” tanya Jack memastikan, “aku tidak segan menghajarmu jika kau hanya bergurau.”“Tidak.” Morgan menunjukkan foto Malvin pada Jack.Jack mengamati foto Malvin yang berdiri di atas sebuah batu, bertelanjang dada.“Pria itu adalah Malvin. Aku mengambil fotonya saat aku masih berlatih dengannya di sebuah hutan tersembunyi. Malvin mengatakan kalau hutan itu adalah hutan tempat ayahnya pernah berlatih. Hutan itu memiliki sebuah rumah rahasia di dalam sebuah gua dan juga tempat latihan dengan batu runcing dan pepohonan yang tinggi.”Jack dan yang lain kembali saling bertatapan.“Lihatlah tanda lahir di dada sebelah kiri Malvin. Tanda itu sama persis dengan tanda lahir yang ada di foto anak kecil yang ada dalam gendongan Marlo alias Marius.”Jack dan yang lain masih terdiam, mengamati foto bergantian.Morgan menjelaskan, “Malvin mengatakan kalau dia sedang mencari ayahnya yang sudah

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status