Share

Bab 171: Ide Gila!

Author: NACL
last update Last Updated: 2025-10-27 14:37:14
​Laras masih terduduk di ujung tangga atas, sambil berpegangan pada railing. Sementara Raina baru saja memasuki ruang kerja. Seperti biasa, ia melangkah pelan dengan senyum tipis yang tidak pudar dari wajahnya.

​“Silakan duduk, Raina. Obrolan kita serius, tapi kamu jangan tegang,” ujar Denver memberikan seulas senyum hangat, karena memang pria paruh baya itu sudah terkenal ramah sejak muda.

​“Iya, Pa. Raina nggak tegang,” sahutnya lemah lembut, dengan posisi duduk tegak, mencerminkan sekali seorang nyonya muda.

​Mata wanita itu lantas menatap pada mantan adik-adik iparnya yang membuang muka dan terakhir bermuara ke arah Dirga. Pandangan mereka bersirobok, tetapi hanya ada dingin yang mengiringi.

​“Langsung mulai aja, Pa. Jangan kelamaan,” celetuk Diana sambil mendengkus.

​Denver menepuk meja dan menegur putrinya, “Di! Papa lebih tahu kapan saatnya bicara.”

​Diana yang duduk di samping Dirga langsung merangkul lengan kakaknya.

​“Papa benar, Di,” bisik mantan Dokter itu.

​“Papa s
NACL

teman-teman maaf ya untuk hari ini 1 Bab dulu ya kemungkinan besok aku libur dulu ya sehari, karena lagi flu berat. (⁠。⁠•́⁠︿⁠•̀⁠。⁠)

| 34
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Gina Setiani
ih sebel deh Mlah d satuin Ama mantan..
goodnovel comment avatar
NACL
aduh ... maaf ya kak kalau bikin sebel. huhuhu. masa Raina mati? keenakan dong dia
goodnovel comment avatar
NACL
Aamiin Terima kasih Kakak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 404 Pria itu Kembali Lagi!

    Pagi ini Laras menyesap kopinya sembari memperhatikan dari luar kaca, bayi-bayi yang baru saja ia bantu lahir. Ia bahkan masih menggunakan penutup kepala dan seragam OKA hijau yang sedikit kusut. Wanita itu memilih istirahat sejenak sebelum memulai kunjungan ke pasien rawat inap.Sambil memegang gelas kopinya, ia mengetuk kaca transparan itu dengan senyum hangat. Setiap kali berhasil membantu para ibu selamat melahirkan, hatinya berbunga-bunga, seolah ia baru saja memiliki anak baru."Hi bayi cantik, sebentar lagi kamu ketemu mamamu Sayang," bisiknya yang sudah pasti tidak terdengar dari dalam sana.Tiba-tiba, Dinda datang dari arah belakang dan menepuk pelan bahu istri Dirgantara, membuat wanita itu sedikit tersentak."Ras, selesai?" tanya Dinda.Laras menoleh, lalu mengangguk kecil. "Selesai Din. Syukurlah dua pasien pagi ini melahirkan normal, semuanya sehat."Dinda makin mendekat dan berbisik tepat di samping telinga Laras dengan menyengir. "Ras, nanti anterin gue ke rumah Papi, m

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 403 Laras Mau Punya Anak Lagi

    Malam harinya, api unggun menyala dan menghangatkan di halaman belakang vila. Dirga duduk di bangku kayu, tangannya sibuk membolak-balik jagung di atas bara api bersama si kembar."Jagung bakar Papi eeennnaakkk!" seru Leksa dan Laksa kompak sambil mengipas-ngipas jagung mereka yang masih panas.Dirga terkekeh, lalu matanya melirik ke arah Laras yang sedang menyesap bandrek susu."Kalian tahu? Dulu Mami pernah kejatuhan ulat besar di kebun jagung sampai teriak kencang," celetuk Dirga tiba-tiba.Laras langsung melotot mendengar insiden itu diceritakan lagi. Ingatannya berputar pada masa-masa mendebarkan saat ia pertama kali mengenal sosok dokter mesum ini."Mas! Jangan diingatkan lagi deh, itu ‘kan karena kamu yang ajak leat jalan kebun. Lagian saya nggak teriak!" dengkus Laras.Alih-alih mengklarifikais, Dirga justru tersenyum menggoda. Ia menikmati ekspresi kesal istrinya."Iya, waktu itu Mami antar Papi keliling desa buat periksa anak-anak yang sakit," tambah pria itu.Leksa dan Laks

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 402 Tiga Lelaki Tampan Milik Laras

    “Mas, luwaknnya mau diapain? Jangan dibawa ke vila. Lepas di kebun aja!” saran Laras. Bulu kuduknya meremang ketika membayangkan hewan berbulu itu berlarian bersama Leksa dan Laksa di vila. Yang paling menyebalkan bagaimana kalu hewan itu menyerangnya. “Takut, Mas!” Laras memeluk tangannya sendiri, bahkan ia tidak berani dekat-dekat sang suami. Alih-alih mengiyakan permintaan istrinya, Dirga malah memicingkan mata. Bibir pria itu menyunggingkan senyum. Sudah pasti berniat menjahili istrinya yang tampak tak tenang. Sebelum Dirga sempat mendekat, Laras lebih dulu menunjuk suaminya. "Mas, jangan mulai, deh, ya! Tanah di sini licin, nanti kalau saya kaget terus kepeleset gimana? Lepas saja Mas!" protes Laras dan peluh mulai membasahi wajah cantiknya. Tidak langsung menjawab, Dirga memanggil Leksa yang saat ini sedang memperhatikan penjaga vila memotong pohon nanas. "Leksa, Papi lepas luwaknya. Kasihan dia kalau diikat terus, dia punya keluarga di hutan," jelas dokter tampan itu. Seke

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 401 Tingkah Si Kembar

    “Ya, ampun Leksa.” Air mata Laras banjir sudah. Ia mematung di tengah kebun, napasnya memburu dengan mata buram yang memandangi hamparan hijau di depan. Kepanikan luar biasa menjalar di antara rimbunnya pohon kopi. Para petani yang tadinya tenang bekerja, kini serempak menghentikan aktivitas mereka begitu mendengar teriakan Laras. Tanpa membuang waktu, bahkan Dirga tidak sempat menenangkan Laras, pria itu gegas menerobos semak-semak. Langkahnya lebar dan sangat cepat, ia menyisir setiap sudut di antara batang-batang kopi yang rapat. Sebagai ayah, Dirga yakin betul Leksa tidak mungkin pergi jauh. Apalagi seluruh area kebun ini dikelilingi pagar besi tinggi di perbatasannya. "Leksa! Leksa, jawab Papi!" lantang Dirga. Suaranya yang keras menggema di area perkebunan. "Leksa! Jangan main-main, Nak! Jawab!!!" Sementara itu, Laksa yang melihat maminya syok terdiam ketakutan. Kini wajah Laras nyaris seputih kapas, dengan tatapannya hampa ke depan. Ia merasa jiwanya ikut bernar-benar bersa

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 400 Di Mana Anakku?

    "Mami, Papi, kenapa belum bangun? Mi? Pi?" teriak Leksa dengan suara cemprengnya yang khas. Ketukan keras di pintu kayu itu terdengar beruntun.Berbeda dengan Laksa yang berdiri di samping kembarannya sambil memegangi perut."Aku lapar, Mami!" panggil mereka berdua akhirnya.Wajah keduanya masih tampak mengantuk, tetapi bibir mungil itu sudah menekuk karena kesal pintu tak kunjung terbuka. Padahal ini masih pukul lima, perut keduanya memang benar-benar tidak bisa kosong.Kini di dalam kamar yang masih temaram, Dirga justru makin erat memeluk pinggul sang istri. Kepalanya bersandar tepat di samping dada Laras yang penuh dengan tanda merah sisa pergulatan semalam.Laras melenguh, berusaha menyingkirkan tangan suaminya yang berat."Mas?" rengek wanita itu, merasakan tangan besar dan berbulu halus ini mengunci pergerakannya. "Anak-anak lapar, Mas. Kasihan mereka di luar."Tanpa membuka mata sedikit pun, Dirga bergumam, "Biar, Yang. Ini masih pagi banget. Kamu hubungi penjaga vila, minta me

  • Skandal Terlarang Bersama Mertuaku   Bab 399 Laras Agresif

    Jumat malam ini, Dirga memboyong istri dan anak-anaknya menuju vila pribadi mereka di kawasan Puncak. Perjalanan yang biasanya lumayan singkat berubah lebih melelahkan karena macet sejak gerbang tol. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam lewat saat mobil mewah itu mulai menanjak di jalanan yang berkelok.Bahkan Leksa dan Laksa sudah terkapar pulas di kursi belakang dengan posisi kepala saling bertumpu. Berbeda dengan Laras berkali-kali mengerjapkan mata, berusaha menahan kantuknya karena tidak tega membiarkan sang suami menyetir sendirian dalam kesunyian.Begitu mobil memasuki kawasan perkebunan kopi, suhu udara turun drastis. Laksa mengerjap-ngerjap kecil sambil memeluk lengannya sendiri. "Dingin, Mi …," gumamnya dengan suara khas bangun tidur.Gegas Laras memutar tombol suhu AC ke arah yang lebih hangat. Sedangkan Dirga tetap fokus menatap jalanan yang berkabut pun ikut menimpali tanpa menoleh, "Pakai jaketnya, jagoan. Udara gunung beda sama AC rumah."Si kembar buru-buru mena

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status