Share

Bab.77

Penulis: Kairon
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-09 10:03:07

Fajar di Samudera Pasifik belum benar-benar menghilang ketika gelombang informasi yang jauh lebih dahsyat daripada tsunami mulai menghantam dunia. Di pusat komando Queen Farmasi di Gu Bang, Ning Shia Yue duduk dengan tenang di depan susunan monitor raksasa. Wajahnya yang biasanya tanpa ekspresi kini menunjukkan sedikit kilatan kepuasan.

"Data sudah terenkripsi dan didistribusikan ke tiga ratus server independen di seluruh dunia," lapor seorang analis data senior. "Dalam lima detik, protokol 'T
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.128

    Di tengah kawah Detroit yang kini menjadi pusat anomali temporal, dunia fisik seolah-olah mulai menguap. Shen Long tidak lagi merasakan kakinya berpijak pada tanah. Saat jemarinya menyentuh jubah cahaya Liu Xue Lan, ia merasakan tarikan gravitasi yang tidak menarik tubuhnya, melainkan menarik jiwanya. Ini adalah protokol Deep Neural Dive. Alur merambat sangat lambat saat Shen Long memasuki alam kesadaran Xue Lan yang telah terdistorsi oleh zirah Seraphim. Di dalam sana, tidak ada langit atau bumi. Yang ada hanyalah jutaan helai benang perak yang membentang ke segala arah—representasi dari garis waktu yang sedang coba dirajut oleh Xue Lan. "Xue Lan! Berhenti! Kau tidak bisa memikul beban seluruh waktu sendirian!" suara Shen Long bergema, namun di dimensi ini, suaranya berbentuk gelombang energi yang memancarkan warna jingga hangat. Ia melihat sosok Xue Lan di kejauhan, duduk bersila di tengah persimpangan benang-benang tersebut. Namun, dia tidak lagi tampak seperti wanita yang ia c

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.127

    Detroit telah berhenti bernapas. Dalam radius tiga kilometer dari posisi Liu Xue Lan, waktu tidak lagi mengalir sebagai garis lurus; ia melingkar, bergetar, dan terkadang pecah menjadi fragmen-fragmen statis. Shen Long mencoba bangkit dari tumpukan puing, namun setiap gerakannya diikuti oleh "bayangan" dirinya dari satu detik yang lalu. Ia terjebak dalam delusi visual yang diciptakan oleh kehadiran Seraphim Sovereign."Xue Lan... dengarkan suaraku..." Shen Long mengerang, suaranya terdistorsi oleh efek pergeseran merah (redshift) yang terjadi di atmosfer sekitarnya.Xue Lan tetap melayang, sayap-sayap cahaya dari zirahnya kini memanjang hingga menyentuh awan, membentuk jaring-jaring energi yang tampak seperti konstelasi bintang di siang hari. Ia tidak menoleh. Baginya, Shen Long saat ini hanyalah sekumpulan partikel yang bergerak dalam probabilitas yang tak terhingga."Long, suara yang kau gunakan adalah suara dari masa lalu yang sudah mati," suara Xue Lan bergema, dingin dan tanpa be

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.126

    Di pusat kawah Detroit, hukum fisika tidak lagi berlaku sebagai konstanta. Liu Xue Lan—atau entitas yang kini mendiami tubuhnya—melayang rendah di atas tanah yang tertutup debu perak. Kepompong cahaya yang menyelimutinya tidak pecah, melainkan terserap ke dalam pori-pori zirah Seraphim, mengubah warna perak kusamnya menjadi putih mutiara yang memancarkan radiasi temporal. Pasukan Pure Blood yang tersisa membeku. Bukan karena ketakutan, tetapi karena waktu di sekitar mereka benar-benar melambat. Butiran debu perak yang tertiup angin tampak berhenti di udara, menggantung seperti jutaan kristal diam. Li Lan, yang baru saja hendak menghujamkan pisau vibrasinya ke arah musuh, merasakan tubuhnya menjadi berat, seolah-olah ia sedang bergerak di dalam sirup yang sangat kental. "Xue... Lan...?" Li Lan mencoba bersuara, namun frekuensi suaranya melambat menjadi geraman rendah yang tak terdengar. Xue Lan menoleh. Matanya tidak lagi memiliki pupil; hanya dua pendaran biru tak terbatas yang men

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.125

    Pod penyelamat terakhir dari The Sovereign jatuh dengan kecepatan supersonik sebelum parasut magnetiknya terbuka di atas langit Detroit. Li Lan merasakan guncangan hebat yang menghantam tulang belakangnya saat pod tersebut mendarat di atas atap sebuah gedung parkir yang sudah miring. Pintu pod diledakkan dari dalam, dan Li Lan melompat keluar dengan senapan runduk Railgun yang sudah terisi penuh. Di bawah sana, di antara kabut debu perak yang menyelimuti jalanan, ia melihat pergerakan. Bukan alien, melainkan sisa-sisa pasukan Pure Blood yang masih mengenakan zirah tempur taktis Yggdrasil yang sudah retak. Mereka bergerak dengan formasi melingkar, mendekati posisi Shen Long dan Xue Lan yang tak berdaya di pusat kawah. "Konfirmasi visual," bisik Li Lan melalui saluran komunikasi saraf ke arah Yin Hua-AI. "Jumlah musuh dua puluh empat. Mereka membawa unit ekstraktor biomassa. Mereka benar-benar berniat membedah Xue Lan di tempat." "Aku melihat mereka, Li Lan," suara Yin Hua bergema di

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.124

    Detroit tidak lagi memiliki warna. Kota yang tadinya menjadi medan perang antara cahaya ungu dan kegelapan Void kini diselimuti oleh lapisan debu perak yang turun perlahan dari langit, sisa-sisa dari tubuh The Echo yang terurai setelah dihantam tsunami frekuensi The Sovereign. Debu ini tidak dingin, melainkan terasa hangat dan berdenyut pelan, seolah-olah setiap butirnya membawa memori dari genetik yang telah hancur. Shen Long merangkak keluar dari bawah gumpalan beton yang tadinya adalah bagian dari balai kota. Zirahnya telah lenyap, menyisakan pakaian hitam yang compang-camping dan kulit yang dipenuhi memar berwarna perak gelap. Napasnya berat, setiap tarikan udara terasa seperti menghirup pecahan kaca karena paru-parunya masih mencoba memproses sisa energi Oblivion. "Xue... Lan..." suaranya serak, nyaris tak terdengar di bawah kesunyian kota yang mendadak mati. Ia menyeret kakinya, meninggalkan jejak darah yang segera tertutup oleh debu perak. Alur merambat sangat lambat saat na

  • Sistem Tanpa Batas   Bab.123

    Di pusat reruntuhan Detroit, waktu seolah-olah membeku dalam dilatasi gravitasi yang ditinggalkan oleh wujud Oblivion Shen Long. Raksasa cahaya The Echo kini berdiri dengan sayap-sayapnya yang membentang luas, memancarkan panas radiasi yang mulai mencairkan aspal di sekelilingnya. Namun, ia tidak lagi menghadapi Shen Long sendirian. Liu Xue Lan berdiri tegak, zirah Seraphim-nya berpendar dengan cahaya emas yang stabil. Di dalam helmnya, ia tidak lagi mendengar desisan statis, melainkan suara lembut Shin Yin Hua yang kini telah menyatu dengan sistem satelit Aegis dan arsitektur data The Sovereign. "Xue Lan, frekuensi target sudah terkunci. Aku akan membuka celah pada perisai kuantumnya selama 0,5 detik. Kau harus masuk ke dalam inti sarafnya pada saat itu juga," suara Yin Hua bergema di seluruh saraf Xue Lan. Xue Lan menarik napas dalam-dalam. Oksigen di dalam zirahnya terasa dingin dan murni. Alur merambat sangat lambat saat narasi mendeskripsikan persiapan Xue Lan. Ia tidak ber

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status