Share

Bab.141

Author: Kairon
last update publish date: 2026-03-20 21:04:55

Di permukaan bukit Sektor Zero-Six, keheningan yang mematikan menyelimuti segalanya. Angin badai yang tadinya menderu tiba-tiba mereda, namun bukan karena badai telah berakhir. Ini adalah fenomena Statis Termal—di mana udara menjadi begitu dingin hingga molekul gas mulai melambat secara drastis, menciptakan suasana yang kaku dan berat.

Liu Xue Lan tergeletak di samping katup tekanan yang baru saja ia buka. Tangannya yang masih menempel pada logam katup telah membeku menjadi satu dengan materia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sistem Tanpa Batas   bab.162

    Hangar Sektor Zero-Six bergetar bukan karena ledakan, melainkan karena frekuensi resonansi yang dihasilkan oleh mesin pesawat Vulture yang telah bermutasi. Shen Long kini duduk di kursi pilot, namun ia tidak memegang kendali fisik. Kabel-kabel saraf organik yang tumbuh dari konsol pesawat telah melilit lengan obsidiannya, menyatu dengan pembuluh darahnya. Baginya, pesawat ini bukan lagi kendaraan; ia adalah kulit terluarnya."Sinkronisasi saraf mencapai 88%," bisik Shen Long. Suaranya bergema melalui pengeras suara kabin seolah-olah pesawat itu sendiri yang berbicara.Li Lan mengencangkan sabuk pengamannya di kursi navigator. Ia bisa merasakan getaran mesin di tulang belakangnya—bukan getaran mesin pembakaran, melainkan denyut jantung elektromagnetik yang sangat besar. Di depannya, monitor radar menampilkan langit Detroit yang kini dipenuhi oleh pusaran awan perak dan petir ungu.Alur merambat sangat lambat saat pintu hangar atas mulai terbuka. Mekanisme hidroliknya merintih karena es

  • Sistem Tanpa Batas   bab.161

    Pesawat Vulture tidak lagi terbang; ia hanyut. Di dalam koridor dimensi yang dikenal sebagai The Slipstream, hukum aerodinamika telah digantikan oleh hukum resonansi. Di luar jendela obsidian, pemandangan Bumi telah lenyap, digantikan oleh hamparan kegelapan absolut yang diiris oleh miliaran benang perak yang berpendar. Benang-benang ini adalah jalur informasi mentah yang sedang ditenun oleh para Penenun untuk membentuk realitas di berbagai galaksi.Shen Long merasakan setiap benang itu melalui sistem sarafnya yang terhubung dengan pesawat. Baginya, benang-benang itu bukan sekadar cahaya, melainkan suara—sebuah simfoni matematis yang sangat dingin dan tak berperasaan."Tekanan dimensi stabil pada 1.2 Plancks," bisik Shen Long. Suaranya terdengar seperti bisikan di balik air. "Kita sedang mendekati batas luar The High Loom. Li Lan, bersiap untuk de-akselerasi kognitif."Li Lan mencoba menggerakkan tangannya untuk memeriksa panel instrumen, namun gerakan itu terasa memakan waktu bertahu

  • Sistem Tanpa Batas   bab.160

    Di dalam hangar bawah tanah Sektor Zero-Six, yang kini lebih menyerupai gua kristal daripada fasilitas militer, pesawat pengangkut terakhir kelas Vulture terparkir dalam kondisi mengenaskan. Sayap kirinya telah meleleh akibat gelombang panas singularitas tadi, dan mesin fusi utamanya hanya mengeluarkan suara batuk elektrik yang lemah. Li Lan berdiri di bawah moncong pesawat, memegang pemindai laser. Ia menatap pantulan dirinya di badan pesawat yang kini mulai ditumbuhi kristal obsidian perak, sama seperti yang terjadi pada tangan Shen Long. "Kita tidak bisa terbang ke Void-Edge dengan mesin konvensional," suara The Sovereign (Shia Yue/Yin Hua) bergema dari sistem interkom hangar. "Hukum fisika di sana tidak mengenal aerodinamika atau bahan bakar fosil. Kita membutuhkan Slipstream Drive yang ditenagai oleh residu energi Penenun." Alur merambat sangat lambat saat narasi membedah proses modifikasi teknis ini. Shen Long melangkah maju, tangan obsidiannya yang baru berdenyut dengan iram

  • Sistem Tanpa Batas   bab.159

    Cahaya putih yang memancar dari tubuh The Messenger bukan lagi sekadar peringatan; ia adalah suara kematian yang sunyi. Di dalam pusat koridor Sektor Zero-Six, udara mulai memuai dengan kecepatan yang tidak wajar, menciptakan tekanan barometrik yang membuat telinga para penduduk bunker berdenging hebat. Protokol penghancuran diri sang utusan telah mencapai fase terminal, di mana inti logam cairnya mulai mengalami fusi dingin yang akan meratakan segala sesuatu dalam radius satu kilometer. Shen Long bisa merasakan panasnya—bukan panas api, melainkan panas dari informasi yang dipaksa hancur. Tangannya masih mencengkeram pergelangan tangan perak itu, namun kini ia tidak lagi mencoba menahan; ia mencoba mengarahkan. "Lan! Xue Lan! Menjauh dari pintu paking udara!" teriak Shen Long. Suaranya terdengar seperti dua lempengan logam yang beradu, parau dan penuh getaran ultrasonik. Alur merambat sangat lambat saat narasi membedah mekanisme Spasial Shifting (Pergeseran Spasial) yang akan dilak

  • Sistem Tanpa Batas   bab.158

    Saat tangan Shen Long mencengkeram pergelangan tangan The Messenger, hukum termodinamika di dalam koridor sub-level empat seolah-olah diputarbalikkan. Logam cair yang membentuk tubuh utusan itu biasanya berada dalam status superfluidity—mengalir tanpa viskositas—namun di bawah sentuhan Shen Long, atom-atom merkuri tersebut dipaksa untuk berhenti bergerak. Alur merambat sangat lambat saat narasi membedah mikro-detik pertama benturan tersebut. The Messenger mencoba menarik tangannya, namun ia menemukan bahwa Shen Long bukan sekadar memegangnya secara fisik. Shen Long sedang melakukan Molecular Anchoring (Penjangkaran Molekuler). Ia menyuntikkan frekuensi "stagnasi" dari The Weaving Room ke dalam tubuh sang utusan, mengubah cairan yang lincah itu menjadi kristal obsidian yang kaku dan rapuh. "Agresi... tidak logis," suara The Messenger bergetar, kini terdengar seperti ribuan logam yang bergesekan. "Subjek 0-Alpha, kau sedang menghancurkan satu-satunya jalan menuju negosiasi. Kau memili

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.157

    Asap dari sisa-sisa gas Hallon yang telah mengkristal masih melayang tipis di udara koridor sub-level empat, menciptakan efek Tyndall yang membiaskan cahaya merah dari lampu darurat menjadi spektrum ungu yang menghantui. Gideon masih bersimpuh di lantai beton, matanya terbuka lebar namun tidak berkedip. Ia masih hidup, namun jiwanya seolah tertinggal di dalam fragmen memori yang dipaksakan oleh Shen Long. Elder Thorne berdiri di antara kerumunan penduduk yang mematung. Ia menatap Shen Long—bukan lagi sebagai prajurit yang ia latih, melainkan sebagai entitas yang melampaui pemahamannya. Kulit Shen Long kini memiliki tekstur seperti marmer hitam yang dialiri sirkuit cahaya perak, sementara di belakangnya, Liu Xue Lan berdiri dengan keanggunan yang menakutkan, bayangannya di dinding seolah bergerak secara independen dari tubuhnya. Alur merambat sangat lambat saat Shen Long mulai berbicara. Suaranya tidak lagi keluar dari pita suara; ia bergema langsung di dalam osikel (tulang pendengar

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.43

    "kau memperhatikan dengan baik apa yang terjadi rupanya.. namun menjadi kebaikan jika kau dapat melihatnya sebagai hal biasa.. aku yakin kau memahami maksudku" ucap shen long.. "aku memahami maksudmu.. karena itu aku telah mengetahui bagaimana caraku untuk berterima kasih padamu.. apakah kau terta

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Sistem Tanpa Batas   Bab.47

    Keheningan di ruangan kantor Shen Long terasa begitu pekat, seolah oksigen di sana perlahan-lahan menipis. Li Lan berdiri tegak, tangannya terkepal di samping tubuh, sementara matanya tak sekalipun berkedip menatap pria yang duduk dengan santai di kursi kebesarannya. Di sisi lain, Shin Yin Hua berd

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Sistem Tanpa Batas   Bab.49

    Pagi hari di markas besar Nasional Guard tidak pernah terasa sedingin ini bagi Li Lan. Meskipun matahari musim panas menyinari jendela kaca gedung birokrasi tersebut, ia merasa setiap lorong yang ia lewati dipenuhi oleh mata-mata yang tidak terlihat. Map yang diberikan Shen Long semalam terasa sebe

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Sistem Tanpa Batas   Bab.48

    Waktu seolah melambat di kantor pusat Queen Farmasi. Li Lan masih berusaha mencerna segala informasi yang ia terima. Ia menoleh ke belakang, menatap wajah Shen Long yang hanya berjarak beberapa sentimeter darinya. Dari jarak sedekat ini, ia bisa mencium aroma kayu cendana dan maskulin yang menenang

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status